
Beberapa menit yang lalu Janji Suci Pernikahan Erlina dan Erwinto telah disaksikan oleh ratusan tamu undangan yang hadir, erlina terlihat sangat bahagia dengan berkah yang telah sang Pencipta berikan untuknya, diluar nalar dan perencanaan manusia, kuasa Tuhan diatas segalanya, apalah daya kita sebagai manusia untuk menentukan hasilnya, hanya sang pencintalah sebagai penentu akhir, Erlina dan Erwinto berdiri diatas pelaminan, menerima semua ucapan selamat dari para tamu undangan yang telah hadir, satu persatu mereka bergiliran mengucapkan selamat.
Ayah yang berdiri berdampingan dengan erlina tidak kuasa menahan tangis haru, menyaksikan anak gadisnya yang tumbuh dewasa dan duduk dipelaminan. Hanya doa yang tulus yang dapat ayah ucapkan didalam hatinya.
"Rasanya baru kemarin ayah menyaksikan erlina mulai terlahir didunia, menyuapi makan, mengajari berjalan dan berbicara, sekarang waktu terasa berjalan begitu cepatnya saat ayah menyadarinya, kamu akan selalu jadi putri kecil ayah Erlina" Ayah mengusap air matanya yang jatuh.
"Ayah...." panggil erlina
"ayah sangat bahagia nak, akhirnya setiap doamu telah dikabulkan satu persatu,"
"Ayah... " erlina memeluknya usai tamu terakhir yang mengucapkan selamat.
"ayah mendoakan untuk kebahagiaan kalian berdua, seberat apapun nanti perjalanan rumah tangga yang kalian alami, ingatlah bagaimana perjuangan dan kesabaran yang telah kalian perjuangkan sebelum memiliki satu sama lainnya seperti sekarang, saat kita mengingat masa itu, hati akan bisa melewati semua godaan itu" ayah memberi wejangan pernikahan kepada Erlina dan Erwin.
__ADS_1
Malam berganti dengan sangat lamban hari ini, sibuk dan melelahkan, namun sangat menyenangkan. Erlina diperkenalkan dengan satu-persatu teman-teman Erwinto yang menghadiri acara pernikahan mereka, bagaimana bisa kebetulan sekali saat souvenir pernikahan yang bertuliskan nama Erlina dan Erwinto, disana sudah terlihat jelas kehendak dari sang Pencipta untuk mereka berdua.
Hari ini tidak ada satupun topik yang membahas tentang Dinda di pertemuan itu, saat Erwin menemani teman-temannya pun tidak ada satupun orang yang berani menyinggungnya. hanya ucapan selamat yang mereka dapatkan.
Acara usai hingga pukul 1 malam, Erwinto sedikit minum sembari melepas masa lajangnya, erlina yang terlihat sedikit mengantuk, masih setia mendampinginya, menunggu hingga Erwinto selesai menemani teman-temannya mengobrol. setelah semua tamu pulang baru Erlina merasa tidak segan lagi untuk meminta ijin beristirahat dikamarnya.
"Kak Erwin aku mau masuk duluan boleh nggak? sudah mengantuk sekali! " erlina mengucek matanya yang terasa sedikit gatal dan perih.
"Ayo kita istirahat" Ajak Erwinto, menggandeng istrinya ke kamar pengantin.
Erwinto dan Erlina yang masuk kedalam kamar merasa sangat terpesona oleh kamar pengantin yang indah. "cepat sekali sudah dihias kamar pengantinnya!" seru Erwinto setelah memasuki kamarnya.
"☺kenapa aku jadi malu banget liat kamar ini ya kak? perasaan baru tadi sore pas rebahan bentar masih berantakan, sekarang jadi cantik banget! " Erlina teesipu malu.
__ADS_1
"Aku mau mandi dulu ya, dapet seharian ini, biar lemes dikit tubuhnya" Erwinto memasuki kamar mandi.
Erlina langsung duduk di meja rias yang ada di depan tempat tidur, Erlina masih tidak mempercayainya, begitu cepat dan sangat mendadak, rasanya baru kemarin dia memasuki kamar ini, memikirkan bahwa hari ini hari terakhir melihat Erwinto melajang, Erlina bahkan tidak bisa melupakan pelukan Erwinto saat menenangkannya.
"aku masih tidak bisa mempercayainya, seperti mimpi indah yang menjadi nyata" Erlina duduk memandangi wajahnya yang masih dihias dan mengenakan gaun pengantin yang putih bersih, dia terus saja memandanginya, dan terkaget bangun dari lamunannya saat Erwinto memegang pundaknya.
"Lah, kok malah melamun aja, gak jadi istirahat nih?" tanya Erwinto menyadarkannya dari lamunan yang tak berhujung.
"kak Erwinto ngagetin aku aja, ini baru mau beres-beres"
Erlina terlihat kesulitan melepas hiasan yang terpasang pada rambutnya, "aduh susah banget ngelepasnya!" keluh erlina.
"sini biar aku bantu" tawar Erwinto.
__ADS_1
Bersambung...