
Erwin menunda pekerjaan nya, Erwin lebih memilih untuk pergi bersama Elina ke taman kota untuk membeli rujak, nampaknya Erwin sangat menikmati Waktu mereka berdua bersama, Erwin bahkan menyuruh pak Nam untuk menunggu di mobil saja, Erwin hanya ingin pergi berdua dengan Elina, itulah yang nampak ditunjukkan oleh Erwin saat ini.
Setelah turun dari mobil Erlina nampak sangat antusias pergi ke tukang rujak langganannya, biasanya Erlina pergi bersama Mia dan Juni sesekali di akhir pekan, mereka bertiga biasanya diantar oleh ayah Erlina, Biar bagaimanapun taman kota itu lumayan jauh tempatnya dari Desa Erlina, ini karena mumpung lewat jadi Erlina ingin singgah sebentar, " udah kangen banget, udah lama nggak main ke sini😂😄" Erlina berlari menuju langganan rujaknya.
" Ayo Kak Erwin cepat sedikit, nanti kehabisan loh!" Erlina meminta pada Erwin untuk berlari bersamanya.
" Masa sih selaris itu? ini kan masih siang? bisa secepat itu habis, ah aku pelan-pelan aja biarin aja Erlina yang berlari, tapi kalau dilihat-lihat tempat ini bagus juga" Erwin nampak santai berjalan.
Erlina entah menghilang kemana, dia berlari sangat cepat, hingga menghilang dari pandangan Erwin, " Cepet juga Jalannya itu anak, Padahal kalau dipikir-pikir Erlina hobby makan, tapi tubuhnya kurus aja, jangan-jangan itu anak cacingan lagi🤣🤣🤣" Erwin hanya mengeluh seorang diri.
Setelah Erlina sampai terlebih dahulu di tempat penjual rujak, nampak agak sepi pelanggan, Tidak seperti biasanya, Erlina segera masuk dan memesan 1 posisi besar, tapi Sayang Sungguh Sayang, ternyata rujaknya sudah habis setengah jam yang lalu.
" Bu pesan satu rujaknya, seperti biasa ya!"
" Erlina, tumben kelihatan! tapi maaf Line, rujaknya Baru saja habis, tadi anak ibu lupa bawa bumbu nya, Jadi sekarang masih pulang mengambil!" jawab ibu penjual rujak, yang lumayan mengenal Erlina.
" Ya kehabisan deh, Enggak seperti biasanya Bu? biasanya kan nggak pernah kehabisan kecuali tutup😊, nggak papa deh biar Elina tunggu aja, nggak lama kan?"
"Sebenarnya sih Ibu juga mau tutup sebentar, nanti buka lagi jam 6 sore, Maaf sebelumnya ya Erlina!"
" Oh begitu rupanya, Ya udah deh Bu, Erlina pamit dulu ya!😥" perasaannya sedikit agak kecewa.
" Lah ini kok balik lagi? katanya mau beli rujak?" Erwin bertanya karena melihat Erlina yang balik lagi.
" Aku lagi nggak beruntung, udah abis rujaknya, dagangnya juga mau tutup, Nanti katanya buka lagi jam 6 sore, Ayo kita pulang aja Pak!"
" Wah sayang banget ya, pada udah jauh-jauh ke sini, Ya udah nanti kapan-kapan kita balik lagi ke sini!" Erwin menepuk pundak kanan Erlina.
Mereka Langsung balik ke rumah Erlina, Erwin pun tidak basa-basi untuk mengajak Herlino menikmati indahnya taman kota, terlihat sedikit cuek Erwin langsung mengajak kita untuk balik saja ke rumah, mungkin seseorang wanita ingin sedikit di manjakan, tapi Erwin pun tak mau basa-basi.
Di sepanjang perjalanan pulang Erwin melihat wajah Erlina yang sedikit murung, terlihat jelas kalau Erlina merasa sangat kecewa, Biar bagaimanapun juga biasakan ingin makan rujak di taman kota, namun bagaimana bisa dipaksa kalau memang keadaan lagi tidak mendukung, jadi Erlinda harus menelan air liurnya.
" Pingin banget ya makan rujak?" Erwin bertanya karena Erlina hanya diam saja.
" Iya ya, Padahal sudah dari tadi sebelum jalan ke sana udah ngiler duluan"
" Kalau memang begitu alasannya, kita tunggu aja di sana!" Erwin berusaha untuk membujuk dan mencari solusi yang terbaik.
