End Happy Wedding

End Happy Wedding
Bab 21


__ADS_3

Nadira mendorong tubuh Sagar dengan kuat.


' Tidak! Aku tidak bisa. Aku takut jika aku jatuh hati kepadanya. Dan aku akan kembali seperti dulu, dimana aku tidak bisa bicara walau sepatah kata dengan benar. ' Nadira sangat takut menghadapi perasaan nya saat ini.


Klak...


Suara ranting yang terinjak . Nadira menoleh ke sumber suara, yang ternyata itu adalah ayah Sagar yang sudah pergi masuk ke dalam rumah. Mungkin saja ayah Sagar melihat atau mendengar obrolan Nadira dan Sagar.


' Ternyata dia melakukan semua ini bukan sungguhan. Semua hanya akting karena ada ayah. Dia bilang ingin melakukan nya dengan sungguhan. Tapi dia berbohong. ' Nadira sangat sedih dengan pemikiran nya.


" Kakak jahat. Walau pun begitu, kakak jangan seperti ini kepadaku. Kakak tau sendiri aku sangat takut dengan kakak. " Nadira beranjak dari duduknya dan sedikit menjauh dari Sagar.


' Apa mungkin selama ini dia meremehkan aku karena sikapku yang mulai berubah menjadi perhatian. Dia tadi mengatakan tanpa berkedip untuk memulainya dengan sungguhan. Aku masih benar benar takut kepadamu karena hal yang palsu mungkin kah akan menjadi asli. ' Batin Nadira.


" Apa aku hanya menakutimu saja. " Sagar berdiri berhadapan dengan Nadira.


" Karena takut aku sampai tidak bisa bergerak. Kakak menahanku hingga aku tidak bisa bergerak sama sekali. Tapi itu berbeda dengan perasaanku. Aku bisa saja terbawa oleh alur ini. Aku bisa terbawa oleh perasaan. " Nadira menunduk sedih. Sagar mengulurkan tangan nya ingin menyentuh Nadira, tapi Nadira langsung berbalik dan berlari pergi meninggalkan nya.


' Aku mohon jangan seperti ini kak. Jangan buat aku memiliki perasaan lebih kepadamu. Biarkan aku berkonsentrasi demi nyawamu. '


****


Nadira masuk kedalam rumah untuk mencari ayah dan ibu mertuanya untuk berpamitan. Kedua mertuanya sedang asik menonton TV di ruang keluarga.


" Ayah, ibu. Kami mau pulang. " Pamit Nadira saat berhadapan dengan mereka berdua.


" Kenapa pulang secepat ini, kamu mau makan singkong bakar? " Tanya ibu Sagar, agar Nadira tidak pulang secepat ini.


" Singkong bakar? " tanya Nadira bingung.


" Iya, tadi ayahmu bilang pergi ke belakang mau mencari singkong. Iya kan ayah. "


Ayah Sagar hanya tersenyum, seperti orang salah tingkah.


' Ternyata benar, tadi itu ayah. ' Batin Nadira.


" Ayo cepat berdiri, bakar singkongnya. " Perintah ibu Sagar.


" Iya, aku berdiri. " Ayah Sagar keluar lebih dulu ke tempat perapian.

__ADS_1


" Ayo keluar sama ibu. " ibu Sagar memegangi kedua tangan Nadira.


" Iya. " Balas Nadira tersenyum hangat.


" Kenapa tidak menginap saja sih. "


" Tidak ibu, lain kali aku akan main kesini lagi. "


Ayah Sagar, membolak balik kan singkong yang mulai gosong kulitnya. Dia melihat apakah sudah cukup matang untuk di angkat. Sagar sendiri tidak membantu ayah nya, ia mengeluarkan paper bag yang tadi dia ambil dari dapur.


" Singkongnya kami bungkus saja. " Kata Sagar membawa paper bag.


" Terserah. Yang penting di makan ya. mumpung ini masih panas. " Kata ayah Sagar memasukkan singkong kedalam tas.


" Ayah mertuamu sangat sayang kepadamu. Dia melakukan semua ini hanya untukmu. Bahkan dia tidak pernah seperti ini kepadaku. " Kata ibu Sagar kepada Nadira. Nadira hanya menimpali dengan senyuman.


" Tidak pernah apanya. " Protes ayah Sagar.


