EE (Erlina Erwinto)

EE (Erlina Erwinto)
Bab 23 Surat Undangan


__ADS_3

Satu pekan sudah berlalu, satu waktu yang tidak bisa diputar kembali, waktu terus berjalan ke depan, tidak perduli kita siap atau tidak, kita menginginkannya atau tidak, itulah hukum kekal waktu, hari ini Erwinto mulai menyebar surat undangan ke kerabat, teman sekolah, rekan bisnis, dan para pegawainya.


Dinda juga mengambil bagiannya, meminta beberapa surat undangan untuk disebarkannya pada keluarga besarnya, namun hanya beberapa teman saja yang dia undang ke pesta pernikahannya.


surat undangan itu terlihat sangat cantik dengan kertas berwarna emas, berisi poto Erwinto dan Dinda di atas nya, terlampir juga beberapa foto di bagian belakang halaman utama, di sana tertulis tanggal pernikahan yang akan dilaksanakan diakhir bulan Mei. Ada beberapa pertimbangan yang menyebabkan acara pernikahan diundur.


Beberapa surat undangan juga disebar di media sosial milik Erwinto, namun Dinda tidak menggunakan media elektronik layaknya yang dilakukan oleh Erwinto, Dinda sedikit tertutup dan jarang mengupdate statusnya, hanya ada beberapa tag dari teman-temannya.


Erwinto menghubungi Dinda yang sedang pergi ke suatu tempat, hingga tidak bisa berbicara dan berbincang didalam telepon, Erwinto memaklumi privasi Dinda, yang bahkan dirinya pun tidak bisa menembusnya.


"Sayang, kamu ada waktu luang hari ini?"


"Maaf sayang, hari ini aku ada urusan penting yang harus diselesaikan, jadi gak bisa nemenin kamu, sampai ketemu nanti" Dinda menutup telponnya begitu saja.


"ternyata Dia beneran lagi sibuk rupanya, tidak seperti biasanya begini.๐Ÿค”."


Erwin kembali ke kantor setelah jam makan siang, Kemudian menyebar ke beberapa undangan kepada para staf yang tepat di bawah bimbingan nya. Lanjut Erwin memasuki ruangan kerjanya yang terpisah dari yang lainnya.


terdengar suara ketukan pintu, dan mempersilakan untuk masuk ke dalam ruangannya, di sana terlihat sekretarisnya yang bernama Nina membawakan beberapa berkas yang harus ditandatangani, dengan seksama Erwin membaca beberapa berkas tersebut dengan cepat, hal terpenting dalam bisnis harus selalu kita perhatikan adalah Jangan pernah sekali pun percaya seseorang begitu saja, sekalipun dia tangan kanan kita.


"silakan pak ditandatangani 5 berkas ini terlebih dahulu, sisanya lagi 15 nanti saya ambil kalau sudah selesai, soalnya sudah di mintak oleh sub cabang"


"Terimakasih banyak atas pemberitahuan nya, nanti kamu saya panggil kalau sudah selesai, sekarang kamu bisa tunggu diluar" Erwin memberi perintah Setelah dia menyelesaikan 5 berkas pertama.


Selanjutnya tinggal 15 berkas lagi yang harus ditandatangani, tapi sebelum itu harus dibaca terlebih dahulu yang nantinya harus di cermati isinya, Erwin membaca semua berkas itu dengan waktu 2 jam, sebenarnya lumayan membosankan juga, karena jarang sekali ada kesalahan karena dikerjakan oleh orang-orang yang handal di bidangnya. Namun sebagai cerminan dari ikon perusahaan, sebagai seorang pemimpin dia harus melakukan dengan sangat hati-hati dan teliti, untuk meminimalisir kesalahan.


Sudah jam 5 sore waktunya untuk pulang, semua pegawai berikut dirinya langsung berkemas-kemas menuju rumah mereka masing-masing, hari ini Erwinto mendapat pesan singkat dari kakek Santoso bahwasanya Kakek sedang ada urusan dengan teman lamanya, jadi kakek tidak bisa datang ke rumah keluarga Erlina untuk memberi surat undangan, kakek meminta kepada Erwin untuk datang ke sana mengundang mereka secara langsung, karena baginya sungguh tidak sopan kalau mengantarkan surat undangan menggunakan kurir.

__ADS_1


Erwin tidak bisa menolak permintaan kakeknya, kemudian Erwin bergegas menuju rumah Erlina, dari kantor dia langsung meluncur menuju tempat Erlina, Sebenarnya hari ini Erwin merasa sedikit lelah karena pekerjaan selalu menumpuk di akhir pekan, karena capek Erin menyuruh Supir untuk mengantarnya.


Erwin segera menelpon sopirnya, hidup gue nyusul ke kantornya menggunakan ojek, agar tidak menunggu terlalu lama.


