End Happy Wedding

End Happy Wedding
Bab 33


__ADS_3

" Baiklah aku akan pergi. Tapi kenapa cuma sebentar. "


" Kan aku cuma ingin memeriksa kondisi kakak. "


' Orang ini benar benar ya. ' Batin Sagar.


" Ingat, mungkin pertemuan kita bisa sebertar, tapi setelah kamu selesai penelitian kamu harus bersenang senang denganku di sini. "


" Maksut kakak? "


" Apa kamu akan ikut rombongan kelasmu sampai di rumah? "


" Tidak! "


" Pulang bersamaku, dan kita liburan sebentar di sini berdua denganku. "


" Iya, terimakasih kakak sudah mau menemuiku walau cuma sebentar. "


" Iya sama sama. "


" Nanti malam kita bertemu lagi ya. "


" Baiklah, kamu harus bersenang senang denganku. "


Pipi Nadira merona malu mendengar ucapan Sagar.


" Aku pergi dulu. " Nadira berjalan pergi meninggalkan Sagar sendiri. Sagar hanya bisa tersenyum melihat sikap Nadira yang tergoda oleh nya.


' Ternyata pertemuan kita hanya sebentar. ' Batin Sagar.


" Oke, kalau begitu. Aku juga akan pergi. "


Sagar keluar dari hotel, di luar sudah ada mobil jemputan yang sedang menunggunya.


Sebenarnya Sagar masih begitu banyak pekerjaan di kantornya, dia terpaksa bilang kepada Nadira jika ia berlibur dan menemani nya penelitian di gunung Argo. Semua itu ia lakukan demi kebahagiaan Nadira, Sagar harus bolak balik dari kota Kepatihan ke pulau terpencil seperti gunung Argo. Karena ia tidak mungkin juga meninggalkan pekerjaanya.


****


Sagar berjalan memasuki kantor dan di sambut ramah oleh satpam dan para staf saat melihatnya.


" Selamat pagi pak. Anda ada tamu yang sedang menunggu. " Kata staf resepsionis.


" Siapa? "


" Selamat pagi pak Sagar. " Sapa pria paruh baya yang muncul dari ruang tunggu.


' Direktur dari perusahaan Hairim. ' Batin Sagar yang tidak menduga dia akan datang sepagi ini.


" Ada apa anda datang kemari? Kenapa tidak bikin janji temu dulu? " Kata Sagar tidak senang.


" Ada urusan yang penting yang ingin saya sampaikan. Untuk itu, apa boleh kita ke ruangan bapak? " Direktur Hairim mencoba bicara selembut mungkin.


" Baiklah. "


Sagar berjalan menuju lift dan Direktur Hairim mengekorinya di belakang.

__ADS_1


" Katakan! " Sagar duduk di sofa di ikuti dengan Direktur Hairim yang duduk di depannya.


" Saya sedang ada jadwal lain, sebaiknya anda mengatakan semuanya tanpa basa basi. "


" Saya datang kemari karena istri saya pak. "


' Ah, ternyata karena dia. ' Batin Sagar.


" Urusan kepala mall Star itu tidak ada kaitannya dengan istri saya. Jadi... "


" Siapa yang mengatakan jika kepala mall star ada kaitannya dengan istri anda. Saya jadi ragu, apa memang urusan itu ada kaitannya dengan istri anda. Atau bahkan anda juga terlibat. "


" Apa maksut anda pak? Saya sama sekali tidak tau menau mengenai hal ini. Anda juga mengerti kan, bagaimana kebutuhan dan gaya hidup seorang perempuan. Saya tau kepala mall Star tengah di selidiki oleh polisi dan di tetapkan sebagai tersangka atas kasus korupsi dan penggelapan. Untuk hal itu saya minta tolong kepada anda untuk tidak menyangkut pautkan hal ini kepada istri saya, karena hal itu pasti akan ber imbas kepada perusahaan saya. "


' Sudah ku duga, perempuan itu pasti ketakutan dan menceritakan hal ini kepada suaminya. ' Batin Sagar.


" Saya mohon pak! Jika anda meminta kasus ini di hentikan. Maka semua masalah ini tidak akan berlanjut. "


" Anda salah mengatakan hal ini kepada saya. Saya sama sekali tidak punya hak untuk menangani kasus tersebut. Lagi pula jika saya memiliki hak itu, saya tidak akan melakukan hal yang anda minta. "


Direktur Hairim merasa kaget mendengar jawaban Sagar yang menolak permintaanya.


" Bukan kah kita harus melakukan sesuatu untuk kebenaran? "


" Anda menolak permintaan saya karena istri anda kan? Karena istri saya kemarin membuat kesalahan kepada istri anda saat di butik. Dia pasti meminta hal ini agar anda mempersulit keluarga kami. Itu hanyalah salah faham pak. "


Sagar masih diam mendengarkan omongan Direktur Hairim.


