
Nampaknya Erlina terlihat agak sehat hari ini, tidak separah waktu baru sampai kemarin, sudah terlihat senyum ceria di wajahnya, setelah selesai mandi erlina bersiap-siap untuk ikut bergabung makan pagi, dia masih mengeringkan rambutnya yang basah setelah keramas.
"biar aku bantu mengeringkan rambutmu!" erwinto menghampiri istrinya yg duduk di meja riasnya.
"nggak usah kak, aku bisa sendiri kok" erlina tidak ingin merepotkan erwinto dengan pekerjaan yang simple seperti mengeringkan rambut.
"biar aku saja sayang!" erwinto memaksa.
"ya sudah kalau kakak mau!"
Erwinto membantu erlina dengan sangat sabar, dia tersenyum melihat wajah istrinya yang memantul dari cermin.
"kok senyum-senyum sendiri sih kak? " tanya erlina saat melihatnya dicermin, erwinto mematikan hair dryer nya, dan bertanya ulang, apakah yang hendak erlina tanyakan barusan.
"kamu nanya apa tadi? aku nggak denger soalnya!"
"aku tanya kenapa kakak senyum-senyum barusan?"
"🫢masak aku senyum-senyum sendiri? 🤔 ngak berasa, spontan aja kayaknya"
"erlina pikir, kakak udah mulai cinta sama aku, makanya belakangan ini sering manggil aku sayang!"
"iya, aku mulai menyukai mu! 😅apakah sudah mulai cinta juga ya?" diakhir kalimat erwinto terdengar sedikit meledek erlina.
"kalau suka, aku juga udah tahu dari dulu kak, tapi kalau cinta erlina belum bisa memastikannya"
__ADS_1
"aku mencintaimu Lin🩷!" erwinto terdengar lebih serius kali ini.
"😅becanda lagi nih!"
"☺beneran, aku sudah mulai mencintaimu, aku sudah bertekad, kali ini akan berjanji akan menjagamu seumur hidupku!" erwinto duduk dan memegang tangan erlina saat mengatakannya.
"aku juga mencintaimu kak!" erlina memeluk erwinto dengan sangat bahagia.
"apa tidak ada hal lain yang ingin kamu sampaikan lagi sayang?" tanya erwinto.
"nggak ada kak! memang apaan lagi?" erlina sedikit bingung dengan pertanyaan erwinto.
"Nampaknya dia belum siap untuk mengatakannya padakku!" erwinto bicara dalam hatinya, "ya sudah, ayo kita ikut makan bersama keluarga yang lain" lanjut erwinto mengajak istri nya.
Makanan pagi ini tidak terlalu banyak, disana tersaji roti gandum, dan nasi beras merah, lauknya pun ada salad sayur dan salad buah, telor mata sapi dan ayam panggang bagian dadanya, hanya piring erlina yang berbeda isinya, dia makan nasi lemak dengan lauk seperti bihun goreng, tempe orek, semur jengkol, dan ayam keremes. Erwinto ikutan ngiler lihat makanan erlina yang kaya akan rempah.
"kak mau? sini piring nya! biar aku bagi setengah"
"nggaklah, kamu aja yang habisin!" erwinto menolaknya.
"dihabiskan ya makanannya Lin" komen mama padanya.
"😅ya ma!" erlina mulai menikmati makanannya. mereka menikmati makanannya bersama-sama.
Ditengah-tengah acara makan, kakek bertanya-tanya tentang perjalanan mereka kemarin. selain kakek papa dan adik erwinto juga menanyai erlina tanpa henti, erlina menjawab satu-persatu pertanyaan yang diberikan kepada nya.
__ADS_1
Makanan erlina tersisa setengah lagi, namun lauknya sudah dihabiskan semua, tinggal nasi lemaknya saja, erwinto berinisiatif untuk mengambilkan telor mata sapi untuknya, "ini makan telornya Lin!"
"nggak kak, nggak usah aku lagi nggak pingin makan telor mata sapi" erlina menolaknya, namun erwinto sudah terlanjur menatuh telor mata sapi di piring erlina.
"cobalah buat dimakan, biar sehat😉" erwinto mengedipkan matanya, jadi erlina tidak bisa menolak.
"😅erlina coba dulu ya!" erlina bahkan bisa mencium bau amis pada telor itu, namun dia tetap saja mencobanya sesuap, dan tiba-tiba dia tidak bisa menahan perutnya yang langsung mual. "🤮aku ngak bisa makan lebih dari ini" erwinto memberinya segelas air, bukannya melegakan malah membuat erlina tidak bisa menahanya lagi. erlina bergegas menuju kamar mandi, dia memuntahkan semua makanannya yang baru saja berhasil dia makan tanpa kendala.
Erwinto ikut menyusulnya ke kamar mandi, dia menepuk-nepuk punggung erlina, "apakah sudah baikan rasanya?"
"🥺nggak nyaman banget rasanya, biasanya nggak separah ini rasanya kalau masuk angin, ini aku nggak bisa makan apa-apa jadinya" erlina merasa sangat tidak nyaman.
"kita ke rumah sakit aja ya! biar aku anter!" erwinto merasa sangat khawatir.
"nggak ah, aku sudah beli obat pereda mual kok kak!" erlina kembali ke ruang makan untuk meminta ijin beristirahat di kamarnya, namun setelah muntah, erlina merasa sangat pusing, dan baru berjalan beberapa langkah dia langsung pingsan, untungnya erwinto masih memeganginya sedari tadi.
Anggota keluarga yang lain juga ikutan panik dibuatnya, hingga kakek menelpon rumah sakit untuk mengirim beberapa dokter kerumahnya untuk memeriksa erlina. "bisa-bisa nya dia terlihat sok kuat seperti ini" kakek berkomentar.
Semua orang berkumpul di kamar erwinto, papa dan mama senantiasa duduk di sebelah Erlina, erlina yang masih pingsan dibaringkan di tempat tidurnya.
"kakek, ma-pa, sebenarnya ada yang mau erwinto katakan tentang Erlina" seketika ruangan menjadi sunyi dan membeku, takut hal buruk menimpa erlina.
"apa itu Win?" papa bertanya di sela-sela pembicaraan.
"Sebenarnya Erlina... "
__ADS_1
BERSAMBUNG...