Duo Bulan Sabit Sang Penjelajah Benua

Duo Bulan Sabit Sang Penjelajah Benua
BAB 14 : ORANG-ORANG BIADAP!


__ADS_3

Nusa dan teman-temannya menuju desa Cipoho. Mereka semua saling bertukar informasi, walaupun informasi yang Nusa dan komplotannya sampaikan tidak 100% benar.


Aliansi yang di bentuk Nusa dan teman-teman barunya diberi nama The Six Crowns. Mereka bertujuan untuk mencari penduduk yang hilang.


Sepanjang jalan Tara sibuk memegang dadanya. Dia tidak sabar menunjukkan tubuh barunya yang menggoda pada cewek gatel yang ada di guild, Yap siapa lagi kalau bukan sang resepsionis guild.


Nusa menggunakan skill Analisisnya pada ketiga orang di depannya.


[ Identitas :


Nama : Deni Liyo


Kelamin : Laki-laki


Ras : Buto Ijo


Pekerjaan : Petualang peringkat A


Class : Spears man


Identitas :


Nama : Agra Wendy


Kelamin : Laki-laki


Ras : Manusia


Pekerjaan : Petualang peringkat A


Class : Sword man


Identitas :


Nama : Lusi Lupita


Kelamin : Perempuan


Ras : Kalong Wewe


Pekerjaan : Petualang peringkat A


Class : Penyihir


Analisis selesai ]


Nusa merangkul Tara dan berbisik. "Mereka bertiga adalah pemain, tapi mereka sangat lemah jadi kamu tidak boleh membunuh mereka. Kamu juga tidak boleh sembarangan memakai sihir atau skill tingkat tinggi, sepertinya mereka belum menyadari kalau kita juga pemain."


Tara terkejut, dia melepaskan kedua tangannya dari dadanya dan berkata. "Aku baru tahu di benua Eurasia ada pemain yang lemah. Okee! sementara aku akan menahan diri, lagipula apa untungnya membunuh pemain yang tidak memiliki apapun untuk di rampas."

__ADS_1


"Kalian berdua sedang apa di sana?" tanya Deni polos, dia membalikkan tubuhnya lalu menunggu Nusa dan Tara yang tertinggal jauh.


Segera Nusa dan Tara menghampiri party Deni. Tara memegang dadanya, dia khawatir aset besarnya jatuh saat berlari.


Sedangkan Atma hanya berbaring di atas Nameer, dia terlihat malas dan sesekali memejamkan matanya. Ras Kandole di kenal tidak suka berbicara dengan Ras lain, mereka selalu menganggap rendah Ras lain. Kebanyakan dari Ras Kandole lebih suka tinggal di hutan serta tidak suka bergaul dengan Ras lain. Itu sebabnya di kerajaan manapun di benua Eurasia jarang ditemukan Ras Kandole tinggal di kota.


Atma berbeda dengan Ras Kandole lain, dia mudah akrab dengan siapapun dan menyukai tinggal di kota karena di sana terdapat banyak makanan.


Tetapi adakalanya Atma pun sama dengan Ras Kandole pada umumnya, dia lebih suka diam jika tidak diberi perintah oleh tuannya. Atma pun menganggap rendah Ras lain, bahkan Rasnya sendiri dia anggap rendah. Atma hanya menghormati dan menyayangi semua Makhluk ciptaan tuannya saja, baik itu Npc ciptaan Nusa ataupun Tara.


The Six Crowns memutuskan beristirahat sejenak. Mereka berhenti di pinggir sungai berbatu yang airnya jernih. Ikan-ikan hilir mudik di sungai, Tara berniat menangkap ikan tapi dia di hentikan oleh Lusi.


"Jangan mengambil ikan di wilayah ini, kabarnya sungai ini ada penunggunya. Lebih baik kita berburu monster di hutan, kamu bisa kena sial loh jika menangkap ikan di sini!." Lusi menasehati Tara supaya tidak menangkap ikan di sungai.


Tara tertunduk lesu, dia terpaksa menuruti keinginan Lusi. Dari jauh Nusa mengejek Tara, dia bergaya seolah menarik joran pancing.


Dasar temen kurang Ngajar! Awas aja gw bales lu nanti. batin Tara tidak terima di ejek Nusa.


"Oh iya, kalian bertiga kan petualang peringkat A. Itu artinya kalian adalah petualang dengan kasta Kecubung, lalu kenapa atribut kalian tidak di pakai. Ketika berpetualang, kemanapun kalian pergi seharusnya selalu memakai atribut Kecubung." Lusi bertanya-tanya tentang alasan Nusa dan partynya tidak memakai atribut kasta mereka.


"Atribut? kasta?" tanya Atma tidak mengerti.


Agra yang duduk di atas batu berkata. "Kalian tidak tahu mengenai Atribut kasta?"


Nusa dan partynya menggelengkan kepala, mereka tidak ingat jika di benua Eurasia mengenal sistem kasta.