" Pak Nam, Tolong jemput saya di kantor, naik ojek aja biar enggak macet ini kan jam jam pulang kerja!"


" Baik Pak, 10 menit lagi paling lambat Saya pasti sudah sampai sana"


" Boleh nitip enggak beliin saya nasi Padang di tempat biasa, sekalian nitip beli 7 bungkus ya pak Nam!"


" Baik Pak!"


Sembari menunggu Pak Nam yang belum datang, Erwin berusaha menghubungi Dinda yang sedari tadi pagi sudah sibuk luar biasa, namun handphone Dinda tidak aktif, baik nomor teleponnya dan sosial medianya sama-sama tidak aktif.


" Kok tumben banget seharian ini sibuk, saking sibuk nya ampe lupa berkomunikasi, yang aku khawatirkan adalah Dinda sering melewatkan jam makan siang" Erwinto sangat khawatir.


Erwinto kemudian keluar dari kantornya, menuju mobilnya yang masih diparkir di parkiran khusus untuk dirinya, setelah beberapa menit menunggu di depan mobilnya, sembari bermain game online di handphonenya.


"Hallo Erlina, lagi sibuk gak?"


"Lumayan kak, ini lagi menyelesaikan prakarya seni, untuk ujian praktek"


" Ow begitu, maaf ya aku mengganggu, ya sudah kalau begitu, sampai jumpa nanti" Erwinto menutup telponnya setelah pak Nam datang.


" Kak Erwinto..., yah malah ditutup telponnya, mungkin dianya yang lagi sibuk, malah tanya aku duluan... ya sudah lah" Erlina bergumam sambil melihat handphone nya.


" Mau berangkat sekarang Pak Erwin? foto Bapak mau makan dulu?"

__ADS_1


" Kalau pak nam mau makan boleh pak, saya udah beli lebih kok."


" Tidak tuan, Saya sudah makan tadi bersama istri dan anak saya di rumah."


" Oh gitu, mungkin kita langsung berangkat ya pak, kita langsung aja ke rumah Erlina."


" Baik Tuan Erwin."


Ini akan menjadi perjalanan yang menambah daftar kegiatan Erwin hari ini, karena terlalu capek pengen tidur di sepanjang perjalanan menuju rumah Erlina, 6 yang menyetir fokus dengan jalanan tapi sesekali dia menoleh kaca yang berada di sebelah kiri atas.


" Lelaki yang sangat kerja keras, Padahal kalau dipikir-pikir keluarganya sudah kaya banget, namun bekerjanya kadang sering lupa waktu, Aku jadi kasihan sama Tuan Erwin"


Setelah melihat bosnya yang duduk di belakang, pak nam kemudian memutar musik klasik untuk menghantarkan tidur Erwin lebih nyenyak lagi. "setidaknya musik ini lumayan nyaman dengarkan saat sedang tidur, Semoga anda menikmati perjalanannya dengan"


Beberapa jam berlalu tanpa disadari oleh Erwin. setelah sampai di tujuan ternyata Erwin masih tertidur lelap, tidak ada yang berani membangunkan dia, Kak lam mengetuk pintu rumah Erlina.


" Selamat malam nama Erlina, boleh saya meminjam selimut?"


" Boleh Pak Nam, tapi kalau boleh tahu untuk siapa ya?"


" Buat Tuan Erwin, Tuan sedang tertidur di mobil di kursi belakang, Saya tidak berani membangunkannya karena beliau terlihat sangat lelah."


" Oh begitu, Tunggu dulu ya Pak saya ambilkan di dalam" Erlina bergegas menuju kamarnya dan mengambil selimut yang berada di lemari tepat di atas gantungan baju. karena Pak Nam tidak ada di depan, Erlina langsung membuka pintu belakang dan menggunakan selimut yang sudah dia bawa, karena alasan mendesak pak nam pergi ke toilet, Erlina terpaksa melakukannya sendiri.


" Kamu nampak gagah mengenakan setelan jas ini, sangat tampan dan mempesona!โ˜บ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜" mata Erlina tidak berhenti melihatnya. Erlina memakai kan selimut itu hingga menutupi leher Erwin, tak henti-hentinya Erlina terus memandangi itu dan tanpa sadar dia duduk disebelah kiri itu menunggunya yang sedang tertidur lelap, "Memang benar-benar tampan" Erlina terpesona melihat wajah lugu Erwin yang sedang tertidur lelap, dan tanpa tersadar Erlina ikutan tertidur disebelahnya.


Tiba-tiba Juni datang ke rumah Erlina dan tanpa sengaja melihat mobil Erwinto yang parkir di halaman rumah Erlina, Juni melihat ke dalam mobil, dan mendapati Erlina tertidur di dekat Erwinto.

__ADS_1


"Erlina๐Ÿ˜ฏ๐Ÿ˜ฃ" Juni kemudian membisu berjuta kata.


BERSAMBUNG...


__ADS_2