EE (Erlina Erwinto)

EE (Erlina Erwinto)
Bab 29 Dinner


__ADS_3

Tanpa terasa sudah masuk jam makan malam, Erlina dan teman-temannya menikmati setiap permainan di wahana tersebut, Erlina segera mengajak Ayah dan kedua temannya untuk makan malam bersama. Erlina mengajak mereka untuk pergi ke salah satu restoran seafood yang ada tepat di pintu utama wahana, restauran itu nampak sangat enak, karena terlihat pengunjung yang datang sangat ramai.


"Ayah kita makan dulu yuk! aku sudah lapar"


"Ayo, kamu mau makan apa?"


"Aku mau makan seafood yah!"


"Boleh juga tuh, udah lama juga gak makan lobster"


"Kedengarannya enak tuh!" Juni mengelus perutnya yg sedari tadi sudah keroncongan.


"Boleh makan sepuasnya nih om?" tanya Mia.


"Boleh dong, lagi pula ayah punya kupon makan sepuasnya di restauran seafood disana" ayah menunjukan restauran seafood yang ada di pintu utama.


"wah, asik banget hari ini ditraktir semuanya, makasih banyak ya om!" Mia sangat senang, tidak hanya Mia, Juni dan Erlina juga terlihat sangat antusias.


"Ayo buruan" Erlina menarik tangan ayahnya, kemudian Mia dan Juni mengikuti dibelakangnya.


mereka berempat perjalanan menuju restoran yang berada tepat di depan pintu masuk utama, mereka memilih meja dengan 6 kursi yang masih tersisa, karena meja lain sudah dipenuhi oleh pelanggan yang sudah datang terlebih dahulu, pelayan menyerahkan menu makanan yang ada di restoran seafood tersebut, kemudian Erlina membuka halaman demi halaman, hal yang sama juga dilakukan oleh ayahnya, Mia, dan Juni, mereka semua melihat makan apa yang terlihat enak, di sana juga ada gambar dari makanan di menu tersebut pada halaman belakang, jani mereka memiliki gambaran tentang makanan yang akan disajikan.


Mia nampak pusing melihat makanan yang terlihat enak gitu, model dia melirik ke sebelah Juni yang duduk di sebelah kirinya, ini masih sibuk melihat menu, namun terlihat Erlina sudah memilih makanan yang ingin dia akan untuk dinner kali ini. sebelum Erlina membuat pesanan dia bertanya terlebih dahulu kepada Ayah yang duduk di sebelah kanannya tepat di depan Juni.


" Ayah mau pesan yang mana? lobster ini terlihat sangat enak"


" Iya Ayah mau yang ini saja, minumnya teh manis hangat.


" kalau kamu mau yang mana mi?"


” Erlina Aku mau makan yang ini saja, kamu gimana Juni?"


" kelihatannya enak semua, aku jadi bingung, samain aja deh sama pesanan kamu mi, toh juga aku nggak ada alergi makanan apapun" Juni menyamakan pesanannya, namun Erlina terlihat kesal di depannya.

__ADS_1


"Bodo amat!" Erlina bicara dalam hati.


Erlina memasak lobster asam manis, sedangkan ayahnya memesan dengan rasa


original, kemudian ada Mia yang memesan kepiting telur asin, dan Juni menyamakan pesanannya dengan Mia, karena dia kebingungan memilih makanan yang ada di dalam menu. Kemudian untuk minum nya sendiri, Ayah Rina hanya memesan teh manis hangat, Erlina memesan jus strawberry, dan Juni serta Mia lagi-lagi memesan minuman yang sama yaitu es teh manis.


Sembari menunggu pesanan ya akan di hidangkan kurang lebih 30 menit lagi, Erlina berbincang-bincang dengan ayahnya, namun terlihat Mia dan Juni sedang asyik mengobrol di depannya, Erlina Terlihat agak canggung melihat mereka berdua nampak lebih akrab hari ini. kemudian Erlina minta izin kepada ayahnya untuk pergi ke toilet sebentar.


" Ayah Erlina mau ke toilet sebentar, sudah kebelet pipis dari tadi!" Erlina meminta izin kepada ayahnya, dan ayahnya hanya menganggukkan kepalanya.


" Mau aku temenin nggak Erlina?" tawar Mia.


" Nggak usah lah, toh juga ke toilet doang Kok bisa sendiri," Erlina menolaknya, dan bangun dari tempat duduknya.


" Bukannya begitu, sebenarnya aku juga kebelet pipis, tapi tadi males aja kalau nggak ada yang diajak ke toilet."


" Ayo lah kalau begitu."


Mia dan Erlina pergi ke toilet kemudian, toiletnya tidak terlalu jauh karena di dalam restoran menyediakan duet yang sangat mewah, Erlina dan Mia masuk ke toilet wanita, setelah Erlina selesai dia mencuci tangannya di wastafel yang ada di dalam wadah tersebut, namun Mia masih belum kunjung usai.


