
Mobil berhenti di depan Mall Star. Sagar turun dari mobil dan membukaka kan pintu untuk Nadira.
' Ya Tuhan, orang ini apa sama dengan orang yang aku temui kapan hari itu? Kenapa berbeda sekali?' Pikir Sasi. Ia berfikir demikian karena saat bertemu denganya Sagar terlihat sangat kaku, dingin, berwibawa dan juga terlihat kejam. Tapi hari ini ia melihat sikap dan tatapan nya yang begitu hangat, baik dan romantis kepada sahabatnya Nadira.
" Kamu yakin mau di antar sampai di sini? " Tanya Sagar dengan lembut memastikan.
" Iya, Sasi sudah menunggu ku. Terimakasih sudah mengantar. "
" Iya. " Sagar masuk kembali ke dalam mobil. Tidak lama mobil kembali berjalan.
" Hai Sasi. " Sapa Nadira menghampiri Sahabat nya yang sedang bengong.
" Jadi, selama ini aku sia sia saja dengan ke hawatiran ku tentang pernikahan mu. Ternyata aku tidak tau apa pun sama sekali. Aku senang sekali melihat kejadian hari ini. Sepertinya aku bisa memastikan sesuatu. Kalian benar benar pasangan suami istri idaman yang sangat serasi. " Kata Sasi antusias.
" Ah kamu terlalu berlebihan. " Nadira tertawa.
" Iya, sikap suami mu romantis sekali. Dia sangat perhatian kepada mu. Aku jadi iri. Beda banget dengan saat aku bertemu denganya kemarin. "
" Memangnya kalian habis bertemu? "
' opps! Aku kelepasan. Pertemuan kemarin kan di suruh merahasiakan Sama pak Sagar.' Batin Sasi yang kelepasan karena asik bicara.
" Aku kemarin tidak sengaja bertemu dengan pak Sagar di kantor. " Dalih Sasi.
' Aneh sekali, tiba tiba Sasi menjadi gugup seperti itu. Aku kan cuma bertanya. ' Batin Nadira.
" Ayo kita masuk! " Sasi menggandeng tangan Nadira.
Setelah asik menemani Sasi berkeliling mall dan bermain. Mereka duduk di food court menikmati es cream.
" Rasanya adem kalau sudah makan es cream seperti ini. " Kata Sasi.
" Iya, adem nya sampai ke hati. Rasanya semua masalah seperti ikut meleleh di dalam mulut. " Mereka berdua tertawa bersamaan dengan terus menyendok es cream yang ada di gelas.
" Gimana? Lancar honeymoon kalian kemarin? " Goda Sasi.
" Hoeneymoon apaan sih? "
" Udah, jangan malu malu seperti itu. "
" Emang iya? Kemarin aku kan ada penelitian. Dan sekalian kakak ikut nemenin kesana. Dia bilang juga ada urusan di beberapa cabang daerah sana. "
" Pak Sagar sampai datang ke cabang perusahaan kecil? " Tanya Sasi heran.
" Memangnya kenapa? " Tanya Nadira bingung.
" Tidak sih. Hebat saja. " Jawab Sasi singkat.
__ADS_1
****
Nadira membuka pintu rumah. Kedaan rumah sangat hening, yang bertanda kalau Sagar belum pulang ke rumah.
' Sepertinya kakak pulang terlambat. Padahal ini sudah jam sebelas malam. Dia bahkan belum istirahat setelah pulang dari Izu. ' Pikir Nadira.
Dia pergi ke kamar dan melepaskan cadrigan yang ia kenakan.
" Tadi Sasi aneh sekali. Seperti ada yang dia sembunyikan. Apa benar mereka hanya bertemu di kantor? Tapi kenapa reabegitu? Apa lebih baik aku tanya kakak saja saat dia kembali? "
Nadira segera tidur setelah membersihkan diri, karena besok ia harus bangun pagi untuk bekerja.
Sagar memasuki rumah dengan sempoyongan. Dia dengan susah payah melepaskan sepatunya. Tanpa menaruh di rak sepatu dia berlalu begitu saja.
' Gara gara menjamu pimpinan Xander aku jadi mabuk seperti ini. Biasanya aku tidak pernah minum sebanyak ini.' Batin Sagar.
Dia berjalan menuju kamarnya dan melihat pintu kamar Nadira yang masih terbuka sedikit.
' Apa dia belum tidur? ' Sagar membuka pintu kamar Nadira dan mendapati wanita yang ia kenal tertidur lelap di atas kasur. Sagar mendekatinya dan duduk di pinggir ranjang. Ia mengamati wajah cantik Nadira yang sedang tertidur. Ia merasa wajah Nadira sangat menggemaskan. Sagar mendekatkan diri ke tubuh Nadira, tanpa ia sadari dia mulai mencium lembut bibir Nadira. Sagar menatap nya penuh kehangatan. Ia membelai lembut rambut Nadira.
