
Sudah memasuki bulan Maret, Erlina dan 2 sahabatnya harus belajar lebih giat untuk menghadapi ujian nasional di bulan 4, persiapan demi persiapan pun mereka lakukan bersama, kejadian yang terjadi pada saat piknik di awal bulan Februari tidak menjadi alasan keretakan persahabatan mereka, walau sempat satu minggu setelah acara pendakian Juni dan Elina sempat diam-diaman, untungnya di antara mereka ada Mia yang selalu bisa menjadi penyatu untuk Juni dan Erlina.
*flash back
Pagi ini sangat cerah secerah hati Mia, namun tidak dengan Erlina dan Juni yang masih saja terbawa suasana. Mia mengajak temannya pergi ke kantin setelah jam pelajaran ke 5 berakhir. Kebingungan mulai menyelimuti hati mia, mia berpikir sangat keras hari ini, mia memandangi 2 orang sahabatnya yang duduk menghimpitnya, Erlina duduk disebelah kiri, dan juni yang duduk disebelah kanan.
"Mia tolong dong tanyain cowok disebelah kananmu, dia mau pesan makanan apa?" Erlina.
"Mia tolong dong kamu tanyain cewek disebelah kiri mu dia mau minum apa?" Juni
Mia mulai menyerah, akhirnya dia merebahkan kepalanya di meja makan kantin.... "Kenapa harus diem-diem gini? kenapa gak nanya langsung sama orangnya?" Mia menekan kepalanya yang puyeng.
"Mia tolong dong bilang sama cowok di sebelah mu, aku nggak pernah yang mulai duluan" Erlina.
"Mia tolong dong kamu bilang sama cewek di sebelahku, kalau aku gak mau minta maaf duluan!" juni.
"Kalian berdua ini kenapa sih?😫 udah 1 minggu lo bersitegang gini, aku stres liat kalian berdua kaya gini, aku rindu tau sama ke akuran dan keceriaan kita yang dulu." Mia kemudian melirik kearah Erlina dan juni secara bergiliran. "Udahlah kalau gitu, mending aku pergi dulu, kalian selesai kan urusan kalian berdua." Mia berdiri dan meninggalkan kantin.
"Sebenarnya aku juga rindu kita yang dulu!😥" Erlina dan Juni mengeluh dalam hati bersamaan.
Erlina dan Juli masih saja duduk membelakangi punggung masing-masing, tidak ada kata apapun yang terdengar untuk memulai percakapan, Erlina dan Juni bersikeras tidak ada yang mau mengalah dan meminta maaf duluan, Mia menoleh kearah mereka setelah meninggalkan kantin masih saja tidak ada kemajuan kemudian terlintas ide gila di pikirannya, senyumnya mulai terlihat saat ide itu muncul, Mia pura-pura pingsan setelah keluar dari pintu kantin, serentak murid-murid yang ada di sana terkaget dan berteriak "Mia"
Erlina dan Juni yang mendengar teriakan murid-murid di luar kantin, kemudian mereka menghampiri ke depan pintu kantin, dilihatnya tergeletak tubuh Mia di lantai, lalu Erlina menyuruh Juni untuk menggendongnya.
__ADS_1
"Juni ayo cepetan gendong Mia! biar aku bantu"
Dengan serempak mereka berdua saling membantu satu sama lainnya.
" Tolong bantuannya ya Erlina!"
Dengan sangat panik Juni berlari menggendong ia menuju UKS, diikuti di belakang oleh Erlina ikut panik melihat Mia yang lemas. Andai mereka berdua tahu kalau ini hanya pura-pura mungkin Mia yang bakalan nggak diajak ngomong pada akhirnya, tapi syukurlah Mia berpura-pura dengan sangat profesional, Mia yang digendong oleh Juni merasa sangat senang dan nyaman dengan perhatian Juni, mata Mia mengintip ke arah Juni yang terlihat sangat panik dengan muka pucat dan keringat dingin bercucuran Juni terus berlari, hati Mia berdetak sangat kencang tidak bisa dia menyembunyikan perasaannya.
Sesampai di UKS Juni dan Erlina merebahkan Mia di atas tempat tidur yang masih rapi dengan sprei berwarna putih tempat tidur itu terlihat sangat bersih, kemudian diselimuti nya mia oleh Erlina, setelah Elina melepas sepatu Mia, Erlina langsung mengambil minyak angin yang ada di laci di sudut kanan ruangan UKS.
" Harusnya kita nggak bikin Mia Stress mikirin kita yang bertengkar terlalu lama" Erlina, sembari memberi minyak angin pada kedua pelipis Mia.
" Benar kamu Lin, ini semua salah kita berdua, harusnya kita tidak melibatkan Mia dalam perselisihan kita, aku sangat menyalahkan diriku atas kejadian ini, aku minta maaf ya Erlina."
