End Happy Wedding

End Happy Wedding
Bab 22


__ADS_3

Sagar menunggu kedatangan Sasi di cafe biru yang tidak jauh dari kantor Sasi bekerja. Sagar ingin mendengar cerita dari Sasi yang merupakan sahabat Nadira dari SMP.


" Selamat siang Pak. " Sapa Sasi.


" Maaf, apa bapak sudah menunggu terlalu lama? "


" Tidak, duduk lah. Dan pesan makanan yang kamu inginkan. "


" Saya minum jus orange saja. "


Sagar memanggil pelayan untuk memesan minuman Sasi.


" Jadi, apa yang bisa kamu ceritakan tentang masalalu istriku. "


" Dulu, di kediaman Ji Hairim pemilik perusahaan Hairim yang termasuk anak perusahaan Voss dapartemen, Nadira tinggal di sana. Tuan Ji memiliki istri bernama nyonya Karina, beliau juga memiliki anak bernama Mazoya yang sepantaran dengan Nadira. Karena itu, nyonya Karina selalu tinggi hati, karena di bandingkan dengan Mazoya, Nadira lebih unggul dalam segala hal. Dulu, waktu kami masih SMA, Mazoya memiliki kekasih seorang pindahan dari luar Negeri. Dia bermesraan sampai kelewat batas di ruang ganti perempuan di sekolah kami, saat itu jam sekolah sudah berakhir, dan sekolah sudah sepi. Pada akhirnya mereka di temukan oleh satpam sekolah. Nyonya Karina sangat takut terjadi keributan di sana. Dia takut anaknya terkena gosip yang tidak sedap. Akhirnya nyonya Karina mencari keberadaan Nadira untuk di jadikan kambing hitam untuk menutupi kasus Mazoya. "


Sagar terdiam tidak menyangka Karina bisa berbuat sampai ke arah sana.


Saat itu kejadian di mana Karina menemui Nadira, yang terlihat lusuh dan penuh luka akibat kekerasan yang di lakukan Karina dan Mazoya. Tidak hanya itu, Nadira juga mendapat tindakan kekerasan dari kekasih Mazoya atas desakan Karina, agar terlihat memang benar pelaku kejadian itu adalah Nadira Dan Pacar Mazoya.


" Nadira ada apa dengan semua ini? Apa kamu tau, aku sangat kaget saat menerima telfon dari sekolah. " Kata Karina pura pura hawatir dengan kondisi Nadira saat itu. Dia membelai lembut rambut Nadira.


" Kenapa nyonya yang datang kemari? Di mana ibu ku? " Tanya Nadira bingung.


" Aku tidak mengatakan hal ini kepada ibumu. Karena aku takut ibumu akan kaget jika mengetahui keadaanmu seperti ini. " Karina mengelus lembut tangan Nadira.


" Sebaiknya kamu jangan menghubunginya, aku takut ibu mu akan syok dan sedih melihat kondisimu yang seperti ini. "


" Baik lah, terimakasih nyonya sudah menghawatirkan kondisiku. " Kata Nadira sedih, meskipun berulang kali di perlakukan kasar oleh keluarga Hairim, Nadira masih tetap percaya dengan kebohongan yang di buat oleh Karina. Karina tersenyum licik di balik kesedihan Nadira.


" Kamu tenang saja, aku akan membereskan semua kasus ini. Kamu tidak perlu hawatir."

__ADS_1


Nadira mengangguk, mengira kebaikan Karina itu tulus.


"Kamu terkena kekerasan seperti ini di sekolah tanpa alasan. Jika kita melaporkan nya ke polisi, kata pengacara jika kasusnya kekerasan tanpa alasan itu tidak akan di proses, bahkan itu akan di tutup dengan kasus kecelakaan yang tidak di sengaja. Lebih baik, kita mengatakan kalau ini kekerasan dalam pacaran? "


Nadira terkejut mendengar ucapan Karina.


" Iya, itu tentu saja kata pengacaraku. Dia bilang seperti itu. Bagaimana? " Bujuk Karina.


" Jadi nyonya Karina meminta kepada Nadira untuk melaporkan kasus ini karena alasan kekerasan dalam berkencan. " Sasi memukul meja dengan keras karena terbawa emosi saat mengingat hal itu.


