End Happy Wedding

End Happy Wedding
Bab 39


__ADS_3

Sagar sudah siap dengan stelan jaz untuk pergi ke kantor ayah nya. Ia tinggal menunggu mobil jemputan dari kantor. Sekarang sagar lebih sering menggunakan jasa sopir dari dari pada menyetir sendiri semenjak Nadira melarang nya.


Sesampainya di kantor ayahnya, Sagar langsung naik ke atas menuju ruangan ayahnya.


Tok tok tok!


Sagar mengetuk pintu, dan langsung masuk ke dalam sebelum mendapat jawaban.


" Kamu kesini? " Tanya ayah Sagar dengan menutup dokumen yang tadi ia pelajari.


" Semalam aku sudah bertemu dengan pimpinan Xander. Dia membatalkan kerja sama dengan perusahaan kita karena ada seseorang yang membocorkan isi rahasia planing kita kedepan nya. "


" Terus? Apa hasil pertemuan kalian semalam? "


" Yah, berhubung hubungan kami sebelumnya sangat baik, akhirnya prusahaan Xander tidak jadi membatalkan kerja sama di antara kita. " Sagar memberikan map coklat kepada ayahnya. Dan segera di buka oleh ayahnya.


" Isi nya masih sama dengan yang di laporkan. "


" Untuk itu kamu bisa bilang, bisa mengembalikan niatan Xander untuk kembali bergabung. "


" Pfffttt.. " Sagar menahan tawa.


" Kamu ini kenapa?! Fokus saat bekerja! Aku bertanya kepadamu soal pekerjaan! Kamu malah tertawa. " Kata ayah Sagar tegas.


' Aku sebenarnya ingin fokus, tapi dia tadi lucu sekali. '


" Hahahaha, maaf! itu ayah, Nadira tadi lucu sekali."


Sagar masih tiada henti menertawakan Nadira meski pun dia sudah berangkat bekerja. Wajah imut Nadira saat marah masih terus bergentayangan di otak Sagar.


" Haa. " Ayah Sagar melongo tidak habis pikir melihat anaknya yang biasanya kaku bisa tertawa seperti ini karena istrinya.


" Jangan tertawa seperti itu sendirian. Ajak lah ibumu bersenang senang. Sering sering ajak istrimu main ke rumah. Ibu mu pasti akan sangat senang. Tenang saja kami tidak akan merepotkan nya. "


" Iya, lain waktu akan aku ajak dia kesana. "


****


Sagar pulang dari kantor lebih awal hari ini, pukul lima sore dia sudah ada di rumah. Dia tidak sabar untuk berjumpa dengan Nadira, karena tadi siang dia bilang akan pulang lebih awal. Itu sebabnya Sagar juga ikut pulang lebih awal.


Nadira merapikan meja dan menyimpan sisa makanan di dalam lemari makanan dan melanjutkan mencuci piring yang tadi ia gunakan untuk makan.


" Kamu sudah makan? " Tanya Sagar saat melihat Nadira mencuci piring.


" Sudah barusan. "


" Kamu makan sendiri? Tidak menungguku?"

__ADS_1


' Masa kakak belom makan sih? ' Batin Nadira dengan menaruh piring di rak.


" Masih ada makanan sisa sedikit. Mau? "


" Boleh. "


" Tapi ini nasi goreng biasa buatanku. "


" Iya aku mau. " Sagar duduk manis di meja makan seperti anak kecil yang menunggu ibu nya menyiapkan makanan untuk anak nya.


' Apa pun makanan itu, jika kamu yang menyiapkan nya aku pasti akan memakan nya dan pasti akan menyukainya. ' Batin Sagar.


Nadira mengambil sisa nasi goreng yang barusan ia simpan di lemari dan menaruhnya di atas piring.


' Ahh, dia lapar ya? ' Pikir Nadira usil. Dia memindahkan semua isi nasi goreng ke dalam piring, hingga memenuhi isi piring. Setelah itu ia meletakkan nya di depan Sagar.


" Kelihatan banyak ya? Tapi sebenarnya nasi goreng itu tidak mengenyangkan. " Kata Nadira menahan senyuman di wajahnya.


" Tidak apa apa. Aku akan menghabiskan nya. "


" Kalau tidak habis sisahkan saja. Tidak apa apa kok. "


Sagar mulai menyantap makanan nya setelah berdoa terlebih dahulu.


" Hmmm, ini sangat enak. " Kata Sagar memuji masakan Nadira.


" Syukurlah jika enak. " Nadira tersenyum puas.


