EE (Erlina Erwinto)

EE (Erlina Erwinto)
bab 51 Kehebohan


__ADS_3

souvenir pernikahan telah diselesaikan hari ini, pagi-pagi yang sibuk memenuhi rumah Erwin, kakek yang datang untuk melihat souvenir pernikahan yang terpajang di urutan paling depan melihat souvenir yang bertuliskan nama Erlina & Erwin. Dan binder yang terpasang poto Erlina dan Erwinto.


"Lelucon macam apakah ini?" dia terlihat agak emosian, di tengah-tengah tamu yang mulai berdatangan, kakek menyembunyikan kemarahannya.


Di antrian tamu yang mulai berdatangan, terlihat ayah erlina, Nanda dan istrinya datang, mereka juga sangat kaget saat datang. "kok bisa seperti ini?" Nanda dan istrinya sangat kaget dan bicara didalam hati.


"Apa yang telah terjadi pak? " tanya ayah Erlina pada kakek.


"saya juga belum mendapat penjelasan atas peristiwa ini, baru saja saya ingin menemui mereka berdua"


Akhirnya mereka menuju kamar rias pengantin, terlihat Erwin dan Erlina yang sudah selesai berhias dengan gaun pengantin yang sangat indah, begitu cantik pakaian yang mereka kenakkan.


Nanda menjadi sangat marah melihat Erlina yang harus menikah dengan cara yang seperti ini, bisa-bisa nya mereka bermain sejauh ini, pernikahan bukanlah hal yang sepele, pernikahan adalah peristiwa sakral yang menyatukan 2 belah keluarga didalamnya.

__ADS_1


"Erlina, " panggil ayah, "apa yang kalian lakukan ini bukan main-main loh! "


" Kami butuh penjelasan!" perintah kakek pada Erwin.


"Erwin minta jangan ada satu orangpun yang menyalahkan erlina! Erwin yang meminta erlina untuk menikah dengan Erwin hari ini!"


tanpa segan-segan, kakek langsung menampar muka Erwin, "sudah cukup rasa sakit yang telah kamu buat pada erlina selama ini, bagaimana bisa kamu mau mempermainkan hatinya lagi?" semua orang yang ada diruangan terdiam dibuatnya.


Seketika erlina langsung memeluk Erwin yang usai ditampar oleh kakek, "Erlina sangat mencintai kak Erwin, erlina tidak takut untuk merasakan sakit berkali-kalu asalkan bersama kak Erwin, erlina mohon tolong restui kami berdua kakek, erlina juga meminta hal yang sama pada ayah, dan kak Nanda, biarkan erlina berjalan dijalan ini sekarang, erlina mohon!" erlina sangat terisak oleh peristiwa yang baru saja terjadi.


"Terima kasih banyak ayah, ayah memang satu-satunya orang yang mengerti perasaan erlina,ayah selama ini, terimakasih ayah" erlina kemudian memeluk ayahnya dengan penuh haru.


"jangan kamu sia-siakan erlina lagi ya win, jika suatu saat nanti kamu sudah tidak membutuhkan nya lagi, silakan kamu bawa putriku ini padaku, jangan kau membuatnya merasa tidak memiliki siapa-siapa lagi" ayah menyampaikan pesannya pada Erwin yang berdiri tepat di depannya.

__ADS_1


"saya berjanji tidak akan menyia-nyiakan erlina, mulai detik ini, saya akan berusaha sebaik mungkin mencintainya dan menyayangi erlina sepanjang hidup kami berdua" Erwin berjanji di depan ayah mertuanya.


Seketika juga, tidak ada yang menanyakan lagi alasan Erwin memutuskan untuk menikah dengan erlina, tidak ada satu katapun yang menyinggung nama Dinda di ruangan itu, setidaknya satu janji yang telah kakek buat dengan kakek erlina akhirnya terwujud juga.


"cepat perbaiki riasan kalian berdua terlebih dahulu, acaranya sebentar lagi akan dimulai" suruh kak dinda, dan mereka meninggalkan ruangan.


Hari yang panjang dan rumit, bak benang yang sudah kusut, namun untungnya masih bisa diperbaiki hingga benangnya tidak kusut lagi, saat erlina dan Erwin menyelesaikan riasannya, mereka langsung turun untuk menyapa tamu yang datang, setelah sampai di ruang pelaminan, baru mereka berdua memahami alasannya kenapa, ternyata karena souvenir pernikahan yang sudah salah cetak sedari awal, diatas souvenir tertulis nama Erlina & Erwin, bagaimana bisa kebetulan seperti ini, apakah ini sudah ditakdirkan oleh sang Pencipta? biarkanlah ini tetap menjadi rahasia.


"kok bisa seperti ini ya Lin?" tanya Erwin.


"mungkin karena waktu itu, penjualnya kira akulah mempelai wanitanya, memangnya kakak tidak menulis nama Dinda?"


"kakak kira sudah kamu yang memberitahukan pada penjualnya"

__ADS_1


"kakak ini bagaimana sich! ceroboh sekali, waktu itu penjualnya hanya menanyakan namaku, itu saja!" mereka berdua menghela napas panjang.


BERSAMBUNG...


__ADS_2