
" Tidak! Jangan! Siapa kamu? Tidak.. Kumohon tidak... " Nadira mengigau dalam tidurnya.
Di dalam mimpi Nadira melihat seorang wanita yang sama persis dengan dirinya. bahkan ia seperti tengah bercermin.
" Siapa kamu?! " Tanya Nadira di dalam mimpi.
" Percuma saja kamu menghindar dari semua takdir ini, semua itu pasti akan terjadi. " Wanita kembaran Nadira berjalan mendekat dengan membawa bunga yang di hadiahkan Sagar sebelum ia meninggal.
" Apa maksutmu?! " Tanya Nadira takut.
" Walaupun kamu menghindar, semua akan terjadi. Saat di mana kamu akan bercerai. " Tiba tiba ruangan gelap itu berubah jadi ruang persidangan yang dulu ia datangi dengan Sagar. Dimana hakim mengetuk palu dan masih menggema di telinganya jika dirinya dan Sagar resmi bercerai. Nadira yang asli hanya bisa meneteskan air mata melihat kejadian yang pernah ia alami. Dia seakan tengah melihat televisi yang nyata.
" Kamu tidak akan pernah bisa merubah takdir! Karena pada akhirnya dia akan meninggalkan mu! "
Nadira berpindah tempat lagi, dia menatap darah Sagar yang bercecer di jalan. Nadira sudah tidak bisa membendung air matanya lagi ia menangis sejadi jadinya karena hal ini adalah hal yang paling menyakitkan untuknya.
" Gimana?! Percuma kamu berjuang pada akhirnya kamu tetap akan menangi di depan karangan bunga ini. " Kembaran Nadira menyodorkan bunga yang ada di tanganya.
" Tidak! Itu semua tidak benar! " Teriak Nadira di sela tangis nya.
" Aku pasti bisa melewati ini semua. Aku pasti bisa menyelamatkan nya! Akan aku pastikan dia selalu baik baik saja! " Teriak Nadira.
" Hahahaha! Percuma saja! Kamu pikir kembali ke masa lalu adalah hal nyata? Itu hanya ilusimu saja! "
" Tidaaaakkk!! " Teriak Nadira, dia terbangun dari tidurnya, dia langsung terduduk dan mendapati handuk hangat jatuh dari keningnya.
' Ya Tuhan! Ternyata ini semua hanya mimpi.' Batin Nadira.
' Mimpi yang seakan nyata! Tapi ini semua cuma mimpi! Iya mimpi. ' Perasaan Nadira semakin tidak enak karena habis mimpi buruk. Nadira bangun dan pergi keluar menuju dapur. Dia membuka kulkas dan mencari bir atau apa pun untuk menenangkan nya dan menghilangkan beban mimpi buruknya.
" Aku harus minum ini. " Dia mengambil dua kaleng soju.
" Nadira! Apa yang kamu lakukan?! "
Nadira hanya menoleh ke arah Sagar yang tiba tiba muncul di belakang nya.
" Kamu masih panas? " Sagar memegang dahi Nadira.
" Apa itu? " Tanya Sagar.
" Soju! Aku mau minum. " Nadira berlalu pergi ke sofa ruang tamu.
" Kamu kan lagi sakit! Kamu bahkan tidak bangun selama tiga hari. Memangnya tidak apa apa ya kamu minum seperti itu? Perhatikan kesehatanmu. " Crocos Sagar yang khawatir dengan Nadira.
" Tidak bangun selama tiga hari? " Tanya Nadira sambil meminum soju dari botolnya.
__ADS_1
" Iya. "
' Entahlah apa yang terjadi. Tapi lebih baik aku minum dulu supaya moodku kembali baik lagi. ' Batin Nadira.
" Kamu mau minum denganku? Itu sebabnya kamu mengambil dua botol? " Tanya Sagar menyusul duduk di sebelah Nadira.
" Tidak! Aku mau minum ini supaya bisa tidur dengan nyenyak. "
' Padahal sekarang tanggal tiga puluh satu Desember. Aku berusaha pulang lebih awal agar bisa merayakan Tahun baru denganmu.' Batin Sagar.
Nadira menyalakan televisi.
' Lebih baik aku melihat Drakor yang membuat fikiranku menjadi senang. ' Batin Nadira dengan mencari acara televisi yang ia inginkan.
" Hmmm ganteng sekali oppa Cha Eun Woo. Lebih baik aku merayakan tahun baru ini dengan nya. " Kata Nadira menatap televisi yang menayangkan film True beauty.
