EE (Erlina Erwinto)

EE (Erlina Erwinto)
Bab 10 Truth or Dare (2)


__ADS_3

Malam menegangkan pun segera dimulai, Mia mulai menulis nama-nama orang yang ingin mengikuti permainan Truth or Dare, pertama-tama Mia menulis namanya sendiri di atas secarik kertas, kertas HVS berukuran A4 dipotong menjadi 6 bagian, dan di setiap bagian tersebut diberikan kepada setiap anggota.


Kemudian mereka menulis namanya sendiri di atas kertas tersebut, setelah mereka semua mengisi kertas tersebut mereka menggulung kertas nya dan memasukkannya ke dalam sedotan plastik yang sudah dipotong-potong, dipersiapkannya gelas yang sudah ditutup dengan plastik dan diikat dengan karet gelang, kemudian plastik itu diisi lubang sehingga nanti Saat dikocok kertasnya bisa keluar satu persatu.


Permainan pun segera dimulai, mereka duduk melingkari api unggun yang hangat, permainan dipimpin oleh Mia, dan dialah yang pertama kali mengocok isi gelas tersebut, satu nama sudah keluar, kemudian Juni membuka gulungan kertas tersebut mengeluarkannya dari pipet dan membacakan nama yang tertulis di dalamnya.


"oke sekarang aku bacain Siapakah yang pertama kali bakalan nerima truth or dare nya!" lanjut Juni, "Ando" baca Juni dengan keras.


"Aduh, kok jadi aku ya yang mulai pertama kali, padahal aku yang usulin malah aku sendiri yang kena jebakan pertama kali" Kak Ando menghela nafas panjang.


"Gimana ke Ando, Truth or Dare?, mau jujur atau tantangan?" tanya Elina yang sangat berantusias.


"Oke Aku milih tantangan aja deh!"


Karena Mia yang pertama kali mengocok isi gelas tersebut dan dia juga yang memimpin permainan ini, maka Ia juga yang memberi tantangan pertama kepada ando, dan di sana Mia memberikan tantangan yang sama sekali Ando tidak pernah bayangkan, Mia mengetahui kalau Ando memiliki kelemahan untuk mengekspresikan dirinya di depan umum, jadi Mia menyuruh kak ando menyanyikan lagu Potong Bebek Angsa sambil memperagakannya dalam bentuk gerakan.


"Jangan sulit-sulit ya Adikku sayang!"


"Tenang aja kak aku bakal ngasih tantangan yang gampang kok, kakak harus nyanyi lagu Potong Bebek Angsa sambil diisi gerakannya ya!"


Juni terkaget dibuatnya, bisa-bisanya Mia menjahili kakaknya seperti ini, tapi ini kan permainan sudah diberi kesepakatan di awal bahwa nama yang keluar dari kelas harus mengikuti aturannya, Ando sangat kaget ketika mendengar tantangan yang diberikan oleh adiknya, keringat dingin mulai muncul dan membasahi jidatnya, sambil mengelap keringatnya Ando terpaksa menyetujui tantangan dari Mia.


"Oke aku coba!" kemudian ando berdiri dan langsung menyanyi dengan mengikuti setiap gerakan sesuai dengan isi lagu Potong Bebek Angsa, orang-orang yang duduk di depan Ando sangat terhibur oleh nyanyiannya.


"Oke aku udah selesai nyanyi, sekarang giliran aku yang mau ngocok gelasnya "


Nama kedua yang muncul di dalam gelas diambil oleh Erlina dan dikeluarkannya kertas di dalam pipet sedotan tersebut kemudian Erlina membacakan nama yang tertulis di dalam kertas itu, di dalam kertas tertulis nama ' Mia'


"Mia,... mana mia" panggil Erlina meledeknya.


"Inilah yang dinamakan Karma, sekarang giliran ku, kamu rasain sekarang giliranku yang membuatmu kewalahan!" Ando.

__ADS_1


"Oke adikku sayang sekarang giliran kakak yang nanya Truth or Dare?, jujur atau tantangan?"


" Aku milih jujur aja deh, Jadi Kakak berhak nanya apa aja nanti aku bakalan Jawab dengan jujur"


"Ok kalau gitu, sekarang aku mau nanya, kalau kamu disuruh milih antara Erlina sama Juni kamu pilih yang mana?"


"Aduh Kakak ini, pertanyaan bodoh macam apa itu, sama seperti halnya seorang ibu yang memiliki 2 orang anak dia tidak akan bisa memilih anak pertama atau anak kedua, nah sekarang posisi aku sama kayak ini, jadi Kalau boleh jujur aku nggak bisa jawabnya!"


"Ah... Mia kamu curang nih," Erlina.


"Iya bener banget, giliran ngerjain kak ando kamu bersikeras" juni.


"Baiklah kalau gitu, karena ini tantangan dari aku, aku bisa saja merubah pertanyaannya, tapi dengan catatan pertanyaan yang kedua ini kamu harus jawab."


