End Happy Wedding

End Happy Wedding
Bab 23


__ADS_3

Sagar tersenyum menatap tingkah Nadira yang di matanya sangat manis. Ditambah pantulan sinar matahari sore membuat Nadira begitu bersinar di matanya.


' Sekarang aku bisa melihatmu. Melihatmu dengan jelas. ' Batin Sagar.


" Aku kan kaget tiba tiba kakak ada di sini. " Nadira menyilangkan kedua tanganya di dada dengan cemberut yang menurut Sagar itu terlihat sangat manis.


' Selama ini aku terlambat. Terlambat untuk menyadarinya. ' Batin Sagar.


" Nadira. " Panggil Sagar. Nadira hanya menoleh ke arah Sagar dengan penuh tanda tanya. Angin meniup rambutn Nadira hingga beternangan.


" Maaf. " Nadira terkejut dengan ungkapan Sagar yang tiba tiba.


" Maafkan aku Nadira. " Kata Sagar tulus.


" Ah sudahlah, yang penting kakak kan tidak apa apa. "


" Apa kamu tidak sedih? "


" Untuk apa? "


" Soal ciuman pertama mu yang sudah aku buat seperti itu. "


" Haaa. " Nadira kaget dan salah tingkah. Pipinya merona merah sseperti memakai ulsh on.


" Seperti itu yang bagai mana? Seperti itu yang seperti apa? Aku tidak apa apa kok. Aku benar benar tidak apa apa. " Nadira pergi dengan langkah di percepat karena benar benar dibuat salah tingkah oleh ucapan Sagar.


" Kamu bahkan menyimpan semuanya dalam hati di setiap perkataanku kan. " Sagar menyusul Nadira.


" Ah tidak, itu semua karena ingatan ku yang memang bangus. "


" Lalu kenapa kamu begitu? Kenapa sikap mu jadi seperti ini. " Sagar menghadang langkah Nadira, dia berdiri tepat di hadapan Nadira.


" Kenapa? Setiap aku mendekatimu, kamu selalu menjauh dari ku. Kamu juga tidak pernah menatapku dengan benar kan? Sekarang jangan menunduk, coba lihat aku. "


Nadira mencoba memaksakan diri untuk menatap ke arah Sagar.


' Ternyata dia menyadarinya. Jika selama ini di hubungan kami ada tembok. Aku kira tembok itu akan menipis dengan seiringnya waktu, tapi aku salah! Tembok besar itu tidak menipis sedikit pun. Seperti aku yang selalu takut dan tidak ingin melihat dirinya. Aku pikir dia juga sama tidak ingin melihat ku. Tapi kali ini dia melihatnya dan bertanya kepadaku. ’ Batin Nadira.


" Apa kamu takut denganku ? " Tanya Sagar sungguh sungguh.


' Kak, sebenarnya yang kita butuhkan dalam hubungan kita adalah pertanyaan, bukan waktu. ' Nadira hanya menyimpan kata itu di dalam hati.

__ADS_1


" Aku sudah pernah bilang kan, jangan kan menatap kakak. Melihat sosok kakak saja aku sudah takut. " Nadira membuang muka.


" Lalu, aku harus bagaimana? Apa aku harus menutup mata agar kamu tidak takut saat kita sedang bicara? " Kata Sagar pelan.


' Kenapa hari ini kakak bicara begitu lembut kepadaku? ' Pikir Nadira.


" Kenapa kakak bicara halus seperti ini kepadaku. Kamu membuatku takut saja. "


" Kamu tidak boleh takut, bahkan saat aku bicara halus seperti ini. "


" Tuh kan, kakak menekan ku lagi. Membuatku takut saja. " Nadira cemberut.


" Kamu masih takut denganku? "


" Sebenarnya sudah tidak terlalu seperti dulu sih. "


" Aku mengerti, mari kita perbaiki pelan pelan saja. " kata Sagar lembut.


" Apanya? " Nadira menatap Sagar.


" Kamu dan aku. " Sagar memegangi kedua bahu Nadira. Sagar merapikan rambut Nadira yang berantakan karena tertiup angin.


" Kenapa? Jika harus di perbaiki, kenapa tidak kakak saja. Kenapa harus aku juga yang ikut memperbaiki. "


" Karena, ada begitu banyak hal yang ingin aku ketahui bersamamu. " Kata Sagar tulus.


