
Pagi berganti dengan sangat cepat, Nanda hari ini bertugas sangat pagi, nanti malam dia hanya tidur beberapa jam saja, Namun karena dia sudah di rumah sakit langsung jawab kamu untukku siap-siap petugas pagi-pagi sekali, tepat jam 8 pagi Anita sudah mulai siuman, pagi ini Nanda memeriksa semua pastinya lebih pagi, agar dia bisa menemui dan menjaga Anita setelahnya. saat Anita terjaga dilihatnya Elina duduk di sebelahnya, menjaga Anita sedari tadi pagi saat Nanda keluar ruangan.
Anita nampak mencari dan melihat sekeliling, tidak nampak juga Nanda di sana, segera Anita bertanya kepada Erlina, yang sedang menuang air putih untuk wanita minum.
" Erlina, Nanda di mana?"
" Kak Nanda sedang bertugas pagi ini kak, Dia sedang memeriksa semua pasiennya, tapi dia juga bilang nggak bakal lama kok, nanti juga bakal datang lagi"
" Oh begitu rupanya, dia memang selalu seperti itu, mengorbankan waktu istirahatnya hanya untuk menyelesaikan pekerjaan lebih awal"
"Itulah Kak Nanda, Seingat aku Dia memang sangat perhatian kepada semua orang, yang itu juga Alasannya kenapa dia ingin sekali menjadi dokter."
Setelah meminum air yang Erlina berikan, Anita meminta tolong kepada Erlina untuk membantunya mengupas apel, Anita merasa sangat lapar pagi ini, buah sangat bagus dikonsumsi sebelum sarapan, atau makan makanan yang berat.
" Erlina aku minta tolong dong kasiin apelnya"
" Siap kakakku tercinta"
Erlina mencuci apel tersebut di wastafel, sebelum mengupasnya terlebih dahulu. sesaat setelahnya akhirnya Nanda pun datang ke ruangan tersebut, dengan penampilan dokter lengkap dengan stetoskop, tanda terlihat sangat berwibawa saat mengenakan Jas putih, tanda kebesaran seorang dokter, dengan name tag yang bertuliskan namanya, Dr. Nanda Eka dana Sp.Og.
Hari ini muka Kak Nanda terlihat sangat cerah, saat dia masuk ke dalam ruangan, ruangan pun terasa penuh wewangian parfum rasa bunga yang enak, Erlina pun menjadi sangat bersemangat hari ini, karena di pagi hari wangi parfum kakaknya membuatnya menjadi lebih segar.
Setelah selesai mengupas apel, Elina memotongnya menjadi 4 bagian, kemudian memberikannya kepada wanita yang masih terbaring, sekarang tempat tidurnya agak dimiringkan 45 derajat, nampak makan pagi pun sudah disediakan oleh perawat, yaitu bubur putih, lengkap dengan telur rebus dan dada ayam tanpa minyak.
" Wah Kak Nanda ternyata sudah datang, Cepet juga mengontrol pasiennya"
" Aku kerjakan dengan semaksimal mungkin Dek, Bagaimana apakah Anita sudah siuman?"
" Udah, itu di sana Kakak lagi makan apel, dia bilang lapar banget."
" Oh begitu rupanya, Ya sudah aku mau lihat Anita dulu."
Nanda langsung menghampiri Anita yang berbaring di ranjang, Nanda menyapa istrinya dan memberikan kecupan Selamat pagi, Erlina hanya melihatnya dari kejauhan, dia merasa sangat senang melihat keromantisan pasangan tersebut.
" Selamat pagi Anita sayang"
"Pagi sayang, I Love you sayang" jawab wanita saat melihat Nanda berjalan menghampirinya. " parfum yang kamu kenakan saya? maunya nggak enak bikin aku enek"
" Ini kan parfum yang biasa aku pakai sayang, Kamu sendiri yang memberikannya padaku bulan lalu"
" Jauh jauh dikit Sayang aku nggak kuat, ini muntah tahu, jangan deket-deket atau kamu ganti baju aja dulu sana"
" Baiklah aku ganti baju, sekalian deh aku mandi biar nggak ada parfum yang nempel di kulit aku" Nanda mengalah dan langsung mandi.
" Sayang aku udah selesai mandi nya dan sudah ganti baju juga."
__ADS_1
" Aduh Bau apa lagi nih? lebih nggak enak dari yang tadi"
" Sayangku cuma pakai sabun biasa"
" Nggak suka aku sama mual, kamu mandi lagi sana tapi jangan pakai sabun atau apa-apa."
" Ya sudah kalau gitu Sayang aku mandi lagi ya!"
Nanda langsung mandi untuk ketiga kalinya pagi ini, dan kali ini dia tidak menggunakan sabun ataupun yang lainnya, dia takut kalau penciuman yang sangat sensitif mengganggunya nya, Nanda hanya ingin Anita merasa nyaman berada di dekatnya.
Erlina yang duduk di sofa, hanya tertawa kecil melihat tingkah Anita, wanita hamil memiliki sensitivitas yang sangat tinggi, tapi Elina sangat menikmati pertengkaran kecil mereka, dilihat seperti apapun Kak Nanda sangatlah penyabar dalam menghadapi istrinya, Nanda memang lelaki idaman wanita.
Sembari menunggu nanda yang mandi di dalam, Erlina kemudian menghampiri Anita yang baru saja ingin memakan sarapannya, dia mengajak Anita mengobrol sembari Anita menikmati sarapannya pagi ini.
" Dik Aku boleh nanya nggak?"
" Iya tanya aja Kak."
" Kamu kan udah dari tadi malam di sini, berarti kamu udah lihat hasil pemeriksaan aku di UGD dong, Emang kemarin kakakmu Nanda bilang apa aja?"
