End Happy Wedding

End Happy Wedding
Bab 44


__ADS_3

Wajah Nadira yang tadinya begitu ceria sekarang berubah menjadi sedih.


" Kakak lihat ini. " Nadira memberikan ponselnya kepada Sagar.


" Ada apa? " Sagar mengambil ponsel Nadira dan melihat isi berita yang tengah rame di media sosial.


" Siapa ini yang membuat berita tidak masuk akal seperti ini?! Sudah tau aku ini sudah memiliki istri. " Kata Sagar kesal.


Nadira menatap Sagar dengan perasaan sedih. Karena baru saja dia merasakan bahagia tapi wanita itu selalu hadir di tengah tengah mereka.


' Mengapa wanita itu, Alesa! Dia selalu ada di tengah tengah hubungan kita. ' Batin Nadira sedih. Dia mengingat kembali kejadian di masalalu saat itu, Alesa yang tiba tiba datang menemui Nadira di kampusnya dan hal itu sama sekali tidak di ketahui oleh Sagar hingga sekarang. Bahkan itu masih menjadi momok bagi hidup Nadira.


" Aku berharap hidup Sagar bisa lebih bahagia saat bersama mu. " Kata Alesa saat ia menemui Nadira di taman kampus.


" Itu sebabnya sekarang aku mengatakan nya, karena aku lihat kamu tidak bisa membahagiakan nya. " Kata Alesa to the point. Nadira tersentak mendengar omongan Alesa, tapi dia hanya bisa berdiam diri karena merasa takut.


" Seharusnya kamu jangan memikirkan diri sendiri. Sagar juga merasa sangat kesulitan dalam hubungan ini. "


" Kakak. Eh maksut ku suamiku apa dia pernah mengatakan hal itu kepadamu jika dia kesulitan karena aku? " Kata Nadira memberanikan diri. Karena Nadira yang dulu lebih memilih diam daripada dia bicara dan ia takut urusan nya akan semakin panjang.


" Kenapa tidak kamu tanyakan sendiri dengan dia? " Kata Alesa angkuh.


" Sepertinya kamu juga kasihan sekali. Aku akan membantumu untuk bicara dengan Sagar. Aku akan bilang kepadanya walau pun pernikahan kalian tidak di dasari dengan cinta tapi dia juga harus memperlakukan kamu dengan baik. "


" Tidak jangan! " Sudah cukup. Nadira tidak bisa menahan air matanya lagi karena mendengar ucapan Alesa.


" Jangan! Kakak tidak perlu mengatakan apa pun kepada suamiku. Sejak awal aku ingin menyelesaikan semua nya. Aku akan menyelesaikan semua sendiri. Kakak jangan bicara kan aku kepada nya. "


" Aku akan mendukung apa pun yang akan kamu pilih. " Alesa menepuk bahu Nadira.


' Ya, dulu aku sangat taku sekali. Bahkan aku takut untuk bertanya kepadamu. Semua menjadi perselisihan di antara satu pihak. Tapi sekarang aku tidak akan seperti itu lagi.' Nadira menatap Sagar yang masih melihat semua isi berita. Dia berjalan merebut ponselnya.


" Tapi, aku baru ingat. Saat itu kakak kan datang ke Izu bersamaku. Untuk menemaniku Study tour. Yang jadi pertanyaanku kapan foto ini di ambil ya? "

__ADS_1


" Itu... Sebenarnya besoknya aku kembali ke Kepatihan karena ada urusan pekerjaan penting. " Kata Sagar jujur dengan hati hati takut Nadira akan marah.


" Ohh! Jadi kakak bohong! Bilang kalau kakak sedang bercuti?! " Teriak Nadira.


" Iya maaf! Aku melakukan semua itu karena aku ingin kamu ikut pergi penelitian. "


" Tapi perusahaan kan jauh lebih penting. Kenapa kakak harus ikut pergi kesana jika memang banyak pekerjaan di sana? "


" Karena kamu harus melihat dan memeriksa kondisi ku setiap hari. "


Nadira menatap Sagar tidak percaya. Dia melakukan itu semua hanya demi hal itu.


