EE (Erlina Erwinto)

EE (Erlina Erwinto)
Bab 24 Kecupan


__ADS_3

Kedatangan Juni yang tiba-tiba ke rumah Erlina, membuat Erlina dan Juni menjadi bersitegang, Juni yang datang ke rumah Erna secara tiba-tiba itu telah menyaksikan kejadian yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya, dilihatnya Erlina dan Erwinto tidur bersama dalam mobil di kursi belakang, bagi Erlina mungkin ini adalah sebuah ketidak sengajan, bahkan bagi Erwin ini lebih tidak masuk akal lagi, karena dia tidak tahu apa yang sedang terjadi, namun bagi Juni ini adalah sesuatu yang sangat mengagetkan hatinya. peristiwa yang barusan dilihatnya hari ini tidak terprediksi.


Juni yang masih terdiam tidak berkata apa-apa dan membisu begitu saja setelah memanggil pelan nama Erlina dalam hatinya, terus dipandanginya Erlina dengan mata yang berkaca-kaca, Erwin masih terlelap dalam tidurnya belum mengerti apa yang sedang terjadi, Erlina bahkan memeluk pundak Erwin sambil memegang selimut.


Beberapa menit kemudian Pak Nam supir pribadi dari Erwin datang menghampiri Juni dan menepuk punggung kanannya dan Hal itu membuat Juni kaget dan tersadar oleh tepukan Pak Nam yang lumayan keras, Pak nam langsung menyapa ini yang berdiri melihat ke dalam mobil, setelah itu Pak Nam langsung mengambil kunci mobil yang ada di depan, pak Nam membiarkan kaca jendela tetap terbuka, pak nam tidak berani membangunkan Erwin dan Erlina yang duduk di jok belakang.


" Erlina..." Panggil Juni sangat pelan, dalam hatinya tak henti Juni terus menyebut nama Erlina, kemudian Juni pergi begitu saja meninggalkan halaman rumah Erlina, dengan perasaan yang sangat kecewa Juni pergi dengan muka tertunduk. air matanya berkaca-kaca. "Tidak seharusnya ini terjadi bukan? kenapa aku kecewa seperti ini? bukannya aku sudah tau konsekuensi nya akan seperti ini!πŸ˜“πŸ˜’πŸ˜’ bodoh sekali hati ini! Juni berjalan pulang, terus memikirkan kejadian itu disepanjang perjalanan.


Erlina dan Erwin terbangun 1 jam kemudian, mereka saling menatap satu sama lain, memandangi wajah satu sama lainnya, mata Erlina tidak berkedip saat melihat Erwinto yang duduk disebelahnya. Erwinto pun menatap balik Erlina, berkedip sangat pelan saat melihat wajah lugu Erlina.


" Erwin memang ganteng sekali, wajahnya sangat bersinar walau dengan cahaya yang redup" Erlina dalam hati.


" Kalau dilihat dari dekat seperti ini, Erlina cantik juga" mereka berdua bicara dalam hati bergiliran.


Setelah beberapa saat kemudian, Pak nam datang menuju Erwin, kemudian sopirnya mengambil nasi padang yang ada di dalam mobil.


" Tuan muda sudah bangun? sebenarnya saya mau tanya, apakah saya boleh makan duluan? "


" Oh ya pak saya yang salah, lupa tadi nyuruh bapak langsung makan kalau sudah sampai, abis pak nam nggak bangunin saya toh"


"Saya tidak enak bangunin tuan Erwin, habis lelap banget tidurnya. Maaf tuan, saya kedalam duluan" pak nam membawa semua nasi padang yang dia beli sebelum berangkat.


"Boleh aku nanya lin?"


"Mau nanya apa kak?"


"Nggak jadi dah, ayo kita makan!"


"Ya udah kalau gitu🀦🏻, ayo masuk kak!"


Mereka berdua langsung masuk ke dalam rumah, Erlina mempersilakan Erwin untuk duduk di meja makan, di sana sudah dihilangkan makanan yang sudah dibawa oleh Erwin, kemudian Erlina memanggil ayahnya yang ada di dalam kamar, mengajak ayahnya untuk ikut makan bersama, soalnya nasi padang itu adalah makanan favorit Erlina dan ayahnya.


" Tumben gak ngabarin dulu? jadi tadi ayah nggak masak sama Erina." ayah langsung duduk di meja makan.

__ADS_1


" Iya Om, tadi Saya ditelepon kakek, disuruh saya langsung ke sini!"


" Oh begitu rupanya"


" Ini tadi saya kebetulan lewat dan saya beli nasi padang kesukaan Om dan Erlina."


" Jadi ngerepotin nih! harusnya Om yang menjamu Erwin Bukan sebaliknya"


" Nggak usah sungkan Om, Om sudah saya anggap seperti ayah saya sendiri, Elina sudah saya anggap seperti adik saya, jadi Hal kecil seperti ini tidaklah merepotkan."


" Terima kasih banyak Kak nasi padang nya, enak banget, jarang-jarang lho aku sama Ayah makan nasi padang, maklumlah di desa." Elina bicara sambil menyuap makanannya.


Mereka bertiga menghabiskan makan malam tersebut tanpa ada sisa, dilanjutkannya menikmati teh yang hangat, dengan sedikit makanan pencuci mulut yaitu Strawberry yang Elin buat tadi pagi masih tersisa di taruh di dalam lemari es.