****
Sayup sayup tedengar suara kicauan burung. Nadira menggeliat kan badanya, dan membuka matanya.
" Sepertinya tidurku semalam sangat nyenyak sekali. Bahkan tadi malam aku tidak mimpi apa pun. " Nadira mengucek matanya dan mengambil ponselnya untuk melihat jam.
' Satu panggilan tak terjawab dari ayah mertua?! ' Nadira terkejut, karena tidak biasanya ayah mertuanya menghubunginya.
" Halo iya Nadira. " Jawab ayah mertua nya saat Nadira menelfon balik.
" Maaf ayah, aku baru bangun. Aku tidak tau tadi ayah menelfonku. "
" Iya tidak apa apa. Sebenarnya aku menelfonmu untuk mencari Sagar. Karena ayah menelfon nya berulang kali tidak ia jawab. "
" Ah begitu."
" Apa dia sudah bangun? Sepertinya semalam dia pulang terlalu larut. Karena ada pertemuan penting dengan rekan kerja."
" Sepertinya dia masih tidur. " Nadira turun dari ranjangnya dan pergi melihat Sagar di kamar nya. Karena dia sendiri pun tidak tau apa Sagar sudah ada di rumah atau belum. Semalam ia sendiri sudah pergi tidur lebih dulu tanpa menunggu kepulangan Sagar.
" Maaf, apa kamu bisa membangunkan Sagar sebentar?! Ada suatu hal penting yang ingin aku tanya kan kepada dia. "
" Baik ayah, akan aku bangun kan. "
" Aku tutup telfon nya, bilang kepadanya untuk segera menelfonku saat sudah bangun. Aku tunggu secepat nya ya. "
" Iya ayah. " Telfon terputus.
__ADS_1
Nadira berjalan mendekati Sagar.
' Semalam aku sama sekali tidak tau kakak pulang jam berapa. Dia pasti sangat lelah. ' Batin Nadira. Ia berjalan perlahan menghampiri Sagar yang tidur membelakangi nya. Nadira tidur di samping Sagar dan meletakkan kepalanya di punggung Sagar, untuk mendengarkan detak Jantung Sagar.
' Sebelum aku membangunkan nya lebih baik aku cek dulu kesehatan nya. ' Batin Nadira dengan perasaan senang karena Sagar masih tertidur lelap.
Sraaak!
Sagar berbalik badan dan menindih Nadira, dengan tatapan yang belum sepenuhnya sadar, Sagar mencium bibir Nadira.
" Kak! " Panggil Nadira, tapi Sagar masih tidak bergeming.
"Kak! Kakak ini kenapa? " Dia kembali mencium bibir Nadira
" Kak, tunggu..." sagar melanjutkan mencium leher Nadira. Sagar mencoba membuka kancing piama Nadira. Tapi Nadira menahanya dengan kuat kuat.
" HHEEEIIII!! " Nadira mendorong Sagar.
" Ha??? " Sagar terbangun dan mulai sadar.
" Maaf aku kira ini tadi mimpi. " Sagar turun dari ranjang dan membelakangi Nadira.
" Aku kan sudah sering mengatakan, jangan pernah datang ke kamarku saat masih pagi seperti ini. Inilah yang aku takut kan selama ini. "
" Kakak malah menyalah kan aku. " Nadira menutupi dadanya dengan mata berkaca kaca.
" Maaf. Tapi aku butuh waktu untuk sadar dari tidurku. Memangnya tadi aku melakukan hal yang aneh? "
" Apa kakak tidak ingat? Apa yang barusan kakak lakukan kepadaku?! "
" Tidak. " Jawab Sagar datar.
" Aku tidak melakukan hal aneh selain ciuman kan? "
" Jadi menurut kakak ciuman itu bukan lah hal yang aneh?! " Teriak Nadira dengan marah.
" Kakak harusnya minta maaf kepadaku. Minta maaf sampai tangan kakak tidak bisa di gerakkan. " Teriak Nadira marah, yang malah membuat Sagar tertawa melihatnya.
" Hahahahaha! Maaf. Aku tidak bermaksud begini kok. Aku benar benar tidak sengaja. Aku harus minta maaf berapa lama sampai tanganku tidak bisa bergerak. " Sagar kembali tertawa. Nadira melempar muka Sagar dengan bantal karena kesal.
" Ayah tadi menelfon! Cepat telfon balik sana! " Kata Nadira masih marah.
" Hahahahahaha. " Sagar tidak bisa menghentikan tawanya.
' Sial, saat marah saja dia terlihat sangat manis sekali. ' Batin Sagar.
Bersambung...
__ADS_1