
Kalau sudah berbicara dengan Erwin, Erlina langsung melupakan yang lainnya, hatinya selalu terfokus dengan Erwinto, bisa di bilang ini merupakan perasaan yang sedikit merepotkan untuk Erlina, bagaimana tidak, Erlina selalu kesulitan berfokus dengan Juni ketika mereka jalan berdua.
pagi ini Erlina bangun sangat pagi, memasak makanan bersama asisten rumah tangga yang bernama sunny, mereka berkolaborasi bersama, saling membantu memasak makanan, walau kadang sesekali ada campur tangan Internet dalam mencari resep masakan yang baru.
Erlina akan menyiapkan daging ayam untuk di panggang dalam oven, pagi-pagi sekali sekitar jam 4.30 Erlina dan sunny pergi ke pasar diantar oleh pak nam, Erlina dengan berat hati harus mengganggu waktu tidur pak nam untuk sedia mengantar mereka berdua ke pasar, namun pak nam membantu mereka dengan senang hati, setidaknya pak nam bisa memberi jajanan tradisional di pasar.
"Terimakasih banyak ya pak nam, sudah mengantar kita pagi ini."
"Sama-sama nona Erlin, kalau begitu saya permisi dulu ya, mau bersihin mobil tuan Erwin"
"Masih dingin banget pak, kan bisa dikerjakan nanti kalau sudah ada matahari, pak nam masuk aja dulu kedalam, biar nanti saya buatkan kopi panas, buat temen jajanan yang sudah pak nam beli tadi"
"Wah saya merepotkan nona"
"Jangan sungkan seperti itu pak, masuk aja dulu ke dalam, toh juga Erwin berangkatnya siang pak, gak langsung balik pagi-pagi."
" Baiklah nona Erlina."
Setelan selesai membuat Kopi, Erlina menyuruh Sunny untuk membawakannya kepada pak nam, dan meminta sunny untuk istirahat sebentar, bagaimana pun juga, ini masih terlalu pagi dari jam kerja mereka berdua, tidak jadi masalah bagi Erlina untuk menyiapkan Ayamnya sendiri.
__ADS_1
"Sunny, Tolong bawakan ya, ini sudah aku buatkan teh panas untuk kamu juga, kamu istirahat lah dulu"
"Tapi Non?"
" Nggak apa kok, Erlina bisa mengerjakannya sendiri, nanti kamu boleh nyusul kalau udah selesai minum teh"
"Baiklah kalau begitu, terimakasih banyak Nona"
Setelah pulang dari pasar Erlina langsung bergegas membumbui ayam tersebut dengan berbagai rempah seperti 'Thyme, rosemery, oregano, lada, garam, gula, dan bumbu barbeque' dibutuhkan waktu 1.30 jam untuk memanggang ayam tersebut, sembari menunggu ayam yang belum matang, Erlina menyiapkan lauk sayur. Biasanya mereka makan dengan sederhana, hanya nasi goreng dan telor ceplok, namun berbeda untuk pagi ini, Erlina memasak makanan kesukaan Erwin kalau sedang berlibur di rumah Erlina.
Ayam jantan mulai berkokok menyambut mentari pagi ini, sudah jam 7 tapi Erwinto belum juga bangun, mungkin dia kecapean seminggu ini bekerja lembur terus di kantor, Erwinto sangat pekerja keras, apalagi kalau sudah menyangkut kehidupan para karyawan nya, Erwinto harus bekerja dengan teliti dan cerdas untuk menghindari kesalahan, satu kesalahan bisa. berakhir fatal, dan merugikan banyak pihak.
Pagi ini Erlina juga menyiapkan bak mandi yang penuh dengan air hangat, dengan gelembung sabun yang banyak, terlihat sangat mewah, wangi sabun itu sangat menenangkan hati, walaupun Erlina tinggal di desa kecil, namun rumah Erlina sangat besar dengan halaman yang luas, didalam rumah berisi dapur moderen, dan dapur tradisional yang berada agak keluar, kemudian 1 ruang tamu yang bersebelahan dengan ruang makan, ada 4 kamar tidur, lengkap dengan kamar mandi dalam yang lengkap dengan bak tab, serta 2 kamar untuk para asisten rumah tangga dan tukang kebun.
