End Happy Wedding

End Happy Wedding
Bab 29


__ADS_3

Sagar menghentikan taksi yang lewat di depan nya, Dia membukakan pintu untuk Nadira. Setelah itu dia juga ikut masuk ke dalam.


" Kak. " Panggil Nadira saat Sagar sudah duduk di sebelahnya.


" Iya. "


" Apa tidak apa apa kita pergi ke sana? Karena untuk pergi ke sana kita perlu waktu tiga puluh menit. " Nadira memastikan.


" Tidak masalah. " Jawab Sagar lembut.


' Mengapa dia jadi sehangat ini terhadapku. Apa ada sesuatu di balik ini semua sehingga dia berlaku seperti ini kepadaku? ' Batin Nadira.


Setelah turun dari taksi, mereka berdua tidak langsung sampai di tempat tujuan. Mereka harus berjalan kaki untuk sampai di tempat yang Nadira ingin kunjungi.


" Woahhh... Ini indah sekali. " Kata Nadira begitu takjub saat melihat bayangan lampu di danau saat malam hari.


" Jadi ini tempat yang ingin kamu kunjungi. "


" Iya. " Jawab Nadira.


' Sebenarnya, sudah dari dulu aku ingin pergi ke tempat ini. Aku sudah banyak mendengar tentang keindahan danau ini, tapi aku belum pernah datang kemari. Tapi ternyata tempat ini sungguh cantik. ' Batin Nadira.


" Di sana ada Nampan. Apa kamu ingin naik? " Tanya Sagar yang di sambut anggukan semangat Nadira. Sagar menaiki Nampan terlebih dahulu, setelah itu Nadira menyusul menaikinya.


" Aakhh... " Sagar segera menangkap Nadira agar tidak terjatuh ke air.


" Apa kamu tidak apa apa? " Tanya Sagar kepada Nadira yang saat ini ada di pelukan nya.


" Tidak. " Nadira duduk di hadapan Sagar.


" Hati hati, di sini peneranganya kurang. Jangan sampai tersandung lagi. " Kata Sagar mengambil dayung.


Nadira menatap ke arah Sagar, wajahnya semakin bersinar saat terkena sinar bulan. Tubuhnya yang maskulin tinggi dan kekar dan juga wajah tampan nya semua pasti akan mengaguminya.


' Semua jika melihat kakak seperti ini. Pasti akan mengira dia adalah suami yang paling sempurna di dunia ini. Selain tampan dan juga gagah. Kakak juga seorang pria yang terpandang di Negara ini. ' pikir Nadira.


" Ini semua hanya tiapuan. " Gumam Nadira di balik lamunannya.


" Apa? " Tanya Sagar yang sedikit mendengar.


" Perlakuan kakak terhadapku yang lembut seperti ini hanyalah tipuan. " Kata Nadira. Sagar hanya menatap Nadira dengan penuh tanda tanya.


" Kakak berlaku lembut seperti ini kepadaku pasti ada sesuatu yang kakak inginkan kan? " Sagar menghentikan dayungan nya saat sudah berada jauh dari daratan.


" Kakak seperti ini hanya ingin aku terhanyut lagi dengan perlakuan kakak. Kakak bersikap seperti ini saat memintaku untuk jadi istri kakak. Karena terhanyut dalam perasaan. Aku bahkan tidak tau aku menikah dengan pria type apa. Saat ini aku hanya mengikuti aliran kehidupan pernikahan ini. Asal kakak tau, semua hal yang sudah aku lakukan selama ini adalah pertama kalinya aku lakukan bersama kakak. " Nadira cemberut mengatakan itu.


" Hahahaha. " Sagar tertawa.

__ADS_1


' Kenapa dia malah tertawa seperti ini. Ini kan bukan waktunya untuk tertawa. Aku kan serius mengatakan ini semua. ' Batin Nadira.


" Lanjutkan ceritanya. " Sagar tidak mendayung nampan dan mendengarkan Nadira baik baik.


" Aku bicara tentang kakak tidak ada hal yang baik loh. "


" Tidak apa apa. Aku akan mendengarkan. " Kata Sagar lembut.