" Bener kata Mia, bukan hanya Mia saja yang rindu kebersamaan kita, seminggu ini aku sangat merindukanmu Erlina, Ingin rasanya mengajakmu bicara duluan tapi egoku sudah meracuni akal sehatku."
"Aku juga sangat merindukan masa-masa kita tertawa bersama, belajar bersama, pulang dan pergi sekolah bersama. Aku merindukan semua itu"
"Kalau gitu ayo kita buka lembaran baru bersama, setiap masalah adalah proses kedewasaan, mau tidak mau kita harus mengakui proses tersebut bukan?" Juni akhirnya mulai bijaksana dalam menghadapi permasalahan.
Beberapa saat kemudian setelah Mia mendengar perkataan Juni dan Erlina, dia pura-pura tersadar sembari memegang kepalanya, "Aku dimana ini?" Mia berpura-pura.
"Kamu di UKS, tadi Juni yang menggendong kamu ke sini, kami berdua sangat panik saat kamu pingsan" Erlina menjelaskannya dengan sangat terperinci.
__ADS_1
"Masa sih? bukannya kalian lagi marahan? kok bisa jadi saling membantu bawa aku ke sini!" mia berpura-pura tidak tahu, dalam hati mia tertawa melihat keberhasilan rencananya, "Kalau tau bakal bisa di selesaikan begini, aku usaha dari awal aja ya!" lanjut Mia dalam hati.
"Itu kan cerita lama, kayaknya satu minggu udah cukup deh buat kita saling memikirkan kesalahan masing-masing, sekarang aku sampai Erlina sudah baikan kok jadi kamu jangan Stress lagi ya"
"sweet banget 😍 akhirnya kalian baikan juga" Mia memeluk Erlina dan Juni, Dia meminta pada kedua sahabatnya untuk tetap akur tanpa adanya campur tangan perasaan di luar persahabatan, itulah alasan kenapa Mia tidak terlalu memaksakan hatinya pada Juni, Mia tidak ingin hanya karena masalah pribadinya Erlina dan Juni harus bersitegang seperti kemarin. "Udah ya ngambek nya!" Mia meneteskan air mata Haru. "Aku sayang kalian berdua, dulu, sekarang dan nanti.😂"
Setelah kejadian itu mereka akhirnya bisa jadi lebih dewasa lagi, hari-hari pun berjalan lebih berat dari hari sebelumnya mereka belajar bersama menghabiskan waktu liburan bersama, dan saling membantu jika salah satu dari mereka sedang mengalami kesusahan. Minggu-minggu di bulan Maret ini sangatlah melelahkan, belajar tambahan mengikuti les tambahan soal-soal ujian tambahan semuanya hanya untuk persiapan ujian nasional nanti. Tapi beban akan terasa lebih ringan saat kita bisa membaginya kepada salah seorang teman dan itulah yang mereka lakukan.
Masa-masa belajar di SMA ini akan selalu mereka ingat dari mulai bergiliran memilih tempat belajar, hingga lapangan terbuka seperti taman yang ada di dekat sungai menjadi pilihan alternatif saat mereka bosan belajar di dalam ruangan, sambil berpiknik dan makan bersama mereka menikmati masa-masa berat dalam mengejar pelajaran.
Tinggal menghitung hari menuju ujian nasional, mereka merasa bersemangat sekaligus deg-degan, perang sebenarnya adalah saat ujian sudah selesai, masa depan menanti mereka berdua untuk berpetualang bersama. Memimpin generasi baru dibawah mereka, menjadi teladan untuk generasi baru, demi perubahan. Itulah tujuan sejati dari semangat belajar yang harus selalu kita tanamkan dalam diri, kemudian membiarkannya mengalir ke dalam darah dan nadi kita, itulah yang dinamakan 'DARAH MUDA."
🤗🤗
"Hari ini kita pulang bareng yuk! sekalian makan siang di rumah ku" Ajak Erlina.
"Boleh juga tuh, tapi aku mau singgah pulang dulu, mau ganti seragam sekolah" mia.
"Aku gak bisa ikut ya hari ini, aku ada kerjaan sma bapak aku!" juni absen hari ini untuk kumpul bareng.
"Gak apa jun, semoga kerjaan kamu dengan Bapak Yadi cepat selesai ya!" mia menepuk punggung Juni.
Mereka pulang secara bersamaan dan terpisah di rumah masing-masing, karena Juni berhalangan untuk ikut kumpul bareng acara makan siang hanya dilakukan oleh Mia dan Erlina, setelah itu Mia dan Elina melanjutkan dengan pelajaran mereka untuk besok paginya.
__ADS_1
BERSAMBUNG...