EE (Erlina Erwinto)

EE (Erlina Erwinto)
Bab 42 Mengajak Erlina


__ADS_3

Erlina hari ini membolos sekolah, karena insiden kemarin, ada alasan untuk Erlina tidak pergi ke sekolah hari ini, ini adalah contoh yang tidak baik jadi jangan pernah ditiru untuk membolos, karena kemarin Erwin tidur terlalu larut, jadi Erwin bangun kesiangan, seperti halnya Erlina yang membolos, Erwin juga membolos untuk pergi ke kantor hari ini.


Beberapa file penting, Erwin kirimkan lewat email ke kakeknya, awalnya kakeknya sedikit marah dan kecewa dengan keteledoran Erwin, namun setelah tahu Erwin menginap di rumah Erlina, kemarahan kakek menjadi Luruh begitu saja, kemudian kakek yang mengetahui kalau Erwin sedang mencari souvenir pernikahan, meminta Erwin untuk pergi berjalan-jalan bersama dengan Erlina, sebenarnya kakek masih mengharapkan Erwin dan Erlina untuk bisa bersatu, namun beberapa hal yang bisa diupayakan hanya ini saja.


" Halo selamat pagi kakek, hari ini Erwin mau minta libur, soalnya Erwin tadi pagi lupa bangun, gara-gara kemarin kasihkan main kartu remi dengan Erlina dan kawan-kawannya."


" Dasar kamu Erwin, nggak biasanya kamu nggak bertanggung jawab kayak sekarang, ya sudah lah mau marah juga Kak nggak bisa udah terlanjur, kamu kirim aja file-file penting nya ke email kakek atau ayahmu, biar ayahmu saja yang ketemu klien."


" Terima kasih banyak kaki ku sayang, kalau memungkinkan nanti siang Erwin akan bergegas untuk balik, Lebih baik terlambat kan daripada tidak datang sama sekali!"


" Gimana dibilang terlambat, udah siang banget, udah ambil aja libur untuk hari ini, lagipula Bukannya kamu sedang nyari souvenir untuk pernikahan mu?"


" Untung aja Kakak ngingetin, Emang Rencananya sih Aku pingin pakai kerajinan tangan di desa setempat, sambil memajukan usaha rakyat di sini kek!"


" Kalian tuh Ajak Erlina nganter, Biar bagaimanapun wanita lebih paham masalah souvenir, kamu habiskan saja waktu sama Elina di sana, kalau butuh libur tambahan bilang saja sama kakek"


" Wah ini sih namanya korupsi waktu kek, Erwin nggak berani menyalahgunakan wewenang, tolong Kakek jangan terlalu memanjakan Erwin ya kek. Oke deh kek kalau ini yang kakek mau aku bakalan pergi sama Erlina buat lihat souvenir pernikahan" Erwin menutup telepon.


Sebelum mengajar Erlina untuk menemaninya mencari souvenir, Erwin merasa sedikit canggung dengan situasi yang seperti ini, Bagaimana mungkin Erwin meminta wanita yang memiliki perasaan dengannya, untuk mau mengantarkannya mencari souvenir pernikahan nya dengan wanita lain, Apakah ini pantas? beberapa pertanyaan mulai muncul dalam pikiran Erwin.

__ADS_1


" Tapi nggak ada salahnya untuk dicoba, Erlin kan sudah seperti adik bagiku, semoga saja dia tidak keberatan untuk menolong ku kali ini" Erwin bersiap-siap dan pergi ke kamar Erlina.


Erlina masih bermalas-malasan di dalam kamarnya, dia menikmati waktu luangnya dengan sangat santai, Erlina sepertinya memiliki cara untuk menikmati liburannya kali ini, dengan headset yang dia kenakan, Elina mendengarkan beberapa lagu pop. sambil membaca komik, kalau sekarang banyak sekali komik digital, namun sensasi saat membaca komik dalam bentuk buku, membawa makna sendiri bagi Erlina.


Ada beberapa pesan masuk ke handphonenya, mendoakan Erlina agar cepat sembuh, insiden kemarin membuat satu sekolahan menjadi panik, karena tidak biasanya Erlina jatuh sakit sekolah, " Erlina, Semoga cepat sembuh ya, maaf kalau kami tidak bisa menjenguk ke sana, kami hanya bisa mendoakan untuk kesembuhan mu saja, Semoga kamu lekas sembuh dan bisa bergabung dan berkumpul bersama kami lagi di sini." doa dari teman-teman sekelasnya.


