
Sagar membalas pelukan Nadira dengan perasaan hangat.
" Besok kamu mau ngapain? " Tanya Sagar.
Nadira melepas pelukan nya dan memegang kedua tangan Sagar.
" Pertama aku ingin pergi ke gunung Bromo. Aku ingin melihat matahari terbit. Aku ingin membuat permintaan di sana. "
" Kita berangkat sekarang? " Tanya Sagar.
" Tapi penerbangan di tahun baru pasti sangat ramai. Belum juga kita membeli tiketnya. "
" Kita bisa menggunakan pesawat pribadi. Kamu tenang saja. Biar aku yang mengatur semuanya. "
" Iya, tapi aku belum menyiapkan apa pun. "
" Ganti pakaian saja, untuk di sana kita bisa membelinya sesuai kebutuhan. Aku akan menelfon sopir agar menjemput kita kemari."
" Terimakasih kak. " Nadira memeluk Sagar dan berlari ke kamarnya untuk berganti pakaian. Begitu pula dengan Sagar. Yang langsung berganti pakaian untuk pergi ke sana.
Setelah turun dari pesawat mereka menunggu mobil taxi yang sudah di pesan secara online.
" Kenapa lama sekali? "
" Mungkin macet, ini kan malam tahun baru."
" Ya sudah kita tunggu sebentar lagi. "
" Kamu mau beli sesuatu untuk di makan? "
Baru keluar dari mini market mobil pesanan mereka sudah sampai.
" Atas pesanan bapak Sagar? " Tanya sopir taksi.
" Iya, betul. " Sagar dan Nadira langsung masuk ke dalam mobil.
" Mohon maaf Pak, saya terlambat beberapa menit, karena di jalan tadi ada sedikit kendala. "
" Tidak apa apa. Cepat jalan! " Perintah Sagar, yang langsung di laksanakan oleh sopir.
****
Sagar dan Nadira turun dari mobil setelah sampai di tempat parkir para pengunjung wisata.
" Kita memang harus turun dari sini, setelah itu kita naik mobil jeep. Kalau naik mobil pribadi seperti tadi pasti repot. "
Mereka berjalan mencari rental jeep dengan sopirnya.
" Kakak pasti tidak pernah merasakan naik jeep seperti ini. "
" Kamu pikir aku ini orang jaman apa? "
__ADS_1
" Iya kan mobil kakak bagus bagus, dan sepertinya kakak jarang sekali pergi ketempat seperti ini. "
" Iya. " Jawab Sagar jujur.
" Pak untuk dua orang ya. " Kata Nadira kepada pengemudi jeep.
" Ayo kak, kita mulai dari sini. Sekali kali belajar dari aku ya. " Nadira naik ke mobil jeep di susul dengan Sagar.
' Aku tidak pernah bilang, bahwa kamu satu satunya orang yang merasakan segala hal pertama kalinya. ' Batin Sagar dengan memandangi Nadira yang terlihat sangat ceria.
" Kenapa kakak memandangiku seperti itu terus?"
" Tidak. " Sagar tersenyum manis kepada Nadira.
' Tapi, aku juga. Semua waktu ku pertama bersama mu. ' Batin Sagar. Dia menggenggam erat tangan Nadira.
" Sebelum turun, kamu tidak ingin mencari makan terlebih dahulu? "
" Memangnya kakak mau makan di pinggiran seperti ini? Kalau aku sudah terbiasa. Aku takutnya kakak tidak bisa makan di tempat seperti ini. "
" Apa pun makanan nya dan di mana pun tempatnya jika itu bersama mu, aku akan melakukan nya. "
" Benar?! "
" Tentu! "
" Pak, jangan jalan sekarang, kami mau mencari makan dulu. "
" Baik bu. " Kata pak sopir.
" Kita bisa mati berdesakan jika ramai seperti ini. " Kata Sagar yang berulang kali menghindari orang yang berjalan berlawanan dengan nya.
" Baru pertama datang kemari sudah bilang mati! Nyeebeliin! " Teriak Nadira marah.
' Lagi lagi dia bilang nyebelin seperti itu. ' Batin Sagar.
" Maaf, aku tidak akan mengatakan nya lagi." Sagar menggandeng tangan Nadira. Nadira hanya bisa memandang Sagar bingung.
" Supaya kamu tidak hilang lagi seperti di Izu. Genggam tanganku dan jangan di lepas ya. "
Mereka melanjutkan menaiki tangga untuk pergi ke tempat yang paling tinggi.
