
terdengar suara ketukan pintu di kamar Erlina ,saat membuka mata dan melihat jam di dinding yang ditempel tepat di depan tempat tidurnya ,terlihat jam 04.00 pagi , tapi Siapa yang membangunkannya dini hari begini?
"siapa ya? "
Tidak ada suara yang menjawab dari luar ,karena merasa penasaran Erlina langsung membuka pintu kamarnya ,terlihat Erwin berdiri di depan pintu ,namun mukannya terlihat tidak begitu bagus.
"Erwin Kenapa membangunkan aku malam-malam banget ?"
"kok malam? ini kan udah pagi ?"
"ya Deh Raja sehari, Emang kenapa Kak minta bantuan apa ?"
"bantuin aku siap-siap ya ?"
"besok kan jam 06.00 Tata riasnya udah dateng ?kok malah bangunin aku pagi-pagi gini sih ?"
"tapi aku nggak nyaman ,lebih nyaman kalau kamu yang bantuin aku ,,Ayolah bantu ya ya ya ya ???"
"Ya udah deh aku cuci muka dulu ya, dan sisir rambut juga ,"
"nggak usah di kamarku aja cuci muka !" Erwin langsung narik tangan kanan erlina.
Sesampainya di dalam kamar mandi erlina langsung mencuci muka dan menyikat giginya, nampaknya Erwin lupa telah meninggalkan handphonenya di kamar mandi di wastafel ,erlina melihat handphone Erwin yang terus berdering sedari tadi ,kemudian erlina menyuruh Erwin untuk mengambil handphonenya.
__ADS_1
"sepertinya tidak ada siapa-siapa di ruangan ini, tidak ada jawaban dari luar, Apakah kak Erwin sedang kedapur ya? " saat Erlina ingin mengangkat telepon yang terus berdering, ternyata panggilannya telah diakhiri oleh dinda.
hanya pesan yang terus masuk, karena saking penasarannya, erlina membuka pesan tersebut, erlina mengetahui kata kunci dari handphone Erwin.
*PESAN DINDA*
Maaf jika aku harus mengatakan ini di waktu yang tidak tepat ,Jika ditanya Apakah aku mencintaimu atau tidak ?maka aku akan menjawab sangat mencintaimu, namun jika aku disuruh memilih cintaku dan impianku, maka aku akan memilih mimpianku. Apakah kamu mengerti atau tidak aku tidak akan menuntut keras, kemarin aku menerima email bahwa aku telah lulus seleksi untuk studiku di luar negeri, dan aku harus ikut penerbangannya hari ini juga. Maafkan aku yang telah memilih mimpiku di atas cintaku ,izinkan aku untuk menundanya. aku terpaksa membatalkan pernikahan ini.
salam hangat dari cintamu "DINDA" *
sontak erlina kaget membaca pesan dari Dinda, bagaimana mungkin dinda dengan mudahnya membatalkan pernikahannya begitu saja, sungguh diluar nalar.
Erwin yang baru masuk kekamar nya langsung menanyakan kepada erlina apa yang terjadi dengannya, kenapa erlina terlihat sangat kaget.
" Kenapa kamu terlihat kaget seperti itu Lin? "
"gak apa, jangan terlalu dipikirkan, apa karena aku datang kamu jadi kaget, takut dimarahi ya? kamu mau kepoin pesanku sama Dinda ya? "
"bisa bisanya kak Erwin bercanda disaat saat begini, pertama kita duduk dulu diluar, kakak minum air dulu! "
" kenapa emangnya? "
"ini kakak baca aja pesan dari Dinda"
__ADS_1
Erwin langsung mengambil hp-nya dan melihat semua pesan yang masuk dari Dinda, Erwin sangat kaget setelah membaca semua pesan Dinda ,Erwin bahkan tidak mengedipkan matanya saat membaca semua pesan itu ,setelah selesai membacanya Erwin hanya diam saja.
Erlina yang duduk di sebelahnya hanya bisa membantu menepuk-nepuk pundak Erwin agar mampu menenangkannya ,namun sikap diam Erwin malah lebih menakutkan dari seorang perempuan yang menangis saat merasakan kesedihan.
Seketika Erlina memeluk Erwin dalam diam, dia tak berkata-kata lagi, hanya menunggu Erwin untuk menenangkan diri, sungguh sangat menyedikan keputusan dangkal yang telah Dinda berikan, diamnya Erwin malah membuat Erlina sangat sedih, memang harus diakui Erlina pernah mengharapkan pembatalan pernikahan, tapi jika ia tau hal ini akan membuat Erwin sesedih ini, Erlina bahkan tidak menginginkan situasi yang tidak menyenangkan seperti ini.
"apa yang harus aku lakukan Lin? dalam situasi yang seperti ini, aku tidak bisa berpikir dengan jernih! yang terlintas dalam hatiku sekarang adalah, bagaimana dengan kakek? apakah dia bisa menerima beban rasa malu? sangat sulit meyakinkannya bahwa pilihankulah yang terbaik, bagaimana mungkin aku bisa memberi rasa kecewa yang sebenar ini?" Erwin terisak.
"andai ada yang bisa Erlina bantu, erlin bisa melakukan apapun untuk kak Erwin! apapun itu Erlina akan mengusahakannya" Erlina hanya bisa memeluk dan berusaha menghibur hatinya yang lara.
seketika terlintas pikiran Erwin untuk menjadikan Erlina pengantinya, menggantikan Dinda di pelaminan, "Maukah kamu menikah dengan ku?"
"Apakah ini keputusan yang tepat untuk saat ini kak? " Erlina bertanya.
"jika aku mengantikan calon pengantikku hari ini, hanya ada satu aku yang terlukai, namun jika aku tidak mencari solusinya, maka akan ada banyak hati yang terluka!"
"bagaimana aku bisa menolak kak Erwin, aku akan melakukan apapun yang kak Erwin perintahkan, namun jika aku meminta imbalan dari pengorbananku, apakah hal tersebut mungkin kak?"
"apakah itu?" Erwin memegang kedua pundak Erlina.
"apakah mulai hari ini kakak bisa memulai untuk belajar mencintaiku, seperti kakak yang sudah mencintai Dinda? begitu besar cinta yang kakak berikan untuk Dinda, apakah mungkin aku juga akan mendapatkan cinta yang sama?" entah kenapa Erlina meneteskan air matanya saat meminta cinta Erwin.
"jika kamu mau bersabar, aku akan mencobanya Lin, aku tidak akan menoleh kebelakang lagi, menyimpan Dinda hanya dalam kenangan yang telah memberiku banyak pembelajaran dan membuatku semakin dewasa, aku berjanji akan berusaha, tapi bisakah kamu bersabar untuk itu? "
__ADS_1
"aku akan bersabar untuk itu kak! " Erlina memeluk Erwin lagi, dan air mata bahagia membasahi pipinya.
BERSAMBUNG...