"Di benua Eurasia masyarakatnya hidup dengan kasta, khususnya bagi para ksatria dan penyihir. Kasta di sini bukan bertujuan agar bisa merendah orang lain. Tetapi lebih seperti pemberi semangat, setiap anak yang baru lahir memiliki kasta yang sama. Tergantung tekad dan usaha masing-masing individu agar mendapat posisi kasta yang tinggi.


Kasta di bedakan menjadi 7 :



Safir level 100 up


Giok level 200 up


Intan level 300 up


Ruby level 400 up


Zamrud level 500 up


Kecubung 600 up


Obsidian 700 up



Mereka dapat di kenali dengan atribut kasta. Para penyihir bisa di kenali dari warna jubah, karena jubah merupakan atribut kasta penyihir. Sedangkan para ksatria bisa di kenali dari warna gelang mereka. Seperti Aku dan Deni, gelang kami merupakan atribut kasta ksatria. Dan penduduk biasa bisa dikenali dari warna lencananya.

__ADS_1


Kasta ini tidak berlaku bagi keluarga kerajaan karena keluarga kerajaan memiliki tingkatan tersendiri." Agra menjelaskan mengenai atribut kasta.


Bisa kita tebak Nusa selalu memiliki seribu alasan yang masuk akal. Nusa berdalih atribut kasta mereka hilang, padahal kita tahu tadi Atma. bertanya tentang atribut kasta. Kedengarannya aneh jika Nusa mengatakan atribut kastanya hilang, sedangkan mereka tidak tahu apa itu kasta.


Tapi Nusa berhasil meyakinkan party Lusi yang polosnya minta ampun. Tara sedikit perihatin jika mereka terlalu lama bersama Nusa, bisa-bisa dalam 2 bulan ke depan party Lusi berubah menjadi grup hewan Sirkus.


Tidak terasa hari mulai gelap, perjalanan menuju desa Cipoho cukup jauh. perlu 4 jam lagi The Six Crowns sampai di desa Cipoho.


...********...


"Emm... mmm," teriak seorang gadis tanpa suara, kaki dan tangannya diikat kuat serta mulutnya di sumpal kain, 30 gadis di kurung dalam ruangan sempit dan gelap, mereka tidak bisa melarikan diri karena terhalang jerusi besi.


Siapapun tolong kami! kami sudah tidak kuat lagi. Seandainya ada yang menyelamatkan kami, aku bersumpah akan setia pada orang itu! batin gadis itu, air matanya tak kuasa menahan siksaan yang setiap hari ia terima.


Plakk...


"Diam kalian semua! sebentar lagi kalian akan kami bawa keluar dari Kerajaan ini." bentak seorang pria bertubuh kekar dengan kasar, pria itu memakai zirah lengkap dan sepasang pedang di pinggang.


Seorang wanita berkulit coklat dengan mata perak berkata. "Jangan terlalu kasar, mereka adalah alat untuk menghancurkan kerajaan sesaat ini."


Ruangan itu di jaga banyak orang berpenampilan seperti prajurit, mereka memakai zirah dan peralatan perang lengkap. Mereka semua pun tidak segan menyiksa para tawanan di penjara.


5 menit kemudian.


"Cepat bawa mereka! kita harus pergi sebelum fajar tiba." Seorang pria berteriak sambil menyeret beberapa tawanan wanita dengan kasar, para tawanan diikat menggunakan rantai di leher mereka lalu di tarik secara bersamaan.


100 kereta kuda berjajar di markas para prajurit itu, semua tahan di masukan ke dalam kereta kuda. 1 kereta kuda diisi 20 tawanan, mereka saling berdesakan di dalam kereta kuda karena ukurannya yang kecil.


30% tawanan berhasil dipindahkan, jumlah tawanan yang terluka parah cukup banyak sehingga memperlambat pemindahan


Bukk...


"Ampunn! tolong ampuni saya tuan!" ucap seorang ganis sambil menangis, tubuhnya bergetar hebat akibat pukulan yang di lancarkan seorang pria padanya.


Gadis itu memohon belas kasih sang pria, namun dia malah mendapatkan banyak pukulan dari sang pria. Pria itu menggunakan sebilah besi untuk memukul gadis yang tak berdaya itu.


Gadis itu bersujud di tanah, seluruh tubuhnya babak belur di hajar sang pria, pria itu sedikit pun tak memiliki belas kasih. Tubuh dan kepala si gadis mengeluarkan banyak darah segar, gadis itu perlahan kehilangan kesadarannya.


Pria itu murka, di kesal karena gadis itu malah tiduran di tanah. Pria itu mencabut pedang di pinggangnya. Dia menginjak tubuh sang gadis lalu mengangkat pedangnya ke atas, dia siap menusuk punggung si gadis yang terkapar pingsan di tanah.


"Tawanan tak berguna, lebih baik kau mati saja! " teriak pria itu sambil menurunkan pedangnya cepat.


Sringg...


Kedua tangan si pria terputus, pedangnya tergeletak di tanah. Sesosok wanita dengan taring di mulutnya berada di depan si pria.


Bukkk...


7 pukulan melesat cepat ke arah perut si pria. Pria itu terpental jauh dan membentur kereta kuda, semua orang yang berjaga di dekat kereta kuda itu terkejut dan panik.

__ADS_1


__ADS_2