
" Tidak! Sagar tidak bilang seperti itu. Dia mengatakan fakta bagaimana bisa sedekat itu dengan kakak. " Jawab Nadira buru buru, karena dia tidak enak dengan Alesa dan takut nya membuat dia menjadi salah faham.
" Dia sangat berterimakasih dengan kakak. "
Raut muka Alesa berubah menjadi sedih.
" Terimakasih karena kakak sudah jadi Selebritis terkenal dan hebat. "
" Hah? Terimakasih? Dia hanya bilang terimakasih karena aku sudah jadi selebritis? Apa hanya itu saja yang ia katakan?! Padahal aku benar benar berusaha. "
Alesa mengingat sewaktu dirinya masih sangat kecil, dia sudah tidak memiliki siapa pun di dunia ini selain kakak kembarnya. Mereka berdua bergantung sama lain di bawah naungan panti asuhan yang sangat sederhana. Hingga muncul lah Sagar, yang tiba tiba menjadi teman baik kakak nya.
Ketika kakak nya meninggal kan nya dari dunia ini, Alesa benar benar hancur. Dunia nya seakan mati karena dia menjadi sebatang kara. Tapi beruntungnya dia, masih ada Sagar dan keluarga nya yang tetap memeluk nya dengan penuh kasih sayang. Semenjak saat itu. Alesa berjuang mati matian untuk bisa menyaingi Sagar. Dia berusaha menjadi orang hebat seperti Sagar. Agar suatu saat dia tidak di remeh kan dan dia pantas bisa bersanding sejajar dengan Sagar.
" Aku berusaha mati matian. Agar aku tidak kalah dari Sagar. Untuk bisa setara dengan Sagar. Aku berusaha sebaik mungkin agar bisa berdiri di samping nya. Tapi akhirnya... Apa yang sebenarnya sudah kamu lakukan?!" Alesa mengungkap kan segala isi di hatinya.
Nadira menatap Alesa penuh kebingungan.
" Padahal kamu sama sekali tidak berusaha menjaga tempat mu di sisi nya dan bahkan kamu ingin membuang nya. " Alesa tidak bisa menahan air matanya yang sudah membendung.
" Ahh " Nadira bingung harus berkata apa. Dia juga benar benar merasa sedih dan campur aduk dengan semua ini.
" Kenapa?! " Alesa terisak.
" Kenapa kamu berada di sana seolah itu hal yang wajar bagimu? Padahal kamu sudah memiliki segalanya. " Alesa menatap Nadira dengan penuh air mata.
" Kamu sudah memiliki ayah dan ibu seperti malaikat, seorang adik yang kapan saja menjagamu. Tapi... Hiks... Aku hanya memiliki Sagar! Kamu sudah merebut Sagar dariku! Sebenarnya kamu lah yang perebut bukan aku! "
Nadira menatap Alesa dengan sedih.
" Setidaknya sekarang kamu sudah di sampingnya. Harusnya kamu mengharap kan kebahagiaan orang itu! Dan berusaha mempertahan kan nya."
" Walau baru sekarang aku menyadarinya, tapi aku akan berusaha. " Nadira mengulurkan sapu tangan dari dalam tasnya.
__ADS_1
" Aku akan berusaha menjaga Sagar dengan baik. Agar kakak bisa merasa tenang dan bangga karena sudah mengalah untukku. "
Alesa mengambil sapu tangan dari tangan Nadira dengan kasar seperti anak kecil yang merajuk.
" Sudah kamu ambil saja sana! " Kata Alesa.
" Aku akan membuang Sagar dari hidup ku. Hiks... Walau begitu aku sudah mengenal nya dari kami masih kecil. Tapi, orang itu malah mau memutuskan hubungan dengan ku cuma gara gara aku salah bicara dengan istrinya satu kali." Teriak Alesa kesal.
" Bahkan dia menyuruhku untuk minta maaf kepada istrinya. "
Nadira tersenyum melihat kegigihan dan kebaikan Alesa yang sesungguhnya.
" Huft! Aku akan berusaha lagi dan menjadi orang lebih hebat lagi dari pada sekarang. Sehingga kalian berdua tidak bisa se enak nya bicara dengan ku lagi. Aku akan membuat kalian berdua menyesal sudah bicara seenaknya kepadaku. Jaga hubungan kalian baik baik jangan sampai kalian bercerai dan hidup lah dengan mesra. "
Nadira tersenyum dan mengangguk patuh.
