EE (Erlina Erwinto)

EE (Erlina Erwinto)
Bab 62


__ADS_3

Pesawat Erlina dan Erwinto berangkat siang hari ini, mereka hanya berdua saja, dengan 2 koper baju yang tidak terlalu berat, erwinto membantu mendorongnya, erlina terlihat sangat tidak sehat hari ini, mukanya sedikit pucat hingga terlihat bibir bawahnya yang putih, erwinto memberinya 1 botol air mineral dan roti tawar gandum.


Sebelum naik ke pesawat dia mengajak erlina untuk duduk dan menikmati makananya terlebih dahulu.


"Erlina.... kita duduk dulu disini, kamu makan dulu roti tawarnya, jangan lupa habiskan air mineral nya"


"Aku lagi nggak pingin makan apa-apa kak! minum air juga enggan banget rasanya!"


"harus dipaksain dong Lin! ni lihat mukanya pucet banget!"


"🤢rasa rotinya nggak enak banget, sama kaya namanya, tawar banget! 🤮🤮" erlina berlari ke toilet setelah meneguk sedikit air, dia menjadi sangat mual dibuatnya.


"Lin.... " panggil Erwinto dari luar, dia merasa sangat enggan masuk ke toilet wanita, erwinto merasa sangat khawatir.


erlina masih saja muntah, hingga perutnya berasa kosong. "Erlina nggak apa-apa kak!" sahutnya, dan dia bergegas keluar menemui suaminya.


Terdengar suara pemberitahuan, kalau semua penumpang pesawat yang menuju negara ss agar segera memasuki pesawat.


"Kita tunda aja ya!" Erwinto meminta untuk menunda kepulangannya.


"nggak mau😢, kalau disini aku malah tambah sakit karena rindu orang rumah, kalau dirumah ada keluarga yang nemenin kalau lagi sakit, kalau disini aku merasa kesepian" erlina sangat sedih dan terbawa suasana.


"tapi kalau lihat kamu sakit gini aku juga jadi khawatir!"

__ADS_1


"Nggak apa lah, kan penerbangannya langsung, nggak isi transit kaya kemarin, jadi aman lah" erlina percaya diri.


"ya sudah kalau begitu, nanti bilang saja kalau kamu ada apa-apa ya!"


Erwinto berjalan memasuki pesawat, dan memeluk Erlina, dia meminta kepada salah satu staf untuk membawakan kopernya ke dalam pesawat.


Kali ini erwinto memilih penerbangan di kelas utama, jadi tidak terlalu berdesakan seperti keberangkatan yang sebelumnya, di sepanjang penerbangan erlina hanya tertidur, tidak mengajak erwinto berbicara, namun tidurnya tidak terlalu pulas, karena erlina harus beberapa kali bolak balik toilet, dan erwinto senantiasa mengantarnya bolak-balik toilet.


"ngak bisa istirahat😅" Erlina masih sempat-sempatnya menertawakan keadaanya sendiri.


"gimana mau istirahat, ini saja sudah yang ke 8 kainya ke toilet, tadi pagi kamu kebanyakan minum ngak?"


"cuma susu, sama jus pas di dalam perjalanan kok, kalau air mineral nggak bisa nelen rasanya!"


"nanti kita mampir dulu ke rumah sakit ya!" anjur erwinto.


"😁lagi malas ke mana-mana nanti, bisa nggak kita langsung pulang? "


"😅ya ampun ni anak! " erwinto mengelus rambut erlina.


"ngomong-ngomong kayaknya perutku kelaparan deh kak! "


"ya udah kita pesan makanan aja!"

__ADS_1


"tapi aku pingin makan mi istan yang pedas kak, diisi beberapa potong cabe segar enak kayanya!"


"ya... 😆 kita tanyain dulu ada apa enggak! "


Sepertinya erlina kurang beruntung, tidak ada cabe segar yang disediakan di dalam kabin, cuma ada cabe bubuk saja, sayang sekali erlina harus memesan makanan yang lain.


Setelah pesawat landing erlina terlihat sangat lega, setidaknya dia tidak harus menderita karena mabuk udara, suara mendengung di telinga karena mesin pesawat yang kenceng membuat kupingnya terasa sedikit sakit.


"kalau penerbangan nya gini terus, berasa kapok rasanya😥😥😥" erlina merasa sangat tersiksa dibuatnya.


"ngelamun apa sayang?"


"nggak kok kak, ngak kenapa"


"mau mampir makan lagi ngak?"


"boleh tuh, makan kue enak kayanya, deket sini ada kue yang sangat enak katanya, kmrn aku lihat di salah satu blog temenku"


"ayo kita mampir!" ajak erwinto


Setidaknya kondisinya terlihat lebih membaik jika dibandingkan tadi sebelum berangkat, kondisi erlina sangat cepat berubah, Tiba-tiba pucat, tiba-tiba juga membaik dengan mudah. "syukurlah dia sudah tidak selemas tadi" Erwinto merasa sangat lega melihat erlina yang lebih energik.


Setelah menikmati sepitong kue yang manis, dan teh hijau yang nikmat, mereka langsung membeli beberapa potong sebagai oleh-oleh untuk orang rumah, walau orang rumah tidak terlalu suka makanan-makanan yang manis, mungkin sekali-sekali tidak ada salahnya untuk menikmatinya.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2