Duo Bulan Sabit Sang Penjelajah Benua

Duo Bulan Sabit Sang Penjelajah Benua
BAB 34 : ITW


__ADS_3

Nusa, Tara dan Atita belum tahu musuh yang akan mereka hadapi. Dari laporan yang Nusa terima, musuh memiliki level 1931 ke atas. Jika informasi itu benar, mereka akan kesulitan menghadapinya.


Nusa dan teman-temannya memikirkan cara melawan musuh tanpa harus mati. Nusa dan Tara sendiri merupakan pemain berlevel 2000, kekuatan mereka bisa dibilang di atas rata-rata pemain.


Tapi itu dulu, dengan wujud mereka sekarang, para pemain berlevel 1500 bisa menumbangkan mereka dengan mudah.


"Aku akan jujur pada kalian, 80% sihirku masih tersegel. Sedangkan 80% skill Tara tidak bisa digunakan. Sekarang kita harus bagaimana?! Musuh sepertinya memiliki Artefak langka, dan item lain yang mengerikan." Si jenius Nusa pun kebingungan menghadapi masalah kali ini.


Jika Atita atau Atma mati, mereka bisa dibangkitkan kembali. Tapi jika Nusa atau Tara mati, belum tentu mereka akan hidup kembali. Dunia mereka sekarang bukan game online lagi, dimana yang mati belum tentu bisa hidup kembali.


Tara menghela napas berat dan berkata. "Aku akan membuka segel darah, kamu bantu aku membukanya."


Tara menatap ke atas lalu menusuk dadanya dengan tangan. Dia meringis kesakitan, darah mengucur dari tubuhnya. Nusa berjalan di belakang Tara dan menusuk punggungnya menggunakan pedang.


"Segel darah 1, dibuka! Tetesan darah penyesalan."


Darah yang berceceran di lantai perlahan merayap menuju tubuh Tara, darah segar membungkus Tara layaknya sebuah kepong-pong. Tara kini seperti ulat sutra yang akan berubah menjadi kupu-kupu.


Tidak lama berselang, gumpalan darah itu pecah membasahi Nusa dan Atita. Mereka terkejut melihat penampilan Tara, dia bak ulat jelek yang berubah menjadi kupu-kupu yang cantik.


Penampilan Tara berubah drastis, saat dia memandang, terlihat mata indahnya semerah darah. Tara seakan putri bangsawan yang baru selesai mandi, rambut panjangnya masih basah dan meneteskan darah segar di ujung rambutnya.


Anehnya penampilan Tara malah seperti pelayan, sepatu cantik ia kenakan lengkap dengan celmek dan bondu di kepalanya.


Ini merupakan perubahan pertama dari segel darah. Segel darah merupakan teknik terkuat yang dimiliki true kuyang. Saat segel ini di buka, pengguna akan mendapatkan kekuatan luar biasa. Efek samping dari segel ini adalah si pengguna tidak bisa terluka atau mati, staminanya tidak akan berkurang selama segel ini aktif.


Tara menguasai 9 teknik segel darah, setiap segel darah memiliki kekuatannya masing-masing. Segel ke 9 merupakan segel terkuat yang Tara kuasai, tapi dia belum bisa membukanya.


Untuk membuka setiap segel dia perlu mengorbankan sesuatu. Contohnya segel pertama, Tara harus mengorbankan jantungnya. Setelah segel aktif, setiap Tara menerima sakit, dia akan semakin kuat.


[ Note: Ras kuyang bisa hidup berhari-hari tanpa jantung. Mereka bisa mendapatkan jantungnya kembali dengan mencuri jantung milik orang lain.]


Sebenarnya Tara ingin membuka segel ke 9, tapi dia kesulitan mencari tumbal. Untuk membuka segel ke 9, Tara harus menumbalkan bayi yang baru lahir. Efek samping dari segel ini, si pengguna harus meminum banyak darah dari ibu sang bayi.

__ADS_1


...********...


Saat ini Delta berusaha menahan para penyusup selama mungkin, walaupun harus mati, dia tidak akan mundur sedikitpun.


"Sebaiknya kau minggir nona, kami tidak mau membunuhmu," ucap seorang pria sambil menenteng pedang besar.


Delta menatap kedua pria tajam. "Apa tujuan kalian ke sini! Aku tidak melihat ada sesuatu yang menarik di dalam hutan."


Seorang pria bertubuh kurus dengan kacamata berkata. "Kami mencari sepasang petualang yang melarikan diri. Petualang pertama adalah seorang wanita bangsawan dari ras kuyang, dan petualang kedua adalah seorang pria berpenampilan samurai. Apakah nona melihat petualang dengan ciri-ciri yang saya sebutkan?!"


"Mmm... Manaku tahu! Sekarang kalian pergi dari sini!" bentak Delta sambil menghunus pedang.


Delta kewalahan melawan dua orang kuat sekaligus. Ditambah mereka menggunakan senjata berdamage besar, membuat Delta bisa tewas kapan saja.


Pria dengan pedang besar menghela napas dan berkata dengan raut wajah menyesal. "Baiklah jika nona tidak ingin memberitahu kami."