" Maaf banget nih Lin, Aku tiba-tiba sakit perut tunggu bentar ya!"


" Ya pelan-pelan aja toh juga kita nggak buru-buru" Erlina meneriaki dari luar.


Semasih menunggu Mia yang masih berada di dalam toilet, Erlina duduk di depan toilet, dia mengenakan headset untuk mendengarkan lagu, hingga dia merasa mengantuk menunggu terlalu lama diluar, "jadi ngantuk nunggu di sini"


Erlina bisa melihat ayah dan Juni yang tutup di meja mereka, namun Erlina tetap setia menunggu di depan toilet, tiba-tiba ada Dina merasa penasaran dengan percakapan ayahnya dan Juni, mereka berdua terlihat sangat asyik mengobrol dari kejauhan. "kalau melihat ayah dan Juni acara kayak gitu, tapi mereka lagi ngobrolin apa ya? aku jadi nggak ngantuk lagi!" Erlina masih asyik mendengarkan lagu.


Kemudian tanpa sengaja, Aminah melihat sesosok pria yang tidak asing baginya, terlihat dari kejauhan pria dengan setelan jas tersebut menghampiri ayahnya, Ayah terlihat bangun dari mejanya dan memeluk lelaki tersebut, namun Erlina hanya melihat punggung pria tersebut, baru ingin memperjelas Siapa orang tersebut, Erlina malah disibukkan dengan urusan Mia yang sangat ribet.


"Erlina, minta tolong bawa kedalam tasku!" Mia memanggil Erlina.


" Iya Mia tunggu sebentar, Lagian kamu tas kamu titipin di aku!"

__ADS_1


" Abis tadi aku buru-buru sakit perut, ini sekalian Aku mau bersihin muka lumayan kotor"


Saat Erlina dan Mia sedang asyik mencuci muka depan wastafel, terlihat seorang wanita yang sangat cantik dengan gaun yang elegan masuk ke dalam toilet yang sama, wanita itu terlihat sangat dewasa dengan penampilan yang ditunjukkan, tidak seperti Mia dan Erlina yang terlihat seperti anak SMA yang sangat sederhana.


" Cantik banget, kayak artis!" Mia terbelalak matanya melihat wanita itu.


Wanita yang mengenakan dress merah tersebut langsung masuk ke dalam toilet, belum sempat Erlina melihat wajahnya dengan jelas, namun mukanya terlihat familiar di mata Erlina, "Kaya pernah lihat, tapi dimana ya!" Erlina kemudian menepuk bukannya yang rasa menggunakan tisu yang dia bawa sendiri.


" Erlina kamu nggak lihat wanita tadi cantik banget?" Mia dan Erlina berjalan menuju mejanya tadi.


" Masa sih? aku nggak memperhatikannya, secantik itu kah?"


" Iya cantik banget, berasa lihat artis"


" Kau tahu gitu aku perhatiin tadi, habis waktu dia tahu aku fokus bersihin muka, jadi tidak terlalu memperhatikan wajahnya dengan seksama."


Mereka mengobrol sembari berjalan, dari kejauhan sudah terlihat meja yang penuh dengan hidangan yang sudah mereka pesan dari tadi, namun ada tambahan seseorang yang duduk di sebelah ayahnya, hanya terlihat punggung yang familiar di mata Erlina.


" Halo Siapa tuh cowok yang duduk di sebelah ayahmu Lin?"


" Apa kamu undang seseorang lagi?"


" Enggak kok aku nggak ngundang siapa-siapa lagi. Mia yuk! daripada penasaran kita lihat aja siapa dia"


" Buruan kalau gitu Erlina!" Mia memegang tangan Erina dan bergegas berjalan depan.


Mia dan Erlina berjalan dengan tergesa-gesa, dilihatnya Juni melihat kedatangan mereka dan Dia memanggil Erlina dan Mia yang baru saja datang lagi di toilet, "lama banget di toilet?" Juni komplain.


Saat Juni memanggil nama Erlina, sontak lelaki yang duduk di sebelah ayahnya berbalik dan melihat ke belakang, lelaki dengan cukuran rambut pendek dan stelan jas hitam terlihat sangat gagah.


"Kakak!😭" Erlina mengucurkan air mata saat melihat lelaki itu, dia tidak bisa menahan air matanya saat melihat lelaki yang sangat dia rindukan, berdiri tepat didepannya. "kakak Lin kangen banget sama kakak, I love you, miss you so much" Erlina berlinangan air mata kebahagiaan.


Juni yang melihatnya merasa sedikit cemburu dengan kedekatan Erlina dengan lelaki yang baru saja dia kenal. "Menyebalkan banget harus melihat Kejadian yang seperti ini.

__ADS_1


"Haï Lin!" lelaki itu kemudian memeluknya dengan senang, diapun ikut terharu melihat Erlina yang sudah tumbuh besar menjadi gadis yang sangat cantik.


BERSAMBUNG...


__ADS_2