End Happy Wedding

End Happy Wedding
Bab 28


__ADS_3

Setelah berganti pakaian, Nadira merebahkan tubuhnya di atas kasur. Hari ini adalah hari yang paling buruk untuknya. Dia berharap setelah keluar dari keluarga Hairim dia tidak akan pernah bertemu lagi dengan Karina atau pun Mazoya. Tapi siapa sangka dia malah bertemu dengan mereka begitu mudah.


" Aku sangat berharap tidak akan bertemu dengan orang yang bernama Karina. Dan aku berharap dia tidak akan pernah muncul dalam kehidupanku lagi. Tapi, siapa menyangka akan bertemu mereka seperti ini. " Nadira menatap langit langit kamarnya dengan bengong.


" Tapi, aneh juga jika aku tidak bertemu dengan mereka. Karena perusahaan Hairim adalah anak dari perusahaan Voss. Tentunya mau bagaimana pun dan dalam kondisi apa pun aku pasti akan bertemu dan ber urusan dengan mereka lagi. " Nadira menghela nafas panjang, dan memejamkan matanya.


Tok! Tok! Tok!


Pintu kamar terbuka, Nadira tidak merubah posisinya. Dia hanya menoleh ke arah pintu, yang di sana Sagar sudah berdiri di ambang pintu.


" Aku dengar tadi ada keributan di butik. " Kata Sagar.


" Bagaimana kakak bisa tau. " Nadira bangun dari tidurnya dan duduk di tepi ranjang.


" Aku mendengarnya dari pemilik butik. Tadi aku mampir ke sana sebentar untuk mencarimu. " Sagar ikut duduk di sebelah Nadira.


"Hmmm." Nadira menundukkan kepalanya.


" Kamu pasti sangat kaget dengan kejadian seperti tadi. "


" Tidak, aku tidak apa apa kok. " Jawab Nadira langgang.


" Beneran kamu tidak apa apa? "


Nadira hanya mengangguk kan kepalanya dan kembali menunduk.


' Kenapa kamu tidak mau berterus terang kepadaku? Padahal jika kamu bersandar kepadaku perasaanmu akan terasa lebih nyaman. Apa pun itu aku pasti akan mendukungmu. Aku akan menggantikan mu untuk melawan dia. ' Sagar hanya bisa mengatakan itu di dalam hati dan menatap Nadira dengan sedih.


" Kamu pasti sangat kaget! Tenang saja. Orang orang yang jahat pasti akan mendapatkan balasan yang setimpal. " Kata Sagar penuh semangat.


" Apa sih? " Nadira tertawa melihat tingkah Sagar.


Ya, cerita di dalam dongeng di mana orang orang yang jahat akan mendapat hukuman atas perbuatan dirinya sendiri. Memuji yang baik dan akan menghukum yang jahat. Seperti itulah cerita di dalam dongeng.


Nadira kecil yang masih berumur lima tahun waktu itu berharap dirinya bisa hidup seperti di dalam dongeng yang berakhir happy ending. Tapi Nadira yang sekarang selalu berharap happy ending itu akan terjadi di hidup orang yang ada di hadapan nya saat ini. Begitu pula dengan hidupnya.


" Maaf kak. Kakak tidak pernah bersikap seperti ini. Aku jadi tertawa karena melihat kakak yang tidak biasa. " Nadira menahan tawanya.


Kruuuuukkkk!!

__ADS_1


Bunyi suara perut Nadira.


' Kenapa dengan perutku ini sih. Dia selalu bunyi di depan kakak. Bahkan kemarin juga seperti itu. ' Batin Nadira malu.


" Apa kamu mau keluar makan sesuatu? "


Nadira mengangguk malu. Wajahnya memerah seperti kepiting rebus karena malu.


" Apa yang ingin kamu makan? " Tanya Sagar.


" Aku ingin makan sup iga sapi. "


" Baiklah, ayo kita makan itu. "


" Yang benar? "


" Tentu saja, bersiap lah. "


Sagar pergi meninggalkan kamar Nadira.


***


Sagar dan Nadira berjalan beriringan menuju rumah makan yang tidak jauh dari apartemen nya. Mereka lebih memilih berjalan kaki dari pada naik mobil, karena Sagar ingin menghabiskan sedikit lama bersama Nadira.


