
Nadira berjalan mendekati Sagar dan memeluknya, dia ikut prihatin dan bersedih mendengar ceritanya.
" Tiba tiba ada suara ledakan dan membakar semua isi gudang. Aku pingsan dan saat aku terbangun... " Kali ini Sagar tidak bisa menahan air matanya lagi. Dia menangis jika mengingat kejadian itu. Bagaimana tidak, teman dekatnya satu satunya terjebak di dalam sana, dia tidak bisa membayangkan apa yang terjadi di dalam gudang itu.
" Sudah jangan di teruskan. " Kata Nadira mengelus lembut punggung Sagar.
Sagar memeluk Nadira, dan dia masih belum bisa mengendalikan dirinya sendiri.
' Jagan di katakan lagi. Aku tidak bisa bilang ini kepadamu, tapi aku juga tau rasa penyesalan yang mendalam itu. Aku juga merasakan perasaan bersalah itu. Aku tau, bagaimana kamu ingin kembali ke saat itu. Betapa kamu membenci dirimu sendiri, entah dengan perasaan apa kamu bertahan selama ini. Karena aku sendiri belum tentu bisa bertahan seperti kamu. ' Batin Nadira sedih.
Sagar melonggar kan pelukan nya, dan mendongak ke atas menatap Nadira.
" Setelah kejadian itu, aku tidak bisa apa apa dengan Alesa. Dia Alesa dan kakak nya bergantung satu sama lain di panti asuhan. Tapi kakak nya malah meninggalkan nya dengan cara begitu. Dia pasti sangat membenciku. Bukan hanya aku yang memperhatikan Alesa, tapi ayah dan ibu juga sangat memperhatikan nya. Sejak saat itu, Alesa selalu berusaha untuk lebih maju, mungkin dia bertekat juga demi kakak nya, hingga dia menjadi selebritis terkenal. Aku sangat berterimakasih kepada nya, karena dia tidak membenciku. "
' Rupanya, dia ingin menggantikan teman nya untuk menjadi saudara Alesa. ' Batin Nadira. Dia mengelus lembut pipi Sagar.
" Walau aku perhatian kepadanya. Tapi aku tidak akan meminta kepadamu untuk memaafkan semua perlakuan Alesa terhadapmu. Aku sama sekali tidak pernah menceritakan apa pun tentang kehidupan kita kepada Alesa. Termasuk tentang Nyonya Karina. Kamu harus percaya itu. "
Nadira mengangguk dan tersenyum.
" Iya, aku tau sekarang.. "
" Tapi ada sesuatu yang ingin aku katakan sekali lagi.. Ini tentang mu. " Sagar berdiri dan memengang kedua tangan Nadira.
" Aku sudah mengetahui semua kejadian yang menimpa mu ketika kamu masih SMA. Dan bagaimana nyonya Karina mengatur skenario semua nya. "
' Yaampun dia tau tentang hal itu. ' Batin Nadira kaget.
" Maaf aku jadi membicarakan hal ini. Sebelum aku tau jika nyonya Karina yang melakukan semuanya, aku juga berfikiran sama dengan yang lain nya, jika kamu mendapat kasus karena pacaran itu. Karena itu, aku selalu berfikir kamu trauma dan takut kepada laki laki. "
" Aku takut?! Pada laki laki? " Tanya Nadira heran.
" Iya laki laki. Karena kamu dulu kan takut kepadaku. "
" Ah, itu sih dulu aku takut sekali dengan kakak. "
" Nah itu dia. Kenapa dulu kamu takut kepadaku? Aku benar benar tidak faham. Kenapa harus aku yang kamu takuti?" Kata Sagar sedih karena selama ini Nadira menganggapnya sebagai ancaman dan membuatnya takut.
' Apa dia tidak mengerti? ' Batin Nadira.
" Bahkan kamu pernah bilang tidak bisa menatap ku dengan alasan berbau fisik. "
__ADS_1
" Itu kan karena aku tidak bisa melihat orang tampan! " Teriak Nadira keceplosan. Dia spontan menutup mulutnya.
' Kenapa mulutku bisa bicara seperti itu sih. ' Batin Nadira.
" Aku tampan? " Sagar tersenyum dengan wajah menggoda.
