EE (Erlina Erwinto)

EE (Erlina Erwinto)
Bab 37 Penghuni Rempong


__ADS_3

hari ini Ayah tidak pulang, karena dia pergi ke acara reunian di kampus lamanya, karena jarak kampus yang terlalu jauh, dan acaranya yang selesai terlalu malam, Ayah memutuskan untuk menginap di hotel selama beberapa hari sambil menikmati liburan, kata ayah sih karena mumpung di luar Jadi tidak ada salahnya menambah beberapa hari untuk sekedar menikmati nostalgianya selama kuliah dulu.


padahal Ayah sudah memberitahu Erlina jauh-jauh hari, kalau di penghujung tahun ajaran baru dia akan mengikuti acara reunian yang diadakan setiap 5 tahun sekali oleh kampus lamanya, tiba-tiba saja Erina sangat merindukan ayahnya yang jarang sekali menginap di luar tanpa nya, andai saja Erlina tidak mengikuti ujian nasional di sekolahnya, pasti Ayah mengajak Erlina untuk ikut serta dalam acara tersebut, Namun karena ini ujian nasional yang tidak bisa ditangguhkan, dan tidak bisa mengikuti ujian susulan, jadi untuk pertama kalinya Erlina tidak pergi bersama dengan ayahnya keluar.


karena takut mengganggu acara reunian ayahnya, Erlina hanya mengirim pesan singkat saja, karena dia tahu walaupun dia berusaha untuk menelpon ayahnya, pasti pembicaraan mereka akan terganggu dengan adanya background music DJ dalam acara tersebut, ya mau enggak mau Erlina harus menulis pesan singkat saja kepada ayahnya yang sedang berada di luar kota.


Nanda terus menanyakan di mana ayahnya berada, padahal Nanda sangatlah pintar tapi terkadang otaknya nggak main kalau masalah kayak gini, kalau Ayahnya nggak ada ya ambil aja handphone kirim pesan singkat atau menelepon, tanyakan Ayah di mana, namun Nanda tidak berpikir sejauh itu, hanya mencari di sekeliling rumah dan menanyakannya kepada asisten rumah tangga, namun Erlina menjawab terlebih dahulu kalau Ayahnya sedang mengikuti acara reunian.


setelah Menyiapkan makan siang, dengan menu yang 80% dominan sayur, Elina juga tidak lupa menyiapkan susu ibu hamil, serta menghilangkan biskuit ibu hamil yang masih tersegel, setelah itu Erlina menyuruh asisten rumah tangga untuk memberitahu kepada Nanda dan Anita untuk menikmati makan siang mereka, sedangkan Erlina pergi ke kamarnya untuk mandi, Karena setelah memasak Erlina keringatan lagi, jadi Erlina harus mandi lagi.


setelah Anita dan Nanda ada duduk di meja makan, Nanda terlebih dahulu menanyakan dimana Erlina kepada asisten rumah tangga yang memanggilnya ke dalam kamar tadi, asisten rumah tangga menjelaskan bahwa Erlina sedang mandi.


" dek Dari mana aja kamu? katanya mau makan siang harusnya kan temani makan, kok malah mandi sih!, bukannya mandi itu sebelum masa ya?"


" Kakak ini selalu awal menyimpulkan sih, Siapa bilang aku nggak mandi tadi, aku udah mandi Sebelum masak, Namun karena hari ini cuacanya sangat panas, dan Biasanya aku nggak pernah punya PIN makan siang kalau lagi nggak mood, kayak gini aslinya keringetan lagi dan harus mandi lagi."


" alay kamu Dik, kebanyakan teori sih itu otaknya!"


" ini nih, ciri-ciri penghuni baru rempong itu kayak gini, sudah Ayo kita makan deh bilang aku ngobrol nggak jelas!" Erlina senang sekaligus kesal juga karena dikomentari pedas kayak gitu sama kakaknya.


" aku nggak nyangka Nanda ternyata cerewet juga ya sama Erlina" Anita merasa kaget melihat sifat Nanda yang sangat cerewet kepada adiknya.


" jadi Kak Anita sama ini dibohongin dong sama kakak aku, beginilah aslinya Kak Nanda kalau udah berkomentar tentang aku, selalu ada aja yang kurang!"

__ADS_1


" karena aku kakakmu, jadi aku bertanggung jawab untuk mendidik mu biar lebih bertanggungjawab lagi, jadi kamu nggak suka?"


" aku suka, suka banget malah, kalau dikasih pilihan Aku suka dicerewetin gini setiap hari, jadi Hidupku akan merasa lebih rame, walau Emang sih Kakak Nanda selalu rempong kalau masalah berkomentar dari zaman dahulu kala"


" kepribadian Nanda yang satu ini aku baru tahu Dek!" Anita tersenyum setelah berkomentar tersebut kemudian kembali menikmati makan siangnya, dia makan dengan porsi yang kecil, namun menambahkan biskuit ibu hamil untuk makanan pencuci mulut.


