EE (Erlina Erwinto)

EE (Erlina Erwinto)
Bab 38 Erlina Jatuh Pingsan


__ADS_3

Ujian hari terakhir, Erlina bisa sedikit bersantai, pagi ini muka Erlina sedikit pucat, Anita memperhatikan wajah Erlina yang terlihat kurang darah tersebut.


"Kamu lagi sakit dik?" tanya anita sambil mengambilkan nasi untuk Erlina.


"Cuma lemes aja kak, hari ini hari ke 2 aku menstruasi kak, lagi deresnya keluar, perut juga agak mules, makanya lemes banget." πŸ˜₯πŸ˜₯


"Nanti kakak ambilkan obat pereda nyeri ya! biar bagaimanapun ini kan hari terakhir ujian nasional, kamu harus tetap fokus kan?"


"Terimakasih banyak kak Anita"


" Iya dik, gak perlu sungkan, biar bagaimanapun kamu kan sudah seperti adik kandungku."


" Ow ya kak anita, ngomong-ngomong kak Nanda dimana? kok dari kemarin malam gak ada liat aku ya? apa dia gak pulang semalam?"


" Kemarin dia sibuk banget soalnya, ada 3 operasi mendadak, dia kemalaman selesai Kerjanya, jadinya aku suruh nggak usah pulang, lagi pula hari ini dia ada kerjaan sama Erwin di desa ini"


"Kerjaan apa kak? kelihatannya seru😁"


"Biasalah masalah penyuluhan kesehatan untuk warga setempat, sekalian pendanaan beasiswa untuk mereka yang kurang mampu, jadi rencananya akan dibiayai untuk SD, SMP, SMA yang ada di desa ini" Anita berbicara sambil menikmati makan paginya.


"Ow gitu ya! pantas aja kemarin di kasih pengumuman oleh pihak sekolah, akan diadakan penyuluhan kesehatan setelah ujian Berakhir."


"Mungkin dimulai dari sekolahmu dulu Lin! kan penyuluhan kesehatan penting juga untuk mereka yang masih kurang paham pentingnya menjaga kesehatan tubuh" Anita kemudian mengambilkan obat pereda nyeri untuk Erlina, "Ini obatnya dik, nanti kalau masih sakit bisa diminum setelah 2 jam, tapi efek sampingnya emang sedikit mengantuk"


" Terimakasih banyak ya kak Anita, aku berangkat ke sekolah dulu!" Erlina berpamitan, dan langsung keluar mengambil sepedanya, Erlina berangkat menggunakan sepedanya.

__ADS_1


Di sepanjang perjalanan artinya sudah tidak merasakan perutnya sakit lagi, obat yang diberikan oleh wanita yaitu obat pereda nyeri sangat manjur untuk masalah yang sedang dialami oleh Erlina, " ternyata ampuh juga obat yang Kak Anita kasih, sekarang perutku terlalu mules lagi"


Erlina Akhirnya sampai ke sekolah, dia memarkir sepeda di tempat biasa dia memarkir sepedanya, terlihat dua sepeda milik Mia dan Juni sudah di sana lebih dulu dari nya, ternyata Mia dan Juni sudah sampai lebih awal.


" Biasanya kita bertiga selalu berangkat bersama, karena masalah kemarin jadi renggang kayak gini, bukan hanya Mia yang diam, Juni juga ikutan diam, apa habis ujian aku datangin Juni ya? ternyata lebih enak kita teman aja daripada pacaran akhirnya malah marahan kayak gini,πŸ˜“πŸ˜“"


Erlina merasa sangat sedih hari ini jika mengingat hari yang indah sebelumnya bersama sahabatnya Mia dan Juni, tapi sekarang mereka berdua sudah marah berat pada Erlina, Entah kenapa Elina jadi serba salah kalau mengingatnya, memang benar kata banyak orang, sulit kalau belum bisa profesional memisahkan antara hubungan percintaan dan persahabatan.


" Aduh...Ngapain juga mikir itu males banget deh, mending Hari ini aku selesaiin dulu deh ujiannya lebih tenang dikit."


Erlina berjalan menuju kelas, bel masuk sekolah belum juga berbunyi, waktu masih menunjukkan pukul 7 pagi, dan ujian berikutnya dimulai jam 7.30. sambil menunggu Erlina mengambil handphonenya menulis pesan untuk Mia.


* Mia jangan marah lama-lama dong, kita kan sahabatan udah dari kecil, masa karena kesalahpahaman kayak gini kita jadi diam-diaman kayak sekarang, aku minta maaf sama kamu Mia! Biar bagaimanapun aku juga sih yang salah, harusnya aku katakan dari awal kalau aku sama Juni udah jadian. tapi kalau memang hubungan aku sama Juni bikin persahabatan kita retak kayak sekarang, mending aku sama Juni putus aja, Aku mau kita kayak dulu lagi.


* Juni Kenapa kamu diemin aku terus, Aku juga nggak tahu salah aku apa kalau kamu enggak jelasin, ada hal yang ingin aku bicarakan Juni, Mia udah tahu tentang hubungan kita berdua, dan Mia pun marah sama aku karena aku nggak jujur sama dia bahwa kita berdua udah jadian, Sebenarnya sih aku udah berusaha buat suka ama kamu Juni, tapi entah kenapa aku masih belum bisa melupakan Erwin dari hati aku, aku udah berusaha membuka hati aku, tapi walaupun perkataan Jujur aku bikin kamu sakit hati sekarang, Kayaknya aku enggak bisa deh lanjutin hubungan kita! Aku mau kita temenan jadi sahabat kayak dulu sama Mia sama kamu kita bertiga. Aku harap kamu ngerti dunia mulai sekarang mending kita sahabatan aja! sekali lagi aku minta maaf Juni.


