Duo Bulan Sabit Sang Penjelajah Benua

Duo Bulan Sabit Sang Penjelajah Benua
BAB 30 : KEJANGGALAN


__ADS_3

Setelah rapat usai, setiap guild diberikan satu kamar luas sebagai markas. Nusa dan teman-temannya berkumpul di sebuah ruangan untuk mendiskusikan rencana mereka kedepannya.


Semua orang sudah tertidur, mereka mengistirahatkan tubuhnya sebelum pertandingan besok. Nusa tidak bisa tidur, dia pergi keluar untuk mencari udara segar. Sampai di luar, Nusa melihat ada 4 menara tinggi menjulang.


Nusa mengamati menara itu lalu memanjatnya. Nusa sedikit kesulitan memanjat ke atas, dinding menara cukup licin setelah diguyur hujan. Butuh waktu 15 menit untuk sampai di puncak menara.


Nusa terkejut melihat seorang gadis berbaring santai di atas atap menara. "Woi... kamu kenapa tidur di sini? Cepat masuk ke dalam, kalau terlalu lama di luar bisa masuk angin."


Gadis itu melirik Nusa dan tersenyum. "Santai aja, lebih baik kita nikmati malam ini. Kemari, aku senang jika kamu ikut bersantai."


Walaupun Nusa nggan tidur di sana, tapi dia terpaksa menuruti kemauan si gadis. Nusa merebahkan tubuhnya lalu bersantai. Udara di kota Arzak pada malam hari sangat dingin suhunya mencapai -40°.


Makhluk hidup biasa tidak mungkin bertahan dalam suhu sedingin ini. Keadaan ekstrim ini sudah biasa bagi penduduk benua Eurasia, mereka memiliki kekebalan tubuh luar biasa.


Nusa melirik gadis di sebelahnya dan berkata. "Mau sampai kapan kita berpura-pura seperti ini. Aku sudah lelah harus berlaga serius dan berwibawa. Kamu mengerti kan Tara, situasi yang aku hadapi cukup sulit.


" Kamu harus lebih sabar, kita tidak bisa bersikap normal untuk sementara waktu. Kamu juga sudah sadar jika banyak kejadian janggal selama ini. Dari rumor tentang batu delima biru, penculikan warga, penculikan anak perdana menteri, dan banyak npc melakukan tindakan kriminal." Tara menjelaskan situasi saat ini. Dia memandang rembulan sambil memasang wajah datar.


Setelah beberapa saat Tara melanjutkan perkataannya. "Dari semua kejanggalan, ada satu yang selalu menggangguku selama ini."


"Apa itu?!"


"Banyak pemain berlevel rendah, mereka sangat lemah dan tidak berdaya. Itu sangat aneh! Sebelum kita masuk ke dunia Jelajah Benua, semua pemain di Benua Eurasia harusnya berlevel 2000."


"Itu benar! aku pun merasa ada yang janggal. Syarat untuk tinggal di benua Eurasia adalah setiap pemain minimal berlevel 1900 ke atas," ucap Nusa membenarkan perkataan Tara.


Nusa dan Tara termenung, mereka berpikir keras agar masalah ini cepat terpecahkan. Benua Eurasia merupakan salah satu benua terbesar di game jelajah benua. Benua ini terkenal dengan pemainnya yang berlevel tinggi, npcnya sangat tangguh dan setia.

__ADS_1


Jadi tidak masuk akal jika para pemain menjadi sangat lemah, serta para npc yang memberontak tidak terkendali.


"Bagaimana jika perbuatan ini sudah direncanakan. Kemungkinan besar orang yang merencanakannya adalah pemain dari benua lain," ucap Nusa mengira-ngira.


Kedua mata Tara membulat sempurna, di sampai bangkit dari tidurnya. "Kamu benar! selama ini kita terlalu santai dan melewatkan informasi sepenting ini."


Nusa tersenyum sambil menutup matanya. "Aku sudah lama menyadarinya. Musuh selangkah di depan kita, mereka menyusup ke benua Eurasia dan berusaha menghancurkannya dari dalam."


"Mustahil itu terjadi! Kita memiliki kekuatan di atas rata-rata pemain benua lain," bentak Tara tidak terima.


"Tapi itu kenyataannya, suka ataupun tidak kamu harus menerimanya."


"Aku tidak mengerti dengan ucapanmu, bagaimana mungkin pemain lain bisa menyusup?!" tanya Tara sambil meletakkan tangan di pipi.


"Akun ganda! kamu lupa jika setiap pemain bisa membuat 2-3 akun sekaligus."


"Itu mustahil Nusa... jika membuat akun lain di luar benua asal, maka dia bisa dikenai pinalti. Harusnya kamu tahu tentang peraturan dasar game Jelajah Benua."


