
Erlina mengajak Erwin untuk pergi ke salah satu pasar tradisional yang ada di desa nya, pasar ini khusus menjual barang-barang hasil kerajinan tangan dari daerah setempat, jadi boleh dikatakan proses pembuatannya masih sangat manual 'hand made' bahasa kerennya, di pasar ini juga menjual banyak sekali cendramata yang sangat unik dan menarik di hati pengunjung, pengunjung yang datang sangat dimanjakan dengan hasil karya yang indah, sebuah karya seni yang dibuat dari hati, dapat tersampaikan ke hati penikmatnya.
" Kakak mau souvenir pernikahan yang seperti apa? kalau udah ada clue-nya kan lebih gampang lagi nyari barangnya, ngomong-ngomong Kak Dinda sendiri tertarik dengan benda apa?" Erlina terus bertanya kepada Erwin, sembari melihat beberapa barang.
" Kamu bantuin aku dong Erlina, seleranya Dinda ya sama kayak wanita yang lain, suka yang imut lucu, Kayaknya sih gitu" Erwin terlihat sangat bingung menjelaskan kepada Erlina Bagaimana selera dari calon istrinya, baru Erwin sadari bahwa dirinya tidak terlalu mengenal kepribadian Dinda, dia tidak selalu mengetahui apa yang disukai Dinda.
" Bagaimana sih Kakak ini, masa selera calon istri sendiri nggak tahu, kalau kakak tahu apa yang diinginkan sama Dinda, gimana dong caranya aku milik souvenir yang tepat buat pernikahan kalian berdua, pasal pasangan aneh"
" Ya udah deh Line seterah kamu aja, aku yakin pilihanmu pasti yang terbaik, Aku juga yakin Nanti Dinda juga pasti suka." jawaban Erwin Terdengar sangat pasrah.
" Ya udah deh, kalau gitu aku aja yang milih ya" Erlina mengambil beberapa contoh barang, dia mengambil album foto, Dream Capture, gelas mug, tas go green, " ini udah aku ambilin berapa contoh barang Kak erwin, coba Kakak pilih mau!"
"π€π€ Bagus-bagus semua, aku jadi bingung milih yang mana, kalau Dream Capture ini bagaimana? sebenarnya gelas mug juga bagus sih!"
" Kalau Kakak suka dua-duanya, pilih aja dua-duanya, jadi tamu yang datang kan Bisa nih di cendramata mana yang mereka mau"
" Bener juga ya ide kamu, Ya udah deh kalau gitu aku pilih Yang dua ini, terus aku juga mau tas Go Green buat membungkusnya."
" Itu lebih bagus lagi, jadi kita bisa pakai tiga barang ini ya, nanti di tas go green, kita bisa isi nama kakak dan pasangan, begitu juga di gelas mug, nanti kita isi nama Kak Erwin sama Kak Dinda, bagaimana menurut kakak?"
Setelah itu Erwin meminta kepada pemilik toko, untuk menyediakan pesanannya dalam waktu itu 12 hari, Erwin memesan 1000 paket, Erwin memesan kepada pemilik toko untuk mencantumkan nama erwin dan Dinda.
" Pak saya minta, nanti pengirimannya Tolong disiapkan jam 7 pagi di hotel y, untuk dp-nya nanti saya transfer, tolong dipersiapkan dengan sebaik mungkin ya!"
" Tentu saja Pak Erwin, nanti saya saya akan memberikan yang terbaik, agar Bapak puas dengan hasil karya kami di sini, Mohon diisi formulir pemesanan nya Pak, terus di bawah ini isi nama yang ingin ditulis!"
" Boleh saya minta formulirnya!" Erwin mengisi nomor teleponnya, terus Erwin melengkapi formulir pemesanan, agar memudahkan mereka dalam pengerjaan, peserta itu Erwin menulis nama yang ingin ditulisnya dalam souvenir pernikahan nya dengan Dinda, belum sempat Erwin menulis nama Dinda, tiba-tiba teleponnya berbunyi, Erwin mengangkat telepon tersebut dan keluar dari toko. sedangkan Rina yang masih asyik melihat barang-barang yang ada di toko tersebut, tidak terlalu memperhatikan pemesanan yang Erwin lakukan, Namun karena pegawai dari toko tersebut sudah datang, pegawai tersebut langsung mengambil formulir pemesanan agar segera dikerjakan oleh pengrajin yang ada di desa setempat, namun dalam form tersebut belum di isikan nama mempelai wanita.
__ADS_1
" Maaf Pak, ini request untuk nama pengantinnya belum diisi mempelai wanitanya," tanya karyawan yang baru saja mengambil form pemesanan tersebut.
" Permisi nona, boleh tahu namanya siapa?" tanya pemilik toko pada Erlina yang masih asyik melihat-lihat.
" Saya Erlina Pak, Apakah pesanan dari Kak Edwin sudah diselesaikan?" tanya Erlina.
" Sudah nak Erlin, ini sekarang mau saya kasihkan ke pengrajin setempat, soalnya pesanannya lumayan banyak dan waktunya, jadi harus segera diserahkan agar bisa dikerjakan dengan cepat"
" Syukurlah kalau demikian, Senang rasanya bisa melihat hasil karya dari warga setempat, nanti saya rekomendasiin ke temen-temen saya, jika nanti mau mencari cendramata untuk datang ke sini."
