
Setelah pesawat landing untuk yang kedua kalinya, penumpang di persilakan untuk meninggalkan kabin, dan mengingatkan untuk membawa barang bawaan masing-masing. Erwinto menawarkan bantuan untuk mengambilkan tas selempang yang erlina taruh di atas, "biar aku saja kak! " erlina menolaknya, namun tanganya tidak sampai menjangkaunya karena lumayan didalam, terlihat tangan orang asing meraih tasnya.
"ow... putri tidur rupanya" sapa lelaki itu, erwinto yang melihatnya diam saja.
"kok putri tidur? nama aku Erlina, bukan putri tidur!" jawab erlina dengan sangat tegas.
"Dia lelaki yang aku ceritakan tadi" jawab erwinto kepada erlina yang penasaran.
"ow kamu ternyata orangnya, masalah tadi saya mau meminta maaf ya! " Erlina meminta maaf dengan tulus, karena sudah merepotkan orang lain.
"Santai saja, ow ya nama aku Yupi, dalam kenal" lelaki itu memperkenalkan dirinya, Yupi memiliki perawakan yang 11-12 dengan erwinto, tubuh tinggi, berkulit putih, rambut hitam yang lebat dan lurus, muka yang sangat ganteng.
"siapa juga yang mau nanya! " keluh erwinto dalam hatinya, mungkin dia merasakan hatinya menjadi panas.
"dalam kenal juga! " Erlina menjabat tangan Yupi.
"ayo sayang! " Ajak Erwinto menggandeng tangan erlina, dan bergegas meninggalkan kabin pesawat.
__ADS_1
"ayo sayang! kami duluan ya!"
"sampai jumpa lagi cewek cantik!" balas Yupi, "dia tipe aku banget tuh😍" Sepertinya Yupi jatuh cinta pada pandangan pertama pada Erlina.
Sepanjang perjalanan ke hotel, erwinto terus memegang tangan Erlina, tapi dia hanya terdiam saja, Erlina jadi kebingungan, "sayang.... " panggil erlina.
"ya... "
"kak Erwinto lagi bad mood ya? sedari tadi diem aja, gak kaya waktu d dalam pesawat, bawel, cerewet, sangat menyenangkan melihat kak Erwinto yang seperti itu."
"gak kenapa kok yank, kamu istirahat dulu hari ini ya, aku ada ketemuan sama client malam ini" pinta erwinto.
"kamu mau ikut? ya udah ayo siap-siap dulu, kamu mandi dah duluan, aku mau siapin beberapa berkas kontrak."
"siap pak bos!" erlina bergegas mandi, "kok rasanya agak meriang ya, perut berasa kembung, malah berasa kaya mabuk perjalanan" sudah tahu lagi gak enak badan, masih aja di paksain buat mandi, setiap kali naik pesawat, erlina pasti jadi sakit seperti sekarang.
"yank.... sayang" panggil erwinto mengetik pintu kamar mandi.
__ADS_1
"masuk aja kak, gak di kunci, aku udah lesai kok!"
saat Erwinto masuk ke dalam kamar mandi, terlihat erlina yang sangat pucat di kamar mandi, untung saja Erwinto cepat masuk ke dalam, Erlina sudah hampir pingsan, dan saat Erlina sudah mulai kehilangan kesadarannya, erwinto langsung menangkapnya dan membawanya ke tempat tidur.
"Lin.... bangun sayang!" namun erlina masih belum sadarkan diri, segera erwinto menghubungi pihak hotel untuk mengirim dokter ke kamarnya.
"Aku kira Erlina sudah tidak apa-apa kalau naik pesawat lama begini, ini udah kesekian kalian erlina jatuh sakit setiap kali naik pesawat ke luar negeri. ini dah alasannya kenapa kemarin aku gak ngajak kamu ikut serta, kalau kaya gini kan aku juga yang repot" erwinto mengeluh sambil memijat lembut tangan istrinya.
30 menit kemudian akhirnya dokter sudah datang, dan Erwinto sangat kaget melihat dokter tersebut adalah Yupi, lelaki yang baru dia temui beberapa kali di pesawat.
"lah... ketemu lagi sama pak suami, ngomong-ngomong siapa yang lagi sakit nih?" Tanya dokternya.
"istri saya tadi tiba-tiba pingsan dan belum sadar"
baiklah saya periksa dulu ya, setelah melakukan pemeriksaan secara umum, dokter langsung menjelaskan keadaan erlina, "erlina cuma masuk angin, dia juga agak demam, nanti perutnya bisa di isi minyak kayu putih, sama makanannya tolong dijaga, tekanan darahnya juga sangat rendah, takutnya kena tipes, ini saya sudah resepkan obatnya, nanti pak suami bisa tebus di apotek!" kalau sudah saya pamit dulu ya.
Saat Yupi mau meninggalkan ruangan, erlina memegang tahannya, dengan mata yang masih terperangkap dia mengigo, "Kak Erwin, jangan tinggalin Erlina, Erlina sangat sayang kak Erwin" nampaknya erlina sedang bermimpi sekarang.
__ADS_1
Erwinto langsung melepas tangan erlina yang memegangi tangan Yupi. "maaf ya Dok, istri saya sepertinya mengigo"
BERSAMBUNG...