
Seharian ini Juni hanya diam, menjawab beberapa pertanyaan Erlina tanpa ada balasan pertanyaan lain, Juni sedang tidak ingin membahas masalah pribadinya di sekolah, namun bagaimanapun juga hari ini dia tidak terlalu berkonsentrasi dalam pelajaran, Mia yang melihatnya sepertinya mengetahui bahwa Juni dan Erlina sedang bertengkar, sampai saat ini Mia belum mengetahui kalau Erlina dan Juni sudah resmi berpacaran.
Juni yang duduk bengong di perpustakaan, dia memegang buku di tangannya, namun Juni tidak membaca buku tersebut, malahan buku yang dia pegang terbalik, itulah yang membuat Juni tidak bisa menyembunyikan kegundahan hatinya hari ini, Mia yang duduk di depan Juni hanya melihatnya saja, sedangkan Erlina masih sibuk mencari beberapa buku untuk dipinjam nya, Mia terus memandangi Juni yang tidak sadar sedang diperhatikan oleh Mia.
Erlina disibukkan dengan beberapa buku yang belum juga ditemukannya, perpustakaan di sekolahnya tidak terlalu canggih seperti perpustakaan pada umumnya, murid-murid masih mencari buku dengan manual tanpa adanya komputerisasi, namun itu tidak membuktikan bahwa murid-murid di sana memiliki pendidikan yang jauh di bawah, murid-murid di sekolahnya lumayan berkualitas 11-12 jika dibandingkan dengan sekolah di kota.
Satu persatu Erlina melihat buku yang ada di depannya, mencari buku penunjang untuk mengisi LKS, sedangkan hari ini Erlina tidak menyadari tentang apa yang sedang terjadi pada Juni, Erlina yang tidak terlalu mengobrol dengan Juni di di sekolah, soalnya sejak Erlina dan Juni jadian, mereka tidak memperlihatkan kedekatan mereka di sekolah, takut jikalau nanti Mia mengetahui tentang status baru mereka. Juni dan Erlina masih belum sanggup mengatakan kepada Mia, bagaimanapun juga Mia menyukai Juni, walau Mia sempat bilang tidak apa-apa jika Juni dan Erlina jadian, namun hal itu tidak serta merta membuat Erlina dan Juni mengatakannya dengan mudah.
"Sepertinya ada yang lagi punya masalah nih" Mia bicara pelan kepada Juni.
" Nggak juga, aku baik-baik aja. Kebiasaan nih Kamu Mia pingin tahu aja."
" Ya sudah kalau nggak mau curhat, aku sih biasa aja, kan yang punya masalah kamu bukan aku" Mia memancing perasaan Juni, mau tidak mau Juni pun terpancing dan terpaksa mengatakannya.
" Sebenarnya kemarin tanpa sengaja aku melihat Erlina dan Erwinto berpelukan, terus aku nggak berani menegurnya"
"Terus-terus gimana kelanjutannya?" Mia memaksa ingin mengetahui kejadian yang sebenarnya, dan Juni pun menjawab semuanya.
" Bagaimana ceritanya ya, Aku bingung harus mulai dari mana"
" Iya udah jelasin intinya aja, nggak usah cerita yang ribet dan panjang lebar nanti malah aku yang nggak ngerti"
"Sebenernya waktu malam minggu aku ke rumah Erlina, tiba-tiba ada mobil yang terparkir dihalaman rumah Erlina, pas aku mau melihat Erlina kedalam rumah, ternyata sebelum aku sempat mengetuk pintu rumah, aku melihat Erlina dan Erwinto tidur di dalam mobil, mengenakan selimut berdua, Erlina terlihat memegang bahu Erwinto." juni menjelaskan dengan sangat terperinci, Mia pun kaget dibuatnya.
"Seriusan yang kamu bilang tadi Jun?😮😮😯"
"Serius banget, 😥"
"Sabar ya Jun, mungkin ini tidak seperti yang kamu bayangin"
__ADS_1
"Tapi aku lumayan terkaget dibuatnya,, merasa sangat tidak berdaya melawan kenyataan."
"🤔Tapi.... kenapa kamu kelihatan sedih banget, jangan-jangan kamu cemburu berat sama kebersamaan mereka" Mia terus mendesak Juni.
"🤗😙Nggak gitu kok, nggak seperti yang kamu pikirin, aku sama Erlina gak ada hubungan apa-apa selain temenan."
"Beneran serius! kok jadi salah tingkah begitu, tuh liat kamu gugup gitu ngomongnya!"
"Ah kamu jangan mancing-mancing begitu!" Juni mengakhiri perdebatan mereka.
"Walau harus diakui sebenarnya aku juga cemburu lihat kamu cemburu sama Erlina, cemburu mu itu menandakan kamu mencintainya." Mia berterus-terang, "Tapi aku senang kok kalau kalian emang bener pacaran, jadi lebih gampang buat aku move on, soalnya selama kamu masih sendiri aku berpikir, aku masih memiliki harapan 😇" Mia melanjutkan perkataannya.