" Iya deh, walau pun cuma sekali. "


" Oiya Nadira, apa hari minggu kamu ada waktu ? "


" Apa sih Sagar. Aku ingin membelikan beberapa pakaian untu menantuku. Lagi pula minggu depan kan ada pesta ulang tahun ayahmu. Nadira kalau hari minggu kamu ada waktu ayo kita ke mall, kita beli pakaian sekalian beli kado buat ayah. "


" Iya, baiklah bu. Sepertinya sore aku baru bisa bu. "


" Baiklah ibu akan reservasi ke butik langganan, kalau kita akan datang ke butik sore hari. " Kata ibu Sagar bahagia. Sagar hanya menatap ibunya dan Nadira dengan pasrah. Ia takut jika Nadira melakukan hal itu karena terpaksa.


*****


" Kamu tidak perlu datang menemani ibu. "


Nadira tidak jadi membuka pintu kamarnya setelah mendengar omongan Sagar.


" Aku akan bilang ke pada ibu, dia pasti akan mengerti. "


" Aku bilang akan pergi artinya aku akan pergi. " Nadira masuk ke kamar dengan kesal. Dia duduk di tepi ranjang tanpa menutup pintu. Sagar berdiri di depan pintu tanpa masuk ke kamar Nadira.


" Maaf sebelumnya, kamu pernah bilang suka berciuman dan dekat denganku, oleh sebab itu jangan pernah takut lagi kepadaku. Karena aku ini adalah suamimu. " Nadira hanya diam saja. Sagar masuk ke kamar dan duduk di samping Nadira.

__ADS_1


" Sikapmu bisa saja berubah, maka hubungan kita juga harus berubah. Kita tidak bisa seperti ini terus. Kamu juga harus bisa menerimaku. Walau pun berat bagimu cobalah, aku akan membantumu. "


" Membantu apa? "


" Membantu mengatasiku. Semua yang akan aku lakukan. "


" Untuk apa semua itu. "


" Untuk membuatmu tidak takut lagi. " Sagar membelai rambut Nadira.


" Tidak takut saat menatapku, tidak takut saat berciuman denganku dan melakukan hal lebih dari itu. "


" Kenapa? " Nadira menepis tangan Sagar.


" Kita hanya perlu ber akting kan? Itu yang kakak bicarakan sebelumnya, kakak sendiri yang bilang tidak mengharap kan yang lain. "


" Apa tidak boleh jika aku mengharapkan yang lain. Kamu yang membuatku menjadi goyah seperti ini. "


" Kakak kan bukan tipe orang yang mudah di goyah kan walau di goda. "


" Tapi kamu sudah membuatku goyah. Kamu kan istriku. Sudah sewajarnya kamu ada di. Sisiku. Memelukku dan menciumku. "


" Maafkan aku, jika sikap ku membuat kakak jadi salah fahamfaham karena aku banyak berubah. Tapi sebetulnya itu bukan sikap asli ku. Iya, aku memang terlihat sangat ingin terlihat bagus di mata kakak, itu semua semata karena aku ingin memastikan kesehatan dan keselamatan kakak. Seperti yang aku katakan, aku tidak ada perasaan apa pun kepada kakak. Aku hanya ingin kakak hidup lebih baik. "


" Jadi itu jawaban mu. "


' Kenapa? Kamu bersikap seolah olah tidak ada di masa depan ku saat aku hidup dengan baik. Apa kamu masih berfikir untuk bercerai denganku. Atau kamu tidak ingin berhubungan lebih dalam denganku. Agar kamu bisa dengan mudah menjauh dariku. ' Batin Sagar sedih.


" Baiklah aku akan pergi. " Sagar meninggal kan kamar Nadira. Nadira. Sendiri masih kalut dengan perasaanya.


Sagar duduk sendiri di balkon kamarnya. Dia masih terjaga. Memikirkan hubungan nya dengan Nadira. Walau pun Nadira bersih keras menolaknya kali ini Sagar tidak ingin melepaskan Nadira begitu saja.


Sagar mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi seseorang.


" Halo. Ini dengan aku Sagar Mahendra. "


' Walau pun kamu bersih keras, aku tidak akan menyerah dengan mudah. ' Batin Sagar.


" Ada hal yang ingin aku tanyakan tentang Nadira, bisakah kita bertemu besok siang? " Tanya Sagar.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2