Pria itu memasang Kuda-kuda tempur, pedang besarnya siap melahap Delta kapan saja. Dengan konsentrasi penuh, dia mengeluarkan tekanan luar biasa disekitarnya.


Delta yakin serangan pria itu kali ini, dapat membunuhnya dalam sekali tebas. Untuk mengurangi dampak serangan, Delta mencoba menyalurkan seluruh kekuatannya dalam pedang.


Dalam sekejap mata pria itu berada di depan Delta, Delta tidak bisa mengikuti gerakan si pria. yang terlalu cepat. Saat pedang si pria siap memotong tubuhnya, tiba-tiba sesosok wanita datang.


Tang...


Wanita itu menahan serangan si pria menggunakan sabit besarnya. Delta dibuat terkejut oleh sang wanita, dia tidak bisa merasakan hawa keberadaan wanita itu sebelumnya.


Si pria melompat ke belakang, ia pun terkejut dengan kehadiran wanita itu. "Siapa kau! kenapa mengganggu pertarungan kami?!"


"Dendi, cepat menjauh dari wanita itu!" teriak pria berkacamata panik.


Dendi langsung berlari cepat menjauhi si wanita. Tidak lama puluhan tombak darah keluar dari tanah, tombak itu membentuk tangan yang siap mencengkram siapa saja. Telat sedikit saja, nyawa jadi taruhannya.


"Tuan-tuan yang terhormat, ada perlu apa kalian datang ke hutan ini. Saya rasa di hutan ini tidak ada yang menarik," ucap si wanita sopan sambil tersenyum.

__ADS_1


"Hati-hati, dia bukan orang sembarangan. Aku sudah mengidentifikasinya, semua keterangan wanita itu tidak diketahui." Si pria kacamata memperingatkan temannya yang berniat bertarung.


"Aku akan membuat celah agar kau bisa me... "


Tang...


Belum sempat menyelesaikan perkataannya, si pria mendapat serangan kejutan.


"Iron Arrow!"


Serangan dari pria kacamata berhasil menusuk kepala si wanita. Bukannya mati, wanita itu malah semakin kuat. Dendi kewalahan menahan sabit besar si wanita, dia membelokkan serangan wanita itu.


"Si*al! siapa wanita ini sebenarnya! Aku belum pernah bertemu wanita sekuat ini sebelumnya, lagipula kenapa dia berpakaian seperti pelayan," umpat Dendi kesal, dia cukup kewalahan menghadapi si wanita.


Dengan cepat Dendi menyerang wanita itu, senjata mereka saling berbenturan dan menciptakan tekanan udara di sekitarnya. Teman Dendi merasa khawatir, wanita itu bisa mengimbangi kecepatan Dendi.


"Aku harus melakukan sesuatu, jika terus begini Dendi akan kalah. Tapi bagaimana cara mengalahkan wanita itu?! Mungkin aku gunakan saja Artefak Lingkin, agar wanita itu kehilangan akal sehatnya."


Pria kacamata mengeluarkan sebuah benda berbentuk cawan. Saat dia akan menggunakan artefak itu, tiba-tiba dia merasa aura mengerikan dari belakang tubuhnya.


"Jika kau ingin selamat, maka jatuhkan benda itu!" ucap seorang pria dingin sambil menodongkan pedang ke arah pria kacamata.


Pria kacamata terpaksa menurut, dia tidak ingin kematian mendatangi lebih cepat. Melihat temannya dalam bahaya, Dendi berusaha menolongnya. Sayang dia lengah, si wanita berhasil melepaskan pedang dari genggamannya.


"Sugi, gunakan sihir teleportasi lalu panggil bantuan kemari. Biar aku yang mengulur waktu," teriak Dendi memberi isyarat.


Sugi menggelengkan kepalanya, jangan kan menggunakan sihir, untuk bergerak saja ia tak mampu. Ujung pedang si pria misterius terasa dingin di tubuh Sugi, membuat seluruh sarafnya tidak berfungsi sebagaimana mestinya.


Situasi ini sangat sulit bagi Dendi dan Sugi, mereka bisa kehilangan nyawa kapan saja. Dendi mengangkat tangannya sambil menatap wanita itu, tidak lama dia menyadari sesuatu.


"Tunggu sebentar! Bukan itu Sabit Shinigami, bagaimana mungkin kau bisa menggunakannya?!" Dendi melirik ke arah Sugi, "Ini bohongkan! Pria itu memegang Pedang Heay! Siapa kalian sebenarnya, kenapa dua ITW bisa ada di tangan kalian.


Dendi jelas panik, dia baru sadar sabit milik si wanita dan pedang si pria merupakan senjata penghancur masal. Hanya orang bodoh yang berani bertarung melawan senjata ITW kepanjangan ITW adalah Item The World.

__ADS_1


Apa yang akan terjadi selanjutnya? bagaimana nasib Dendi dan Sugi. Sebenarnya apa yang di sebut ITW? Seberapa mengerikannya senjata ITW itu.


__ADS_2