End Happy Wedding

End Happy Wedding
Bab 68


__ADS_3

" Aku pulang! " Nadira menutup pintu dan melepaskan sepatunya.


" Sayang! " Panggil Nadira dengan kaku.


' Aku jadi serba salah harus memanggilnya seperti apa? Aku malu jika memanggilnya yeobo. ' Batin Nadira.


" Sayang! " Teriak Nadira karena tidak mendapat jawaban juga dari suaminya. Dia berjalan mendekati kamar Sagar, dan terdengar gemuruh percikan air dari dalam kamar mandi.


' Ah, pantesan tidak dengar. Ternyata dia sedang mandi. Lebih baik aku juga mandi kali ya. " Nadira keluar dari dalam kamar Sagar dan masuk ke dalam kamar lamanya. Setelah membalikkan badan Nadira sangat terkejut dan langsung berlari.


" Astagaaaa! " Nadira langsung meraih dan menutup buku harian nya.


" Kenapa aku bisa se ceroboh ini. Kenapa bisa aku lupa menyimpan ini. " Kata Nadira panik.


" Kakak belum melihatnya kan? Aku harap tidak. Semoga saja. " Nadira menaruh buku itu kedalam laci dan menutupi dengan buku lain.


" Tunggu! Bukan nya aku sudah menyimpan rapih buku ini? Tapi kenapa buku ini tiba-tiba ada di meja belajar? " Pikir Nadira bingung.


" Kamu sudah pulang secepat ini ya? "


Nadira langsung berbalik dengan kaget dan tegang.


" I-iya. Baru mandi? " Tanya Nadira kaku.


" Iya. " Jawab Sagar.


" Aku kira pulang kerja langsung mandi tadi."


" Kan baru pulang kerja juga. " Kata Sagar sambil menggosok rambutnya yang basah.


" Tidak melakukan hal lain kan sebelum mandi? " Tanya Nadira memastikan.


" Tidak kok. Memangnya kenapa? " Tanya Sagar santai.


" Tidak ada apa-apa. Apa kakak sudah melihat lampunya? " Tanya Nadira lagi.


" Belum. Aku mau ganti bersama saat kamu datang. Kamu bilang katanya berpengalaman dalam mengganti lampu. "


" Baiklah, kalau begitu ayo kita ganti bersama. " Kata Nadira dengan lega. Karena sepertinya Sagar belum melihat buku harian nya yang tergeletak di meja.

__ADS_1


' Melihat sikap santainya, sepertinya dia belum melihat buku itu. ' Batin Nadira.


" Baiklah. "


Sagar kembali ke kamar dan berganti pakaian dengan cepat, setelah itu ia kembali ke kamar Nadira. Sagar mengambil kursi di meja belajar Nadira, dan segera naik ke atasnya, sedangkan Nadira memegangi kursi agar tidak goyang.


' Bukunya sudah menghilang ya? ' Batin Sagar saat dia melirik ke arah meja belajar di mana buku itu tergeletak di atasnya.


" Sudah selesai. Coba nyalakan lampunya. " Perintah Sagar dan kembali menaruh kursi pada tempatnya.


" Woaaahhh! Sekarang kamarnya jadi terlihat terang. Kemarin terlihat sangat redup. Aku pikir memang lampunya seperti itu. Ternyata lampunya yang bermasalah. Sekarang aku benar-benar merasa kamar ini sangat terang. " Kata Nadira dengan takjub.


" Sayang. " Panggil Sagar dengan senyuman mengembang di pipinya.


" Iya. "


" Apa tidak ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan kepadaku? " Tanya Sagar dengan hati-hati.


" Apa memangnya? " Tanya Nadira bingung.


' Apa kakak benar-benar sudah melihat buku itu. ' Pikir Nadira gelisah.


" Ah, it-u.. "


Nadira hanya menjawab dengan anggukan kepala.


Selesai mandi dan berganti pakaian Nadira sudah melihat Sagar duduk di tepi ranjang.


" Sudah selesai? " Tanya Sagar saat melihat Nadira keluar dari dalam kamar mandi. Nadira hanya menjawab dengan anggukan.


" Sini, coba ikut denganku. " Sagar menggandeng tangan Nadira menuju ruang tamu.


" Ini di kirim ke kantorku tadi pagi. " Sagar memberikan amplop coklat yang tadi pagi ia terima.


