EE (Erlina Erwinto)

EE (Erlina Erwinto)
Bab 46 Melina & Kebun Strawbery


__ADS_3

Siang ini Erlina kedatangan tamu, tamu tersebut adalah Melina Santoso, Melina Santoso adalah Putri ketiga dari Liliana dan Dito, walaupun Melina bersekolah di luar negeri, namun ketika datang dan liburan ke negeri sendiri, Melina selalu menyempatkan waktunya untuk pergi menemui Erlina. hubungan Melina dan Erlina sangat baik, walau intensitas mereka bertemu tidak sesering Erwin, namun tidak menutup kemungkinan untuk mereka berdua menjadi sahabat.


Melina Santoso seumuran dengan Erlina, Melina juga sedang mempersiapkan diri untuk menempuh sekolah di jenjang perguruan tinggi, namun Melina sudah menetapkan pilihannya untuk mengambil jurusan Manajemen Bisnis, dan Melina memutuskan untuk melanjutkan perguruan tinggi di negerinya, alasannya cukup simple, karena terlalu lama tinggal di luar, Melina sangat merindukan kampung halamannya, bagi Melina bersekolah di mana saja hasilnya juga sama saja, semua kualitas ditentukan oleh orangnya sendiri.


" Halo Erlina, aku kangen banget, sudah lama juga ya aku nggak ke sini, ngomong-ngomong kamu udah nentuin mau melanjutkan kemana?" Melina memulai percakapan mereka.


"Kok kamu nggak ngabarin mau ke sini Melina? kalau tahu ke sini kan aku bisa bolos sekolah hari ini" Erlina bertanya kepada Melina adik nya Erwin, lanjut Erlina menjawab pertanyaan Melina. " Sebenarnya aku sudah memutuskan, namun masih belum berani mengambil keputusan 100%, Jadi kemungkinan tahun ini kayaknya aku mau cuti dulu deh, sambil liburan, Rencananya aku sama ayah ah mau jalan-jalan ke luar negeri"


" Bagus juga sih, Biar bagaimanapun terlalu lama kita kekurangan waktu untuk menikmati bersama keluarga, tapi kamu pikir-pikir aja dulu, kan kita masih punya waktu 5 bulan sebelum mulai tahun ajaran baru di perguruan tinggi, Biar bagaimanapun waktu 5 bulan itu bisa kamu pergunakan untuk jalan-jalan bersama ayahmu"


" Aku masih memikirkannya, Siapa tahu besok atau lusa aku ketemu pilihan yang tepat, soalnya aku benar-benar kebingungan, semua materi aku bisa kuasai, namun yang benar-benar aku inginkan aku belum tahu" kadang seperti itulah perasaan yang dirasakan oleh anak yang cerdas, karena dia bisa menguasai setiap materi yang dia pelajari, jadi dia merasa kebingungan saat harus memilih satu diantaranya.


" Udah jangan ngomongin itu lagi, mending hari ini kita pergi jalan-jalan keluar!" Ajak Melina.


"Kamu mau ke kebun Strawberi gak?" tanya Erlina.


"Boleh, jauh nggak?"


"Nggak kok, cuma beberapa blok dari sini, deket peternakan sapi perah"

__ADS_1


" o1k lah kalau demikian, kalau jauh juga nggak apa, sekalian olah raga jalan😊"


"Bagaimana kalau sekalian piknik? biar aku siapin bekalnya dulu! kamu siap-siap aja dulu, nanti aku panggil." Erlina meninggalkan kamarnya, dan bergegas ke dapur, mengambil sedikit cemilan untuk mereka habiskan nanti.


Setelah selesai mempersiapkan bekal piknik hari ini, Elina memanggil Melina, mereka segera berjalan menuju kebun strawberry yang berada beberapa blok dari rumahnya, walaupun bisa dibilang agak jauh, namun Melina meminta untuk berjalan kaki saja, Melina ingin menikmati pemandangan sekitar dengan berjalan-jalan. Melina nampak sangat senang melihat pemandangan sekitar.


" Udaranya sejuk banget, beda banget kalau di luar udaranya dingin, apalagi kalau lagi musim dingin, saljunya tebal sekali."


" Oh ya? Aku jadi penasaran, Sedih kenapa udaranya, habis setiap jalan-jalan keluar selalu aja musim semi." Erlina sangat antusias mendengar Melina yang bercerita.