" Gimana jelasinnya ya, nanti kakak tanya langsung aja sama Kak Nanda, Biar Kak Nanda yang jelasin semuanya ke Kakak terperinci"
" Apakah aku hamil Dik?"
Karena tidak ingin mengganggu waktu mereka berdua, Erina minta izin untuk pergi keluar membeli makanan sudah hampir jam 9 tapi karena belum sarapan, jadi dia akan pergi keluar, dan tentunya Kak Nanda ingin berduaan saat ini dengan istrinya, sembari dia menceritakan kondisi Anita secara lebih terperinci.
" Kak Anita aku izin keluar bentar ya!"
" Iya tapi jangan lama-lama ya, tapi emang kamu mau ke mana Dek?"
" Mau jalan-jalan aja, iseng Mau nyari makanan juga."
" Kalau kamu keluar aku Sekalian titip ya! mau titip beli nasi uduk di seberang rumah sakit ini, jangan diisi laut, tapi sambelnya banyakin"
" Ada lagi Kak?"
" Terus beliin rujak rumput laut, yang ada di sebelahnya ya, Banyakin juga cabe nya ya dik!"
" Oke kalau gitu aku berangkat sekarang"
"Lin ini uangnya!" Kak Nanda memberinya uang, karena dia tahu Erlina tidak membawa tasnya, karena kemarin buru-buru ikut ke rumah sakit.
"Hampir aja aku ngutang makanan di depan🤣😂 untuk kakak ngingetin, ini uangnya aku minta ya kak."
Kemudian Erlina langsung pamit keluar, dan Nanda menghampiri Anita yang sudah menyelesaikan sarapannya, Nanda membantu Anita membereskan piring tersebut dan menaruhnya di atas meja, Nanda pun menghampiri meja makan dan meletakan nya di pinggir ruangan.
__ADS_1
" Dokter Nanda, Kapan saya bisa pulang?" Anita bertanya seolah-olah dia pasien dari dokter yang berbeda.
" Nona Anita harus opname dulu selama dua hari lagi, sampai saya mengatakan konvensional sudah stabil."
" Jadi dokter, kalau dilihat dari hasil tesnya saya sakit apa?"
"Sebenarnya inilah yang ingin saya bicarakan dengan anda nona."
Nanda dan Anita pun tertawa lepas setelahnya, merasa sangat canggung menjadi seorang pasien, dari suaminya sendiri, itu tidak pernah terjadi sebelumnya, dan hal itu pula yang membuat ia tersipu malu saat diperiksa oleh suaminya. Setelah itu Nanda langsung memeluk istrinya dan membisikkan kabar bahagia di telinga kanan istrinya.
" Selamat sayang kamu akan segera menjadi seorang ibu, kita akan memiliki anak setelah 4 Tahun Lamanya"
" Kamu nggak bercanda kan sayang?"
" Enggak lah, kan aku sendiri yang kemarin melakukan USG transvaginal padamu, jadi aku bisa melihat kondisi rahim mu dengan lebih jelas."
" Aku kira gejala kemarin karena mau datang bulan, ternyata gejalanya sama dengan wanita hamil, aku termasuk dokter yang sangat ceroboh mengabaikan hal sepenting ini, aku bahkan tidak bisa memprediksinya sendiri."
" Jangan bicara seperti itu, kamu wanita terbaik yang pernah aku temui, kamu juga sangat pintar, ini ada berkah yang tidak pernah bisa kita bayangkan selama ini, akan diberikan kapan, dan di mana, kita tidak bisa memastikannya"
" Soalnya sayang, aku sedikit ceroboh dengan diriku, kalau dari awal aku sudah mulai menyadarinya, mungkin kemarin aku tidak akan mengalami kram perut, tapi syukurlah kalau janinnya baik-baik saja."
" Ini adalah berkah untuk pernikahan kita, tentunya dengan kehendak Tuhan semuanya akan terwujud, dan di tahun ini kita akan dikaruniai bayi kembar"
" Syukurlah akhirnya doa kita terkabul kan" Anita menangis terharu dalam pelukan suaminya, dia merasa sangat senang, maksimal hingga lupa dengan semua masalah yang pernah dihadapi sebelumnya.
"Tapi sayang, kamu harus bedrest selama kurang lebih 3 bulan, karena aku melihat kondisi rahimmu sangat lemah sekali."
"Aku paham sayang, biar bagaimanapun aku kan juga dokter spesialis kandungan seperti mu, jadi aku mengerti kondisiku saat ini." Anita tidak membantah perintah suaminya.
"Terimakasih banyak sayang, kamu sudah mengorbankan karirmu demi kesehatan calon bayi kita! sekali lagi aku berterima kasih."
" Tentu saja aku akan melakukan yang terbaik sayang, i love you sayang." Anita memeluk Nanda dengan erat.
"I love you too sayang"
Di tempat yang berbeda Erlina sedang membelikan makanan pesanan Anita. tanpa sengaja menabrak seorang lelaki saat mengambil uang receh yang terjatuh, janji waktu yang bersamaan ayahnya telah tiba di rumah sakit dengan Juni yang ikut bersamanya.
" Maafkan saya Kak saya nggak sengaja!" Arsenal minta maaf sambil memunguti uang receh jatuh, dan lelaki itu pun ikut membantunya memungkinkan 1 koin yang tersisa, sehingga mereka harus mengambilnya secara bersamaan.
"Tidak apa, harusnya saya lebih berhati-hati"
Tanpa sengaja Juni melihat kejadian tersebut dari parkiran rumah sakit, dan kembali Juni dikejutkan dengan keadaan yang tidak mengenakkan tersebut, "Erlina😯" Juni melihatnya dari kejauhan.
BERSAMBUNG...
__ADS_1