" Terima kasih banyak Nona Erlina"
Erwin yang sudah selesai menelpon, langsung masuk ke dalam toko, mengajak Erlina untuk segera balik, ada pekerjaan mendadak, jadi Erwin tidak bisa berlama-lama disana." Erlina, Ayo kita balik sekarang, aku ada pekerjaan mendadak sama Nanda sore ini ini!"
" Ayo kita langsung pulang." erlina mengambil buku diary, dan memutuskan untuk membeli itu saja. Erlina langsung menyusul Erwin ke mobil.
" Enggak usah dibayar non, apa aja yang di bonus, kan hari ini udah melakukan transaksi yang cukup besar!"
" Enggak boleh gitu dong Pak, nanti bapak rugi modalnya loh, Masa saya dikasih gratis?"
" Sudah bawa saja Non, Bapak ikhlas!"
" Wah kalau gitu terima kasih banyak ya pak, saya pamit dulu ya pak, semoga toko ini makin larisπ€π"
Erlina merasa sangat senang karena mendapatkan sepasang buku diary, buku tersebut diberikan secara cuma-cuma oleh pemilik toko, karena transaksi erwin yang banyak. memang kalau rejeki bisa datang dari mana saja, ke sananya bukan tentang harga buku dairy, namun kesenangan nya adalah melihat mereka yang sangat ikhlas berbagi.
"Wah waktunya bagus juga Dek, bukunya nampak unik!"
__ADS_1
" Benarkah demikian? Aku kira, aku saja yang berpikir buku ini unik, kalau kak Erwin suka, ini bawa satu, kan ini sepasang" Erlina memberikan 1 buku kepada Erwin.
Di sepanjang perjalanan pulang, Erwin merasa senang, karena dia sudah menyelesaikan pekerjaannya mencari souvenir pernikahan untuk dia dan Dinda, kalau Dinda tahu dia pasti sangat senang, karena Erwin melakukan semua persiapan dengan sangat matang, persiapan sudah mencapai 85%, tinggal akad nikahnya saja, Tinggal selangkah lagi untuk mereka bersama.
" Pak Nam, nanti Erlina turunin di taman kota ya, ada yang mau Erlina beli. Oh ya kak Erwin bisa duluan kok Kak, Nggak ada kerjaan mendesak!"
" Baiklah Nona Erlina!" senam sangat setia menemani di sepanjang perjalanan Erwin, dengan adanya supir pribadi yang seperti pak Nam membuat Erwin merasa sangat nyaman dalam berkendara.
" Emang mau ngapain? hari ini kamu kan bolos, nanti kalau teman-temanmu lihat atau guru sekolahmu lihat, kamu nongkrong, apakah tidak malu?"
" Ngapain juga malu, kan ini udah jam berapa sekolah, lagipula sekolahnya paling cuma absen doang, Kan kemarin udah ujian nasional, ujian praktek juga udah, ya nunggu pengumuman aja, lagi pula murid-murid yang lain lagi pada sibuk lurus sekolah di jenjang berikutnya."
" Kamu kan masih nggak enak badan, nanti kalau pingsan lagi kayak kemarin gimana? aku nggak mau ambil resiko!" Erwin bersikap sangat ketat.
Erwin segera mengambil ponselnya dan menelepon Nanda, Erwin meminta pada Nanda untuk selesaikan pekerjaannya nanti sore jam 5.30, " halo nanda, Kamu lagi di mana nih Nanda? masalah mendesak itu nanti kita selesaikan aja sore ini ya, aku masih ada urusan sama Erlina, kerjaanku di sini juga belum beres, jadi nggak masalah kan?"
" Halo Erwin, santai aja lagi, tadi aku juga Udah dihubungin sama ayahmu, katanya udah beres masalah yayasannya, jadi nanti paling kita cuma bahas beberapa kegiatannya aja, jadi kamu Nikmati aja waktu sama Erlina, nggak usah tergesa-gesa!" Nanda memaklumi keadaan Erwin.
" Makasih ya Nanda kalau begitu, sampai ketemu nanti sore!" Erwin langsung menutup.
" Ya kak Erwin bolos lagi nih! kan itu urusan mendesak Kak, masa Kakak gampang in gitu aja!"π Erlina sedikit kecewa. " pokoknya lain kali erlina nggak mau dengar kakak kayak gini lagi!"
"π Iya deh nggak bakal diulangi lagi, tapi karena hari ini sudah terlanjur, Iya kita jalan-jalan bareng bareng,!π π" dengan mudahnya Erwin membuat alasan.
" Ya udah kalau gitu, untuk kali ini kakak temenin dah aku makan, soalnya lagi pengen banget sama rujak yang ada di taman kota, rasanya enak banget Kak, kalau kakak nyoba pasti bakal ketagihan, tapi nanti jangan salahin Erlina ya kalau Kakak sampai ketagihan rujak yang ada di taman kotaπππ"
Tanpa disadari Erwin merasa nyaman menjadi dirinya sendiri di depan Erlina, tidak perlu berbasa-basi menutupi kekurangannya, cukup menunjukkan dirinya apa adanya, itulah keistimewaan Erlina, karena membuat setiap orang yang berada di dekatnya merasa nyaman dan bisa tampil apa adanya.
__ADS_1
BERSAMBUNG...