"😊 Mereka perhatian juga, Manis banget pesan yang mereka kirimkan, aku bahkan lupa mereka sangat baik padaku, hingga kali ini aku menyadarinya, sungguh mulai menyadarinya" Erlina tersenyum bahagia melihat pesan yang masuk dari teman-teman sekelasnya. kadang Erlina lupa bahwa selain Mia dan Juni, teman-teman sekolahnya juga sangat memperhatikan dan mempedulikannya.


Erlina kembali melanjutkan kegiatan sebelumnya, dia masih menikmati hangatnya di dalam selimut, membungkus tubuhnya dengan bed Cover yang lumayan tebal, " aku hampir lupa rasa nyaman tiduran seperti ini seharian, ternyata tidak butuh banyak hal untuk membuat kita merasa senyaman ini, cukup tiduran, memakai selimut tebal, mendengarkan musik kesukaan, dan membaca komik yang lucu, ini adalah berkah terindah untuk hari ini" Erlina tersenyum.


" Pokoknya aku sudah memutuskan, aku bakalan tidur seharian untuk hari ini, sebelum besok beraktivitas seperti biasa, jika ada orang yang mengajak aku untuk pergi jalan-jalan aku akan menolaknya" Erlina berjanji pada dirinya sendiri.


" Maaf kak Erwin, hari ini Erlina lagi tidak menerima tamu, dan menolak ajakan apapun untuk hari ini, silakan Kak Erwin Pergi Saja!" Erlina menolak Erwin untuk masuk ke kamarnya.


" Wah kok sombong banget, Biasanya enggak pernah nolak, tapi kok akhir-akhir ini Aku merasa kamu berubah, sudah enggak mau temenan sama aku lagi!" Erwin memancing emosi Erlina, kalau mendengar perkataan tersebut Erlina langsung bangun dari tempat tidurnya dan membukakan pintu untuk Erwin.


" Kok kak Erwin berpikir kayak gitu, Emang kapan Erlina bilang udah nggak sayang Kakak lagi? Karlina Masih sama kok kayak yang dulu, hanya menyayangi dan mencintai kak Erwin seseorang."πŸ˜₯


" Sikap kamu yang tadi menunjukkan kayak gitu! Aku kan nggak berani maksa orang, apalagi ada yang membolos hari ini cuma buat selimutan doang."

__ADS_1


" Lihat sekarang, Siapa yang mulai duluan?" Erlina sedikit kesal dibuatnya.


" Kalau emang pendapatku salah, mau dong hari ini nemenin aku jalan-jalan keluar! mau nyari souvenir pernikahan." saat Erwin mengatakan souvenir pernikahan, wajah Erlina sedikit murung, dia terdiam untuk sesaat.


" Aku tahu kok tempat yang bagus buat nyari souvenir, di sini ada pasar tradisional, yang menjual banyak sekali cinderamata, nanti aku anter ke jam lagi ya, Aku mau lanjutin bobok siang dulu!"


" Kok nunggu bobok siang, Ini kan baru jam 9 pagi, nunggu nanti bobok siang katanya kita perginya siang dong, jadi sedikit waktunya buat jalan-jalan sama kamu."


" Kak Erwin bisa nggak sih nggak gombalin aku, Biar bagaimanapun kak Erwin kan mau nikah 12 hari lagi, jadi jangan bikin aku sakit hati, dasar PHP." Erlina menutup pintu kamarnya dan bersiap-siap untuk pergi menemani Edwin mencari souvenir pernikahan.


"Sudah tau aku cinta sama dia, dan nggak bisa menolaknya, namun masih saja bersikap seperti dulu, saat belum terjadi apa-apa, harusnya kakak sadar kalau udah mau menikah dengan wanita lain, kesel😫😫😫" Erlina mengoceh.


" Jangan lama-lama dandannya, Aku tunggu di luar ya!" Erwin berteriak dari luar kamar Erlina, saat Erlina menutup pintu kamarnya.


" Iya aku bakal siap-siap cepat kilat, tunggu aja di luar!"


Erlina bergegas mandi, saat memilih baju Erlina merasa sedikit bingung, namun Erlina teringat dengan pakaian yang digunakan oleh Erwin pagi ini, Erwin menggunakan kaos berwarna biru dengan celana kain berwarna merah muda, jadi Erlina mengambil setelan dengan warna yang sama yang dikenakan oleh Erwin, Erlina mengambil kaosnya yang berwarna biru dan rok merah dengan setelan jas berwarna hitam. ini bukanlah kebetulan, tapi momen ini sengaja dibuat oleh Erina untuk mengenakan baju couple secara tidak disadari oleh Erwin.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2