Karena Mia terus mengoceh, tanpa dia sadari Juni sudah pergi meninggalkan perpustakaan, dengan buku yang tergeletak di atas meja, Juni hanya menggelengkan kepalanya saat melihat Mia yang antusias mengobrol, terlihat senyum tipis Juni melihat tingkah Mia, sejenak Juni bisa melupakan masalahnya.
beberapa menit kemudian akhirnya Erlina datang dengan 5 tumpuk buku yang sudah dia susah payah dia cari sebelumnya, dilihatnya Mia malah tertidur di meja, dengan tangan kiri yang dilihat Mia tidur menghadap kanan dengan buku yang menutupi mukanya, segera Erlina membangunkannya.
"Ah...😅maaf ya, abis tadi Juni keluar gak bilang-bilang, jadi aku ngomong sendirian, karena kamu sibuk di belakang aku juga gak enak gangguin, jadi ketiduran disini"
"Ayo ke kelas ambil tas, udah jam pulang sekolah"
"Erlina nanti jadi belajar bareng kan ya? soalnya ada yang mau aku tanyain juga sekalian!"
" Jadi, jam 6 sore aku tunggu di rumah ya, soalnya aku mau keluar sama ayah, hari ini ayah janji ngajak aku jalan-jalan"
"Asik banget, boleh aku ikut gak?" Mia memaksa.
"Kamu mau ikut? sebenernya aku mau ngajakin tadi, tapi aku pikir kamu sibuk!"
"Nggak kok aku gak sibuk, artinya aku boleh ikut nih?" Mia mengkonfirmasi lagi.
__ADS_1
"Iya, kalau gitu kita langsung jalan abis ganti baju, nanti makan siangnya dijalan aja, aku buatin bekal untukmu juga"
Setelah menyelesaikan percakapan mereka berdua, Mia dan Erina bergegas untuk pulang ke rumah masing-masing, namun ia merasa tidak enak jika pergi tanpa Juni, akhirnya Mia menghubungi Juni dan mengajaknya ikut bersama, tentunya tanpa sepengetahuan dari Erlina, karena Biar bagaimanapun belakangan ini erlina dan Juni sangat jarang bersama.
Mia segera mengganti pakaian seragam sekolahnya, mengenakan baju santai dengan bawahan Jean, jangan lupa tas selempang berwarna biru yang selalu dia bawa jika bepergian, di tempat lain Rina sedang mempersiapkan bekal makanan untuk dirinya sendiri, ayahnya, dan Mia, Namun karena takut jika ada yang masih kelaparan, Erlina membuat 2 bekal ekstra untuk berjaga-jaga.
" Juni Bagaimana kalau hari ini kamu ikut gabung bareng kita! rencananya Erina dan ayahnya ingin jalan-jalan dan mereka mengajakku" Mia menelpon Juni.
" Bagaimana ya? kan Erina ngajak kamu bukan aku? Masak tiba-tiba aku di sana muncul nanti Erlina nggak seneng lagi.
" Kamu apa-apaan sih Perasaan dari tadi pagi bad mood mulu? kita kan temanan bukan sehari dua hari udah dari kecil, kalau punya masalah tuh dibilang, di ungkapin sama orangnya langsung, biar nggak kayak sekarang diam-diaman nggak jelas." Mia marah-marah.
" Ya deh Terima kasih banyak sarannya. ngomong Aku beneran boleh ikut kan?"
" Udah ikut aja nanti kalau Erin amarah biar aku aja yang jelasin ke dia, Bukannya kalau Lebih ramai lebih seru?"
" Oke deh kalau gitu aku juga siap-siap, nanti nanti langsung ngumpul di rumah Erlina ya?"
" Iya cepat ya, nggak usah deh kamu makan siang nanti sekalian aja di jalan makanya."
"😋ok bawel"
Juni merasa sangat senang setelah mendengar ajakan Mia untuk pergi bersama Erlina, Juni sangat menikmati setiap saat bersama Erlina walaupun sekarang mereka harus pergi bersama-sama yang lain, setidaknya hal itu bisa mempererat hubungan mereka, siapa tahu nanti hati Erlina bisa mulai mencintai Juni.
"Mudah-mudahan nanti ada moment yang pas untuk aku menanyakan masalah kemarin, biar bagaimana pun aku merasa sangat terganggu dengan rasa penasaran ini" Juni segera bergegas untuk ikut bersama mereka.
Juni mengenakan celana jean berwarna hitam mengkilap, karena baru dia kenakan setelah membeli sebelumnya dan baju berwarna putih, dengan tas selempang untuk membawa handphone dan handset untuk mendengarkan musik dijalan, karena Mia menyuruhnya untuk buru-buru, juni hanya memakan roti tawar yang diisi susu kental manis dan keju tanpa dipanggang terlebih dahulu, kemudian dia memakannya diperjalanan menuju rumah Erlina.
"Erlina tunggu aku!" Juni penuh semangat.
__ADS_1