
Makanan siang akan disiapkan di atas meja yang tingginya 40cm, Erlina dan Juni duduk lesehan, Erlina mengeluarkan kotak nasi dari tas yang terbuat dari bahan parasut, namun belum sempat ia mengeluarkan makan siangnya, terdengar pemberitahuan baru di salah satu sosial media nya.
Erlina mengambil ponselnya dan membuka notifikasi yang masuk, terlihat Erwinto yang baru menambahkan siaran langsung bersama Dinda, dia membuka profil Erwinto, nampak unggahan beberapa hari lalu, terlihat Erwinto berfoto pra-wedding bersama Dinda, fotonya sangatlah menarik perhatian Erlina untuk terus melihatnya, di halaman berikutnya juga sangatlah mengejutkan Erlina, orang tua Erwinto dan Dinda juga ikut berfoto, ada kurang lebih 20 foto, yang memiliki folder terpisah.
Erlina merasakan perasaan yang bercampur aduk, "syukur lah😌, akhirnya sudah semakin sempurna, sudah tidak ada celah lagi, mungkin aku juga harus mulai membuka hatiku😅" Erlina bicara dalam hati, terlihat Erlina yang sedikit melamun.
"Erlina, Erlina, Erlina" Juni terus memanggilnya, ditepuknya bahu kanan Erlina, Erlina yang duduk menghadap hamparan rumput yang hijau tidak tampak melihat pemandangan yang ada tepat didepan matanya.
"Lin!" panggil Juni lagi, "Sebenarnya ada yang ingin aku utarakan, aku harap kamu tidak marah seperti tempo hari, tapi aku juga gak mau menyerah buat nenangin hatimu."
Erlina masih tidak fokus dengan perkataan Juni, dia masih saja jatuh dalam pikirannya yang mendalam, mengontrol perasaannya untuk tetap tabah, hatinya dan begitu juga pikirannya sangat tidak beriringan, hatinya masih mengharap, tapi pikirannya memotivasi untuk move on dan membuka lampiran baru.
"Erlina." juni memanggil dan Erlina hanya menganggu kan kepalanya, dan masih menatap kosong ke depan.
"Aku mau kamu jadi pasangan ku !" Juni terus berkata, "Maukah kamu menerima perasaanku kali ini? aku serius Lin"
"Iya jun, aku mau" Erlina tidak sadar dengan apa yang baru saja dia ucapkan, dia menutup mulutnya🤦🏻dan menepuk jidat nya "entah apa yang baru saja aku katakan" lanjutnya dalam hati.
"Aku gak salah denger kan ? tadi kamu beneran berkata iya?😂😉 kamu serius kan Lin?"
"Iya, tapi Jun,, sebenarnya!"
"Kamu mau mengatakan sesuatu?"
" Aku mungkin bisa menerima, tapi hatiku masih terikat masa lalu ku, apakah tidak apa-apa jika aku belum bisa membuka hati sepenuhnya?".
"Masalah Lelaki yang aku lihat waktu itukan? saat 2 keluarga berpiknik bersama di taman pinggiran sungai,"
"Iya, namanya Erwinto Santoso."
"Memang nampak jelas di matamu saat itu, seberapa besar ketertarikan mu padanya nampak jelas sekali, tapi aku akan berusaha sekuat tenaga untuk memenangkan hatimu, dan aku akan menunggu"
"Benarkah begitu? tapi aku tidak akan menjanjikan apapun padamu Jun, sekarang aku hanya berusaha untuk move on"
"Jika suatu hari nanti aku tidak melihat kebahagiaan di matamu saat bersamaku, aku akan melepas mu,! aku berjanji Lin"
Perkataan Juni membuat waktu terasa berhenti, seketika sirna terdiam dan menatapnya di sebelah kanannya. rasanya tidak pernah menyangka bahwa kata-kata itu kan keluar dari mulut Juni, ini membuatnya terasa sangat tertantang. mata Erlina berkaca-kaca lihat senyum Juni yang bagus, dipegangnya tangan Juni oleh Erlina.
" Aku harap kamu tidak menyesali keputusanmu hari ini Juni, tapi suatu saat nanti aku akan meminta janjimu." Terminal menjawabnya dengan tegas, tidak berani mengungkapkannya harapan, dan Juni pun mengiyakan perkataan Erlina.