" Nanti kamu liburan di rumahku juga ya Lin, kalian bantu bantu buat persiapan pernikahan kak Erwin, kan tinggal beberapa hari lagi." Melina pengajar Erlina untuk menghabiskan waktu senggang sekolah, di rumah keluarga Santoso.


" Boleh, sudah lama juga aku nggak pernah menginap di sana, pasti rasanya sangat setuju karena ada seseorang susah kita di rumah itu, biasanya kamu jalan di rumah, Aku paling ngobrol sama kakek Santoso."😊


" Memang seperti itu, Saya di rumah kita merindukan keadaan di luar, saat di luar berpetualang, kita sangat merindukan keadaan rumah, itu sudah menjadi sikap dasar manusia. tapi kalau kamu memang ingin pensiun di desa lebih awal, kenapa kamu malah ngambil manajemen bisnis?"


" Iya juga ya?πŸ€£πŸ˜‚πŸ˜‹πŸ˜‹"


" Melina, Melina...." Erlina hanya bisa menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


" Wah itu perkebunan strawberry nya udah kelihatan, green house yang sangat cantik😍😍, ngomong-ngomong strawberrynya Organic kan?"


" Kayaknya sih itu, soalnya ayah nggak pernah nyamper obat apa apa tuh, paling cuma dikasih makan nutrisi doang. lagipula Jalan disemprot pestisida, jadi kita bisa langsung petik dan makan di tempat." dalil yang menjelaskan kegiatannya bersama ayah saat merawat strawberry di dalam green house tersebut.


2 Green house tersebut memiliki ukuran masing-masing 10 * 20 m, lumayan luas untuk tempat berkebun strawberry, selain strawberry, di dalam green house suka ada buah melon, tomat ceri, semangka, dan cabe-cabean seperti paper bel, cabe keriting dan cabe rawit, semuanya dalam jumlah kecil.


Melina langsung masuk ke dalam green house tersebut, kalau dari luar nampak sangat kecil, ternyata setelah masuk ke dalam rumah plastik tersebut, dalamnya cukup luas juga, udara di dalam tidak terlalu panas karena dipasang kipas angin, sesejuk apapun udara di desa, tapi kalau sudah masuk ke dalam green house, udaranya jadi sedikitpun gak tahan panas. berina tidak henti-hentinya mengagumi semua tanaman yang ada di dalam green house tersebut.


" Aku kira isinya cuma strawberry aja? Ternyata banyak buah-buahan yang lain, Terus ngapain kamu bawa bekal ke sini Line? kan kita bisa langsung dimakan langsung, Tapi nggak papa lah nanti kita makan bareng-bareng."


" Sebenarnya udah berapa bulan terakhir aku jalan ke sini, paling cuma Ayah aja sabar dua tukang kebun di sini yang rawat, jadi aku nggak tahu kalau sudah berbuah saya sekarang" Sabrina terlihat sedikit konyol di depan mata Melinda.


" Maklum juga sih, soalnya berapa bulan ini berasal sangat berat, pikirkan ujian akhir tahun, Aku hampir saja stress dibuatnya, tapi syukurlah semua sudah berlalu."


" Ya udah sekarang kita nikmati semua buah-buah yang ada di sini, kamu berkelilinglah dulu, Aku mau siapin keranjang buat kita melihat buah-buahan yang ada di sini."


Erlina pergi ke gudang penyimpanan, mengambil beberapa keranjang untuk mereka berdua. sejenak Erlina berpikir kalau cuma berdua Pasti sangat sepi. kemudian Erlina mengambil handphone yang ada di sakunya, Erlina mengetik pesan di grup, untuk mengajak Mia dan Juni ikut bergabung ke piknik kecil mereka. setelah itu Erlina langsung menemui Melina.


Erlina menyerahkan satu buah keranjang, dengan gunting kecil di dalamnya, tidak lupa dengan sarung tangan kain, agar pada saat memanen buah seperti melon dan semangka, tangan kita tidak akan tergelincir saat memegang nya, senyuman di wajah Melina, membuat Erlina merasa sangat senang menghabiskan waktu kali ini.

__ADS_1


" Walau sudah mengenal setengah dari dunia ini, mungkin tidak ada yang percaya kalau wanita yang berada di depanku ini, memiliki cara yang sederhana untuk bahagia dan tersenyum." pikirin Erlina dalam hatinya saat memandang Melina.


BERSAMBUNG...


__ADS_2