" Gimana sih Kak Erwin ini, mau membolos lagi? tadi udah jelas-jelas ada pekerjaan mendadak, tadi udah berhasil bikin alasan, tapi Masa udah diundur ke sore hari, jadi bikin alasan lagi! kalau gitu jadinya, makan nanti gimana pendapat orang dengan integritas yang kakak miliki!"
__ADS_1
" Sejak kapan ya ini anak jadi dewasa? pemikiran dan tanggung jawabnya nya diluar pemahamanku!" Erwin berpendapat dalam hatinya mendengar perkataan Elina yang sangat dewasa.
" Maaf ya aku enggak berpikiran ke sana, Untung aja kamu Ingetin aku, Terima kasih banyak Erlina" Erwin kemudian menjawab pertanyaan Erlina.
" Iya sama-sama." Erlina, lanjutnya Erlina bicara setelah sampai rumah "Akhirnya sampai juga di rumah, udah ya Kak, aku mau istirahat dulu kekamar"
" Selamat istirahat Erlina" Erlina berjalan setelah Erwin mengucapkan selamat beristirahat.
" Kakak juga istirahat sana! pasti capek seharian keliling!"
Erlina masuk ke dalam kamarnya bergegas mandi, dan mengganti pakaian yang sedikit basah karena berkeringat sepanjang pagi ini, setelah itu Erlina pergi tidur siang, berbeda halnya dengan Erwin, setelah Erwin mandi, dia masih sibuk bekerja dengan laptopnya, Namun karena Erwin masih teringat dengan Erlina yang kecewa masalah tadi di taman kota, Erwin meminta kepada Pak Nam sopirnya, untuk pergi membeli rujak di taman kota, Erwin memberitahu bahwa Erlina sangatlah menginginkan rujak tersebut.
" Pak nam tolong bantu saya! saya minta tolong Bapak beliin rujak di tempat tadi, Katanya sih buka jam 6 sore ini, Bapak langsung aja ke sana, tunggu di sana aja ya. Takutnya nanti kehabisan lagi, kelihatannya Erlina sangat menginginkannya. Tolong Pak nam bantu saya ya!"
"Baik tuan, kalau begitu saya permisi dulu"
Hari ini Erlina merasa sangat kecapean, Erlina masih tertidur lelap, Walau waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam, tidak ada yang berani membangunkan Erlina untuk makan malam, Mereka takut mengganggu jam tidur Erlina. Erwin pun lupa mengajak Erlina makan malam, karena dari jam 4 sore Erwin sudah pergi bersama Nanda untuk mengurus sesuatu, dan Erwin beserta Nanda baru balik ke rumah jam 8 malam.
" Anita, ngomong-ngomong Erlina mana? jangan-jangan dia belum bangun dari tadi siang?" Hal pertama yang ditanyakan Erwin setelah sampai ke rumah adalah menanyakan tentang Elina.
" Habis kelihatannya dia capek banget, aku nggak enak bangunin nya!" Anita juga baru tersadar bahwa seharian ini tidak melihat Erlina.
"😣 Dia kan belum makan dari tadi siang!" Erwin kembali menjawab. " udahlah kalau gitu aku aja yang bangunin dia!" Erwin langsung menuju kamar Erlina.
Setelah sampai di kamar Erlina, bukannya langsung membangunkan Erlina yang tidur, Erwin malah duduk di sebelahnya, memandangi wajah Erlina yang lugu, wajahnya terlihat sangat polos dan apa adanya, tanpa ada lapisan make up apapun, Dia terlihat cantik alami. lima menit kemudian, asisten rumah tangga Elina mengetuk pintu, dan Erwin mempersilahkannya masuk.
" Tolong Letakkan di sini saja Sani! nanti biar saya aja ya Bangun Erlina buat makan malam.!" setelah menyuruh Sani memberikan makanan padanya, Erwin langsung menyuruh Sani untuk meninggalkan ruangan kamar Erlina.
Karena mencium bau masakan yang sangat wangi, Erlina mulai terbangun dengan perlahan, kemudian Erwin tidak bisa menahan tawanya, Bagaimana enggak ketawa, wajah Erlina terlihat sangat lucu ketika mengendus Bau makanan.
" Wah kalau dari baunya kayaknya enak banget!😴😴🤤🤤" Erlina membuka matanya dengan perlahan, " kak Erwin😮😮!"