" Ayo kita makan siang! Hari ini aku sudah menyiapkan telur balado pedas manis, udang tempura, pelecing kangkung, dan sambal ijo."
__ADS_1
"Wah semuanya masakan kesukaanku! kamu memang pacar yang mengerti selera pasangannya."🤤
"☺Haha, sebelum moments ini juga kamu sering kan aku masakin, Mia juga tau seleraku"
" Pengecualian untuk hari ini pokoknya itu spesial, kan sekarang udah pacaran"
" Terserah kamu aja deh Jun"
" Kok jun? panggil sayang , coba dong Lin!"
" Kamu aja masih panggil aku Lin, bukanya ngasi contoh dulu sebelum nyuruh orang!"
" Ya deh sayang, boleh minta satu permintaan lagi nggak?"
" Perasaan dari tadi kamu banyak mantannya deh, Ya udah deh katakan kamu apa?"
" Boleh nggak aku pinjam HP mu?"
" Cuma minjam doang, nggak ada yang lain lagi nih?" Erlina menyodorkan handphone-nya dan menunjukkan kata sandi dan pola handphone nya.
Erlina lupa menutup sosial media yang tadi dia lihat, jadi saat Juni mengambil hp-nya dan membuka teleponnya, sosial media yang baru saja Erlina lihat, Juni juga tanpa sengaja ikut melihatnya, Juni terus membuka profil foto Erwin.
"😅 Santai aja lagi Sayang, aku gak mungkin jadi ini ni pembahasan, mending kita nikmati suasana yang romantis ini, aku nggak mau karena hati kita jadi memancing emosi masing-masing."
" Juni terima kasih"
" Kok manggilnya Juni lagi? sayang gitu dong"
" Ya sayangku"
Akhirnya Juni dan El Nino mulai menyantap makan siang mereka, es susu coklat yang mereka buat hingga mencair 80%, namun tetap enak dinikmati karena dibuat dengan penuh cinta, Juni memakan makanan yang dibuat Elina dengan senyum yang tidak terlepas dari wajahnya, namun setelah beberapa menit kemudian akhirnya Juni tidak bisa menahan dirinya untuk bertanya tentang foto yang ada di sosial media tersebut.
" Sayang boleh nggak aku nanya sesuatu?"
" Iya tanya aja sayang!", jawab Erlina sambil memakan udang tempura yang dicoblos ke sambal hijau buatannya. Erlina mengunyah makanannya dengan pelan, menikmati setiap rasa yang menyentuh indra perasan nya.
" Kalau nggak salah foto yang tadi, Erwin to dengan orang tuanya kan? tapi wanita itu siapa? kok mereka kelihatan sedang bikin foto prewedding?"
Elina yang barusan menikmati makanan dengan sangat senang tiba-tiba berhenti mengunyah sesaat. dengan makanan yang masih penuh dalam mulutnya Dia segera mengambil air karena agak tersedak. Erlina terus batuk-batuk selama beberapa saat. Juni mengambil gelas dari tangan Erlina setelah Erlina selesai meminumnya, kemudian ditepuk-tepuk nya pangkal leher Erlina agar terciptanya lebih membaik.
" Maaf ya Sayang!" Erlina meminta maaf kepada Juni, " Sebenarnya Kak Erwin akan menikah dalam beberapa hari ke depan, masalah dimajukan atau diundur aku belum tahu pasti, soalnya aku belum dapat undangan dari keluarga Santoso, cewek itu namanya Dinda, dinda adalah wanita yang sudah lama Erwinto sukai, dan karena dia pula Erwin tidak bisa mencintaiku." suasana hati Erlina berubah 180 derajat.
__ADS_1
” Maaf kalau aku membuka luka Lama mu, tapi aku janji mulai hari ini aku nggak akan mengungkit nama Erwin lagi."
" Harusnya aku yang minta maaf kepadamu, Bukan sebaliknya"
" Sekali lagi maafin aku ya sayang! Aku akan berusaha sebaik mungkin untuk selalu membuatmu tersenyum."