" Kamu yang buat ini dek?"


" Iya Kak habis kepingin makan cake, habis nonton jadi ngiler lihat acara di TV jadi aku langsung buatan nyari resepnya di internet"


" Lumayan berbakat juga ya, rasanya sangat enak, Sama persis dengan cake strawberry yang biasa aku beli di restoran bintang 3."


" Oh iya Erlina, ini aku sekalian ke sini sambil mau ngundang Om dan Erlina, untuk datang di acara pernikahanku"


" Kenapa repot-repot kak? kenapa enggak pakai kurir aja? kan lumayan jauh juga ke sini"


" Tadi kakek Santoso yang menyuruh aku ke sini, katanya nggak sopan kalau aku mengundang dengan kurir, kau juga sekalian besok kan hari Minggu ingin berlibur di sini, sambil jalan-jalan sama kamu Lin"


" Ternyata begitu alasannya, kak Erwin kalau ada maunya aja mau nginep, tapi nggak apalah Erlina suka"


Kalau gini jarak sudah semakin jauh antara Erlina dan Erwin, tetap saja Erlina masih menyimpan sedikit rasa untuk erwinto, besok dia bisa jalan-jalan dengan Erwin, mungkin ini akan menjadi di hari terakhir Erlina dan Erwin pergi bersama sebelum Erwin resmi menjadi milik Dinda.


Begitulah percakapan malam itu berlalu, Erlina pergi Mengantar erwinto ke ruang tamu, membantu merapikan seprai dan menyiapkan selimut untuk Erwin. dengan sangat cekatan Erlina mengerjakan semuanya dengan cepat.


" Ada lagi kak yang diperlukan?"

__ADS_1


" Boleh nggak aku minta segelas air hangat?"


" Tunggu ya Kak sekarang aku ambilkan ke dapur!"


Elina mengambilkan segelas air panas ke dapur, kemudian menggeprek sedikit jahe, sereh, dan 2 sisir lemon, Elina menyiapkan air tersebut yang dicampur ke dalam segelas air panas, alasan Erlina melakukannya karena suara Erwin terdengar sedikit serak, mungkin itu gejala mau flu.


" Ini Kak air hangat sudah aku isi jahe serai dan dua sisi lemon, tapi jangan langsung diminum soalnya airnya masih panas banget, tunggu 15 menit baru nanti diminum ya kak Erwin!"


" Makasih banyak ya Dek"


" Sama-sama ke Erwin, kalau begitu selamat beristirahat ya! Erlina balik ke kamar dulu"


Sesaat sebelum Erlina membalikkan badannya dan keluar dari ruangan, tiba-tiba saja Erwin memegang tangan kanan Erlina, Santa Erlina terkaget dibuatnya, Erlina membalikkan badannya dan melihat Erwin, dan Erwin langsung memegang kedua tangan Erlina.


" Terima kasih banyak ya Erlina! kamu perhatian banget sama aku, kemudian aku juga ingin mengucapkan terima kasih..."


" Terima kasih banyak untuk apa lagi Kak?"


" Terima kasih banyak karena bantuan mu Kakek bisa menyetujui hubunganku dan Dinda, ini adalah hal yang sangat bantu ku Erlina"


" Oh masalah itu lagi, Ya sudahlah Kak jangan dibahas lagi, Ntar juga masa lalu ya tetap masa lalu nggak bisa kita putar kembali, yang terpenting adalah bagaimana kita menjalani hari ini, Aku juga mau terlalu mencemaskan masa depanku"


" Sekali lagi terima kasih banyak ya Erlina adikku" Erwin memeluk Erlina dengan sangat Tulus, kemudian Erlin mengecup kening Erlina, memperlakukannya seperti adik sendiri.


Muka Erlina memerah, ini hal yang tidak seharusnya dilakukan oleh Erwin padanya, kalau memang tidak suka Kenapa Erwin memperlakukan Erlina dengan sangat lembut dan penuh dengan kasih sayang? bagaimanapun juga Erlina lebih nyaman dianggap sebagai temannya, jika memang Erwin tidak menyukainya Jangan jadikan Erlina seperti adik sendiri, dan itulah yang Erlina rasakan sekarang.


" Kalau begitu Erlina balik dulu kak"


" Selamat malam Erlina, mimpi indah ya!"


Terus Erlina meninggalkan kamar Erwin tanpa membalas ucapan Terima kasih dari Erwin, dan Erlina langsung menuju kamarnya, sebelum tidur Erlina mengambil surat undangan yang baru saja Erwin berikan pada saat makan malam, dilihatnya halaman satu persatu.


Erlina memandangi foto pra-wedding erwin dan Dinda, nampak sangat serasi dan pas banget kalau dipasangkan sebagai suami istri, dinda terlihat sangat dewasa jika dibandingkan dengan dirinya. Dinda memiliki sesuatu yang unik dan istimewa yang dapat menarik hati Erwin untuk terus tertuju padanya.

__ADS_1


"Kalau dilihat sebenarnya aku juga gak kalah cantik dengan Dinda, namun kalau dilihat dari sudut yang lain mungkin itu yang menjadi pertimbangan Erwin lebih mencintai Dinda dari aku, tapi apa alasannya hanya Erwin yang mengetahuinya. Andai aku tahu, aku akan berusaha lebih keras tentunya." Erlina berpikir sangat keras dan meniup poni rambutnya.


BERSAMBUNG...


__ADS_2