" Padahal, yang pacaran dengan laki laki itu adalah Mazoya, tapi Nadira yang mendapat kekerasan. Karena nyonya Karina menyuap pacar Mazoya untuk melakukan hal itu. Lelaki itu memukuli Nadira tanpa ampun saat dia dalam perjalanan pulang. Lelaki itu juga berencana mengatakan jika dia adalah pacar Nadira, bukan pacar Mazoya. Jadi jika ada gosip tentang Mazoya, mereka bisa menggunakan Nadira sebagai umpan untuk menutupinya. Andai saja aku mengetahui ini semua dari awal, aku tidak akan tinggal diam. "


" Apa Nadira hanya diam saja saat mengetahui kenyataan yang sebenarnya seperti itu. " Sagar mencoba bersikap setenang mungkin.


" Iya, dia bilang kasus ini sudah beres. Dia memintaku untuk melupakan kejadian ini. Padahal dia yang mengalami nya. Aku juga dengar orang yang memukuli Nadira langsung kabur ke Amsterdam atau ke Amerika kalau tidak salah. Nadira berharap kasus ini tidak di ketahui oleh keluarganya. Itu sebabnya dia diam selama ini. "


*****


" Jadi, penyelidikan yang aku minta kepada David sebelum aku menikah, ternyata kasus itu sudah di rencanakan? " Sagar tidak habis pikir.


" Padahal dia sudah di perlakukan seperti itu. Tapi dia hanya diam saja! Selama ini aku membiarkan nya bahkan aku tidak bertanya kepadanya. " Sagar meremas kepalanya dengan frustasi.


" Aku fikir dengan begitu aku bisa melindunginya dalam diam ini. Tapi kenyataan nya, aku tidak melindungi apa pun. Kelalaianku dalam berfikir dengan diam adalah kesalahan terbesarku. Aku sama saja melakukan kekerasan ini kepadanya, kekerasan dalam keheningan. Aku baru menyadarinya sekarang. Apa semua sudah terlambat. " Sagar penutup wajahnya dengan tangan yang penuh penyesalan.


" Loh kakak? "


Sagar mendongak kan wajahnya menatap Nadira yang sudah berdiri di hadapan nya.


' Padahal kamu sudah di perlakukan sedemikian rupa. Tapi mengapa kamu masih bisa berdiri tegap seperti ini. ' Sagar memandang Nadira dengan tatapan sedih.


" Kenapa kakak ada di sisni? " Tanya Nadira bingung, karena ini masih jam kerjanya Sagar.

__ADS_1


" Aku menunggu mu. "


" Kenapa? Apa ada sesuatu? "


" Tidak! Aku hanya ingin menunggumu. Aku ingin tau bagaimana rasanya menunggu. "


Angin tiba tiba berhembus kencang, dedaunan gugur dari batang pohon.


" Aduh. " Sagar menutup matanya saat debu memasuki matanya.


" Kenapa? "


" Sepertinya debu masuk ke mata ku. " Sagar memegangi matanya yang perih.


" Coba singkirkan tanganmu, biar aku memeriksanya. Buka matamu. "


" Perih. " Kata Sagar saat mencoba membuka mata.


" Berlebihan deh, kakak diam ya. " Sagar hanya menurut apa kata Nadira.


Nadira berjinjit menggapai kepala Sagar, ia meniup mata Sagar yang terkena debu berulang kali.


" Bagaimana? Apa masih perih? " Tanya Nadira memastikan.


' Jika melihat sosokmu yang berubah seperti ini, aku jadi tidak bisa membedakan mana sosok dirimu yang sesungguhnya. ' Batin Sagar. Dia mengerjap kan matanya. Pandangan di depanya masih buram, ia mengerjapkan matanya kembali, hingga terlihat jelas bayangan Nadira di matanya.


" Gimana kak? Apa masih sakit? Apa kakak sudah bisa melihat? " Tanya Nadira.


' Kalau begini aku bisa melihat sosokmu yang sebenarnya. ' Batin Sagar saat ia benar benar membuka mata.


" Mangkanya, untuk apa juga kakak datang kemari. kakak jadi seperti ini tuh gara gara melakukan hal yang tidak aku suruh. " Kata Nadira sok benar. Sagar hanya memperhatikan tingkah laku Nadira yang di matanya semakin terlihat imut. Sagar hanya bisa tersenyum manis untuknya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2