" lihat aja nanti ke Anita, masih banyak kepribadian Kak Nanda yang belum sepenuhnya kayaknya Kak Anita tahu!"


" Benarkah kayak gitu? Wah jadi nggak sabar nih pengen lihat sisi lain dari suamiku tercinta, asalkan itu sesuatu yang positif aku pasti sangat menyukainya, tapi kalau sesuatu yang negatif aku perlu jadikan itu sebagai pembelajaran di kemudian hari."


" Wah Kak Anita cara bicaranya bijaksana bangetπŸ˜―πŸ˜‡ aku jadi ngefans sama Kak Anita" Erlina tidak segan-segan memuji kakak iparnya, yang melatari memang layak untuk ditiru dan dipuji.


" ngomong-ngomong Ayah kapan balik Dik?"


" Oh begitu rupanya, Habisnya kemarin pas Ayah mau ngomong aku nggak sempet ngirim, aku matiin teleponnya gitu aja soalnya kan ada pasien darurat, jadi enggak kedengeran Dek Ayah mau reunian dan sekalian liburan Berapa hari disana, aku kurang tahu jadinya"


" Baguslah kalau seumpama ya bisa menikmati hari-hari tuanya, Biar bagaimanapun dia layak untuk mendapatkan kebahagiaan sekarang, Kau Sulit besarin kalian berdua yang rempong rempong ini!" Anita berkomentar.


Nanda dan Elina hanya bisa tertawa mendengar komentar dari wanita tersebut, Erlina Cukup dewasa untuk mengerti ayahnya saat ini, namun mana kebalikan Anda yang agak manja Kalau ketemu dengan ayahnya, mungkin itu karena Nanda selama ini tinggal dengan ibunya, karena alasan tersebut Nanda jadi sedikit manja setiap kali bertemu dengan ayahnya.


Erlina menikmati makan siang tersebut dengan porsi yang lumayan agak banyak, beberapa hari ini karena kehilangan nafsu makan karena masalahnya dengan Nia yang masih belum membaik, jadi saat dia merasa gembira, Erlina bisa menikmati makanan dengan lebih banyak.


" Dek kamu kok makannya banyak banget sih? enggak takut gemuk tuh?"πŸ˜‹

__ADS_1


" apaan sih tangannya nih, kan jadi malu kalau makan di lihatin kayak gitu, apalagi dikomentarin"


" Iya kamu Nanda, bukannya bagus kalau edina tuh banyak makan di masa pertumbuhan kayak sekarang, masalah bodi bisa ituin nanti!" Anita membela Elina.


"πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ€£ bercanda, heran deh sama kalian berdua, mau nanya serius aja, kan bisa lah kalau kita lagi di rumah bisa sedikit bercanda dan bersantai"


" Iya deh Pak dokter." Erlina dan Anita menjawab persamaan secara spontan


" Oh iya Kak Nanda, besok aku kebetulan ada ujian untuk mata pelajaran biologi dan kimia, nanti abis makan malam, bantuin Erlina belajar ya, cukup satu jam setengah aja kok!" Elina minta pada Nanda untuk mengajarinya.


" males ah, kau minta ajarin sama Kak Anita saja, Soalnya malam ini itu aku ada janji ketemu sama temen-temen aku, kan baru balik lagi ke mana ini, tidaknya silaturahmi lah sama temen-temen aku di desa."


" nggak apa Erlina, Kak Anita saja yang bantuin kamu," Anita kemudian menawarkan bantuan setelah suaminya Nanda menolak.


" bolehlah, lagipula Bukannya lebih pintar Kak Anita dari pada Kak Nanda, syukurlah Kak Nanda nolak jadi aku bisa di ajarin sama Kak Anita"


" Sayang nanti pulang jangan malam-malam Ya!" Anita mengingatkan suaminya.


" Iya sayang aku nggak bakal pulang lewat dari jam 9 kok, Soalnya besok pagi aku ada jadwal operasi paginya" Nanda adalah tipe lelaki yang tidak terlalu suka ngumpul-ngumpul bareng temannya, Namun karena alasan dia yang baru saja pindah lagi ke rumah ini, setidaknya dia harus menjaga silaturahminya kepada tetangga-tetangga terdekat.


" Ya udah deh kalau gitu aku mau tidur siang ah, habis Hari ini capek banget, udah ya Kak Anita sama Kak Nanda Aku mau ke kamar dulu. nanti nih biar asisten rumah tangga yang beresin" Erlina meninggalkan meja makan setelah menyelesaikan makan siangnya, tidak lupa Erlina membawa semangkuk salad buah ke kamarnya, untuk dinikmati sore hari saat dia baru bangun tidur.


" Selamat istirahat adik iparku sayang" Anita bicara dengan sangat lembut.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2