End Happy Wedding

End Happy Wedding
Bab 62


__ADS_3

Sopir membukakan pintu mobil Sagar setelah sampai di depan lobi kantor. Sagar turun dari dalam mobil dengan wajah begitu ceria.


" Terimakasih. " Kata Sagar dengan senyuman ceria.


" I-iya Tuan. " Kata sopir Sagar yang heran dengan sikap hangat Sagar, karena tidak biasanya Sagar berlaku seperti itu.


" Selamat datang tuan. " Sapa Satpam kantor saat Sagar berjalan memasuki kantor.


" Iya selamat pagi. " Kata Sagar dengan senyum yang ceria. Seakan ada sinar yang menyorot mata Satpam hingga terlihat sangat silau. Satpam itu hanya bisa terpaku melihat sikap bosnya yang tiba-tiba berubah. Biasanya jika satpam menyapa Sagar hanya menatap dengan tatapan datar dan dingin. Tapi kali ini Sagar menjawab sapa an nya.


" Selamat pagi Tuan. " Sapa resepsionis menyapa Sagar dengan menunduk.


" Iya selamat pagi. " Sagar berlalu menuju lift pribadinya. Sebelum memencet tombol lift, Sagar kembali berbalik menuju meja resepsionis.


" Oiya, nanti jika David sudah datang, suruh dia langsung menuju ruangan ku. " Kata Sagar dengan penuh senyuman.


" Baik Tuan. "


" Oiya, ini. " Sagar mengeluarkan dompet dari sakunya. Dia mengambil kartu ATM unlimited berwarna hitam dari dompetnya.


" Ambil ini, beli makan siang bersama karyawan yang lain sepuas kalian. " Kata Sagar menyodorkan kartu ATM itu.


" Te-tapi tuan. Ini kan bukan ATM fasilitas perusahaan. " Kata resepsionis itu dengan hati-hati.


" Aku tau, beli makanan yang mahal untuk kalian semua. "


" Apa ada hal yang baik tuan? Atau hari jadi tuan? "


" Tidak ada. " Sagar tersenyum ramah.


" Terimakasi kalian sudah memperlakukan istriku dengan baik kala ada di sini. " Kata Sagar dan kembali menuju lift.


Pegawai resepsionis memandang tubuh Sagar yang hilang di balik lift dengan perasaan senang dan bingung. Karena hari ini sikapnya begitu hangat dan baik. Terlebih sekarang dia terlihat banyak tersenyenyum dari pada biasanya yang selalu bermuka datar dan masam.


" Kyaaaa! Hari ini kita semua bisa pesta makan siang bersama di restoran mahal. " Seru resepsionis kepada temanya yang baru datang.


" Kenapa bisa begitu? "


" Iya, entah apa yang terjadi dengan tuan Sagar. Dia memberikan kartu ini untuk kita semua. "


" Woaahh! Ini kan kartu unlimited. " Kata Rahayu.


" Iya, lebih baik kita menggunakan nya untuk nanti pulang bekerja, kita hubungi yang lainya juga. "


" Ide bagus. " Seru Dini pegawai resepsionis.


" Kalau begitu aku akan menginfokan berita ini di grub perusahaan ya. " Kata Dini.

__ADS_1


" Tapi apa tidak apa-apa dengan tuan Sagar? " Tanya Rahayu masih ragu.


" Beliau sendiri yang menyuruhku untuk di buat beli makanan yang mahal untuk teman-teman semuanya. "


Rahayu hanya mengangguk senang karena ada teraktiran dari bos nya.


Di ruangan nya, Sagar melihat materi yang di persiapkan untuk meeting nanti pukul 10:00.


Tok! Tok! Tok!


Pintu terbuka setelah ada ketukan tiga kali.


" Ada apa kamu menyuruhku datang kemari sepagi ini? " Tanya David yang langsung duduk di depan meja Sagar tanpa di suruh atasan nya itu.


" Siapkan jadwal ku. Karena nanti siang aku harus chek up ke rumah sakit. Suruh sekertaris reservasi rumah sakit Medika supaya aku bisa langsung datang kesana. " Perintah Sagar dengan menutup kembali berkas-berkas yang ia buka tadi.


" Hanya itu?! " Tanya David heran. Karena bisa saja kan Sagar menyuruhnya lewat telfon.


" Kenapa kamu tidak menelfon ku saja, sehingga aku tidak perlu repot datang kemari. " Jawab David se enaknya.


" Kamu mau gajimu aku potong?! "


" Eits! Eits! Jika sudah begini aku tidak bisa berbuat apa-apa. " David tertawa.