Angin malam berhembus dingin sampai menembus kulit. Nadira mengepalkan tanganya karena dingin. Meskipun dia sudah memakai jaket yang begitu tebal.


' Sudah berapa hari telah lewat semenjak aku memutuskan untuk tidak berbuat aneh kepada dia. ' Sagar melirik ke arah Nadira.


' Aku hanya ingin memegang tangan itu. Tidak ada laki laki yang berfikiran se polos diriku. ' Sagar melihat ke arah tangan Nadira.


Dia melihat Nadira yang sepertinya menahan dingin. Sagar meraih tangan Nadira.


" Sepertinya kamu kedinginan. " Kata Sagar saat melihat Nadira terkejut karena Sagar menyentuh tanganya.


" Jangan ragu untuk melakukan ini. " Sagar memasukkan tangan Nadira ke dalam saku jaketnya. Nadira hanya menatap Sagar dengan penuh tanda tanya.


" Sekarang aku adalah suamimu jadi ini sudah sewajarnya aku melakukan ini semua kan? Apa kamu keberatan dengan aku melakukan hal seperti ini? " Nadira hanya menundukkan kepalanya tanpa ada perlawanan.


*****

__ADS_1


Karina duduk di balkon rumah, dan mencoba menghubungi seseorang di balik ponselnya. Tatapan nya terlihat sangat gusar, menanti orang yang di hubungi mengangkat telfon nya.


" Bagaimana? Apa kamu sudah menyelidiki semuanya?" Tanya Karina kepada orang suruhanya melalui telfon.


" Maaf nyonya, kami sudah menyelidiki tentang pria itu. Tapi data pria itu sama sekali tidak bisa di lacak. Kami juga tidak tau pria itu datang dari mana. Karena dia juga secara tiba tiba datang ke butik itu. " Jawab pria di seberang telfon.


" Aku sudah membayar mu dengan mahal, cepat temukan siapa sebenarnya dia. " Kata Karina marah.


" Baik nyonya. Akan saya usahakan. "


" Aku tunggu sampai besok pagi. Jika kalian tidak berhasil! Aku tidak akan membayar kekurangannya. " Karina menutup telfon dengan marah.


Dia merasa sangat terhina dengan kejadian di butik tadi sore.


" Siapa sebenarnya pria misterius itu? Kenapa orang orang ku sampai tidak bisa melacak dia! Dan sepertinya Nadira sangat mengenal pria itu. Apa jangan jangan dia dia datang dengan pria misterius itu. " Karina mencoba menebak apa yang di lihatnya tadi.


" Jika memang itu benar. Ini adalah kesempatan yang bagus untukku. Itu berarti Nadira memiliki simpanan pria lain. Aku akan mengatakan hal ini kepada Sagar Mahendra. Dan semua akan terasa menyenangkan. " Karina tertawa senang membayangkan hal apa yang akan terjadi kepada Nadira jika dia buka suara.


***


Nadira menyeruput sup iga yang ada di pot depan nya. Dia sangat menikmati makanan itu. Selain lapar, Sop iga sapi adalah makanan kesukaan Nadira. Sagar sendiri sebenarnya tidak begitu menyukai sop iga. Tapi demi membahagiakan Nadira, Sagar mencoba untuk menyukai makanan itu mulai dari sekarang.


" Pelan pelan makan nya. " Kata Sagar saat melihat Nadira makan dengan kepanasan.


" Ini sangat nikmat jika di makan saat panas seperti ini. Apa lagi cuaca di luar sangat dingin karena memasuki musim hujan. " Kata Nadira di sela sela makan nya.


" Apa kamu mau nambah lagi ?" Tanya Sagar saat melihat Nadira yang begitu lahap.


" Tidak! " Jawab Nadira.


' Sebenarnya ini sangat enak, tapi aku takut jika kakak menganggapku sangat rakus. "


" Apa kamu mau jalan jalan keluar sebentar? stelah makan? " Nadira menghentikan makan nya. Sepertinya dia menyetujui ajakan Sagar.


" Apa ada tempat yang ingin kamu kunjungi?" Sagar memakan suapan sup iga yang terakhir.


" Apa tidak apa apa jika kita pergi ke sana? " Tanya Nadira memastikan.


" Tentu saja! Cepat selesaikan makanmu. Setelah itu kita pergi kesana. "

__ADS_1


Nadira menganggukkan kepala, dan segera menghabiskan makananya.


Bersambung...


__ADS_2