" Saya dengan keluarga Nadira sudah saling mengenal sejak lama, mereka saya pelihara dengan baik. Jangan cuma karena hal itu bapak balas dendam kepada keluarga kami."


" Kita kan satu grub perusahaan pak. Tolong mengerti akan situasi saya saat ini. "


' Aku selalu mendukung apa pun keputusan mu Nadira, tapi ada saatnya aku harus mengambil keputusan sendiri. Aku bukan orang yang sepertimu. Yang bisa bersabar dan menutupi semuanya. ' Batin Sagar.


" Kenapa saya harus mengerti situasi anda?"


' Aku tidak akan membiarkan hal ini seperti tidak pernah terjadi. ' Batin Sagar.


" Di luar sana masih ada orang orang yang lebih baik dari anda, banyak orang orang yang jujur dan hidupnya lebih susah dan kesulitan dari anda. Kenapa saya harus menolong anda? "


Raut muka Direktur Hairim menahan amarahnya.


' Aku ingin kamu melihat, orang orang seperti ini tenggelam di depanmu. ' Batin Sagar.


" Bagaimana bisa, saya harus mengerti dengan orang orang seperti keluarga bapak. " Kata Sagar tenang.


" Pak Sagar! " Direktur Hairim berdiri dengan begitu marah.


" Saya datang kemari menemui CEO yang terhormat seperti anda bukan untuk di hina! Jika anda seperti ini. Anda pasti akan menyesal! " Teriak Direktur Hairim penuh amarah. Sagar hanya melihatnya dengan santai dan tidak gentar sedikit pun.


****


Sagar turun dari pesawat pribadinya. Berjalan keluar dari Bandara menunggu jemputan mobil yang akan mengantarnya menuju hotel tempat Nadira menginap.


" Aku terlalu membuang waktu di Kepatihan, seharusnya aku mengusir pria itu sejak awal. " Sagar bergumam sambil melihat jam yang ada di tangannya.

__ADS_1


Tinn!


Suara klakson mobil yang menepi di depan Sagar. Ia langsung masuk ke dalam mobil.


" Jalan yang cepat ya pak. Saya sudah terlambat. " Kata Sagar kepada pengemudi di depan nya.


" Baik tuan. "


Sagar memasuiki lobi hotel dengan terburu buru. Ia ingin membersihkan diri sebelum bertemu dengan Nadira.


" Kakak! " Teriak seorang wanita yang tidak asing bagi Sagar. Sagar menoleh ke sumber suara. Nadira datang menghampiri Sagar.


" Kenapa kamu ada di luar? Kamu sudah makan malam?" Tanya Sagar.


" Sudah. Tadi aku buru buru makan supaya bisa keluar sebentar. Eh ternyata ketemu kakak di sini. "


" Harusnya makan pelan pelan saja. Jangan buru buru seperti itu. " Sagar mengelus rambut Nadira dengan lembut.


" Kakak tenang saja, aku sudah ahlinya makan cepat. Jadi jangan hawatir. Oiya besok kita ketemu lagi seperti ini ya."


" Baiklah. " Sagar tersenyum hangat kepada Nadira.


" Kita ketemu jam berapa? "


" Sesuaikan saja dengan jadwalmu. "


" Apa tidak apa apa? "


" Tentu saja. Yang sibuk kan kamu. Jadi aku yang harus menyesuaikan jadwal kamu. "


" Baiklah, kalau begitu kita ketemu jam sepuluh ya. " Jawab Nadira.


" Oke. "


" Kalau begitu sampai jumpa besok kak. Kakak cepat istirahat. " Nadira berbalik meninggalkan Sagar.


" Kenapa kita tidak naik bersama saja? " Sagar menahan tangan Nadira dengan penuh harap. Tapi, Nadira malah melepaskan tangan Sagar yang memeganginya.


" Kalau kita naik bersama dan ada yang melihat kita, pasti akan jadi bahan omongan orang lain. "


' Aku melakukan hal ini demi kebaikan kakak. Jika orang itu melihat kita dia akan memaksaku mengajak kakak datang ke acara pesata perpisahan. ' Batin Nadira.


" Tapi... " Nadira tidak melanjutkan perkataanya.


" Tapi apa? "


" Terimakasih kakak sudah mau menemuiku, dan menemaniku datang kemari. "


" Iya. " Sagar tersenyum senang saat melihat Nadira yang terlihat begitu bahagia.


" Sampai bertemu besok. " Nadira pergi meninggalkan Sagar sendirian di lobi hotel.


Sagar hanya bisa memandang kepergian Nadira hingga hilang di balik lift hotel.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2