
Jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi, Erlina sangat memahami kebiasaan Erwin ,biasanya jika bangun pagi Erwin langsung melakukan yoga di kamarnya , saat Erwin mendengar suara ketukan pintu di depan kamarnya maka Erwin mempersilahkan orang tersebut untuk masuk karena pintu tidak dikunci .
"Iya masuk saja kamarnya tidak dikunci"
Kata Erwin mempersilahkan orang yang di luar untuk masuk ke kamarnya.
"Erlina masuk ya Kak , Erlin sudah membawakan Kakak segelas air hangat, erlin taruh disini ya!"
Erlina yang masih melihat Erwin sangat sibuk dengan latihan Yoganya dia bergegas meninggalkan ruangan tersebut ,namun Erwin memegang tangannya hingga Erlina jatuh di atas pangkuannya saat dia sedang duduk bersila ,mereka berdua hanya bisa saling menatap satu sama lainnya ,Erlina terlihat sangat speechlesss.
Suara detak jantung Erlina yang grogi terdengar hingga telinga Erwin ,suara detak jantungnya sangat keras dan membuat Erwin tersenyum dibuatnya .Erlina memberanikan diri untuk mencium bibir Erwin, dengan muka yang memerah Erlina memberanikan diri untuk bicara isi hatinya yang sebenarnya ,
__ADS_1
"Maaf jika Erlina sangat lancang kak Erwin, Aku hanya ingin menciummu untuk yang pertama kali dan yang terakhir ,karena harus Erlina akui bahwa jika esok datang maka takdir kita akan semakin menjauh ,Kak Erwin sudah menjadi suami Dinda dan Erlina tidak akan pernah bisa menjadi adiknya Kakak lagi.
Erlina meneteskan air matanya untuk kesekian kalinya saat harus mengutarakan perasaannya, sebenarnya Erlina sudah melakukan berbagai macam cara untuk bisa melupakan erwinto, namun perasaan yang sudah berakar tersebut tumbuh menjadi pohon yang sangat besar hingga sulit untuk dicabut.
"harusnya aku yang minta maaf padamu Erlina ,Tidak seharusnya aku bersikap Acuh atas perasaanmu selama ini ,jika ada kesempatan kedua aku akan memilihmu di kemudian hari"
Hanya sebuah janji yang tidak tahu kepastiannya .
"Maafkan aku Erlina" Erwin langsung memeluknya dengan penuh kasih sayang ,entah apa yang Erwin rasakan hari ini ,dia sulit membedakan antara sayangnya sebagai seorang kakak atau sebagai seorang lelaki .
"jika ada kesempatan kelak aku akan mendampingimu seumur hidupku, yang bisa kulakukan saat ini hanyalah mendoakan untuk kebahagiaanmu dan Dinda ,namun jika kak Erwin memerlukan bantuanku jangan sungkan untuk mengatakannya langsung" Erlina mengusap air matanya.
__ADS_1
Erlina meninggalkan kamar Erwin dengan perasaan yang campur aduk ,tidak ada kejelasan tentang perasaan Erwin ,erlina merasa sangat canggung dengan keadaan tadi ,kejadian yang terjadi itu seperti mimpi bagi Erlina .
"Kenapa kak Erwin harus membalas ciuman ku saat dia tidak memiliki perasaan apa-apa ,hal tersebut membuatku semakin menyedihkan di matanya ,gimana mungkin aku bisa bersikap sebodoh itu tadi" erlina terus bergumam setelah meninggalkan kamar erwinto .
"apa yang terjadi barusan? Kenapa aku tidak bisa mengendalikan emosiku ,Sebenarnya apa yang benar-benar aku inginkan dan siapa yang benar-benar aku inginkan untuk saat ini ?Apakah aku benar-benar tidak mencintai Erlina ?Apakah Erlina hanya seorang adik bagiku ?Jika memang seperti itu kenapa aku merasa sangat sedih saat dia bicara barusan ?"
Sama halnya perasaan yang dirasakan oleh Erwin , erlina juga merasa sangat kebingungan dengan hatinya yang masih memiliki keraguan .
"tapi jika dipikirkan kembali ,masa-masa bersama Erlina sangatlah menyenangkan ,penuh dengan kenangan manis dan kehangatan ,tapi kenapa hatiku sangat kaku untuk mengakui ketulusannya "
BERSAMBUNG...
__ADS_1