" Kak! Kak! Lihat itu. Teriak Nadira histeris senang menunjuk ke arah matahari yang mulai memunculkan dirinya secara malu malu.
" Sebentar lagi akan terbit. " Kata Nadira senang. Mereka memandang ke arah munculnya matahari. Bahkan Nadira menatapnya tanpa berkedip.
" Ah, apa ini? Aku tidak apa apa kok." Kata Nadira saat Sagar memakaikan Syal untuk Nadira.
" Bilang itu nanti setelah ingusmu tidak keluar. " Kata Sagar yang melanjutkan memakaikan Syal untuk Nadira.
" Aku tidak dingin kok! Tubuh kakak harusnya lebih hangat. " Kata Nadira yang tetap menghawatirkan Sagar.
__ADS_1
" Wahh indah sekali! Mataharinya sudah terbit. " Teriak salah satu pengunjung yang ada di sebelah mereka berdua. Sontak Sagar dan Nadira kembali berpaling memandangi Matahari yang indah itu.
" Happy new year Nadira. " Kata Sagar dengan memeluk Nadira dari belakang.
" Aku tidak apa apa kok. " Kata Nadira.
" Jangan bergerak. Nanti akan lebih terasa dingin. "
" Iya iya. " Nadira tertawa senang.
' Entah lah, apa aku dulu melewatkan matahari yang hangat ini? Orang seperti apa kamu ini? Hal hal yang dulu tidak ingin aku ketahui sama sekali. Dan terlihat seindah apa? Aku melihatnya sekarang. ' Batin Nadira.
" Kamu tidak biasanya menggenggam tangan ku selembut ini. " Kata Sagar saat Nadira menyentuh tangannya yang memeluk erat Nadira.
' Ingat Nadira, kamu jangan sampai lupa lagi! Jangan pernah melepaskan lagi! Atau kamu akan kehilangan lagi.' Kata hati Nadira.
" Apa ini? Kamu menangis? " Tanya Sagar saat ada tetesan air mata yang jatuh di tangan nya.
" Ah tidak! Aku bukan menangis karena sedih tapi aku menangis karena bahagia. " Sagar melepaskan pelukan nya dan menatap Nadira.
" Ternyata, Matahari terbit saat di lihat berdua terlihat sangat indah ya. " Kata Nadira dengan menghapus air matanya.
Sagar mendekatkan dirinya ke arah Nadira dan ia mengecup bibir Nadira dengan lembut di tempat seramai itu. Setelah mencium Nadira, Sagar memeluk Nadira dengan hangat.
" Iya, langitnya jadi terlihat sangat cantik. " Kata Sagar. Nadira hanya bisa bengong dengan sikap Sagar yang tiba tiba saja.
" Mulai sekarang jangan mencium ku seenaknya seperti ini. Kakak tidak malu ya ini itu di tempat umum! Dan ramai orang. " Kata Nadira melepaskan pelukan Sagar. Ia menatap orang sekelilingnya yang tentunya juga menatap ke arah mereka berdua.
' Dasar! Di tempat orang sebanyak ini. ' Batin Nadira malu.
" Mulai sekarang jika ingin mencium ku izin terlebih dahulu kepadaku. "
" Berarti, nanti aku boleh mencium mu lagi? "
Klink!
Ponsel Nadira berdering, ia mengambil ponselnya di saku jaketnya.
' Pesan dari Sasi? Ada apa ya? ' Nadira segera membuka pesan itu.
~ Nadira! Kamu baik baik saja kan? Sepertinya hari ini dan kedepan nya kamu harus lebih hati hati terhadap wartawan~
~ Apa maksutmu? ~ Balas Nadira.
~ kamu belum tau? Ini aku kirim link nya. Coba kamu lihat sendiri. ~
" Ada apa? " Tanya Sagar.
Nadira hanya diam saja tidak menjawab pertanyaan Sagar dan kembali membuka link yang tadi di kirim oleh Sasi.
' Apa? ' Nadira melihat foto Alesa berduaan dengan Sagar yang sepertinya di ambil oleh paparazi.
__ADS_1
# News info daily update, Seorang aktris dan model internasional Alesa soehandi tertangkap sedang di jemput oleh CEO perusahaan Vos yang sangat berkuasa saat ini. Mereka terlihat pergi secara diam diam keluar dari Bandara Wings. Ternyata secandal mereka selama ini memang benar. Jika di antara mereka berdua memang memiliki hubungan yang special. Karena tidak mungkin seorang CEO muda itu mau menjemput seorang wanita begitu saja. #
Bersambung...