Suara ponsel Nadira berbunyi.


" Sebentar ya kak, aku angkat telfon dulu. " Sagar menjawab dengan hanya mengangguk kan kepalanya.


" Iya ibu. " Jawab Nadira.


" Rencana nya ibu akan datang ke Kepatihan. Mungkin cuma satu hari. "


" Ibu datang dengan ayah kan? Ibu nginap di tempat Fahri saja. Pasti lebih nyaman tinggal di sana. Tempatnya lumayan luas kok bu, kalau cuma satu hari pasti tidak apa apa. "


' Sepertinya ayah dan ibu akan datang dari kampung. " Pikir Sagar.


" Iya, ibu akan menginap di sana. "


" Kalau sudah pasti mau datang, hubungi aku ya bu. " Jawab Nadira gembira karena ia sangat merindukan ibunya.


" Iya pasti. Kalau begitu ibu tutup dulu ya. Ibu hanya mau mengabarkan hal itu. "


" Ah baiklah. Salam sama ayah ya bu. Sampai jumpa. Aku tunggu kedatangan kalian berdua. " Tutup Nadira dengan senang.

__ADS_1


" Ada apa? " Tanya Sagar saat Nadira sudah menyelesaikan telfon ya.


" Ayah sama ibu bilang mau datang ke Kepatihan tapi entah kapan. "


" Masa kamu menyuruhnya tidur di kos an adikmu. "


" Iya, aku berfikir akan memesankan mereka hotel saja. "


" Untuk apa pesan hotel? Kan mereka bisa tidur di sini. Kamar juga banyak. " Sagar kembali menyantap makanan nya.


" Aku takut kakak tidak nyaman dengan kehadiran mereka. "


" Aku tidak masalah sama sekali. "


" Serius? "


' Orang ini, yang selalu menganggap daerahnya sangat penting dan membagi anatara kekuasaan nya dan kekuasaan ku sekarang malah mau mengundang ayah dan ibuku. " Batin Nadira heran.


" Tentu saja untuk hal ini aku sangat serius. Aku akan menelfon ibu mertua nanti. "


" Terimakasih. " Kata Nadira terharu dengan sikap Sagar yang perhatian dengan keluarganya.


Kriingg!!


Suara ponsel Sagar berdering.


" Ada telfon, sebentar ya. " Sagar mengangkat telfon nya.


" Ya Alesa. " Jawab Sagar.


' Alesa? ' Senyum Nadira langsung memudar.


" Oh kamu sudah balik ke Kepatihan. "


' Alesa orang itu. ' Nadira mengingat kembali bayangan Alesa, teman dekat Sagar seorang model internasional.


' Alesa, orang yang satu satunya berhubungan dekat dengan kakak. ' Raut muka Nadira yang tadinya bahagia menjadi sedih.


' Dia lah alasan kenapa aku ingin bercerai. ' Batin Nadira.


Alesa Soehandi, dia adalah artis sekaligus top Model internasional. Parasnya yang begitu cantik dan anggun, membuat semua wanita menatap iri ke arahnya. Nadira kembali mengingat kejadian masa lalu di mana saat pertama kali ia bertemu dengan Alesa.


" Oh, ternyata dia yang akan menikah denganmu? " Kata Alesa dengan merangkul tangan Sagar penuh ke akraban. Saat itu Nadira hanya bisa tertunduk malu karena perasaanya campur aduk tidak menentu. Nadira berfikir, kenapa Sagar bisa menikahi orang tidak punya seperti Nadira, yang tidak ada apa apa nya di bandingkan Alesa. Wanita yang sangat cocok untuk bersanding dengan Sagar.


" Santai saja, anggap aku seperti kakakmu. Aku dan Sagar berteman sejak kami masih sangat kecil. " Kata Alesa penuh keakraban.


Tatapan Sagar ke Alesa juga sama. Penuh kehangatan. Itu yang selalu membuat Nadira berfikir apa mereka benar benar hanya berteman saja.

__ADS_1


Setelah menikah dengan Sagar, Ia kembali teringat. Saat ia demam dan tidak pergi ke kampus, dia ber istirahat di rumah. Tapi is mendengar ada seseorang yang membuka pintu pukul sepuluh pagi. Ia mengira itu hanya bibi yang membersihkan rumah atau Sagar yang kembali pulang karena ada barang yang ketinggalan. Tapi saat orang itu masuk ke dalam rumah. Mata Nadira terbelalak kaget melihat siapa yang masuk ke rumahnya dengan begitu mudah.


Bersambung....


__ADS_2