" Terima kasih juni sayang, Terima kasih banyak atas pengertian mu."
Muka Erlina dan Juni sudah nampak lebih lega setelah mengutarakan perasaan masing-masing. Erlina terlihat lebih lega setelah mengatakan isi hati yang sesungguhnya, dia merasa lega karena memulai sebuah hubungan dengan kejujuran, dia menyadari kita harus membuat kebohongan lain untuk menutupi kebohongan kita yang pertama dan begitulah seterusnya kita akan terus berbohong jika memulainya dengan tidak jujur.
" Masakan mu enak sekali sayang, semoga aku bisa terus menikmati sentuhan ajaib lainnya saat kamu mulai masa dan menyiapkan makanan."
" Kamu tahu nggak sayang, apa yang bikin chef itu seneng? yang membuat mereka para chef rasa senang adalah saat melihat senyum seseorang yang sudah makan masakan mereka, di sanalah kepuasan sejati seorang chef" Erlina merasakan perasaan yang sangat hangat saat melihat seseorang tersenyum setelah memakan makanannya.
" Begitu kah? sebenarnya aku juga merasakan hal yang sama saat melihat ayah dan ibu ku tersenyum setelah makan masakan ku."
Mereka berdua saling bercakap-cakap dan bercerita tentang kehidupan mereka satu sama lain, Erlina yang dulunya terlihat tertutup ternyata sudah mulai membuka sedikit hatinya, Juni pun menikmati setiap kebersamaan mereka, Juni menjadi pendengar yang baik, mendengarkan yang tidak berusaha mencela seseorang saat bicara, pendengar yang terlihat antusias melihat seseorang yang bicara.
Makan siang hari ini berakhir dengan happy ending, tidak pernah terbayangkan oleh Juni sedikitpun, bahwasanya Erina akan menerima cintanya, tanpa persiapan apapun Juni memberanikan dirinya memanfaatkan momen yang sangat langka, Biar bagaimanapun biasanya Evina Juni dan Mia pergi bertiga menikmati weekend. Entah ini pertanda dari Tuhan ataukah takdirnya yang sudah mulai terbuka, tapi Erlina juga Mulai membuka hatinya untuk orang lain.
Setelah selesai menikmati makan siang Erlina membereskan semua kotak makan siangnya, perhatikan gelas es yang sudah mereka pergunakan, sembari Erlina bersih-bersih Juni mendatang akan gelas es coklat ke dapur pegawai, Elina merapikan meja dan mengelap dengan tisu yang dia bawa, setelah Juni balik menemui Elina di alun-alun dilihatnya ada makanan penutup yang siap untuk dinikmati.
" Aku kira kamu lupa bikin kue strawberry 🍰 kesukaan aku, kelihatannya manis banget, semanis senyummu hari ini"
" Sebenernya sih aku buat kue strawberry karena kemarin malam hanya meminta, jadi misalnya aku bawa deh buat kamu tapi kamu nggak usah GR."
" 😂🍰 Aku kira kamu spesial buat untuk aku, ternyata aku salah sangka, tapi Biar bagaimanapun Aku kan sudah dapat kue strawberry, peduli dapat sisa dari ayah mu"
" Terserah kamu aja deh sayang, Syukurlah kalau kamu suka, besok-besok aku bikin yang lebih banyak, biar orang tua mu juga kebagian." Erlina memakan sesuap, saat Juni menyuapinya.
" Habis ini kita jalan-jalan sebentar yuk!"
" Kayaknya aku mau langsung pulang deh, soalnya kagak capek, pengen istirahat. Lagi pula aku belum mengerjakan PR untuk dikumpul besok."
" Oh gitu, Ya udah deh nanti aku antar kamu nggak usah bawa sepeda kamu bonceng aja pakai sepeda aku, untuk urusan sepeda mu besok aku bawain ke rumah."
" Ah ribet banget, mending aku bawa sendiri biar enggak bolak-balik usahain orang lain, aku masih bisa kok sepeda sampai di rumah, tahu juga jaraknya nggak terlalu jauh cuma 2 km."
" Ya sudah Sayang kalau itu mau kamu." 😉 Juni mengedipkan matanya.
BERSAMBUNG...
__ADS_1