Tara diam sebentar, dia mencoba mencerna setiap informasi yang Nusa sampaikan. "Aku rasa itu masuk akal, tidak menutup kemungkinan bila pemain asing membuat akun ganda di benua Eurasia. Kira-kira pemain dari benua mana yang berusaha menghancurkan kita?!"


"Aku pun masih ragu, tapi kemungkinan besar mereka berasal dari benua Saberbest atau benua Drit Island."


Tara kembali merebahkan tubuhnya, sambil menutup mata dia berkata. "Jarak dari benua Saberbest ataupun Benua Drit Island sangat jauh. Bagaimana cara mereka menyebrangi lautan tanpa terdeteksi radar otomatis."


"Itu mudah, mereka menggunakan 2 cara. Yang pertama mereka tidak menggunakan kapal air tapi menggunakan kapal selam, sehingga radar otomatis sulit mendeteksi keberadaan mereka. Yang kedua mereka menggunakan pangkalan."


Tara kembali terkejut, dia benar-benar terlena dengan dunia barunya. Banyak informasi penting yang Tara lupakan, dia sangat beruntung mempunyai pasangan secerdas.

__ADS_1


Nusa menjentikkan jari, tiba-tiba mereka telah pindah ke bagian bawah dari atap menara. Nusa mengeluarkan gulungan dan membukanya di atas meja.



"Aku akan jelaskan tentang peta ini. Seperti yang kami lihat, bentuk benua Eurasia seperti ikan. Bagian depan ikan merupakan kerajaan Bumantara, lalu benda yang mirip mata adalah ibukota kerajaan mereka. Kalau tidak salah nama ibukotanya Samosir. Bagian atas di tempati kerajaan Eunola dengan ibukota bernama bernama Pattaya."


Tara menatap peta itu serius, Nusa melanjutkan penjelasannya. "Kemudian kita berada di ibukota kerajaan Bhayangkara, yaitu kota Arzak. Kota Arzak merupakan kota terbesar di kerajaan ini dan di kelilingi oleh 8 kota sebagai benteng. Bagian ujung merupakan kerajaan Baladewa. Ibukota mereka memiliki bentuk bintang dengan nama Bimara. Dan yang terakhir adalah kerajaan Cakrawala dengan ibukota bernama Lemu. Sama uniknya dengan Bimara, kota ini memiliki bentuk kotak yang mencolok. Informasinya aku cukup dulu, apa kamu sudah paham Tara?"


Tara masih menatap kertas di depan, tidak lama dia menggerakkan bibirnya. "Gambarnya jelek!"


Sontak amarah Nusa meluap, dia menarik kedua pipi Tara. "Aku kira kamu diam karena sudah paham! Ternyata dari tadi aku jelasin, kamu cuma fokus sama gambar!"


"Iya, iya, aku paham kok! Aku cuma bercanda, tolong lepasin tangannya."


Nusa menatap Tara malas, dia menarik pipi Tara lebih lebar lagi.


"Sakit, sakit, aduhhh! iya, iya, aku salah maaf... Tolong maafkan hamba tuan Nusa yang Agung." Tara meringis kesakitan.


Setelah tangan Nusa lepas, Tara mengelus pipinya pelan. "Oh iya, tadi kamu menyinggung tentang pangkalan. Aku sama sekali tidak lihat adanya pangkalan militer di peta?"


"Kamu lihat di peta ada titik berwarna merah dan hijau. Titik hijau merupakan pangkalan pemain dari benua Saberbest, dan titik merah merupakan pangkalan dari pemain benua Drit Island. Mereka dapat berpindah dari benua asal ke benua Eurasia dalam sekejap. Tapi ada batasan untuk jumlah pemain dan cooldown yang lama." Nusa masih menatap peta.


"Kalau begitu, pemain yang datang ke benua ini bisa di hitung jari. Aku benarkan?!" tanya Tara dengan mata berbinar. Dia sangat percaya diri serta ingin mendapat pujian dari Nusa.


"Ya kamu benar! masalahnya kita belum tahu jumlah pemain yang dapat berpindah dan lama cooldown pangkalan. Infomasi yang kita terima terlalu sedikit, makanya kita harus mengamati pertandingan besok."


"Ngomong-ngomong tentang pertandingan, apakah kamu sudah menyiapkan senjata. Soalnya kita tidak mungkin menggunakan senjata seperti Sabit Shinigami," ucap Tara sambil duduk di kursi kayu.

__ADS_1


"Mmm... Untuk pertandingan besok aku pinjam katana dari petualang lain."


Nusa dan Tara menghembuskan napas, mereka belum tahu langkah yang harus di ambil selanjutnya. Yang jelas mereka harus memenangkan pertandingan besok.


__ADS_2