EE (Erlina Erwinto)

EE (Erlina Erwinto)
Bab 30 Nanda Ekadana


__ADS_3

Nanda Ekadana adalah saudara Erlina ibu yang berbeda, Ayah Erlina sudah memiliki anak sebelum menikah dengan ibunya, Erlina dan Nanda memiliki selisih umur yang cukup jauh hingga 10 tahun, Nanda dan ibunya tinggal di luar kota, hanya sesekali saja Nanda diizinkan untuk pergi melihat ayahnya di desa.


Kerinduan yang sudah menumpuk dari lama sekarang tersalurkan saat melihatnya datang dengan tiba-tiba, Erlina pun tidak hentinya menahan rasa haru ketika bertemu dengan kakaknya yang sudah lama tidak dia jumpai, Apalagi setelah memutuskan untuk melanjutkan kuliah kedokteran di luar negeri, Erlina sangat Jarang bertemu dengan kakaknya itu, namun sekarang dia bisa pindah lagi untuk menetap di rumah, kakaknya sudah berhasil menyandang gelarnya Sp.OG.


Dokter kandungan adalah dokter yang mendalami kesehatan sistem reproduksi wanita. Dokter yang sering juga disebut sebagai dokter spesialis obstetri dan ginekologi atau disingkat ‘obgin’ inilah yang tugas utamanya membantu memeriksa ibu hamil, membantu persalinan, dan perawatan setelah persalinan. Meski sebenarnya beragam kondisi dan penyakit yang memengaruhi sistem reproduksi wanita juga dapat ditangani oleh dokter kandungan.


Nanda mengajak serta istrinya, yang memiliki profesi sama dengan dirinya, sudah empat tahun mereka menikah, namun Erlina tidak bisa menghadiri pernikahan kakaknya itu, karena Nanda hanya mendaftarkan di layanan sipil pernikahan, tentunya tanpa membuat perayaan ataupun pesta terlebih dahulu, hal yang menjadi pertimbangan Nanda untuk menikah cepat adalah untuk menghindari hal yang tidak diinginkan selama masa pacaran, apalagi mereka berdua tinggal jauh dari orang tua. Jadi mereka memutuskan untuk langsung menikah setelah 6 bulan pacaran, namun sampai saat ini mereka masih belum dikaruniai keturunan.


Erlina kemudian duduk berdekatan dengan Nanda, Erlina meminta pada ayahnya untuk menukar tempat duduk sehingga dia bisa duduk disebelah kakaknya tersebut, kini semua hidangan sudah tersaji di atas meja.


" Kakak ipar dimana ini?" Erlina mencari-cari ke sekeliling namun tidak menemukan istri Nanda.


" Bukannya tadi kamu dari toilet, kamu nggak ketemu dia emangnya?"


" Masa sih?, aku tidak memperhatikan nya" Erlina menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Jangan-jangan wanita cantik tadi, bukannya wanita yang memakai dress merah itu?" Mia menyela.


" Iya betul banget! tadi kamu ketemu dia?"


"Iya kak, tapi Erlina gak lihat karena dia masih mencuci mukanya" Mia.


Kemudian Erlina mengingat-ingat kembali wanita yang dia lihat tadi di toilet, pantas saja Erlina merasa sangat familiar dengan wajah wanita tersebut. "Ternyata benar wanita itu istri kakakku😋" Erlina menertawakan kekonyolannya dalam hati.


"Itu dia!" Mia menunjuk istri Nanda yang baru datang.


"Salam semuanya, maaf membuat kalian menunggu lama" Anita Nanda datang menghampiri meja makan, kemudian menyapa ayah mertuanya, dan mengambil restu di kaki ayah mertuanya.


"Ayo kita makan bersama!" Ayah mengajak menantunya untuk duduk.


Akhirnya acara makan malam bisa berlangsung juga, mereka menikmati makanan yang ada, dengan saling menukar lauk, mereka bisa menikmati semua varian rasa yang ada, di sana terlihat juni yang makan paling lahap, apalagi saat mau menambah nasi, Erlina dengan senang hati mengambilkan sesendok nasi untuk Juni.


"Ayo makannya ditambah, kamu Mia makan yang banyak, biar cepat besar" Kak Nanda meledeknya.


"Kakak bisa aja, ini aku baru mau nambah, kan jarang-jarang diajak makan ditempat yang mewah kaya gini!"

__ADS_1


"Perasaan aku sering deh ajak kamu makan mewah?" Juni ikutan meledeknya.


" Maksudnya? kapan? dimana?" Mia sedikit kebingungan, perasaan Juni nggak pernah ngajak dia pergi ke restauran.


"Makan mewah, maksudnya makan makanan yang sesuai selera kamu, kaya mie ayam, bakso, bubur, kan aku sering traktir kamu dan Erlina setiap malam minggu"


"🤣😋kamu bisa aja."


"Tapi sebenarnya kamu suka kan?" Erlina.


"Tentu saja, apapun kalau sama-sama kalian berdua"


Mia langsung menaruh sendok makannya dan memeluk Juni yang ada di sebelahnya, Erlina hanya diam melihat mereka berdua, Erlina tidak bisa berkomentar apa-apa. Namun Nanda sangat senang melihat adiknya memiliki dua orang sahabat yang sangat menyayangi nya.


