
Pagi ini Erlina terbangun lebih cepat dari Erwinto, dengan Tubuh yang masih telanjang dan hanya mengenakan selimut putih yang tebal, Erlina tidak henti-hentinya memandangi erwinto. Villa yang full dengan kaca memperlihatkan pemandangan indah di luar, sepanjang malam mereka tidur dengan gorden terbuka, hingga di pagi hari cahaya matahari bisa masuk kedalam.
Erlina terus saja memandangi erwinto suaminya, sambil mengelus rambutnya yang sangat lebat, dengan model rambut yang agak panjang, erwinto masih terlihat sangat rapi.
"😍semoga kita bisa menua bersama sayang☺" erlina berharap bisa menua bersama erwinto, dalam suka maupun suka, ingin selalu didekatnya.
Dari jendela kamar terlihat beberapa daun berguguran di luaran, nampak halaman rumah kotor karena dedaunan yang mulai mengering, Erlina meninggalkan kamar dan berjalan keluar halaman mengenakan kemeja putih milik Erwinto, dengan satu gelas teh hijau yang tawar dan masih agak hangat dia menikmati tehnya sembari memandangi sungai yang terlihat sangat tenang.
"Andai bisa menetao disini, nampak nya sangat damai rasa hati ini" ucapnya spontan.
Erwinto nampak sudah bangun rupanya, dengan pakaian yang masih belum dikenakkan, dengan selimut yang menutupi Tubuhnya, dari dalam kamar dia bisa melihat erlina yang sedang berdiri di luar halaman, memandang menghadap sungai, rambutnya yang sudah mulai panjang sebahu dan terurai di pagi ini, nampak tertiup angin yang lewat, dia terlihat sangat cantik dari kejauhan.
"Nampaknya hatiku sudah mulai bisa mencintai Erlina, berlahan aku sudah tidak mengingat Dinda lagi, Aku mencintaimu Erlina" erwinto secara spontan mengatakan kata itu saat melihat erlina yang semakin dewasa dimatanya.
Mereka menghabiskan malam yang sangat panjang dan romantis, benih-benih cinta mulai tumbuh dihati mereka berdua seiring dengan banyaknya malam yang mulai mereka habiskan berdua. Kegigihan erlina selama ini ternyata berbuah sangat manis, 2 minggu yang membosankan selama ini terbayarkan dengan honeymoon 2 hari satu malam di villa, hari ini mereka sudah harus balik ke negara ss.
Erlina bersiap-siap untuk pergi ke bandara, dia mengemasi barangnya yang tidak terlalu banyak, karena sebagian sudah di siapkan oleh asistennya, dan akan dibawa ke bandara dari villa keluarga yang dia tempati selama 2 minggu terakhir.
"Baru memikirkan nya saja aku sudah mualai mual kak!" erlina mengeluh.
"kenapa? kami gak enak badan? atau kita tunda aja keberangkatannya" erwinto sangat khawatir, setiap kali naik pesawat lama, selalu saja erlina mengalami mabuk Udara.
"Nggak usah lah, emang sering seperti ini kan? kali ini aku tidak akan tumbang😋"
__ADS_1
"semangat Erlina sayang, kamu pasti bisa! ayo kita sarapan dulu sebelum berangkat, aku sudah minta penjaga villa untuk masakin omlet"
"🤤🤤kayanya enak tuh! ayo kak kita maem! " erlina menggandeng lengan suaminya.
Sudah terlihat beberapa hidangan diatas meja, buah apel, pisang, 2 gelas susu, beberapa Roti, dan omlet gulung yang besar. "Lin.... " panggil Erwinto memulai percakapan sebelum makan.
"ya kak, kenapa? "
"Nanti kalau sudah sampai rumah, kita jalan-jalan ke Desa yuk! aku pingin nginep di rumahmu disana, mungpung kakek ngasi extra libur 1 minggu karena ku sudah menyelesaikan beberapa urusan disini."
"Tumben banget! biasanya gak betah lama-lama di desa!"
"lagi pingin aja aku Lin, kamu nggak keberatan kan?"
"Ngomong-ngomong kamu masih inget nggak sama penjual rujak yang ada ditaman kota?"
"iya dong, itu kan Rujak favoritnya aku, makanan terenak persi aku itu kak! "
"Tiba-tiba kepikiran itu terus semalaman, pingin makan itu! mikirinnya aja aku jadi ngiler!"
"ya nanti kita singgah kesana pas pulang dari bandara, toh juga tempatnya gak jauh kok, kaya lagi ngidam aja kakak ini"
"Masak sih? abisnya waktu itu siapa yang ngasih aku nyicip makanan disana?" tanya erwinto.
__ADS_1
"Aku ya🤔🤔🤔, 😋ya deh aku pelakunya" Erlina mencicipi omletnya setelah menghabiskan roti tawar nya, "😝😅kok omletnya asin banget ya kak!"
"ngak kok, punyaku nggak ada masalah, apa mungkin ini di buatnya terpisah ya? sini biar aku cicipi punyamu! " erwinto mencoba sesuap. ''😆enak kok, malah lebih enak dari punyaku, kalau kamu mau coba kita tukar aja!"
"😝😝rasanya aneh banget! punya kakak asin dan manisnya berasa pekat di lidah aku, nggak apalah aku makan pisang sama apel aja dah buat sarapan!"
Setelah selesai menikmati makanannya, erlina dan erwinto bersiap-siap untuk ke bandara, kali ini bukan pak Nam yang mengantar, karena Pak Nam sudah balik duluan kemarin malamnya, ikut penerbangan di malam hari.
Disepanjang perjalan erlina merasa sangat tidak nyaman dengan perjalanannya, dia merasa sangat tidak enak badan, kali ini dia mengalami mabuk perjalanan darat juga.
"😅sekarang aku bahkan mengalami mabuk darat juga, perut berasa dikocok, enek banget rasanya, 😥"
"itu karena pikirannya terpengaruh akan melakukan penerbangan yang lama! kalau emang lagi nggak enak badan mending kita tunda aja gimana?"
"nggak mau, aku sudah kangen banget sama orang-orang dirumah, mau ditunda sampai kapanpun, bakal endingnya sama, mabuk udara"
"ya sudah, nanti sampai rumah kita langsung ke dokter saja periksa, apakah ada obat untuk terapi seperti ini! "
"ide bagus itu, soalnya bukan sekali aja nanti aku bakal nemenin kakak ke luar negeri seperti hari ini, nanti pasti akan lebih sering lagi😁"
"😅emng mau ikut Terus-terusan nih? 🤔🤔🤔"
"ya dong😋"
__ADS_1
BERSAMBUNG...