" Udah puas tidurnya? tidur sih Boleh aja, tapi jangan lupa makan dong! bukannya dari tadi siang kamu nggak makan? baru gua dapet rujak Jadi nggak makan, setelah itu ngambek tidur sampai malam, Apakah ini bener?"
" Kok kak Erwin jadi ngoceh enggak jelas gini sih? salah aku dimana coba? Aku biasa lagi puasa jam 12 siang sampai jam 6 pagi, kakak aja yang enggak tahu!"
" Kamu bikin Kakak nggak tahu, sebelum kamu mulai puasa dari jam 12 siang, artinya kamu sudah makan siang sebelum jam 12 siang, Nah setelah lewat jam 12 siang baru kamu berpuasa sampai jam 6 pagi, Ini masalahnya kan kamu dapat makan siang? dapat makan dari mana yo?"
"🤣🤣😂 No comment Kak!"
__ADS_1
" Ini makan dulu! habis itu baru tidur lagi!"
Erlina mengambil makanan dari tangan Erwin, dia hanya menghabiskan setengah porsi dari makanan yang Erwin berikan. Erlita juga berterima kasih banget atas perhatian yang kak Erwin Tunjukkan, harusnya Elina yang menyiapkan makanan untuk tamu, ini malah sebaliknya tamu yang memberikan makan pada tuan rumahnya.
" Udah Kak aku nggak mau makan lagi! ngomong-ngomong Makasih banyak ya! Oh ya gimana urusan Kakak sama Kak Nanda hari ini, Apakah Sudah kelar?"
" Sudah kelar kok baru saja pulang, dan aku langsung ke sini!"
" Berarti Kakak belum makan malam juga dong? kalau gitu biar aku suapin aja ya! ini kan nasinya juga masih!"
" Enggak usah ntar aku makan di luar aja!"
" Enggak mau, ini curang namanya!"
" Kenapa kamu bilang curang?" Erwin merasa aneh.
" Habis kalau Kak Erwin maksa aku boleh, Tapi kalau aku minta Kakak melakukan hal yang sama kakak malah nolak, jadi inilah yang membuat aku nggak adil!"😥
" Ya udah deh jangan sedih gitu, sini aku habisin makanannya, udah jangan cemberut lagi! Ntar habis ini aku masih punya sesuatu buat kamu"
" Aduh? nggak bisa makan lagi Kak, Aku udah kenyang banget!"
" Beneran nggak mau? beneran nih nggak mau, nanti jangan nyesel ya!" Erwin mengejek Elina sambil menikmati makanannya. Erwin menghabiskan sisa makanan tersebut dengan sangat cepat, kemudian Erwin keluar kamar Erlina.
" Udah kamu tunggu aja di sini, biar aku ambilin!" Erwin meminta Erlina untuk menunggu.
" Aduh aku kenyang banget lagi, aku tunggu aja di sini, nanti dia malah kecewa lagi."
Tidak sampai 5 menit, Erwin balik ke kamar Elina, membawakan makanan yang sangat Erlina inginkan hari ini. " Erlina, lihat ini aku mau apa!"
"🤤🤤☺☺ Wah itu Rujak yang ingin aku beli tadi! mau dong kak!"
"Ini habiskan ya, aku udh beli lebihan buat besok kalau kamu masih pingin"
"😚☺☺☺, Terima kasih banyak Pak Erwin, aku akan selalu mengingat kebaikan Mu hari ini" Erlina langsung menikmati rujak yang Erwin bawakan.
"Bagi Erlina bahagia itu sangat sederhana, untuk membahagiakan Erlina, tidak membutuhkan materi yang banyak, hanya butuh semangkok rujak saja untuk memancing senyumnya, gadis yang sangat sederhana, bahagia dengan sangat sederhana, itulah Erlina" Erwin tersenyum saat memikirkannya, melihatnya makan dengan sangat lahap, sembari Erwin menikmati sesekali saat Erlina menyuapinya rujak.
"Ayo kakak juga cobak rujaknya! pasti kakak juga berpendapat yang sama, kalau ini rasanya emang beda kalau dibandingkan tempat yang lainnya." Erlina menyuapinya sesuap untuk Erwin.
__ADS_1
" Rasanya enak juga, tapi aku gak terlalu suka pedes😋😁"
BERSAMBUNG...