EE (Erlina Erwinto)

EE (Erlina Erwinto)
Bab 64


__ADS_3

Setelah menjadi menantu dirumah Santoso, Erlina diperlakukan dengan sangat baik oleh semua anggota keluarga nya yang baru, mereka saling mengenal satu sama lain bahkan sebelum erlina lahir, terutama Kakek Santoso, merasakan sangat lega saat janji yang dia buah dahulu dengan kakek erlina terpenuhi, dengan berlangsungnya pernikahan antara erlina dan erwinto.


Pagi ini Erlina berencana untuk bangun siang, karena capek setelah melakukan perjalanan yang jauh, jadi semalam sebelum dia tidur, erlina sudah bertekad untuk tidur seharian ini, namun Erlina harus bangun pagi-pagi sekali karena perutnya merasa keroncongan.


"aku lapar banget" erlina melihat jam di dindingnya yang masih menunjukan pukul 5 pagi. "sepertinya kokinya belum selesai menyiapkan makanan nih! pingin banget makan nasi lemak, sama minum asam dicampur gula merah, kayanya enak banget, baru mikirin aja udah ngiler duluan! " lanjut erlina mengusap-usap perutnya yang berbunyi sedari tadi.


erwinto masih tertidur di sebelahnya, karena erwinto baru datang kemarin sore, jadi dia ambil cuti hari ini untuk tidur seharian, saat bersantai harus dinikmati selagi sempat dan ada moment untuk itu.


"kak erwin tidurnya nyenyak sekali, sayang kalau bangunin dia buat anter keluar beli nasi lemak, apa aku pergi sendiri saja ya? " erlina mengambil jaket dan tasnya, namun sayang dia meninggalkan telponnya di samping tempat tidur.


"aku pergi sendiri ajalah, lagi pula supir juga belum ada bangun jam segini" erlina turun ke lantai bawah untuk mengambil sepeda miliknya, "lumayan nih, sambil olahraga pagi! " erlina pergi 300 meter dari rumah, penjual nasi lemak sudah sangat rame dengan pembeli, lapak nasinya tepat di perempatan jalan di depan salah satu rumah sakit milik keluarga Santoso, setelah selesai dengan semua belanjaannya, dia melihat sebuah apotek di sebelah rumah sakit itu.


"bagaimana aku bisa lupa ya, kalau rumah keluarga Santoso sangat dekat dengan rumah sakit, nih ada apotek, sekalian beli obat masuk angin sama mual ah! " erlina masuk kedalam apotek, dan meminta obat untuk meredakan masuk angin, Tiba-tiba dia teringat omongan erwinto semalam, jadi erlina membeli 2 buah alat tes penguji kehamilan.


"mbak, saya mau alat tes kehamilan yang paling akurat dong, kasih 2 ya, yang mereknya berbeda! " erlina meminta pada apoteker. sebenarnya erlina merasa agak malu untuk membelinya, namun dia tidak mau meminum obat begitu saja, walapun ini baru bayangan erwinto saja, tapi seumpama benar, kan jadi patal kalau minum obat dalam kondisi sedang hamil.

__ADS_1


"mau yang biasa apa yang digital mbak? " tanya apoteker pada erlina.


"kasih dah dua-duanya mbak! " erlina kemudian mengeluarkan uang di saku jaketnya.


Setelah selesai erlina langsung pulang kerumah dengan mengayuh sepedanya, padahal kalau jalan kaki pun, tempat ini tidak terlalu jauh, hanya 300m saja, tapi erlina malah membawa sepeda gayung nya.


Sesampainya erlina dirumah, masih terlihat sangat sepi, baru jam 6 pagi, tapi anggota keluarga yang lain masih belum turun ke ruang keluarga. erlina langsung menuju kamarnya, erwinto masih sangat nyenyak dengan tidurnya.


"ternyata masih belum bangun juga suamiku sayang! " erlina menghampiri erwinto yang masih tertidur pulas. "aku tes dulu deh sebelum minum obat" erlina pergi kekamar mandi untuk melakukan tes kehamilan secara mandiri.


Erlina membutuhkan beberapa waktu untuk menampung urin nya, karena baru 1 jam yang lalu dia pipis saat bangun tidur. setelah selesai menampung beberapa sample urinnya erlina mencoba tes menggunakan 2 alat tes kehamilan dengan merek yang berbeda, terlihat tangannya agak gemetar melakukannya.


"Lin, sayang... " panggil erwinto diluar, Tiba-tiba jantung erlina berdetak dengan sangat kencang saat erwinto memanggilnya.


"sayang, kamu masih lama nggak di dalam, aku kebelet pipis nih, sakit perut juga" kata erwinto dari luar kamar mandi.

__ADS_1


"ya.... ya bentar kak! "


Karena terlalu lama, erwinto menerobos masuk ke dalam, dia meminta erlina untuk keluar, tiba-tiba salah satu tes kehamilan yang erlina pergunakan jatuh.


"maaf ya Lin, sudah diujung banget"


"ya kak, aku keluar sekarang" erlina masih mencuci muka di washtapel, dia meletakkan hasil tesnya di sebelah washtapel.


"Lin, kamu habis dari mana pagi-pagi banget? " tanya erwinto dari dalam kamar mandi.


"aku keluar sebentar beli nasi lemak yang di perempatan jalan kak, di depan rumah sakit kita! sekalian beli obat masuk angin." erlina menyikat giginya.


"tumben nggak bangunin aku!"


"kasihan kakak tidurnya lelap banget toh!"

__ADS_1


"😅padahal aku juga pingin jalan-jalan pagi keluar" Erwinto keluar kamar mandi dan tanpa sengaja menendang tes penguji kehamilan milik erlina.


BERSAMBUNG...


__ADS_2