Dengan senyum sumringah Erlina mempersiapkan semua keperluan Erwin pagi ini, saking senangnya Erlina hingga tidak memegang handphonenya dari semalam hingga hari ini, ada beberapa pesan yang masuk dari juni, beberapa kali panggilan tak terjawab dari Juni, namun Erlina tidak mengetahuinya.
Erlina mulai mempersiapkan baju santai satu setel, dan dalaman atas bawah, "baru kaya gini, berasa pengantin baru yang mempersiapkan keperluan suaminyaπ" Erlina tersipu malu, padahal hanya membayangkan saja, namun sudah berhasil membuatnya senang seperti sekarang.
Karena Erwin masih belum bangun juga, Erlina masih menunggu dan memandangi wajah Erwin yang tertidur begitu nyamannya, dengan muka yang terlihat apa adanya, Erwin tertidur begitu saja, tidak perduli ini bukan kamarnya, namun hal tersebut tidak membuat Erwin terganggu. "Harus diakui kalau Erwin tidak setampan Juni, Juni jauh lebih menarik di hati para gadis-gadis seangkatan ku, namun bukan itu alasan aku sangat mencintaimu" Erlina mengusap kepala Erwin, dengan posisi berlutut dia memandangi Erwin, dengan tangan kanan yang menopang dagu nya.
__ADS_1
"Kak Erwin sangat spesial bagiku, bagi ku Erwin adalah seseorang yang selama ini aku percaya mampu membuatku tersenyum saat sedang terpuruk sekalipun, rasa nyaman itu lama-lama berubah jadi cinta, benih cinta tumbuh begitu saja tanpa aku sadari kak.π’" mata Erlina berkaca-kaca meratapi kebodohannya.
"Sekarang kak Erwin sudah menemukan kebahagian nya, aku akan ikut bahagia untuk kakak" Erlina menghapus air matanya, Erlina kembalikan badannya, tapi tiba-tiba terhenti.
"Maaf Erlina" Erwin memegang tangan Erlina yang mulai menjauh, berhenti mengelus kepalanya, dengan secepat kilat Erwin bangun dan memeluk Erlina.
Entah kenapa Erlina tiba-tiba menangis dengan kencang, kepedihan dalam hati yang sudah dia pendam selama ini sangatlah menyiksa hatinya, air matanya jatuh dengan deras hingga membasahi pundak Erwinto. Erlina terus menangis hingga tidak bisa bicara apa-apa, tanpa bisa berkeluh kesah, tanpa bisa protes pada Erwin.
"Maafkanlah hatiku ini Erlina, aku telah menyakitimu seperti ini" Erwin memeluknya dengan kencang, saat erwin tersadar dengan air mata Erlina yang membasahi pundaknya, entah kenapa Erwin merasakan kepedihan hati Erlina, "kenapa perasaan ini bisa aku rasakan, aku merasakan kepedihan mu Erlina, walau tanpa kamu berkata apapun padaku" lanjut Erwin dalam hati.
Erwin meneteskan air matanya, "hanya sekali, hanya sekali saja...." Erwin merasa kebingungan dengan hatinya saat ini, dia menerobos kepribadiannya yang kuat dimata umum, namun runtuh didepan kesedihan Erlina.
Erlina masih menangis dalam pelukan erwin yang sangat hangat, "rasanya sangat nyaman, pelukan yang sangat hangat, semua kepedihan dalam hatiku mulai berkurang, tenggelam dalam kehangatan ini" Erlina merasakan perasaannya merasa lebih nyaman saat ini. hatinya merasakan kehangatan kasih sayang Erwin.
"Maaf ya kak, aku membuatmu merasa bersalah, percayalah bahwa aku baik-baik saja, dan akan tetap baik-baik saja sekarang atau nanti walau tanpa kakak di samping ku"
Erwinto tersenyum dan menganggukkan kepalanya, Erwin melepas pelukannya dan mengusap air mata Erlina."πππ"
BERSAMBUNG...
__ADS_1