" Tapi aku tau, pasti ada hal lain yang ingin kamu tanyakan kan? " Tanya David, karena ia melihat ada yang mengganjal dari raut muka Sagar.


" Bagaimana perkembangan keluarga Ji Hairim?! " Tanya Sagar dengan serius.


" Apa? " Sagar semakin penasaran.


" Ini mengenai anak Ji Hairim. "


" Maksutmu Mazoya Hairim? " Tanya Sagar.


" Yup! Betul. Jadi, selama ini Mazoya masuk di Universitas Gading Gajah itu karena menyuap kepala yayasan. Karena Nyonya karina tidak ingin anaknya kalah dari Nadira yang bisa masuk universitas Negeri Kepatihan. Aku rasa Mazoya itu sangat payah sehingga Tuan dan Nyonya Hairim melakukan penyuapan itu. Saat ini kepala yayasan sedang di periksa polisi atas tuduhan korupsi. " David menjelaskan semua informasi yang dia dapat dari bawa hanya yang mencari informasi tentang keluarga Ji Hairim. Sagar hanya diam mendengarkan kelanjutan penjelasan dari David.


" Setelah lama kasus itu tiba-tiba beritanya menghilang begitu saja. Katanya kasus itu akan di buka lagi ketika sudah sepi. "


" Kenapa bisa begitu? " Tanya Sagat dengan geram.


" Aku dengar Tuan Ji Hairim orang nya sangat pintar dalam menjamu tamu. Sehingga dengan mudah dia bisa merayu orang-orang itu. "


" Sudah tau bersalah, masih saja di lewatkan? "


" Iya, mungkin saja karena jamuan itu, orang-orang yang ada di atas menjadi luluh. " Kata David.


" Sial! "

__ADS_1


Braaakkk!


Sagar memukul meja dengan keras.


" Semua menjadi kacau. " Kata Sagar kesal.


" Kamu tenang saja, itu bukan berarti kita kalah. Masih banyak jalan untuk menuju kemenangan. " Kata David menenangkan.


' Aku sangat tidak sabar melihat kehancuran Ji Hairim. Aku ingin membalas rasa sakit yang di rasakan istriku selama ini. ' Batin Sagar dengan perasaan membara.


****


Setelah selesai mandi Nadira pergi ke dapur untuk mengambil air untuk di minum, karena air putih di dalam kamar sudah habis.


" Oh bibi. " Kata Nadira saat melihat bibi yang baru masuk ke dalam rumah.


" Hari ini anda ada di rumah Nyonya? " Tanya bibi Art yang biasanya datang kerumah mereka.


" Tidak, ini aku mau bersiap-siap. Karena aku keluar agak siangan hari ini. " Kata Nadira dengan senyum ramah.


" Oh begitu! Silahkan bersiap-siap kalau begitu Nyonya. "


" Iya, aku mau minum dulu, stelah itu aku mau ganti baju. " Nadira berjalan ke dapur di susul dengan bibi.


" Oiya bi, hari ini bereskan dapur dan masak saja ya, biar lainya aku yang bereskan. " Kata Nadira.


" Iya saya mengerti Nyonya, tapi.. "


" Ya? "


" Anu, itu. Pakaian Nyonya apa tidak di pindahkan di kamar Nyonya? " Tanya bibi dengan hati-hati.


" Ah tidak perlu, aku sekarang menggunakan ruang ganti bersama dengan Sagar. " Kata Nadira dengan ceria.


" Ah begitu ya. Akhirnyaaa. " Kata bibi ikut senang.


Nadira kembali ke kamar untuk berganti pakaian, dan bibi mulai bersih-bersih dapur sesuai perintah.


" BI, aku pergi kerja dulu ya. " Pamit Nadira


"Baiklah, Hati-hati ya Nyonya! Hari ini saya akan buatkan sup saja. Setelah itu saya akan pulang. "


" Baik, tolong ya bi. "


" Iya Nyonya. Ini saya sudah menyiapkan lauk-pauk jadi tidak akan memerlukan waktu lama. " Kata bibi dengan ramah.


" Baik terimakasih bi. " Nadira memakai jaketnya dan pergi meninggalkan bibi sendiri di rumah.

__ADS_1


Bibi, yang tadinya memiliki wajah penuh keramahan dan murah senyum tiba-tiba raut mukanya berubah menjadi datar dan masam. Dia melihat ke layar CCTV yang di padang di pojok dapur. Setelah itu CCTV tiba tiba-tiba menjadi buram dan mati.


Bersambung...


__ADS_2