"Kalian bikin iri ya! aku gak punya sahabat semasa sekolah dulu, hanya teman biasa saja" Anita memuji persahabatan JEM.


"Tapi sekarang kan sudah ada aku!" Nanda mengangkat alisnya menatap istrinya.


" Terima kasih banyak Sayang, kamu memang sahabatku, sahabat terbaikku, seseorang yang akan selalu menjaga dan menyayangi kamu sampai kita menua bersama nanti.


" Asik banget ya bisa hidup bersama orang yang kita cintai, menghabiskan waktu bersama, menjalani kehidupan rumah tangga dalam keadaan susah dan senang."


" Baru kayak gini Jadi pingin cepat-cepat lulus sekolah, lalu melamar wanita yang aku cintai, jadi pengen cepat-cepat nikah."


"Juni....." Erlina dan Mia bersamaan menyebut nama Juni.


" Wah kompak banget kalian wanita-wanita kesayangan Juni" Nanda.


Mereka semua menikmati hidangan makanan utama dengan sangat senang, sekarang tinggal menunggu makanan penutup yaitu es krim coklat, dengan toping Kismis, meses dan kacang mede serta kacang almond di atasnya.🤤🤤🤤 bikin meleleh saat memikirkan nya, baru dipikir saja sudah ngiler.


" Kok makanan penutup nya belum datang juga ya, aku udah ngiler mikirin toppingnya yang enak!" Erlina memancing ***** makan setiap orang yang ada.


" Aku juga sudah enggak sabar, masih laper, alias masih pengin ngunyah" Mia sudah tidak sabar seperti Erlina.


" Emang kalian berdua aja, Aku bahkan tadi udah nambah, tapi masih pengen makan lagi!" terkadang Erlina dan Mia agak sedikit heran dengan Juni, Tubuh Juni tidak terlalu gendut, kalau dilihat, ideal dengan tinggi badannya, namun dia hobi banget makan.

__ADS_1


" Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga!" ayah langsung berkomentar saat makanan pencuci mulut sudah dihidangkan di atas meja.


Dengan hitungan 3, mereka memakan es krim tersebut bersamaan, terlihat Erlina, Mia, dan Juni sangat menikmati, begitu juga dengan Nanda dan ayahnya, Anita melihat mereka yang sedang makan dengan senang membuat hatinya juga ikut senang, masuk ke suasana yang sangat hangat seperti agar-agar yang baru matang. Setelah memandangi mereka semua wanita tersenyum tipis dan dia mulai makan es krimnya.


"(uek,uek,uek)" suara Anita yang merasa mual saat mencicipi es krim coklat tersebut. "kayanya aku udah makan terlalu banyak"


"Sayang kamu kenapa?" Nanda panik melihat Anita yang tiba-tiba terlihat kurang sehat.


"Aku nggak kenapa kok! mungkin karena kebanyakan makan jadinya enek!" Anita memegang perutnya yang terasa sedikit cram.


" Ya udah kamu pulang duluan saja dengan istrimu!" Ayah menyarankan Nanda untuk segera pulang dengan istrinya.


"Pulang aja kak duluan, kasihan kak Anita, mukanya terlihat sangat pucat, aku jadi khawatir" Erlina menyuruh kakaknya.


"Nggak apa-apa kok, kan jarang-jarang kalian bisa ketemu dan ngobrol seperti sekarang, aku udah mendingan."


"Beneran kakak udah nggak apa-apa?" Erlina menoleh ke Anita.


"Iya nggak apa, kalau gitu aku ke toilet sebentar ya! dari tadi pagi agak beser."


"Aku anterin ya sayang?"


"Nggak usah, emang anak kecil harus dianter!" Anita langsung bangun dari kursinya sesaat setelah beranjak meninggalkan meja makan, pandangannya melemah, semua menjadi semakin kabur, dan badannya lemas, hingga akhirnya kehilangan kesadarannya.


"Kak Anita" spontan Erlina memanggil namanya.


"Sayang...." Nanda kaget dan berusaha menyadarkan nya, namun Anita terlihat sangat lemas, segera Nanda membawanya ke rumah sakit tempatnya bekerja, kebetulan rumah sakitnya tidak terlalu jauh.


Mia dan Juni sangat kaget melihat kejadian itu, ada perasaan panik di hati mereka, kemudian ayah hanya menyaksikannya saja, namun menyuruh Nanda untuk segera membawanya. "Cepat bawa dia nak!" Nanda pun bergegas pergi.


"Ternyata dokter bisa panik juga ya?" Mia berkomentar sesaat setelah Nanda pergi.


"Aku juga berpikir yang sama" Juni menganggukkan kepalanya.


"Kalian ini bagaimana sih. Ya jelas saja kakaku panik, walaupun dia seorang dokter, namun situasinya kan berbeda, Anita kan istrinya, ya wajar aja."

__ADS_1


"ooowww😯" Juni dan Mia melongo mendengar penjelasan Erlina yang sangat memahami keadaan kakak Nanda.


BERSAMBUNG...


__ADS_2