Mia dan Juni masih belajar untuk ujian akhir, Jadi mereka menaruh handphone di dalam tas yang ditaruh di depan kelas, jadi Mia dan Juni belum melihat pesan yang Erlina kirimkan kepada mereka berdua.


Karena efek obat tersebut erlina merasa sedikit mengantuk, tapi dia masih bisa menjawab ujiannya dengan cepat, pukul 9 Erlina sudah menyelesaikan ujian pertamanya, karena pereda nyeri yang dirasakan oleh ke Anita dosisnya sangat kecil jadi perut Erlina terasa mulas kembali.


Erlina mengumpulkan kertas ujiannya, kemudian meninggalkan ruangan ujian, karena hujan berikutnya dimulai lagi jam 10, Erlina memutuskan untuk beristirahat di ruang UKS, Erlina Menyetel alarm pukul jam 10, Erlina tidur di ruang UKS tersebut.


" Aduh nyeri banget rasanya perutku! kalau minum obat itu lagi nanti ngantuknya malah tambah berat, ujian akhir ini kan yang paling sulit jadi aku butuh konsentrasi, kalau ngantuk nggak bisa fokus sama ujiannya, mending aku tiduran dulu, Siapa tahu kalau nanti aku bangun sakit perutnya udah sedikit hilang" Erlina kemudian merebahkan tubuhnya di kasur yang ada di ruang UKS.


Alarm Erlina berbunyi, bersamaan dengan bunyi bel untuk memulai ujian akhir, Erina masih merasa perutnya sakit, bukannya tambah redah tapi malah makin mules.

__ADS_1


"πŸ˜₯πŸ˜₯😫 Aduh kalau sakit gini perutnya jadi nggak fokus, tapi kalau minum obat Nanti aku malah tambah ngantuk karena dosisnya ditambah, Aduh Hari ini aku jadi bad mood." Erlina duduk di pinggiran tempat tidur, Memegang perutnya yang masih mules karena menstruasi.


Erlina langsung menuju kelas dan duduk di bangkunya, kemudian sebelum memulai ujian Juni menghampirinya, mengatakan ingin bicara setelah ujian selesai, jadi Juni berharap Erlina mau menunggunya.


" Erlina habis ujian nanti ada yang mau aku omongin sama kamu, Jadi kamu jangan langsung pulang! lagipula hari ini kan kita ada penyuluhan di ruang aula, jadi kamu bisa nunggu aku di sana juga" Juni meminta pada Erlina untuk menunggunya.


Kemudian setelah Juni menemui Erlina, Mia juga datang ke bangku Elina dan mengatakan sesuatu padanya.


" Erlina ada yang mau aku omongin nanti habis ujian, Aku mau kita ketemu di ruang aula aja" Mia bicara dengan singkat dan jelas tanpa basa-basi lagi.


" Ini kayaknya balasan dari pesan yang aku kirim tadi deh, harusnya mereka bisa jawab-jawab pesan juga, tapi kalau dipikir-pikir kelihatan nggak sopan ya hal penting diomongin lewat pesan singkat." Erlina memikirkan masalah tersebut.


" Aduh Pengennya sih ketemu mereka di ruang aula, tapi perut aku mules banget, rasanya udah nggak kuat banget."


Setelah kertas ulangan dibagikan, Elina mengerjakan ujian tersebut dengan sangat cepat secepat-cepatnya, karena ujian akhir adalah mata pelajaran yang disukai oleh Juni dan Mia, Jadi mereka juga menyelesaikannya dengan sangat cepat secepat Erlina. Juni dan Mia menyusul Erlina 5 menit kemudian, Elina masih berjalan menuju ruang aula. Akhirnya Juni Elina Dania berbicara, namun Juni dan Mia tidak memberi kesempatan untuk Erlina bicara sedikit pun.


" Aku pusing banget, Kenapa suara mereka berdua tidak begitu jelas ya?" Erlina mengeluh dalam hatinya, Juni dan Nia yang mengoceh padanya, Tidaklah terlalu jelas apa yang mereka katakan bagian Erlina.


" Kok langit berasa mau runtuh ya? aduh perutku sakit banget, aku juga pusing😭😫😫"


Akhirnya Erlina pun jatuh pingsan, Juni dan Mia kaget dibuatnya. mereka bingung kenapa Erlina tiba-tiba jatuh pingsan, dari arah yang berjauhan tiba-tiba datang seorang lelaki menghampiri Erlina dan membawanya dengan cepat ke ruang UKS.


Erlina masih tidak sadarkan diri setelah 1 jam berlalu, lelaki yang menggendong Erlina ke ruang UKS terus saja memegangi tangan Erlina dan mengusapnya dengan minyak angin agar tangannya lebih hangat, disana juga terlihat Mia yang sangat khawatir dan Juni yang duduk sedikit jauh dari Erlina namun tetap berada di ruang UKS. Tidak biasanya Erlina jatuh pingsan seperti hari ini, mungkin karena beberapa hari ini dia merasa sangat stress dengan masalah ujian, masalah dengan Mia, masalah dengan Juni, hingga membuat Menstruasi keluar lebih deras dibanding bulan-bulan sebelumnya.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2