
Erlina merasa sangat excited menjelajah ke sekeliling hotel, dia menikmati masa-masa yang indah bersama suaminya, bergandengan tangan dan sesekali saling menatap satu sama lainnya. "cocok ini usahanya kak, apa kita ajuin aja ya kakek untuk membuat hotel yang seperti ini di desaku, tapi apakah ada pengunjungnya ya nanti😂🤣"
"mungkin aja, itu kan tergantung kita yang buat link ke pengunjung!" nanti kita coba aja di kota yang prosfeknya lebih baik😃"
Setelah Sampai d restaurant Erlina langsung mengambil beberapa buah-buahan yang segar, " banyak sekali variannya, ada strawberry, melon, semangka, anggur, pisang dan kiwi, semua nampak sangat mengguncang selera 🤤, tapi beberapa buah sudah aku tanam di desa di dalam greenhouse, walau sudah sering mengkonsumsinya, gak ada perasaan bosan sama sekali" seru erlina, sembari memasukkan lolipop besar kesaku celananya.
"bagus itu, buah itu yang terbaik, tapi lebih baik sayur kayanya ya?"
"yang terbaik adalah saat kita makan tidak terlalu berlebihan"
"Aku mau ke toilet dulu ya kak! " ijin erlina menitipkan salad buahnya pada erwinto.
Saat beranjang meninggalkan meja makan yang berisi 5 kursi tersebut, Tiba-tiba seseorang menyatakan dari kejauhan, dan menghampiri Erwinto.
"Pak Erwinto! benar kan ya? "
" Ya Pak Daren! mari bergabung!"
"apakah tidak mengganggu ini? Btw apakah istrinya sudah baikan?"
"syukurnya sudah pak, maaf kemarin saya batalin gitu aja ya!"
__ADS_1
"it's oke lah, santai saja pak"
Sambil menunggu, akhirnya Erwinto dan Pak Daren bisa berbincang dengan sangat lama, mereka terus mengobrol sampai melupakan beberapa menit berlalu dengan cepat, namun Erlina tidak kunjung datang juga.
"erlina kok belum balik juga ya! sudah lebih dari 20 menit ke toilet" gumam Erwinto dalam hati disela sela obrolan mereka.
"maaf sebelumnya pak Daren, saya permisi mau kebelakang sebentar"
Saat Erwinto meninggalkan mejanya, datanglah istri pak Daren yang terlihat agak panik, "Aku tidak bisa menemukan Dion Pa! aku hanya berpaling sebentar, dia malah menghilang"
"kita cari sama-sama, paling masih di sekitar sini" Pak Daren menenangkan Istrinya.
Disisi lain Erwinto berhasil menemukan Erlina, namun bergandengan dengan seorang anak kecil, "sayang, kok lama sekali? siapa yang kamu ajak itu? "
"halo adik kecil, namanya siapa?"
"Dion" jawabnya tersenyum.
"Lah sama kakak kok mau dia nyaut, kalau sama aku cuma senyum-senyum aja" mengeluh.
"nanti kita cari orangtuanya, sepertinya dia kelaparan, kita ajak makan dulu"
__ADS_1
"Lolipop, Lolipop" Kata anak itu.
" Pantes aja dari tadi ngikutin aja, dia lihat lolipop di saku celanamun, orang lolipopnya segede itu ya wajar anak kecil tertarik!" Erwinto mengambilkan lolipopnya. setelah itu Erwinto menggendongnya dan membawa ke meja makan.
"Dion.... " panggil pak Daren, saat Erwinto kembali.
"papa, mama!" kata dion menjulurkan tangannya kepada orangtuanya.
"Ini anak bapak rupanya"
"istri saya tadi sangat panik, karena putra kami menghilang, syukur nya sudah ketemu sekarang" mereka terlihat lega melihat putranya sudah ditemukan.
sekarang mereka bisa menikmati hidangan yang telah disajikan, sambil menceritakan kekonyolan Dion yang mengikuti Erlina seperti anak itik, erlina kira anak kecil itu menyukainya, namun hanya menginginkan lolipop yang ada di saku celana Erlina. mereka tertawa bersama mendengarkan cerita tersebut.
"Apakah siangnya ini bapak ada waktu?"
"Tentu pak! "
"nanti kita tanda-tangani kontrak kesehatan kerja ya! ", ☺
Sejenak Erwinto terdiam, ternyata Pak Dion tidak Sesaklek yang orang bicarakan diluar. " Baik Pak, nanti saya siapkan berkas-brrkasnya😊"
__ADS_1
BERSAMBUNG...