EE (Erlina Erwinto)

EE (Erlina Erwinto)
Bab 47 H-3 Menuju Pelaminan


__ADS_3

Tinggal menghitung hari menuju Pelaminan, Erwinto sangat gugup dibuatnya, makin kesini makin banyak persiapan yang harus segera diselesaikan, dari hal-hal paling kecil sampai yang paling penting harus dipersiapkan dengan sekarang mungkin.


Erlina dan Melina ikut sibuk dibuatnya, membantu Erwinto menulis setiap nama dalam kartu undangan, hanya ini yang dapat mereka bantu untuk meringankan sedikit ketegangan yang kini Erwinto rasakan.


"Biar aku saja kak yang bantuin, Erlina juga bisa bantuin yang lain, kakak tinggal suruh saja kami berdua" adik Erwinto menawarkan bantuannya.


Disisi lain Erlina asik menyaksikan Erwinto sangat sibuk dengan pekerjaannya, memeriksa dekorasi yang telah dipasang, rumah yang sangat besar dengan dekorasi bunga yang banyak pula, keluarga Erwinto memutuskan untuk menggelar pesta pernikahan di rumah saja, memang sich agak ribet, tapi alhasil hal tersebut tidak mengurungkan niat mereka untuk melakukan semua hal tersebut.


"Lin.... " Erwinto menepuk salah satu pundak Erlina.


"A..... ya kak!" jawab Erlina kaget dibuatnya.


"Bagus gak Lin? nanti kalau kamu menikah, aku akan senantiasa membantumu, kamu mau pesta pernikahan yang megah, aku akan mewujudkannya🤗"


"Sepertinya hal itu tidak akan bisa terwujud, bersama setiap bunga segar yang terpasang disini, kelopaknya akan rontok bersamaan dengan selesainya acara ini, seperti itulah mimpiku ikut pupus bersama acara ini" Erlina hanya bisa mencurahkan keputusasannya dalam hati.


"Bener ya! aku anggap ini hutang lo😋" jawabnya Erlina sok kuat.


"Tentu saja, kamu bisa pegang Janjiku!"" Erwinto melanjutkan pekerjaannya.


Disisi lain Melina sangat sedih dibuatnya, menyaksikan ketegaran Erlina menghantar orang yang dia sangat cintai menuju pelaminan bersama wanita lain. Setelah mengetahui semua ceritanya dari kakek tentang perasaan Erlina kepada kakaknya, tentu itu tidak terlalu mengejutkannya, karena Ia tau pasti bagaimana perasaan Erlina kepada Erwinto, dilihat dari cara Erlina memperlakukannya.


"Pasti sangat berat kan Lin? Ini adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari! ada beberapa hal yang kita impikan, tapi tidak bisa kita usahakan, segalanya yang tidak menjadi milik kita, tidak akan pernah jadi milik kita, segalanya yang bukan milik orang lain tidak akan jadi milik orang lain" Melinda hanya berpendapat dalam hatinya saja.

__ADS_1


"😋 Ayo ngelamunin siapa?" tanya Erlina.


"Nggak kok, aku cuma lagi mikir aja, kenapa gak sewa tempat d hotel aja? kan ribet bikin acara di rumah, belum lagi nanti harus beres-beres abis acara" Melinda mengeluh, dan membicarakan hal yang tidak dia pikirkan barusan.


"Bukannya bagus di adakan di rumah, kan irit biaya🤣!


"Bukanya irit biaya Lin, ini mah pelit namanya"


"😅😂😂🤣" akhirnya mereka berdua tertawa bersama memikirkan kekonyolan yang mereka utarakan.


" Makan dulu yuk. ini sudah jam 1 siang, aku lapar banget" Ajak Erlina.


"Ya juga sih, sibuk seharian kerja jadi lupa waktu, sana gih ajakin kakak gabung juga!"


"Alay banget kamu Lin, kaya siapa aja, gih sana panggil kakak ikut gabung!" sangat memaksa.


"Ya udah, kamu duluan dah, entar aku sama Erwinto nyusul."


Tidak mudah mengajak Erwinto untuk ikut bergabung, kebiasaanya sangatlah Buruk, selalu ingin mengerjakan sesuatu dengan sangat cepat, dan dia kadang enggal meninggalkan pekerjaannya sebelum benar-benar kelar, sampai-sampai lupa waktu.


"Ayo makan siang dulu kak, sudah ditungguin di meja makan!" Ajak Erlina menyela ditengah-tengah kesibukan Erwinto.


"Nanggung nih, dikit lagi kelar."

__ADS_1


"Emang kerjaan yang harus dikeluarin ini aja?


nanggung apaan? nanti kalau sakit gimana, udah tahu punya sakit maag!"


"Wah kalau begini bakalan ribet nih, oke deh buk bos, aku ikut makan😊 makasih ya sudah diingetin!"


"Kalah gini kan enak toh,😊" Erlina sudah lega.


Lauk hari ini sangat banyak, soalnya tadi tempat catering sekalian bawa sample menu, jadi minta di oder dikit untuk makan para kru persiapan hari ini.


"Makanannya enak-enak banget, rindu banget masakan rumahan seperti ini, ada nasi lemak, wah pulen banget" 🤤lauknya terlihat menggoda dimata Melina, dia sangat merindukan masakan rumahan, dan Nasi.


"Siapa suruh betah lama-lama tinggal diluar, paling ketemunya roti terus 😋" Erwinto meledek adiknya yang baru bisa merasakan rumahan.


"Tapi enak loh bisa belajar mandiri dari muda, ayo makan yang banyak Mel! mau aku ambilin lagi lauknya?" tanya Erlina.


" Ngak... ngak ... ngak boleh kalap, nanti kan bisa tambah lagi, ini aja udah cukup untuk pagi ini kok"


Mereka bertiga sangat menikmati makanan yang di hidangkan, saling berbagi pengalaman masing-masing. Mereka tidak sedetikpun melewatkan moment bahagia ini.


"Jangan lupa nanti siapin kopi untuk para kru hari ini ya!" Erlina dipinta untuk membantu.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2