
Pagi datang begitu cepat hari ini, minggu ini akan terasa sangat berbeda, akan sangat panjang rasanya, pagi ini mama Liliana membangunkan Erlina jam 6.30, dia datang ke kamar Erlina dan mengajaknya untuk ikut piknik di taman dekat sungai, yang berada tidak jauh dari rumahnya.
"Erlina ayo kita siap-siap untuk piknik!"
"Mau piknik dimana buk?"
"Di pinggir sungai, kemarin waktu mau kesini, mama lihat di deket sungai sudah ada taman nya, keliatannya menyenangkan banget kalau kita pergi ke sana."
" Ya buk, baru 2 tahun yang lalu taman itu dibuat oleh warga desa SK, katanya buat rekreasi."
"Kalau gitu kamu siap-siap sana, mama tunggu di luar"
"Nanti Erlina nyusul aja ya buk, soalnya hari ini Erlina harus mengumpulkan tugas ke sekolah, nanti habis pulang sekolah Erlina langsung nyusul"
"Oh.. begitu rupanya, nanti kamu langsung aja ya nyusul ke taman ya, rencananya kami mau menghabiskan waktu di sana sampai siang, ingin menghilangkan penat" mama Liliana langsung pergi meninggalkan kamar Erlina.
Jam 07.00 PAGI, Juni datang ke rumah Erlina, Erlina bergegas keluar setelah merapikan semua PR yang siap dikumpul hari ini ke sekolah. Mereka pergi sangat pagi-pagi untuk segera mengumpul PR yang telah selesai mereka kerjakan, kemudian Juni Permadi dan Erlina pergi menjemput Mia untuk pergi bersama-sama.
" Erlina... " Panggil Juni Permadi memanggil Erlina.
" Ayo juni kita berangkat sekarang, sekalian kita jemput Mia di rumahnya" sahut Erlina.
"Mia mia... mia kamu ada di rumah enggak?" Panggil Juni dari luar pagar rumah Mia.
Setelah selesai mengumpul tugas Erlina, Mia Permatasari, dan Juni Juni Permadi balik lagi untuk segera pulang di perjalanan mereka singgah ke taman dekat sungai karena hari ini minggu terlihat ada penduduk setempat yang berjualan makanan dan minuman di pinggiran sungai. Juni Permadi mengajak mia dan erlina untuk singgah sebentar menikmati cuaca yang sangat cerah hari ini.
Sekarang jam menunjukkan pukul 8.30 pagi terlihat di sisi lain sungai telah banyak anak-anak remaja yang sedang menikmati suasana sungai yang sangat menyejukkan hati. "Nyamannya....☺" Erlina merebahkan tubuhnya di Hamparan rumput yang hijau dan tebal, pohon di sekitar memberi tambahan oksigen yang menyegarkan.
__ADS_1
Seketika Erlina teringat dengan janjinya kepada Mama Liliana tadi pagi, Erlina lupa kalau hari ini dia akan pergi berpiknik bersama dan Erlina berjanji akan menyusul ke taman dekat sungai Setelah dia pulang dari mengumpulkan tugas sekolah, seketika itu juga Erlina langsung terbangun, dan Erlina duduk melihat sungai yang ada di depannya. " Oh iya ya. Kok aku bisa lupa kalau hari ini aku mau langsung nyusul ke taman, tapi aku udah di taman sekarang, tapi mereka ada dimana ya? kok nggak ada kelihatan mereka ada di mana"
" Erlina " tegur Mia yang duduk di sebelahnya," kok di sebelah kanan di ujung Taman aku lihat ada Ayahmu di sana, tapi ayahmu dengan siapa ya rame-rame banget kelihatannya?"
" Di sana mereka rupanya, ayo Mia kita susul mereka ke sana! Juni kamu di sini dulu ya tungguin pesanan pisang goreng ku, nanti kamu susul aku ya, aku mau ke ujung Taman disebelah kanan sana, ayahku ada di sana"
" siap bos, nanti aku nyusul ke sana, kamu mau dibelikan apa lagi biar sekalian?" Juni Permadi menawari Mia jikalau ada tambahan pesanan lagi.
Erlina dan Mia Permatasari berjalan menuju Ujung taman untuk menemui ayahnya, di sana terlihat ada Ayah Eka, Mama Liliana, Papa Dito, kakek Santoso. tapi erwinto tidak kelihatan. Elina mencari-cari keberadaan Erwinto, Erlina tidak menanyakan kepada mereka yang ada di sana, Di manakah Erwinto Kok tidak kelihatan.
" Kamu lagi nyari siapa Erlina? "tanya Mia Permatasari.
" Enggak kok aku nggak nyari siapa-siapa," jawab Erlina, " Bisa-bisanya Erwinto nggak datang di acara piknik bersama ini, Walaupun dia menolak Perjodohan kita, seharusnya Erwinto jangan berubah seperti ini, bukannya kita masih bisa berteman seperti dulu" lanjut Elina mengeluh dalam hati.
Setelah menunggu 15 menit, akhirnya Juni menyusul dan ikut bergabung dalam piknik keluarga, dia membawa pesanan pisang goreng kesukaan Erlina "ini dia Lin, pesanan pisang goreng mu sudah aku bawakan, ayo makan selagi masih panas!" suruh Juni.
"Oh iya Bu, perkenalkan mereka berdua adalah sahabat karibku dari di bangku SD dulu, ini perkenalkan namanya Juni Permadi, dan yang cantik ini namanya Mia Permatasari. " Erlina memperkenalkan kedua temannya kepada keluarga besar Erwinto.
