End Happy Wedding

End Happy Wedding
Bab 37


__ADS_3

Sagar menggendong Nadira masuk ke dalam kamar hotel, dia merebahkan tubuh Nadira di atas kasur.


' Dia pasti tidak nyaman, tidur menggunakan jaket seperti ini. ' Batin Sagar.


" Aku akan melepas jaketmu. " Sagar membuka jaket yang di kenakan Nadira.


" Jangan! " Teriak Nadira dengan mata tertutup.


" Hei aku hanya melepas jaketmu saja. " Kata Sagar berusaha melepas jaket Nadira hingga terlepas.


' Apa jangan jangan dia sudah sadar, dan hanya berpura pura saja? Aku baru menyadari, kamu bisa semabuk ini jika minum anggur, aku baru mengetahuinya setelah menikah tiga tahun. ' Batin Sagar.


" Kamu bahkan ketakutan, padahal aku hanya melepas jaket mu. " Sagar duduk di samping Nadira.


" Karena saat itu aku tidak mempercayai kakak sama sekali. " Kata Nadira mengigau. Sagar mendekatkan diri ke Nadira.


" Apa sekarang kamu mempercayaiku? Apa pun yang akan aku lakukan? " Sagar mendekatkan diri ke tubuh Nadira, hingga muka mereka berdua saling berhadapan.


" Kakak kan sudah berjanji kepadaku. Untuk tidak menyentuhku. " Tiba tiba Nadira membuka matanya dan berkata manja.


" Aku tidak pernah berjanji seperti itu. Aku tidak akan berjanji dan tidak mau berjanji. Jangan jadikan aku orang baik Nadira. " Kata Sagar menggoda. Nadira meraih pipi Sagar yang ada di atasnya.


" Kakak, terimakasih. Kakak sudah hidup! " Kata Nadira bahagia.


" Jangan bicara seperti itu. Kamu sengaja bicara seperti ini agar aku tidak berbuat macam macam kepadamu kan?!"


Nadira hanya diam saja dan menarik Sagar hingga tidur di sebelahnya.


" Aku ingin tidur seperti ini. " Kata Nadira memeluk Sagar.


" Kamu ini! Jagan peluk seperti ini." Sagar melepaskan pelukan Nadira, dan kembali Nadira memeluknya.


" Hei, kamu pikir aku bisa tidur dengan hanya berpelukan?! Aku bisa melakukan apa saja jika kami seperti ini. "


' Dia ini benar benar tidak memikirkan perasaan orang lain.' Batin Sagar.


Nadira hanya diam saja dan kembali memejamkan matanya dan masih tetap memeluk Sagar.


" Kamu selalu menjawab hal yang menguntungkan mu saja. " Kata Sagar.


Sagar mengamati wajah tenang Nadira saat tertidur lelap.

__ADS_1


" Kamu yang mengajakku tidur bersama kan? " Sagar membelai pipi Nadira.


" Baiklah aku akan menurutinya, tapi.. " Sagar ingin mengecup bibir Nadira tapi ia urungkan.


' Apa dia benar benar sudah tidur? Dia tidak menjawab omonganku. Aku tidak bisa menciumnya begitu saja saat dia tidak sadar seperti ini. Dan aku tidak bisa membangunkan orang yang sudah tidur. ' Sagar membelai rambut Nadira dengan lembut.


" Nadira, kamu tidak sedang mimpi buruk kan? Hingga membuatmu seperti ini? Kenapa dulu kamu ingin sekali bercerai denganku? Padahal dengan mimpi buruk itu kamu bisa berubah dan hubungan kita bisa menjadi lebih baik. " Bisik Sagar.


Sagar masih tidak habis pikir dengan sikap Nadira yang dulu bersih keras ingin sekali untuk bercerai darinya. Hingga suatu pagi yang membuat Nadira tiba tiba berubah, dan mendatanginya dengan hanya beralasan karena mimpi buruk. Entah, karena mimpi buruk itu Sagar harus merasa kasihan atau malah bahagia. Karena berkat mimpi buruk itu, sikap Nadira mulai berubah. Dia mulai menunjukkan jati dirinya yang sesungguhnya yang selama ini Sagar tidak mengetahuinya sama sekali. Dan hubungan mereka lambat laun semakin mencair dan lebih baik lagi. Sagar berharap hubungan ini bisa menjadi semakin dekat lagi.