" Oh, jadi selama ini kakak itu salah paham dengan ku? Kakak mengira aku ini takut kepada laki laki. Padahal aku kan takut nya sama kakak. "
" Tapi kamu mengakui kan? Jika aku ini tampan. " Kata Sagar percaya diri.
" Tidak sekali pun aku mendengar jika wajahku itu tidak enak di pandang. Berarti jika kamu tidak menyukai ku tentunya kamu tidak akan menyukai laki laki lain juga. " Sagar tersenyum manis.
' Aduh, pria ini kenapa percaya diri banget ya. Padahal tadi aku bicara serius. ' Batin Nadira.
" Maafkan aku, ucapan ku tadi serius. aku sudah berkata keterlaluan ya. "
Sagar tersenyum dan melangkah mendekati Nadira.
" Nadira.. " Sagar memegang kedua bahu Nadira. Lalu dia memeluk Nadira.
' Terimakasi Nadira, kamu sudah mau mendengar ceritaku dan kamu mau menerima semuanya. Hari ini kamu sudah berhasil menghibur ku. Terimakasih. ' Batin Sagar.
" Apa aku boleh mencium mu. " Kata Sagar.
" Jangan! " Nadira melepaskan pelukan Sagar.
" Tapi aku ingin.. " Sagar mencium tangan Nadira yang membuatnya langsung tersipu.
" Sepertinya ini bukan lah waktunya untuk itu deh. "
" Tidak perlu waktu untu melakukan itu. Bilang boleh... Cepat! "
Nadira hanya diam saja karena tertegun mendengar ucapan Sagar. Sagar mendekatkan dirinya dan meraih kepala Nadira.
' Padahal aku masih belum mengizin kan. " Nadira menutup matanya dan Sagar mulai mendekatinya dan mencium bibirnya.
Sagar membawa Nadira ke sofa dan menaruhnya di sana.
" Berhenti, aku mau berhenti. " Kata Nadira melepaskan ciuman Sagar.
Sagar melanjutkan mencium pipi Nadira hingga turun ke lehernya.
__ADS_1
" Aku kan belum memberikan izin. Aku bilang tidak boleh. " Kata Nadira marah.
Sagar menghentikan cuman nya.
" Harusnya kamu bilang ini lebih cepat, agar aku tidak jadi salah faham. " Sagar mencium tangan Nadira dengan lembut.
" Kalau kakak bersikap begini untuk apa minta izin segala. " Teriak Nadira.
" Baiklah! Maka dari itu hapus larangan itu dan tidak perlu ada izin segala. " teriak Nadira kesal.
Sagar mendesak Nadira hingga Nadira terjatuh telentang di sofa.
' Dia benar benar menyebalkan. ' Batin Nadira.
" Aku tidak suka minta izin. "
" Kakak kenapa jadi begini sih? "
" Karena aku ingin sekali mencium mu. "
" Kenapa ingin mencium ku? "
" Mencium ya mencium tidak ada sebab dan alasan untuk melakukan itu. "
' Tidak ada alasan? Dasar menyebalkan. Memangnya dia pikir aku ini apa? " Batin Nadira kesal, karena dia ingin mendengar jawaban yang lain.
" Nggak mau! Pokok nya aku tidak mau! Hari ini aku tidak mau! " Nadira berusaha bangun dan mendorong Sagar.
" Pokoknya tidak mau ya tidak! Tidak! "
" Kenapa tidak mau? Tidak boleh? Ternyata kamu segitu tidak suka nya ya kepadaku? "
" Kita bahkan sekali pun tidak pernah melakukan itu! " Teriak Nadira marah.
" Melakukan itu? Itu apa? " Tanya Sagar bingung. Sagar berfikir dan dia ingat, iya sebagai suami dan istri harusnya mereka melakukan hubungan intim suami istri. Tapi selama mereka menikah tiga tahun belakangan ini mereka sama sekali tidak pernah bersentuhan sama sekali.
" Iya, benar juga ya. " Sagar tersenyum.
' Iya dia benar. Aku sama sekali tidak pernah berfikir ke arah situ. Harusnya hal paling penting dalam pernikahan adalah melakukan itu. ' Pikir Sagar.
Dia kembali mendekati Nadira.
__ADS_1
" Kita harus melakukan itu. Kamu benar. Sekarang kita bisa melakukan nya. Langsung juga boleh. Aku tidak apa apa. " Kata Sagar dengan senyum polos nya.
Bersambung....