" Kamu tenang saja. Jika ayah melihat berita itu, dia akan segera bertindak. Kamu tau sendiri kan? Ayah tidak akan suka. Dan aku pasti akan menuntut reporter yang sudah bikin berita seperti itu. Aku akan membuat mereka meminta maaf di hadapan publik karena sudah mencemarkan nama baik ku. "


Nadira melihat ketulusan dalam ucapan Sagar.


" Kamu tenang saja ya. Semua kan aku bereskan secepat mungkin. Kamu jangan hawatir. "


" Iya. " Nadira merasa sangat yakin dan percaya kepada Sagar.


" Sebenarnya, Alesa akhir akhir ini sering sekali menghubungiku. Dia bilang ada hal penting yang ingin dia bicarakan. Tapi aku mengabaikan nya karena aku sendiri sedang sibuk. "


Nadira mendengarkan cerita Sagar yang sebetulnya ia harap kan sejak dulu.


' Dia mengabaikan komunikasi dengan Alesa? ' Batin Nadira.


" Mungkin saja saat ini Alesa merasa curiga karena aku mengabaikan nya. Ternyata aku mengambil keputusan yang tepat untuk tidak menemuinya. Jika kami bertemu mungkin foto kami akan tersebar lebih luas lagi karena di jadikan umpan. "


" Jadi kalian berdua tidak pernah bertemu lagi? " Tanya Nadira.


" Tidak! Karena aku sendiri juga sibuk tidak ada waktu juga. Bahkan aku baru tau dia datang ke Kepatihan minggu lalu saat dia menelfonku. "


' Oh, jadi begitu ya. Dia mengatakan tidak bisa mengangkat telfon Alesa karena tidak ada waktu. Bahkan dia tidak menyempatkan diri untuk bertemu denganya. Padahal dia sampai rela pergi ke Izu untuk menemaniku penelitian. ' Nadira tersenyum senang memikirkan hal itu, karena Sagar lebih mementingkan nya.

__ADS_1


" Kenapa? Kamu tidak berfikir yang aneh aneh kan? Jangan salah faham ya. "


" Tidak kok. Aku percaya. Karena saat itu kakak kan ada bersama ku di Izu. " Nadira kembali tersenyum ceria.


***


Setelah turun dari pesawat mereka langsung berjalan menuju tempat penjemputan. Mereka tidak pergi berlibur telalu lama, setelah mengunjungi Bromo untuk melihat matahari terbit mereka langsung pulang kerumah. Sagar sendiri ingin langsung pergi menemui ayah nya untuk suatu hal.


" Nanti kamu pulang duluan saja ya. Dan istirahat lah. Aku mau pergi menemui ayah. " Kata Sagar saat mereka berdua berada di dalam mobil.


" Iya. "


Setelah sampai di halaman apartemen, Nadira turun dari mobil sendiri. Sagar langsung pergi ke rumah ayahnya dengan sopir.


Nadira membuka pintu apartemen dan langsung berjalan memasuki rumah. Dia duduk di sofa dan kakinya ia selonjorkan karena lumayan capek.


’ Aku baru sadar. Tahun baru ini dulu aku lewati begitu saja tanpa ada apa apa. Aku juga tidak pergi ke Bromo bahkan scandal kakak dan Alesa juga tidak ada. Apa itu karena kemarin kakak ikut denganku ke Izu? Apa takdir juga ikut berubah? ' Pikir Nadira ragu ragu.


Sesampainya di rumah orang tuanya, Sagar langsung masuk ke dalam rumah, ia di sambut langsung oleh ibunya.


" Kamu kesini sendirian? Seharusnya kamu kemari dengan Nadira. Ini kan tahun baru." Kata ibu Sagar dengan menggandeng tangan anak kesayangan nya.


" Iya, kalau aku tau aku akan mampir kesini aku akan membawa dia kemari. Ayah dimana ya? "


" Apa kalian berdua bertengkar lagi? " Kata ibu Sagar hawatir.


" Kenapa ibu selalu berfikir ke arah sana? "


" Aku bicara seperti ini karena aku tau kamu terkena scandal lagi. "


Sagar dan ibu nya duduk di sofa berdampingan.


" Tidak baik nak, terkena scandal dua kali apa lagi dengan orang yang sama. Coba kamu fikirkan, dari scandal itu siapa yang paling di rugikan? "

__ADS_1


Sagar menatap ibunya bingung.


Bersambung...


__ADS_2