" Kakak membuatku menjadi seorang istri yang sungguhan secara tiba tiba. Dan itu sangat menekan perasaanku. "


" Apa aku begitu menekan perasaanmu? "


" Iya, selama ini kakak kan jarang bicara dan pulang kerumah. "


" Aku selalu pulang ke rumah kok walau sudah larut malam. Terkadang ada perjalanan bisnis ke luar Negeri itu pun aku berusaha menyelesaikan semuanya dengan cepat agar bisa cepat pulang ke rumah. Kamu itu, yang sama sekali tidak perhatian kepadaku. "


" Tidak kok. Kakak juga pernah kan waktu pulang dari perjalanan bisnis tidak pulang ke rumah. "


" Kapan aku seperti itu? "


" Saat kakak kembali dari Jepang. "


" Oh itu? Aku berada di rumah sakit karena aku terserang flu berat. Kamu malah cemberut terus saat aku kembali dari rumah sakit. Bukan nya menanyaiku. "


' Jadi, waktu itu kakak sedang sakit di rumah sakit. Bahkan aku tidak pergi merawatnya. ' Batin Nadira.


" Ekspresi apa? Saat itu aku sama sekali tidak tau kalau kakak sedang di rawat di rumah sakit. "


' Aku baru tau saat ini. Ternyata komunikasi dalam rumah tangga itu sangat lah penting. ' Batin Nadira.


" Terus apa ada lagi? " Tanya Sagar lembut.


" Apanya? "


" Hal yang membuatmu tertekan dan kesulitan menjalani kehidupan bersamaku. "


" Tidak. Kakak tidak akan membalasku kan karena aku mengatakan ini semua. Kakak tidak akan mengusir ku kan? "


" Membalas mengusir? " Sagar tidak paham dengan ucapan Nadira.


" Iya, aku takut kakak mengira aku seperti ini karena ingin bercerai. "


" Kamu masih mengingat hal itu? Apa kamu masih ingin bercerai. Untuk apa mengungkit hal itu? "


" Ah, anggap saja kakak tidak mendengarnya. " Nadira membuang muka.


" Aku sudah mendengar semuanya. Bagaimana aku bisa pura pura tidak mendengarnya. "

__ADS_1


" Anggap saja ini seperti memutar waktu. "


" Mana mungkin waktu bisa di putar. "


" Bisa! Takdir juga bisa di ubah kembali. " Nadira memegang kedua tangan Sagar.


" Kakak ingat. Kita yang dulu ingin bercerai, sekarang malah semakin dekat. "


" Iya, itu yang aku inginkan. Aku ingin akhir yang berakhir dengan bahagia. " Sagar memeluk Nadira dengan lembut.


" Iya memang benar. Semua harus End happy ending. " Nadira tersenyum dalam pelukan Sagar.


" Iya benar. Kita buat ini menjadi end happy wedding. Untuk itu, kamu jangan pernah khawatir dan berfikir yang tidak tidak. Karena sampai kapan pun aku tidak akan pernah mencerai kan mu. "


" Iya. " Nadira melepaskan pelukan nya dan menatap Sagar yang di terangi pencahayaan dari sinar bulan malam ini.


' Selama ini, aku selalu berfikir jika dia adalah pria yang sangat dingin dan juga selalu sibuk dengan pekerjaannya. Bahkan setelah kami menikah dia jarang sekali berbicara kepadaku saat di rumah atau saat kita sedang berdua. Tapi mengapa hari ini dia menjadi sangat lembut seperti ini. Yang membuatku takut akan hanyut kedalam perasaan yang jauh. ' Batin Nadira yang menatap ke arah Sagar yang tengah mendayung nampan.


****


" Terimakasih untuk hari ini ya kak. " Kata Nadira yang berjalan beriringan dengan Sagar memasuki halaman apartemen.


" Iya. "


" Berkat kakak, hari ini aku merasa sangat senang. " Nadira menghentikan langkahnya dan tersenyum manis kepada Sagar. Yang membuat Sagar malu dan menjadi salah tingkah.


Nadira berjalan mendahului Sagar untuk masuk ke dalam apartemen mereka. Sagar melambaikan tanganya ingin menghentikan Nadira yang sudah berjalan meninggalkan nya. Tapi ia urungkan.


' Kamu ini paling jago untuk menarik ulur perasaan ini. ' Batin Sagar yang segera menyusul Nadira ke dalam.


" Aku tidur dulu ya kak, selamat malam. " Pamit Nadira.


" Bagaimana jika kita tidur bareng? "


Nadira menoleh ke arah Sagar.


" Maksutku bagaimana jika kita tidur bersama dalam satu kamar. Jadi kamu tidak perlu diam diam mengecek kesehatanku saat pagi hari. "


' Jadi selama ini kakak menyadari kalau aku pergi ke kamarnya diam diam untuk mengecek kesehatannya. ' Batin Nadira malu.


" Gimana apa kamu mau? " Tanya Sagar. Nadira masih memikirkannya dengan matang matang.


" Baiklah. " Sagar tidak percaya Nadira akan menerima ajakan nya.


" Tapi ada syaratnya. " Kata Nadira menghentikan senyum Sagar.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2