" Ayo Juni dan Mia kita barbeque-an sama-sama! " ajak Mama Liliana.
" Nggak apa nih tante, kita ikutan gabung di sini, nanti malah ganggu acara keluarga lagi? " tanya Mia. "Iya tante, nggak enak nanti kita malah ganggu " jawab Juni Permadi bergiliran."kok kalian sungkan gitu sih tanya-tanya biasanya juga seneng diajak piknik bareng Ayah Eka. Ayolah Mia, Ayolah Juni! aku tambah seneng kalau kalian bisa gabung bareng kita. "
mereka semua menikmati acara barbeque-an bersama, terlihat ayah dan papa menikmati acara ini, tidak hanya itu kakek Santoso juga ikut membantu Erlina menyiapkan piring untuk mereka gunakan makan bersama, di tengah-tengah persiapan Elina dan kakek Santoso terlihat tertawa bersama karena Elina mengajaknya main tebak-tebakan, di sisi lain Mama di Liana dan Juni serta Mia memotong-motong buah untuk makanan pencuci mulut, Juni dan ia bertanya pada Mama Liliana, Siapakah Gerangan Dirinya, Apakah mereka ada hubungan dengan keluarga Erlina.
" Maaf tante, Kalau boleh tahu tante ini masih kerabatnya Erlina ya?"tanya Juni. belum sempat mamalia menjawab Mia juga ikutan bertanya."Kok saya belum pernah melihat tante dan keluarga tante sebelumnya, namun kalian terlihat sangat akrab. Maaf ya Tante aku Soalnya penasaran banget, soalnya nya Erlina tidak pernah mau terbuka dan membicarakan masalah pribadinya, padahal kita sudah bersahabat dari kecil. "
" Bagaimana yang menjelaskannya nya, Soalnya kalau diceritakan kami tidak ada hubungan darah dengan keluarga Erlina, namun ingin sekali menyalin hubungan silaturahmi lewat sebuah ikatan" jawaban Mama Liana membuat Juni dan Mia kebingungan.
__ADS_1
" Maksudnya apa ya tante?" Juni kembali bertanya.
saat ingin kembali menjawab Mama Liana teralihkan oleh sebuah kejadian di sebelah kanannya. di sana terlihat erwinto yang baru saja datang yang menyusul untuk ikut piknik bersama, saat erwinto datang Erlina tidak melihatnya, Erwinto menutup Mata Erlina.
" Siapa sih ini usil banget?" Erlina berusaha melepas tangan lelaki itu, "Tapi kalau dicium dari bau parfum nya, tidak salah lagi, ini pasti kak Erwinto" analisis Erlina dalam benaknya.
" Ayo tebak siapa itu?" tanya Mama Liliana.
"Padahal Lagi nggak pengen bercanda, Siapa sih ini usil banget?" mereka yang ada di dekat Erlina hanya tertawa.
"Ayo Line tebak siapa itu." sahut Mia dari kejauhan.
" Juni lepas denganmu aku lagi nggak pengen pacaran Ani aku lagi sibuk!" jawab Elina yang tidak ingin erwinto menjadi ke-gr-an.
Seketika itu pula erwinto melepaskan tangannya, terasa ada perasaan yang tidak puas dalam hatinya. biasanya Erlina bisa menebak dengan benar, namun kali ini tembakannya meleset, kenyataan ini sungguh bisa membuat Erwin itu menjadi sangat kecewa."kenapa Rasanya janggal gini ya? harusnya aku senang kalau Erlina sudah bisa melupakan perasaannya, tapi kenapa Serasa ada yang hilang?" gumam erwinto dalam hatinya.
"Kakak rupanya, " Erlina menyembunyikan perasaannya, "Sekarang aku harus bersikap lebih dewasa, agar Kak erwinto tidak merasa bersalah karena telah mengambil keputusan yang seperti itu, Maafkan Erlina ke Erwin, Erlina harus berbohong bahwa Erlina tidak bisa mengenali Kakak lagi" dalam hati Erlina merasa sangat sedih.
"Aduh ganteng banget, kok kamu punya kakak seganteng ini nggak pernah kamu kenalin ke kita?"tanya Mia.
"Habis nggak sempet mulu setiap kali dia datang ke sini kalian malah Pada liburan ke luar kota semua, jadi nggak pernah ketemu deh, Gimana bisa aku memperkenalkannya ada-ada aja kamu Mia.."
"kalau begitu sekarang bisa diperkenalkan dengan kita." tanya Juni Permadi.
Erlina hanya tersenyum melihat tingkah konyol kedua sahabatnya, dan kemudian Erlina memperkenalkan Erwin Santoso kepada Juni dan Mia yang ada di sana. Setelah itu mereka melanjutkan makan siang bersama, dengan beralaskan tikar yang sangat tipis makanan disajikan diatas meja lipat dan mereka duduk melingkar sembari menikmati semua hidangan yang telah mereka siapkan bersama sedari pagi. Semuanya nampak sangat akrab termasuk Mia dan Juni sudah mulai akrab dengan keluarga kakek Santoso. Minggu ini akan selalu terkenang di hati semua orang yang ikut bergabung dalam piknik ini, tidak pernah sebelumnya ada hari Minggu yang ceria seperti saat ini, mereka menikmatinya dan setelah menyelesaikan makan siang acara ditutup dengan foto bersama.
BERSAMBUNG...
__ADS_1