' Dan aku ingin melindungimu. ' Sagar hanya bisa menyimpan nya dalam hati.


" Nadira..... "


' Seperti kamu yang mendekatiku waktu di pertemuan keluarga, kali ini aku akan mendekatimu seperti itu. Aku juga akan ke sana. Ke dirimu. ' Sagar memeluk Nadira dengan hangat dan lembut.


" Ayo kita mulai semua dari awal. Mari kita menjadi suami istri yang sesungguhnya. "


" Apa kakak ingin minta tolong sesuatu kepadaku? "


Sagar melepaskan pelukan nya dan menatap lekat lekat ke arah Nadira.


" Tidak ada, kalau pun iya, aku mau minta tolong jangan takut kepadaku. " kata Sagar serius.


' Lembut. Sangat lembut. Aku jadi takut dengan kelembutan ini. Apa dia ingin balas dendam kepadaku? Apa dia mau memberitau kalau selama ini dia sangat repot dengan sikap ku yang berubah akhir akhir ini. Iya, pasti karena aku kakak jadi kesulitan dan sangat repot. Pasti dia juga sangat kesal. Tapi, walau pun begitu kenapa dia bilang melakukan semuanya sungguhan dan bukan akting. Padahal dia tidak serius kan. ' Hati Nadira seperti tertusuk jarum merasakan itu semua.

__ADS_1


" Sudah sore, mau pulang bersamaku ? " Tanya Sagar.


" Iya. "


Mereka berdua berjalan bersama menuju parkiran mobil.


" Hari ini... " Nadira membenarkan sabuk pengaman nya.


" Terimakasih sudah menjemput ku. "


" Iya. " Sagar juga memakai sabuk pengaman nya.


' Kalau di pikir pikir dulu kita menikah hingga berciuman tanpa ada perasaan.' Sagar mengingat saat awal awal dia menikah dengan Nadira. Yang tentu saja Nadira tidak ada perasaan sedikit pun dengan dirinya. Dia juga mengingat kembali betapa tertekan nya saat itu, ketika dimana Sagar mengambil ciuman pertamanya, mungkin saja saat itu Nadira sangat sedih dan marah. Tapi dia lebih memilih memendam semuanya sendiri.


'Aku akan memulainya dengan benar mulai saat ini. Di awali dengan bergandengan tangan, aku rasa dia tidak akan marah kan jika hanya bergandengan tangan. ' Pikir Sagar, dia melirik kearah Nadira yang menatap lurus kedepan. Sagar juga ikut memandang lurus ke depan, dia mencoba menggandeng tangan Nadira yang berada di atas pangkuannya.


" Kakakkkk!!! " Teriak Nadira saat Sagar memegang paha Nadira.


" Apa ini yang kakak maksud dengan memulai suami istri dengan sungguhan. Maksutnya ini ya. " Nadira menunjuk tangan Sagar yang ada di paha Nadira.


" Tidak! " Sagar sendiri sangat kaget dan terkejut dia langsung mengangkat tanganya dari atas paha Nadira.


" Dasar laki laki ini. Pikirannya begitu kotor. " Pikir Nadira kesal.


' Bukan kah tadi tangan nya ada di sana? apa yang akan dia pikirkan? aku benar benar tidak sengaja dengan semua ini. ' Sagar menatap luar jendela dengan perasaan sangat malu. Dia mencapai gas mobil dan melajukan ke arah apartemen mereka.


" Apa kamu mau makan dulu? " Tanya Sagar memecah ketegangan.


" Tidak, aku mau pulang saja. "


' Bisa bisanya lekaki ini mengajakku makan. sungguh dia tidak tau malu sama sekali. ' Batin Nadira.


' Sepertinya dia benar benar marah kepadaku.' batin Sagar.


" Aku akan mengantarmu ke rumah. Jangan menungguku. Aku masih ada sedikit pekerjaan yang harus aku selesaikan. "


Nadira hanya mengangguk. Suasana di dalam mobil kembali hening. Merka hanya bisa diam dan tenggelam dalam pikiranya masing masing.


Setelah menurunkan Nadira di lobi apartemen, Sagar kembali ke kantornya, dia mulai sibuk dan tenggelam dalam dokumen yang menumpuk di meja kerjanya. Jika dia sudah bekerja, dia sendiri sampai lupa waktu jika hari sudah mulai tengah malam.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2