
Karena kegiatan yang sangat padat hari ini, dari penyuluhan kesehatan di sekolah hingga di balai desa setempat, Erwin merasa sangat capek hingga memutuskan untuk menginap di rumah Erlina, karena Erwin dan keluarganya sering menginap di rumah Erlina, akhirnya Erlina menyiapkan kamar khusus untuk Erwin, satu kamar spesial untuk Erwin yang tidak boleh ditempati oleh orang lain, satu kamar itu sudah lengkap dengan baju dan perlengkapan lain yang seukuran dengan Erwin, jadi saat menginap di rumah Erlina Erwin merasa seperti di rumahnya sendiri.
Seharian ini Erlina merasakan perasaan yang campur aduk, sedikit bebannya sudah berkurang dari pundaknya, harus diakui bahwa hubungan Erlina dengan Juni membuatnya sedikit tertekan selama ini, namun masalah itu sudah diselesaikan, jam makan malam pun tiba, Erlina dan keluarganya Makan malam jam 7, Setelah itu mereka melakukan kegiatan masing-masing, ada Erwin yang sibuk berkutat dengan laptopnya, kemudian ada Anita dan Kak Nanda yang menonton televisi di ruang keluarga, tayangan favorit mereka adalah kartun yang lucu, seperti si kotak kuning yang selalu mereka tonton bersama, biasanya nya hanya di akhir pekan saja Nanda dan Anita memiliki waktu bersama, namun semenjak wanita hamil dan memutuskan untuk cuti, mereka berdua jadi memiliki waktu bersama lebih banyak.
Sedangkan Erlina, sedang berbaring di tempat tidurnya sambil membaca buku, dan menunggu Mia dan Juni yang janji akan datang ke rumahnya, Erlina merasa sangat senang hari ini, akhirnya di penghujung malam dia bisa merasakan perasaan tersebut, kalau diingat-ingat tadi pagi rasanya sangat menyedihkan, kemudian siang hari rasanya sangat mengejutkan, namun di penghujung hari dia merasa sangat menyenangkan.
" Katanya mau dateng, tapi Mia dan Juni nggak kunjung datang, tadi bilangnya bakalan dateng pas makan malam, kalian makan malam bareng, ini udah mau jam 8 tapi mereka berdua belum juga kelihatan batang hidungnya" karena merasa bosan menunggu, Erlina kemudian mengambil handphonenya dan memainkan Sudoku.
Setelah bermain Sudoku selama 10 menit, kemudian datanglah Mia terlebih dahulu, dengan membawa kue lapis buatan ibunya, dan buah jeruk kesukaannya. " malam Erlina, Maaf ya aku telat, habis tadi nungguin mateng, Jadi molor bikin ngapa kan?"
" Mau komplain juga aku nggak bisa mi!, maka sebagai hukumannya besok kamu harus bikin aku kue lagi!" sudah terlihat senyum sumringah di pipi Erlina.
" Siap Bu Bos, apa sih yang enggak buat kamu sayang, Kamu adalah sahabat terbaikku yang aku cintai dan aku sayangi" Mia memeluk Erlina, melepas semua rasa rindu yang dia miliki selama ini.
"Kok nggak ngajak aku pelukan?" Juni protes melihat Mia dan Erlina yang berpelukan, Yuni Masih Berdiri di depan pintu kamar Elina sambil memegang buku dan buah naga yang dia bawa dari rumah nya, saking kreatifnya Juni, buah naga tersebut sudah dipotong-potong menjadi seukuran dadu dan diletakkan dalam mangkuk berisikan 3 garpu buah di dalamnya.
"Ayo sini Juni cepat gabung!" Mia menarik tangan Juni yang masih berdiri, kemudian mengajak Juni untuk berpelukan bertiga bersama.
" Siapa yang mau senang-senang malam ini?" Juni mengeluarkan 2 kartu remi dari saku celananya, Juni menantang Erlina dan Mia untuk bermain setan-setan.
" Enggak enggak, aku nggak mau main itu, habis Aku nggak pernah menang, berikan aku yang jadi setannya." Erlina menunjukkan wajah yang ketakutan untuk kalah πͺπͺπ€£
" Ayolah Erlina! kagak kemarin kita tahu tegang persiapkan ujian nasional, jadi lupa caranya buat senang-senang, sambil merayakan kelancaran ujian."
" Bagaimana bisa dikatakan seperti itu, kan hasil ujiannya belum keluar masih harus nunggu sebulan lagi, baru kita tahu lulus apa enggak"
__ADS_1
" Pusing gue mikirin kalian berdua, ayo kita main.!" juring segera membuka kartu remi tersebut, Bolehkah bermain di atas kasur.
Karena permainan Remi yang sangat seru, mereka bertiga terbawa suasana, hingga melupakan ada orang lain yang juga ada di rumah tersebut, Anita dan Nanda yang sedang menikmati acara kartun kesayangan mereka jadi ikut penasaran dengan kegiatan yang ada di kamar Erlina, kemudian Erwin yang sedang berkutat dengan pekerjaannya, merasa sangat terganggu dengan suara berisik yang datang dari kamar Erlina.
