
Hari sudah menjelang siang, erlina masih saja tertidur setelah pingsan di pagi hari, dokter menyarankan agar istirahat dulu agar kondisinya cepat membaik, tangan kiri erlina dipakaikan infus dan diresepkan beberapa vitamin oleh beberapa dokter yang hadir barusan, hari ini hanya erwinto yang senantiasa menjaga nya, kakek dan papa sedang ada perjalanan bisnis selama beberapa hati diluar kota, mereka berangkat jam 9 pagi, sebelum erlina tersadar, mama juga ikut bersama menemani suaminya, tadi kakek berpesan untuk erwinto mengambil cuti selama beberapa hari dan bekerja dari rumah saja, agar bisa menjaga erlina dirumah.
Setelah erlina mulai bagun dari tidurnya, dilihat erwinto yang duduk di meja sebelah kanan didekat tempat tidur, dia melihat erwinto yang sedang sibuk dengan laptopnya, sedangkan ada bubur yang ditaruh meja sebelah kirinya, Tiba-tiba terasa sangat lapar saat erlina mulai tersadar, erlina yang melihat erwinto masih sibuk, erlina berinisiatif untuk mengambil makanannya sendiri, tapi sendok yang mau dia ambil malah terjatuh dan mengagetkan erwinto.
"ups... jatuh, padahal sudah hati-hati, tapi malah ganggu konsetrasi kakak" erlina.
"biar aku ambilkan sendok yang lain" Erwinto mengambilkan sendok baru kedapur, dan segera memberikan pada erlina.
"aku matikan laptopnya dulu, nanti aku suapin ya!"
"Tumben romantis banget, tp aku bisa sendiri kak, kakak selesaikan aja dah kerjaannya dulu" erlina menolak.
"emang gak sulit makan tangan lagi di infus seperti itu? "
"sebenarnya sih memang agak sulit kak, tapi bisa aku coba kok!" erlina menyendok dan memakannya, karena erlina bisa melakukannya, jadi erwinto tidak menyuapi, erwinto memberinya beberapa obat untuk diminum.
"perasaan kok obatnya banyak banget, kok namanya aneh-aneh banget ya? ngomong-ngomong ini obat apa aja kak? " erlina bertanya sembari menghabiskan buburnya.
__ADS_1
"ada vitamin, obat untuk meredakan mual, penambahan darah, dan... " belum selesai menyelesaikan penjelasannya, erwinto mendapatkan telpon dari lab rumah sakit yang ingin menyampaikan hasil tes darah dari erlina.
"kak ada telpon masuk tuh! ” erlina mengingatkan erwinto untuk mengambil handphone nya.
"aku angkat telpon dulu ya! dia menerima telpon didepan erlina, ekspresi wajah erwinto langsung berubah seketika.
"kak, kak erwin! " erlina menepuk pundak erwinto.
"ya Lin!" dia menatap erlina dengan mata yang berkaca-kaca.
"aku nggak bisa mengatakan apa-apa untuk saat ini! rasanya tidak ada satupun kata didunia ini yang dapat menggambarkan kebahagiaan yang aku rasakan!"
"kakak terlalu berlebihan, emang hal besar apa yang bisa membuat kakak jadi kehabisan kata-kata begitu? " erlina semakin penasaran dibuatnya.
setelah beberapa saat sehabis erlina menyelesaikan pertanyaanya, terdengar suara notifikasi dari email erwinto, segera erwinto membukanya, dan terdapat laporan kab erlina dalam bentuk pdf, erwinto membuka emailnya dan meminta erlina untuk membacanya sendiri.
sesaat setelah erlina membaca emailnya, dia juga merasa tidak percaya dengan apa yang telah dia baca, dalam laporan kab tersebut dijelaskan bahwa erlina +positif hamil, dan usia kandungan nya sudah memasuki minggu ke 5 "kok bisa?" erlina agak sedikit binggung.
__ADS_1
"kok kamu malah kaget sendiri, bukanya tadi pagi kamu sendiri yang melakukan tespack, dan enggal memberi tahu ku tentang berita yang sangat mengembirakan ini? erwinto jadi kebingungan.
"memang tadi pagi aku tespack, tapi hasilnya masih negative!" erlina menjelaskannya, "tapi dari mana kakak tahu aku hamil? kan tes darahnya baru keluar.
"tadi pagi aku melihat tespack nya yang jatuh di toilet, aslinya menunjukan garis 2"
"tapi tespack yang aku bawa hasilnya negative!"
"kamu sudah lihat ulang gak? soalnya harus menunggu 1-3menit sampai hasilnya keluar.
"tadi sehabis memakainya, aku langsung lihat hasilnya negative" erlina juga merasakan kebingungan yang sama dengan pertanyaan erwinto.
"dasar gadis ceroboh" erwinto mengusap-usap kepala erlina dengan sangat lembut.
Akhirnya mereka mengobrol bersama dengan sangat lama, erlina dan erwinto mulai bisa menerima kebersamaan nya, sangat menyenangkan bagi erlina memikirkan bahwa mereka akan segera memiliki seorang anak.
BERSAMBUNG...
__ADS_1