
Erlina menatap wajah Erwinto dari cermin saat membantunya melepas hiasan di kepala erlina, jika tanpa bantuan Erwinto, mungkin akan lama bagi erlina untuk melakukannya.
"sangat menyenangkan bisa terus melihatnya seperti ini, andaikan waktu berhenti disini, berharap keindahan ini tak akan berlalu dengan cepat" erlina berpikir sangat keras, tapi senyum kebahagiaan tidak bisa ia sembunyikan.
Erwinto yang melihatnya ke cermin juga ikut tersenyum melihat erlina yang seperti anak kecil, "kelihatan banget lagi bahagia" godanya pada erlina.
"keliatan banget ya? " tanya erlina.
Erlina mulai membersihkan riasan dibibirnya, namun Erwinto memegang tanganya, dan berkata sangat manis, "apakah harus di hapus riasannya? bisakah malam ini kamu menemaniku tidur dengan riasan di wajahmu? " tanya balik Erwinto pada erlina.
"memangnya kenapa kak? "
__ADS_1
"untuk pertama kalinya aku bisa melihatmu sebagai wanita dewasa, melihat erlina sebagai wanita seutuhnya"
"kalau memang kak Erwinto suka, erlina akan memakai riasan setiap hari, agar terlihat dewasa dimata kak Erwinto, bisakan kakak mulai membuka hati kakak padaku? sebagai seorang wanita yang mengharapkan cinta dari pasangannya?" suasana mulai terlihat tegang.
Erwinto belum berani menjawab pertanyaan Erlina, dia berbalik meninggalkannya, erlina langsung berbalik dan memeluknya, dengan rambut yang terurai lebat, erlina terlihat sangat cantik, pakaian pengantin itu membuatnya terlihat sangat dewasa, gadis remaja yang seketika berubah menjadi wanita dewasa, yaitu seorang istri.
"Aku akan menunggu kak Erwinto hingga kakak bisa mencintaiku seutuhnya, aku akan bersabar kak. " erlina terus bicara sambil memeluk Erwin dengan sangat erat, air matanya tidak terbendung memikirkan rasa sakit yang Erwinto rasakan setelah dicampakan di hari pernikahannya.
Erwinto berbalik dan menghapus air mata Erlina, "akulah yang harus berusaha disini, akulah yang harus berusaha membuka hatiku, membuka lembaran baru bersama wanita yang sangat mencintaiku" mereka saling memandang satu sama lainnya, erlina sangat nyaman saat berada dekat dengan Erwinto.
"tidak kak, aku cuma.... " ditengah perkataan erlina, Erwinto dengan sangat berani memegang bibir merah erlina, memberikan tatapan yang sangat lembut ke mata erlina.
__ADS_1
"Aku kepanasan, pipiku pasti terlihat sangat merah saat ini? " gumam erlina dalam hatinya, "Aku tidak akan melawan...aku tidak akan melawan! " perintah erlina pada dirinya sendiri.
"kenapa? " tanyanya lagi pada Erlina, "apakah aku boleh....? " belum sempat Erwinto menyelesaikan perkataannya, sekarang giliran erlina yang menutup mulut Erwinto dengan kedua tanganya.
Erlina kemudian memejamkan matanya dan melepas tangan dari bibir erwinto, Erwinto kemudian mencium bibir erlina yang sangat mengodanya malam ini, Erwinto berusaha mempererat hubungannya dengan erlina, dengan berusaha belajar mencintainya, banyak orang bilang hawa nafsu sangat berbeda dengan rasa sayang, tapi dari hawa nafsu itulah Erwinto akan memulai kisahnya dengan Erlina.
Erlina menikmati setiap sentuhan yang Erwinto berikan, menikmati setiap inci Tubuh Erlina, dari kepala, hingga ujung kaki, walau ada sedikit rasa takut dibenak Erwinto, karena menyetubuhi Erlina yang tanpa didasari rasa cinta, "aku harus mencobanya, setidaknya aku sudah mulai membuka hatiku pada Erlina" Erwinto pun berusaha meyakinkan hatinya yang naif.
"kak Erwinto, aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu, bolehkan aku memanggilmu sayang? " tanya Erlina.
Erwinto hanya menganggukan kepalanya, dan
__ADS_1
mereka berdua akhirnya melakukan hubungan Suami istri di malam pertama mereka, tentunya malam ini adalah malam yang sangat bersejarah untuk Erlina Erwinto.
Bersambung...