*****


" Terimakasih ya, semalam kakak sudah menaruh ku sampai ke kamar dengan selamat." Kata Nadira saat mereka berjalan menuju depan bandara. Selesai landing, barang bawaan mereka sudah di bawa oleh pegawai Sagar, sehingga mereka berdua tidak perlu repot repot untuk membawa koper.


" Menaruh katamu?! Aku menggendong mu sampai ke kamar. " Kata Sagar kesal.


" Iya terimakasih sudah mengantarku. "


" Sudah lah. " Sagar terus berjalan dengan menggandeng tangan Nadira.


' Kenapa sih? Dari tadi sepertinya dia kesal dengan ku? Dia marah terus. Kenapa ya dia marah? Tapi jika dia marah kenapa dia terus menggandeng tanganku seperti ini? Seolah aku anak kecil yang akan tersesat di bandara. ' Pikir Nadira.


" Sekarang kamu baru merasa tidak enak? "


" Iya, karena kakak sekarang marah, dan lebih banyak diam. Aku merasa tidak enak. " Kata Nadira cemberut.


" Bagaimana rasanya? Kalau begitu coba rasakan perasaan itu. " Sagar tersenyum senang ke arah Nadira.


' Orang ini hatinya sempit sekali. Kalau di pikir aneh sekali, kemarin dia bersikap lembut. Bukanya dia menggendongku hingga ke tempat tidur dan menemaniku tidur? Aku sama sekali tidak mengerti perasaan pira ini. ' Batin Nadira.


' Dia memikirkan apa lagi? ' Sagar melirik ke arah Nadira yang sedang bengong.


" Nanti, saat kita sampai di Kepatihan kita maka.. "


" Oh iya, aku ada janji untuk bertemu dengan Sasi. Aku nanti akan makan siang dan juga makan malam bersamanya. Mungkin aku akan pulang malam. " Kata Nadira memotong omongan Sagar.


" Ya, aku juga sudah ada janji. " Kata Sagar dingin.


' Dia sama sekali tidak merasa bersalah sedikit pun. Padahal semalam makan malam terlewat begitu saja. Bahkan aku merasa sangat berat hati untuk berpisah denganmu. Apa kamu tidak ingin berlama lama lagi denganku. ' Batin Sagar.


" Oh iya, jika kamu ingin minum anggur bersama teman mu, kamu boleh minum. "

__ADS_1


" Tidak, aku takut mabuk. "


" Telfon aku sebelum kamu minum, aku akan kesana untuk menjemputmu. " Kata Sagar tulus.


" Kamu selalu menolak saat di ajak temanmu minum anggur, karena kamu takut sifatmu saat mabuk kan? Tenang saja aku pasti akan menjemputmu. "


" Tapi kakak kan sibuk. "


" Meskipun sibuk, aku pasti akan menjemputmu. "


" Kalau kakak terlambat gimana? "


" Kalau ada acara seperti itu, kamu bilang saja dulu padaku. Aku akan ada di sekitar situ. Jadi aku tidak akan terlambat. "


Nadira memandang ke arah Sagar dengan tatapan haru.


" Kakak hanya bilang seperti itu saja aku sangat berterimakasih. "


" Aku tidak hanya bilang. Aku sungguhan. "


" Ah iya, maaf ya kak. Semalam kita tidak bisa bersenang senang terlalu banyak. Karena aku mabuk. "


" Tidak apa apa. Dua minggu lagi kan ada perayaan Natal, kita.. "


" Ah iya Natal! Aku ada acara di kampus. Kata ibu, kakak paling sibuk kalau hari Natal. Iya kan? "


" Iya, aku sangat sibuk. Hingga aku tidak bisa bernafas. " Kata Sagar kesal.


' Kenapa dia marah lagi? ' Batin Nadira.


Merka langsung masuk ke mobil, saat mobil jemputan sudah datang.


" Biar aku antar kamu ke tempat Sasi."


" Kakak kan ada janji. Biar aku pergi sendiri nanti. "


" Tidak, aku bisa mengantarmu dulu. "


Nadira hanya bisa menurut atau perdebatan akan semakin panjang. Mobil langsung berjalan menuju kota Kepatihan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2