"Oke aku janji"


"Kamu mencintai Juni atau tidak?"


"Iya... aku mencintai juni" jawab Mia, dia langsung menundukkan kepalanya.


" Oke karena Juni memilih tantangan aku nggak bakal kayak kak ando yang bisa ngasih kesempatan kedua, jadi aku langsung aja ngasih tantangannya," Mia


" Oke aku siap" Juni.


"Aku mau Juni ungkapin perasaannya ke Erlina, Erlina harus ikut berdiri didepan, dan juni berlutut mengungkapkan perasaannya!" Mia tahu kalau juni tertarik dengan Erlina.


"Lah... kok jadi aku di ikut-ikutin?" Erlina nggak nyaman Mia keterlaluan juga.


"Karena ini tantangannya aku akan mulai!" juni merasa dag-dig-dug. " Erlina, sebenarnya aku ingin mengungkapkan perasaanku bahwa aku mencintaimu," Juni memegang tangan Erlina yang berdiri di depannya. "Kamu gimana?" tanya Juni.


"Tentunya aku nggak perlu jawab kan? kan Ini tantangan Juni jadi aku nggak boleh jawab dong" jawab Erlina ketus.

__ADS_1


Makin malam suasananya jadi makin tegang nih, mereka mulai terhanyut dalam permainan Truth or Dare, permainan yang dari awalnya cuma buat mancing Erlina, malah Mia dan Juni yang keseret ke dalamnya mereka terjebak dalam permainan itu, Erlina mulai merasa tidak nyaman dengan permainan yang sudah berjalan di pertengahan.


Selanjutnya giliran Juni yang yang mengocok isi gelas tersebut, kemudian Juni mengambil gulungan kertas tersebut, di dalam kertas tersebut tertulis nama Erlina, sekarang giliran Juni yang bertanya kepada Erlina Apakah dia mau Truth or Dare?


" Truth or Dare?"


"Aku pilih bicara Truth!"


Karena sudah terbawa suasana, juni melupakan rencana awalnya untuk menanyakan siapakah Erwinto itu? dan Apa hubungan Erlina dengan keluarga Erwinto, sekarang Juni malah mempertanyakan apakah Erlina menyukainya atau tidak?.


"Kamu mencintai aku atau tidak?" tanya juni.


"Jawabanku tidak!" jawab Erlina, "Aku menyukai Mia dan kamu Juni sebagai sahabatku, seseorang yang lebih berharga dari siapapun." lanjut Erlina menjelaskannya.


"Kenapa kamu tidak bisa mencintaiku Lebih dari sahabat" Juni terbawa suasana.


"Sama seperti halnya perasaan kamu kepada Mia, Apakah kamu bisa menjawab ungkapan hati darinya? Apakah kamu bisa menjawab ungkapan hati dari Mia? Aku pun begitu tidak bisa menjawab ungkapan hati darimu. Harusnya kamu bisa lebih paham dari aku" jawab Erlina tegas.


"Apakah aku boleh tahu kenapa kamu tidak mencintaiku?"


"Mana mungkin Erlina bisa mencintai kamu Juni, karena Erlina sudah mencintai pria lain." jawab asisten rumah tangga Erlina keceplosan,


Erlina tidak mau memperdebatkan masalah itu di sini, ini hanyalah sebuah permainan baginya, dan ada beberapa hal yang tak mesti harus dibagikan oleh khalayak banyak termasuk sahabatnya sendiri. Erlina juga tidak menanggapi tentang perkataan dari asisten rumah tangganya.


"Ayo ....Ayo kita sudahi saja permainannya, sudah malem kita tidur!" kak ando menyuruh mereka untuk kembali ke tenda masing-masing.


"Hallo... Lin... Jun" Mia menepuk punggung mereka... "Ayolah teman-teman, ini kan cuma permainan saja, Kenapa kalian berdua bersitegang begini? Ayo kita tidur sekarang! biar bisa berangkat besok pagi-pagi, aku nggak mau ya kalau hari Senin kita bolos" perintah mia pada kedua sahabatnya....


Namun Erlina dan Juni masih bersitegang, Erlina merasa kalau sikap Juni malam ini sangat keterlaluan, dan Juni merasa sikap Erlina selama ini sangatlah tertutup dengan dirinya sebagai sahabat, mereka berdua berhak memiliki persepsi masing-masing, namun alangkah lebih bijaksana kalau mereka berdua hanya meninggalkannya sebagai kenangan saja di tempat berkemah ini, dan tidak membawanya dalam hubungan persahabatan mereka.


"Semoga kejadian malam ini tidak merubah persahabatan kita bertiga ya!" pinta Mia pada Juni dan Erlina.

__ADS_1


Beginilah kehidupan di mata banyak orang saat ini, kadang mereka lupa untuk membedakan permainan dan kenyataan, ada beberapa batasan norma yang tidak boleh di langgar, dan ketidak percayaan hanya membawa kehancuran.


BERSAMBUNG....


__ADS_2