Akhirnya Nanda dan Anita mematikan televisi dan datang ke kamar Erlina, kemudian Erwin menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat, dan menengok ke kamar Erlina, Erwin dan anda berpapasan di depan pintu kamar Erlina, kemudian mereka berdua menyapa dengan saling menganggukkan kepala, kemudian mereka bertiga mengetuk kamar.
β Wah Kayaknya ada Kamu tuh yang datang?" sahut Mia.
" Siapa ya Lin? Bukannya Ayah lagi reunian? Masa sih asisten rumah tangga?" Juni bertanya pada Erlina.
Namun terdengar suara ketukan pintu lagi, "jangan-jangan hantu π«π«π€£π€£π€£" Erlina sedikit menakut-nakuti.
" Masa sih ya di sini ada hantu? kamu jangan nakut-nakutin kita kayak gitu!" Mia terbawa suasana.
Karena Emina tidak langsung membuka pintu, dan ada mengetuk lebih dari 3 kali dari luar, Jadi mereka Langsung menerobos masuk ke dalam.
" Dasar adik nakal, bisa-bisanya keluarga sendiri dibilang hantu!" Nanda photos.
" Maaf deh Kak, habis aku belum cerita kalau kalian pindah ke sini, lagipula apa hari ini kan aku marahan sama mereka berdua, jadi belum sempat ceritain!"
" Oh jadi begitu rupanya, Ya udah kalian lanjut aja mainnya, aku sama Anita mau istirahat dulu, maklumlah bumil nggak boleh begadang!"
" Iya deh Pak dokter, selamat beristirahat"
Nanda berbalik dan meninggalkan ruangan Erlina, karena sudah jam 8.30 malam, Nanda tidak mau begadang, karena Nanda harus kerja pagi-pagi mengurus pasien, lagipula Anita juga sedang hamil, jadi harus banyak istirahat.
__ADS_1
" Lah ini kak Erwin, kok enggak balik? malah asyik berdiri di sana" erlina mengejek.
" Tadi aku maunya kerja, tapi karena dengar suara berisik jadi nggak bisa konsentrasi, mau tidur juga pasti nanti bakalan terganggu." Erwin komplain.
" Ya udah kak Erwin, daripada galau gak jelas kayak gitu, mending ikut gabung sama kita!" Mia
" Kamu di mana sih Mia, kalau kita Kita kan besok libur, sedangkan ke Erwin kan kerja, jadi nggak boleh begadang kayak kita" Juni memberikan saran.
" Kamu bener tuh Jun, lagipula ini kan perkumpulan anak muda, Bukan kakak-kakak setengah baya,π€£π€£π€£!" Erlina mengejek nya lagi.
" Wah ini namanya meremehkan nih! Sebenarnya kalian takut kan kalau aku bisa ngalahin kalian semua, makanya nggak mau ngajak aku ikutan gabung main setan-setanan."
" Siapa takut kalau gitu, sini ikutan main tunjukin kemampuan kakak! Nanti juga bakalan kalahππ" Erlina bahkan lupa, bahwa pecundang dalam permainan ini adalah dirinya sendiri.
"Oke, biar kita buktikan siapa yang nasibnya gak terlalu beruntung malam ini" Erwin merasa sangat bersemangat, harus diakui kalau main setan-setanan sangat sulit, karena harus mengandalkan keberuntungan, tidak bisa semata-mata menggunakan keahlian, karena kalau lagi apes, ya gak dapat-dapat kartu yang sesuai pasangannya.
Seperti biasa Erlina selalu kalah dalam permainan kali ini, namun bukan itu makna dari kebersamaan kali ini, melainkan kebersamaan sahabat, rasa kekeluargaan yang mereka rasakan, nilai itu akan bisa dipetik jika kita mau berpikir positif. Erlina tersenyum dan sangat gembira di sepanjang permainan berlangsung, Erwin memperhatikan senyumnya yang sangat lepas.
"Cantik sekali....ππ" suara hati Erwin saat memandangi Erlina.
Akhirnya Erwin ikut bergabung dan bermain bersama segerombolan remaja alay, tanpa disadari Erwin sangat menikmati kehangatan persahabatan mereka bertiga, Sungguh sangat menyenangkan merasakan masa-masa SMA yang seperti ini, itulah yang Erwin sedang menikmati malam ini.
Karena terlalu asyik bermain mereka berempat jadi lupa waktu, hingga begadang semalaman, dengan ditemani cemilan berkalori tinggi dan cemilan berkalori rendah, mereka sangat menikmati bermain setan-setanan.
"Tetaplah seperti ini selamanya, Aku tidak ingin kesalahpahaman yang sama terjadi lagi, bukan aku yang merasakan sakitnya sendiri, tapi kita bertiga. Semoga kita menjadi sahabat selamanyaππ€" Erlina berdoa dalam hatinya.
__ADS_1
BERSAMBUNG...