" Katanya kamu mau tidur nyenyak. "
" Memangnya kenapa? Coba lihat, oppa itu tampan sekali. " Kata Nadira mengagumi.
' Ganteng apanya! Bisa bisanya dia berkata seperti itu tanpa memandangku! Sungguh memalukan dia memuji anak kecil seperti itu! Aku saja tidak pernah dia puji. ' Batin Sagar kesal. Sagar mengambil remot dan memindah chanel televisi.
" Kenapa di pindah! Berikan remotnya kepadaku! " Nadira merebut remot yang di pegang Sagar yang lagsung di elak olehnya.
" Sebentar lagi pukul dua belas. Kita tonton live televisi pesta kembang api saja. "
" Dasar! Kakak ini pikirannya sangat kuno! Tidak tau perkembangan jaman sekarang. "
" Halo! Aku dan kamu cuma beda lima tahun! Jika aku kuno kamu pun juga sama! "
" Kakak tuh yang kuno. "
" Eh coba lihat. "
Sagar dan Nadira menatap ke layar televisi. Yang saat itu tengah siaran langsung dan menghitung mundur untuk menyalakan kembang api.
" 5,4,3,2,1." Tuuuutttt! Duar! Duar! Duar!
" Selamat tahun baru Nadira! "
" Selamat tahun baru kakak. "
" Sini, aku ingin memelukmu. " Sagar melebarkan tanganya.
" Kakak yang kesini! Biar aku peluk. " Nadira melebarkan tanganya untuk memeluk Sagar.
__ADS_1
Sagar langsung berhambur memeluk Nadira dengan senang hati.
" Nadira! Aku berharap di antara semua para lelaki yang ada di sekitarmu akulah lelaki yang harus paling dekat denganmu. " Kata Sagar tulus.
" Iya, aku juga berharap aku lah satu satunya wanita yang bisa sedekat ini dengan kakak. "
Sagar melepaskan pelukan nya dan menatap ke arah Nadira.
" Aku selalu seperti itu. Sejak awal kamu lah satu satunya wanita yang dekat denganku. " Kata Sagar mendalam.
" Bohong! " Raut wajah Nadira berubah jadi sedih. Karena di pikiran nya terlintas muncul bayangan Alesa begitu saja. Karena selama ini wanita itu mengaku selalu dekat dengan Sagar. Bahkan dia tau segala hal tentangnya. Sedangkan Nadira sendiri baru belajar mengetahui tentang kehidupan Sagar.
" Aku tidak pernah bohong kepadamu. " Sagar menyelipkan rambut Nadira ke belakang kuping nya. Dia mendekatkan muka nya ke arah Nadira dan ingin mencium nya.
Kriiiingg!!
Telfon Sagar berbunyi membuat Sagar kehilangan momen untuk mencium Nadira.
' Siapa sih yang menelfon di saat seperti ini?' Batin Sagar dan melirik ke arah ponselnya.
" Kenapa tidak di angkat? " Tanya Nadira mencoba melihat layar ponsel tapi di tahan Sagar dengan memeluknya.
" Nggak usah dan tidak akan aku angkat. "
" Memang nya kenapa? "
" Itu si Alesa! Sudah pasti. Dia sangat tidak peka malam malam telfon seperti ini. "
' Kenapa? Apa selama ini aku sudah salah paham dengan hubungan mereka berdua? Apa aku terlalu mempercayai kata kata Alesa saja tanpa mencari tau kebenaran dari hati kakak. ' Batin Nadira.
Nadira melirik ke arah Sagar yang masih memeluknya dengan hangat. Nadira langsung membalas pelukan Sagar dengan erat.
" Apa ada sesuatu yang ingin kamu lakukan di tahun baru ini? " Tanya Sagar melepaskan pelukan nya.
" Ada. "
" Apa? "
" Melewati tahun ini dengan kebahagiaan dan juga keselamatan. "
" Ohhh, kamu tidak ada rencana. "
" Kok kakak meremehkan rencana ku! "
' Dasar laki laki ini! Dia tidak akan pernah tau maksud mendalam ku yang mulia ini selama lamanya! ' Nadira menatap Sagar.
__ADS_1
' Tapi tidak apa apa dia tidak tau selamanya. Asalkan di tahun ini kami bisa melewati semuanya dengan penuh keselamatan. ' Nadira berhambur dan langsung memeluk Sagar.
Bersambung...