" Tapi.... Beneran nih aku tidak perlu minta maaf kepadamu?! "
" Baiklah.. " Alesa menyalakan mesin mobilnya dan menacap gas mobil.
" Ah iya kak. Ada yang ingin aku tanyakan sekali lagi. "
" Tanyakan saja. "
" Bagaimana kakak bisa mengetahui pasword rumah kami? " Tanya Nadira penasaran.
" Oh itu... Nyonya Karina yang memberitahu ku. "
Nadira tersentak kaget mendengar nama yang barusan di sebutkan oleh Alesa.
" Dia juga bilang kepadaku jika pernikahan kalian berdua itu sebenarnya palsu. Hanya pura pura belaka."
Alesa mengenang kembali saat pertemuan nya dengan Karina.
__ADS_1
" Aku kebetulan ketemu nyonya Karina di salah satu coffe shop. Tapi, jika di pikir pikir lagi sepertinya itu bukan kebetulan. Aku baru menyadarinya sekarang. "
" Woaaahh! Kamu bunkanya Alesa Soehandi artis terkenal itu ya? " Tanya Karina yang langsung duduk nimbrung di kursi depan Alesa. Kebetulan saat itu Alesa tengah duduk sendirian.
" Iya betul. " Jawab Alesa.
' Huft pasti ini fans yang melelahkan. Padahal ini kan caffe terbaik yang menjaga privasi pengunjung. Dan seharusnya walau pun dia tau aku ini artis dia harus pura pura tidak kenal. Karena itu sudah peraturan di caffe ini. ' Batin Alesa.
" Anda teman dekat dari tuan Sagar Mahendra kan? "
Alesa langsung menatap wanita itu.
" Ah iya, saya adalah Karina. Kenalan dari Nadira istri dari tuan Sagar Mahendra. "
' Ah... Ternyata dia kenalan istrinya Sagar. ' Batin Alesa dan menaruh gelasnya di meja.
" Jika anda teman dekat tuan Sagar, harusnya anda sudah tau kan? " Karina tersenyum melihat ekspresi Alesa yang mulai tertarik dengan arah pembicaraan nya.
" Jika pernikahan Tuan Sagar dan juga Nadira itu semua hanya sebuah kebohongan. "
" Saat itu aku sangat terkejut mendengar pernyataan nya. Aku sama sekali tidak mempercayainya, hingga nyonya Karina bilang dia akan membuktikan ucapan nya itu semua memang benar adanya. Dia memberikan ku paswor kunci rumah kalian. Saat aku datang kerumah kalian sebenarnya aku sangat marah sekali dengan pernyataan nyonya Karina. Bagaimana bisa Sagar melakukan hal yang mengerikan dengan menjalani pernikahan palsu dan bahkan dia menyembunyikan nya dariku. Aku memencet pasword itu dengan sangat marah. Aku berharap semuanya tidak benar. Aku ingin memastikan pasword yang di berikan nyonya Karina salah dan berarti ucapan nya juga keliru. Tapi, nomor pasword yang dia berikan ternyata benar. Pintu itu terbuka. "
Saat itu, Alesa merasa penasaran dan mencoba semakin masuk ke dalam rumah Sagar.
" Aku minta maaf karena aku masuk begitu saja. Seandainya saat itu tidak ada orang di rumah, aku juga akan langsung pergi lagi. Tapi aku malah melihatmu di rumah. Dan terpaksa aku menyapa mu dan menebalkan mukaku dan ber akting menjadi muka tembok. "
Karena Alesa sangat jago dalam ber akting, Nadira sendiri tidak mengerti jika saat itu Alesa sendiri sangat bingung dan malu kepergok masuk kerumah orang secara diam diam.
" Tapi, sebenarnya aku sendiri merasa penasaran dengan kebenaran nya. Aku sendiri sangat kaget saat mengetahui kamu begitu mudah rapuh. Aku kebingungan dan juga marah saat itu. Karena aku berfikir apa temanku Sagar adalah laki laki seperti itu. "
Nadira mendengarkan penjelasan Alesa dengan tersenyum dan perasaan lega.
Bersambung....
__ADS_1