" Di amplop itu tertulis namamu. " Kata Sagar.


" Tapi, aku tidak pernah mengirim ini sama sekali. Apa lagi ke kantor. " Kata Nadira bingung. Ia membuka isi amplop yang di berikan oleh Sagar.


" Apa ini?! " Tanya Nadira kaget.

__ADS_1


" Entahlah aku juga bingung. " Kata Sagar.


" Aku memperlihatkan foto itu ke kamu bukan karena kenapa-napa. Tapi aku bingung, kenapa di foto itu kamu terlihat menangis? " Kata Sagar sedih.


" Oh, saat itu, aku menangis karena tangan kakak terluka karena luka bakar. Aku menangis di kursi taman sangat lama. Dan kebetulan orang itu lewat. Kemudian dia mendengarkan semua ceritaku. " Jelas Nadira.


" Hanya orang lewat? " Sagar menekankan pertanyaan nya.


" Sebenarnya tidak begitu juga. Aku sendiri bingung harus menceritakan nya mulai dari mana. Karena orang itu selalu bertemu denganku secara kebetulan. Dan itu rasanya janggal. " Kata Nadira jujur.


" Aku selalu bertemu dengan dia, pertama kali aku ketemu dengan dia saat di acara keluarga kakak di sakura. Aku pikir dia adalah kenalan atau kerabat kakak. Mangkanya dia juga ada di sana. " Kata Nadira.


" Tidak, aku tidak mengenalnya. Bahkan aku tidak memiliki teman atau kerabat yang berambut pirang seperti itu. " Tutur Sagar.


" Aneh juga kan kak? Setelah itu aku juga bertemu dengan nya saat di butik, dia yang menyelamatkan aku dari tuduhan nyonya Karina. Setelah itu dia juga ada di Izu. " Terang Nadira.


" Siapa Namanya? "


" Dewa. Dia bilang namanya Dewa. Tapi aku mendengarnya saat dia berkata dari jauh. "


' Tidak! Tidak mungkin. ' Batin Sagar dengan terkejut.


' Nama itu sama persis dengan shabat ku yang meninggal waktu itu. ' Batin Sagar heran.


' Ah, mungkin saja namanya hanya kebetulan sama. Tapi nama itu kan sangat jarang terdengar di sini. ' Batin Sagar.


" Mungkin saja orang ini datang dari luar Negeri. Mungkin juga dia adalah kerabat jauh dari kakak. "


" Nadira! Aku sudah bilang sama kamu kan! Jika ada orang yang terlihat aneh cepat katakan kepadaku. "


" Ah tidak! Dia bukan orang aneh kok kak. " Nadira cepat menjawab omongan Sagar.


" Sepertinya orang ini memiliki keahlian kusus. Dia pembawa keberuntungan menurutku. Coba kakak lihat matanya. Di sana tidak terlihat seperti ada kejahatan kan? Sepertinya dia orang baik. " Nadira menatap foto Dewa.


" Karena waktu itu dia membantuku saat di butik dan aku di tuduh jadi pencuri. Dia tiba-tiba datang dengan barang bukti, setelah itu dia bertemu denganku lagi di Izu, yang saat itu kakak sedang terkena skandal dengan kak Alesa, dan saat aku mengejar dia, Tiba-tiba saja kita tertangkap kamera seseorang yang sedang melakukan live streaming. Dan saat itu aku sedang menangis, dia juga tiba-tiba datang saat foto ini di ambil. Dia datang mendengarkan semua ceritaku dan mencoba menghiburku. Lalu... "


" Nadira cukup! " Kata Sagar menghentikan cerita Nadira dengan tidak senang.


" Aku harap cukup sampai di sini kamu menaruh kepercayaan kepada orang asing. " Tegas Sagar.

__ADS_1


" Aku harap kamu berhenti menaruh kepercayaan kepada orang lain selain aku. Kamu juga harus ingat, jika sekarang kamu sudah memiliki pasangan, memiliki aku sebagai suami mu. Banyak sekali laki-laki yang bersikap baik dan manis di luar tapi dalam nya busuk! Seharusnya, kamu harus bisa berhati-hati. Sebisa mungkin jangan bicara kepada laki-laki lain. " Kata Sagar dengan tegas.


Bersambung...


__ADS_2